Trump Bantah Berlindung ke Bungker Darurat, Cuma Inspeksi Rutin

Pengamanan penuh Gedung Putih [Foto: latimes.com - GOOD INDONESIA]

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim hanya menghabiskan sedikit waktu di bungker keamanan di bawah Gedung Putih, Washington, AS. Kegiatannya: “inspeksi”.

Saat itu, ribuan demonstran bentrok dengan pasukan pengawal presiden di halaman Gedung Putih. Trump sama sekali tidak sedang menyelamatkan diri.

Trump mengutarakan hal itu dalam wawancara dengan Brian Kilmeade, pembawa acara Fox News, Rabu, 3 Juni 2020.

“Saya ada di sana dalam waktu yang sangat singkat, singkat, dan singkat. Saya telah mengunjungi bunker dua atau tiga kali. Semuanya untuk pemeriksaan,” ujarnya.

Dia juga mengaku menuju bungker pada siang hari, bukan saat gelap atau malam ketika bentrok massa pendemo dengan petugas keamanan memuncak. Pengunjuk rasa tidak menghiraukan pemberlakuan jam malam.

The New York Times kali pertama melaporkan Trump dibawa ke Pusat Operasi Darurat Presiden –bungker dimaksud– pada Jumat malam (29/5/2020). Presiden yang berulang tahun ke-74 pada 14 Juni mendatang ini berlindung sekitar satu jam.

Jurnalis yang melaporkan kejadian dimaksud memperoleh konfirmasi dari sumber internal Gedung Putih.

Bungker keamanan darurat Gedung Putih kali terakhir digunakan Wakil Presiden Dick Cheney pada 11 September 2001. Saat itu, pengawal presiden mengkhawatirkan serangan serupa terhadap World Trade Center, New York, AS. Bungker diperkuat setelah itu.

“Kamu pergi ke sana. Suatu hari nanti kamu mungkin membutuhkannya. Saat kamu pergi ke sana, saya melihat Anda, itu siang hari, itu tidak masalah. Tidak pernah ada masalah, tidak ada yang bisa memberi kami masalah,” tukas Presiden kelahiran New York itu.

Protes di Washington dan kota-kota di seantero Paman Sam atas tewasnya George Floyd merupakan kerusuhan sipil terburuk sejak pembunuhan Martin Luther King Jr pada 1968.

Floyd, pria Afrika-Amerika berusia 46 tahun, meregang nyawa di Minneapolis, pekan lalu. Polisi yang menekan lehernya dengan lutut selama sembilan menit menyebabkan korban meninggal dunia.

Atas gelombang solidaritas warga terhadap nasib naas Floyd yang luar biasa, Trump pada Senin (1/6) mendesak Gubernur Washington agar segera mengendalikan demonstrasi. Untuk itu pasukan garda nasional perlu segera diterjunkan.

Keesokan hari, tentara tempur dari pasukan reguler AS telah disiagakan di Washington. []GOOD INDONESIA-RUT


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here