Perempuan Terdakwa Pembunuh 7 Orang Mulai Diadili setelah Buron 20 Tahun

Lao Rongzhi, terdakwa pembunuh tujuh orang, dikawal polisi menuju ruang sidang [Foto: scmp.com - GOOD INDONESIA]

Seorang perempuan 46 tahun di Cina Tenggara, yang disangka membunuh tujuh orang, mulai diadili setelah buron 20 tahun.

Pengadilan Negeri Nanchang di Provinsi Jiangxi, lansir CNN, memublikasikan agenda sidang terdakwa Lao Rongzhi tersebut melalui akun resminya di media sosial Weibo, Senin (21/12/2020) waktu setempat.

Di depan majelis hakim, Lao mengungkapkan permintaan maafnya kepada keluarga korban. Ia menyatakan dirinya pun seorang korban. Fa Ziying, pacarnya yang terpidana pembunuh, memaksa melakukan perbuatan memngerakan itu. Lao mengklaim dirinya di bawah tekanan ketakutan.

Fa ditangkap pada Juli 1999. Ia didakwa sebagai aktor tujuh pembunuhan pada Desember setahun sebelumnya.

[Baca juga: BPK Laporkan Benny Tjokro Tuding Melindungi Bakrie Group]

Dalam persidangan terungkap, Lao dan Fa bersama-sama melakukan perampokan, penculikan dan pembunuhan berencana di Nanchang, Wenzhou, Changzhou, dan Hefei.

Di depan meja hijau, Lao mengatakan Fa memperlakukannya secara “sangat kejam”. Ia mengalami pelecehan fisik dan mental, dan dua kali keguguran. Lao dan Fa menjalin hubungan antara 1996 hingga 1999.

Polisi terlebih dahulu meringkus Fa. Sementara Lao melarikan diri dengan menggunakan banyak identitas alias. Dia melarikan diri ke berbagai kota seantero Cina.

Untuk memenuhi kebutuhan, Lao bekerja paruh waktu di bar dan tempat hiburan. Dia menjalani operasi plastik untuk mengubah penampilannya guna menghindari mengelabui pantauan CCTV pemerintah.

Lao ditangkap pada November 2019 di sebuah pusat perbelanjaan di Xiamen, dan didakwa melakukan pembunuhan, perampokan, dan penculikan.

[Baca juga: Ferry Kombo Cs Terdakwa Makar Buntut Rasisme Surabaya Dituntut 5-17 Tahun]

Pada sidang perdana, Lao kepada majelis hakim mengatakan dia “hidup dalam kegelapan” selama dua dekade terakhir. Kini, katanya, dirinya “akhirnya bisa tidur nyenyak”, dan tidak lagi hidup dalam ketakutan ditangkap polisi.

Zhu Dahong, istri salah seorang korban Lao, menyatakan bahwa dirinya “sulit menerima permintaan maaf” terdakwa.

“Rasa sakit yang kami derita dalam 20 tahun terakhir tidak bisa disingkirkan dengan permintaan maaf,” tukas Zhu. []GOOD INDONESIA-RUT

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here