DJONY BUNARTO TJONDRO; Tiga Disiplin

Djony Bunarto Tjondro [Foto: tagar.id - GOOD INDONESIA]

Pemegang saham PT Astra International Tbk. (ASII) sepakat menugasi Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Direktur baru. Dia menggantikan Prijono Sugiarto.

“Pada mata acara ketiga, dapat kami sampaikan sebagai berikut, mengangkat Bapak Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Direktur,” kata Chief of Corporate Affairs Astra International Riza Deliansyah dalam RUPS yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (16/6/2020).

RUPS juga menyetujui dan menerima baik laporan tahunan tahun buku 2019. Selanjutnya, pemegang saham menyetujui laba bersih konsolidasi perseroan sebesar Rp21,7 triliun dan membagikan dividen Rp8,6 triliun.

Tak kecil tantangan yang segera menghadang Djony sebagai nakhoda baru. Pandemi covid-19 yang masih menyebar dampak negatif di berbagai sendi kehidupan –termasuk perekonomian– diakuinya tak hanya memukul industri otomotif yang menjadi bisnis utama Astra, tetapi juga lini bisnis lainnya.

Djony memiliki bekal sangat lumayan. Dia bukanlah orang baru di Astra. Pria kelahiran 1964 ini telah dipercaya menduduki posisi Wakil Presiden Direktur Astra sejak April 2019. Sebelumnya menjabat Direktur Perseroan selama kurun 2015-2019.

Djony bergabung dengan Astra pada tahun 1990. Selama di Astra ia sudah menduduki sejumlah jabatan strategis; Presiden Komisaris PT Toyota-Astra Motor dan PT Pamapersada Nusantara serta Komisaris PT Astra Agro Lestari Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Astra Honda Motor, dan PT Astra Sedaya Finance.

Bagaimana strategi yang disiapkan Djony membawa Astra di tengah pandemi? “Memang kalau kita lihat yang paling cepat, yang paling intens, kena dampaknya adalah kendaraan bermotor,” ujarnya usai RUPS.

Djony mengatakan pada Mei lalu penjualan kendaraan roda empat hanya sekitar 17.000 unit secara ritel. Tetapi, Juni ini menurutnya penjualan kembali membaik.

“Sudah naik dibandingkan bulan Mei. Kami harapkan dengan adanya PSBB transisi yang diterapkan oleh Gubernur (DKI jakarta) mudah-mudahan kita akan cepat pulih,” kata Djony,

Beberapa pedoman yang digarisbawahi. Pertama, kedisiplinan pengolahan finansial. Dalam hal ini, Astra melakukan revisi rencana belanja modal tahun ini.

“Tentunya dalam situasi masih pandemi seperti ini semua bisnis turun. Konservasi kas sangat penting,” ujarnya. Belanja modal hanya dilakukan untuk hal-hal yang dinilai soal prioritas.

Kedisiplinan pengolahan finansial juga adalah menjaga likuiditas atau cash flow seluruh unit bisnis.

Kedua, kedisplinan pengolahan belanja operasional. Menghindari keluarnya biaya yang tidak urgen. Sementara target penting akan diupayakan realisasinya semampu perusahaan.

Selain disiplin pengolahan finansial supaya Astra tetap mempertahankan cost leadership. “Operation excellence yang kami sudah bangun bertahun-tahun tentunya harus kami pertahankan,” tandas Djony.

Ketiga, mencari peluang-peluang baru di tengah krisis ini. Djony mengatakan dirinya di tengah pandemi covid-19 mempelajari peluang apapun yang punya potensi berkembang secara jangka panjang ke depan.

Astra Internasional berdiri di Jakarta pada 1957. Bernama awal: Astra Internasional Inc. Menjadi PT Astra Internasional Tbk. pada 1990.

Pendirian Astra berawal dari niat Tjian Kian Tie yang ingin memiliki perusahaan perdagangan. Kepemimpinan perusahaan kemudian diserahkan kepada Willian Soeryadjaya, sementara Tjian Kian Tie menjadi Komisaris.

Kini, perseroan ini memiliki tujuh segmen usaha, yakni otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, dan properti.

Dengan lapak tersebut, Astra memiliki 237 anak perusahaan, ventura bersama, dan entitas asosiasi. Total karyawan 216.425 orang.

Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir 2019 mencapai Rp280,3 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan terbesar di Indonesia hari ini.


BIO DATA

Nama lengkap: Djony Bunarto Tjondro
Tahun lahir: 1964

Almamater:
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Trisakti (1989)
Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI)
Monash Mt. Eliza Business School, Australia (1996)

Jabatan di Astra:
Wakil Presiden Direktur Perseroan (sejak April 2019)
Direktur Perseroan (2015-2019)

Presiden Komisaris PT Toyota-Astra Motor
PT Pamapersada Nusantara
Komisaris PT Astra Agro Lestari Tbk.
PT United Tractors Tbk.
PT Astra Honda Motor
PT Astra Sedaya Finance

Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance (2009-2013)
Chief Executive PT Astra International Tbk.
Daihatsu Sales Operation (2013-2018)
Presiden Komisaris PT Astra Otoparts Tbk. (2015-2018)
Wakil Presiden Komisaris PT Astra Daihatsu Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (2016-2018).

Masuk Astra pada 1990. []GOOD INDONESIA-ALY


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here