Saham Anak Bisnis Bio Farma Diburu Berkat Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ilustrasi: Uji vaksin covid-19 [Foto: pikiran-rakyat.com - GOOD INDONESIA]

Pandemi covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi PT Bio Farma (Persero). Saham dua anak bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, yakni PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF), terus melonjak seiring uji klisnis vaksin covid-19 tahap III .

Selasa, 21 Juli 2020, pada sesi pertama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham kedua emiten melonjak hampir 25 persen.

Pantauan GOOD INDONESIA, saham KAEF ditutup naik 335 poin atau 24,36 persen ke Rp1.710 per lembar saham. Sedangkan saham INAF ditutup menguat 300 poin atau 24,9 persen ke Rp1.505 per lembar saham.

Frekuensi perdagangan saham KAEF tercatat 34.035 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 233,46 juta lembar yang senilai Rp378,56 miliar.

Sementara itu, frekuensi perdagangan saham KAEF sebanyak 19.772 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 96,15 juta lembar saham senilai Rp138,37 miliar.

Sejak awal 2020 hingga kini atau year to date (ytd), perdagangan saham KAEF meningkat 36,8 persen. Dalam sebulan terakhir meningkat hingga 50 persen.

Saham INAF sejak awal 2020 hingga kini meroket hingga 72,99 persen dan dalam sebulan terakhir tumbuh 51,26 persen.


Asal Cina

Induk BUMN farmasi Bio Farma dilansir siap melakukan uji klinis vaksin covid-19 tahap III. Sebagai tahap awal uji klinis III, vaksin Sinovac dari Cina, didatangkan oleh Bio Farma pada 19 Juli 2020. Jumlahnya 2.400 vaksin.

Vaksin Sinovac diperoleh Indonesia –dalam hal ini Bio Farma– atas dukungan Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI), melalui serangkaian diplomatic goods.

Fase uji klinis tahap III direncanakan pada pada Agustus 2020.

Sebelumnya, dibutuhkan beberapa pengujian di laboratorium Bio Farma dan sejumlah perizinan.

Uji klinis vaksin covid-19 akan dilaksanakan di Pusat Uji Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Vaksin direncanakan “ditanam” di 1.620 orang subjek. Rentang usianya antara 18-59 tahun, dengan kriteria tertentu.

Mengenai sisa vaksin asal Cina tersebut akan digunakan untuk uji di beberapa laboratorium lain, antara lain, Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).

Jika uji klinis tahap III tersebut berjalan lancar maka induk BUMN farmasi itu akan memproduksi vaksin covid-19 pada kuartal pertama 2021. []GOOD INDONESIA-ASM


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here