The post Pesawat Lion Air Group Kembali Terbang Rute Domestik, 10 Mei appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Sebelumnya, penghentian penerbangan dihentikan sehubungan pandemi covid-19, dalam hal ini penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian besar wilayah Indonesia –yang masih berlangsung hingga sekarang.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan operasional dimaksud meliputi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.
“Calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan. Ikuti protokol kesehatan diri sebagaimana diberlakukan dalam aturan dimaksud,” kata Danang dalam keterangan persnya, Kamis, 7 Mei 2020.
Pembelian tiket di Kantor Pusat dan Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia. Juga melalui website serta aplikasi ponsel (mobile apps) Lion Air, Batik Air, dan Wing Air.
Dijelaskan pula, pihak maskapai memberlakukan protokoler pengaturan jarak aman antartamu atau penumpang (physical distancing) di kabin pesawat setiap penerbangan.
Pada Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, dan Airbus 320-200NEO kelas ekonomi yang berkonfigurasi 3-3 maka kursi di tengah (B dan E) tidak dipergunakan (tanda petunjuk “X”). Tamu atau penumpang duduk di dekat jendela (window) dan lorong (aisle).
Pada ATR 72 dan pesawat yang mempunyai layanan kelas bisnis bertata letak kursi 2-2, mengimplementasikan pengaturan duduk saling silang atau zig-zag.
Danang memastikan kembali beroperasinya layanan Lion Air Group mengacu Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19/Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik.
Juga berdasar Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idulfitri 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Guna memastikan keseluruhan unsur-unsur tersebut, menurut Danang, Lion Air Group menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama pandemi Covid-19.
Kesehatan awak pesawat dan petugas layanan lainnya wajib mengikuti rekomendasi protokol kesehatan; pengecekan suhu badan, pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer), penggunaan sarung tangan, dan wajib menggunakan masker.
Pemeriksaan kesehatan awak pesawat sebelum penerbangan (pre-flight health check) wajib dilaksanakan guna memastikan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight), serta tindakan preventif lainnya.
Perubahan Terminal
Penyesuaian terminal keberangkatan dan kedatangan sebagai berikut:
1. Penerbangan domestik Lion Air dari Terminal 1A pindah ke Terminal 2E Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
2. Penerbangan internasional Lion Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air dari Terminal 2F pindah ke Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
3. Penerbangan domestik Batik Air dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma pindah ke Terminal 2E (layanan Batik Air tetap di Terminal 2E).
4. Penerbangan domestik Wings Air tetap di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. []GOOD INDONESIA-HDN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Pesawat Lion Air Group Kembali Terbang Rute Domestik, 10 Mei appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Pilot Lion Air Ditemukan Meninggal Tanpa Pakaian di Kamar Hotel appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pontianak Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengonfirmasi membenarkan adanya informasi penemuan jenazah sang penerbang sipil pada sekitar pukul 14.50 WIB.
“Mayatnya saat ini di Rumah Sakit Soedarso untuk visum,” kata Komarudin kepada pers tak lama setelah timnya tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Aryo menghembuskan nafas terakhir diduga akibat penyakit jantung. Kesimpulan sementara ini dipegang berdasar keterangan saksi bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung.
[Baca juga: Iis Dahlia ‘Capcay’ akibat Kasus Harley dan Brompton Garuda]
“Untuk penyelidikan tahap awal, korban diduga meninggal dunia karena sakit jantung. Di tas korban ditemukan banyak obat,” ujar Komarudin lagi.
Lebih lanjut, penemu jenazah kali pertama, yakni petugas hotel bernama Suparni yang hendak mengantar laundry milik korban, berupa pakaian seragam putih dan celana hitam. Ternyata terdapat pakaian yang belum diantar. Suparni lalu kembali mengantar ke kamar Aryo pada sekitar 14.10 WIB.
Kecurigaan Suparni bermula rekanan pilot korban, Iko, yang berencana berangkat ke Jakarta pada pukul 15.00 WIB.
“Saksi sempat menghubungi via telepon, tidak ada jawaban. Kemudian saksi langsung menuju kamar korban di lantai tujuh kamar nomor 719. Setelah digedor berkali-kali, tidak ada jawaban,” Kapolres Pontianak Kota.
Saksi kemudian meminta pihak hotel membuka pintu kamar sang pilot menggunakan kunci cadangan.
“Setelah dibuka menggunakan kunci cadangan, ternyata pintu kamar dalam keadaan terkunci blok dari dalam, sehingga harus dibuka secara paksa oleh pihak teknisi hotel,” ungkapnya lagi.
Saat pintu dibuka, korban terlihat sudah dalam keadaan tergeletak di bawah samping kasur tanpa pakaian,” tutur Kapolres Komarudin. []GOOD INDONESIA-BBH
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Pilot Lion Air Ditemukan Meninggal Tanpa Pakaian di Kamar Hotel appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>