The post Striker Erling Haaland, Ibra Versi Modern Terlahir untuk Real Madrid appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Beberapa klub papan atas Eropa berlomba guna mendatangkan Haaland. Mereka gigit jari karena penyerang tajam ini memilih bergabung dengan Borussia Dortmund pada Januari silam, setelah semusim membela RB Salzburg.
Stanislav Macek, yang bekerja di RB Salzburg saat Haaland merumput di sini, menilai pemain muda ini merupakan “sosok Zlatan Ibrahimovic versi modern”.
“Dia (Haaland) adalah Ibrahimovic modern,” kata Macek, kini dipercaya sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) U-18 Slovenia, dikutip Goal.
Macek bahkan menyatakan pergerakan dan kecepatan Haaland malah lebih baik dibanding seniornya, Ibrahimovic),” tutur
Memilih Dortmund, menurut Macek lagi, keputusan terbaik bagi Haaland. Namun, dia yakin, Haaland akan memperkuat Real Madrid suatu saat nanti. Tentu dengan catatan, performa Haaland terus di grafik memuncak.
“Bagian yang terbaik adalah Madrid dan Haaland bersatu. Dia adalah pesepak bola yang diciptakan untuk Real Madrid. Tidak ada keraguan sedikitpun,” yakin Macek.
Bergabung bersama Dortmund yang memiliki pemain-pemain top, tak membuat catatan gol Haaland menyusut. Dia tetap tajam, seperti saat memperkuat RB Salzburg.
Di Dortmund, Haaland sementara ini mengemas 12 gol dari 11 laga dalam semua ajang. Sedangkan di Salzburg, ujung tombak berusia 19 tahun lebih itu membukukan 29 gol dari 27 pertandingan. []GOOD INDONESIA-LMC
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Striker Erling Haaland, Ibra Versi Modern Terlahir untuk Real Madrid appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post AFC: 6 Pemain Bersinar Saat Muda, Termasuk Son Heung-min dan Bepe appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>“Para superstar ini ketika masih muda dan tak kenal rasa takut,” tulis AFC atas unggahan foto keenam pemain asal beberapa negara.
Unggahan pertama menampilkan foto bintang Tottenham Hotspur Son Heung-min. Sosok berpaspor Korea Selatan ini sedang menjadi idola terkini pecinta sepak bola di Asia.
Selanjutnya Sardar Azmoun. Pemain berusia 24 tahun ini sekarang memperkuat klub Rusia Zenit Saint Petersburg.
Lalu mantan pilar Manchester United Shinji Kagawa. Ia juga masuk dalam daftar yang diunggah AFC. Pemain asal Jepang ini kini membela Real Zaragoza.
Foto Tim Cahill (Australia) dan Sunil Chhetri (India) menyusul di bawahnya. Jamshedpur FC jadi klub terakhir yang dibela Cahill, sebelum gantung sepatu, sedangkan Chhetri masih bermain bersama klub India Bengaluru FC.
Unggahan terakhir menampilkan foto Bambang Pamungkas. Pria yang lebih kerap disapa Bepe ini satu-satunya pesepak bola Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang mendapat apresiasi istimewa AFC. []GOOD INDONESIA-LMC
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post AFC: 6 Pemain Bersinar Saat Muda, Termasuk Son Heung-min dan Bepe appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Indra Sjafri Gagal Bawa Garuda Muda Rebut Emas Sepak Bola Putra appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Tampil pada babak final kontra Vietnam di stadion yang sama, Selasa petang, 10 Desember 2019, Indonesia ditekuk 3-0. Dua gol terakhir tercipta pada babak kedua.
Adalah Doan Van Hau menjadi momok bagi kiper Indonesia Nadeo Argawinata. Dialah yang memecah kebuntuan timnya ketika dikepung sepanjang babak I.
Berawal pelanggaran pemain belakang kanan Asnawi Mangku Alam di sisi kanan garis pertahanan Garuda Muda, julukan tim Indonesia. Tendangan set piece diambil Do Hung Dong melambung ke dalam kotak penalti depan gawang.
Di sana, Doan Van Hau menyambut bola di udara. Ia menyundul si kulit bundar dengan membelokkan arah kepalanya ke sisi mulut gawang. Bola menghunjam menukik tanah bagian sisi kiri dalam gawang. Kiper Indonesia sama sekali tak mampu mengantisipasi arah bola.
Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan sementara buat Vietnam.
Osvaldo Haay dan kawan-kawan sebenarnya memulai permainan secara baik. Mendominasi permainan, Vietnam hanya mampu merapatkan barisan di area pertahanannya. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir kurang menggigit.
Pada menit ke-6, Indonesia mendapat tendangan bebas yang diambil oleh Zulfiandi, tetapi tendangannya yang kencang mampu diarahkan tipis di atas mistar gawang oleh kiper Vietnam Nguyen Van Toan.
Pada menit ke-16, Vietnam memiliki peluang mencetak gol pertama mereka hari itu, ketika Nguyen Trong Hoang mengirim umpan silang dari sayap kanan. Ha Duc Chinh terhubung dengan bola, lalu melepaskan tembakan. Bola melebar di sisi luar gawang.
Pada babak II, Vietnam menambah satu gol sebelum memasuki paruh kedua babak II. Tak lebih 10 menit kemudian Doan Van Hau kembali menyumbangkan gol buat timnya. Lagi-lagi melalui skema pemanfaatan tendangan bebas.
Pertandingan usai tanpa mampu menciptakan gol. Skor akhir 3-0 bagi kedigdayaan Vietnam. Vietnam meraih medali emas sepak bola putra SEA Games 2019 Filipina, Indonesia perak.
Susunan Pemain
Indonesia: Nadeo Argawinata, Asnawi Mangkualam, Bagas Adi, Andy Setyo, Firza Andika, Evan Dimas, Zulfiandi, Sani Rizki, Witan Sulaiman, Saddil Ramdani, Osvaldo Haay
Pelatih: Indra Sjafri (Indonesia)
Vietnam: Nguyen Van Toan, Hyun Tan Sinh, Ho Tan Tai, Doan Van Hao, Nguyen Thanh Chung; Nguyen Trọng Hoang, Nguyen Hoang Duc, Do Hung Dung, Nguyen Duc Chien, Nguyen Tienh Linh, Ha Duc Chinh
Pelatih: Park Hang-seo (Korea Selatan). []GOOD INDONESIA-LMC
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Indra Sjafri Gagal Bawa Garuda Muda Rebut Emas Sepak Bola Putra appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Timnas Sepak Bola Indonesia Melaju ke Final, Tekuk Myanmar 4-2 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Bermain di Stadion Rizal Memorial, Manila, Sabtu sore, 7 Desember 2019, kedua kesebelasan sama-sama menghasilkan dua gol pada permainan 90 menit. Pada babak pertama tanpa gol.
Pada 45 menit kedua, Indonesia sempat unggul lebih dahulu 2-0. Gol pertama Indonesia dilesakkan oleh Evan Dimas. Gol kedua melalui sundulan Egy Maulana Vikri.
Unggul, serangan Osvaldo Haay dan kawan-kawan lebih gencar dibanding Myanmar. Beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Gol balasan pertama Myanmar tercipta akibat kesalahan barisan pertahanan Indonesia. Sementara gol balasan kedua terjadi setelah kiper Nadeo Arga Winata gagal mengamankan bola secara baik.
Babak tambahan 15 menit pertama, Indonesia masih mendominasi permainan. Kerja sama satu-dua yang efektif membuat pemain Myanmar kesulitan membendung serangan lawan.
Pada menit 101, Osvaldo Haay membawa Garuda Muda kembali unggul setelah memanfaatkan cutback Asnawi Mangkualam dari sisi kiri pertahanan Myanmar. Skor menjadi 3-2.
Kemenangan diperlebar pada babak 15 menit kedua. Evan Dimas membukukan gol keduanya pada pertandingan ini, melalui kerja sama apik dengan barisan penyerang. Skor terakhir 4-2 untuk keunggulan Indonesia.
Susunan Pemain
Timnas Indonesia: Nadeo Arga Winata; Asnawi Mangkualam, Andy Setyo, Bagas Adi, Firza Andika; Zulfiandi, Evan Dimas, Saddil Ramdani; Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, Muhammad Rafli.
Timnas Myanmar: Sann Sat Naing; Win Moe Kyaw, Ye Min Thu, Ye Yint Aung, Aung Wunna Soe; Hlaing Bo Bo, Aung Naing Win; Lwin Moe Aung, Myat Kaung Kaung Khant, Htet Pyoe Wai; Nay Moe Naing. []GOOD INDONESIA-LMC
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Timnas Sepak Bola Indonesia Melaju ke Final, Tekuk Myanmar 4-2 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Semifinal Sepak Bola SEA Games Indonesia x Myanmar: 2-2, Perpanjangan Waktu appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Bermain di Stadion Rizal Memorial, Manila, Sabtu sore, 7 Desember 2019, kedua kesebelasan sama-sama berhasilkan dua gol.
Tim nasional (timnas) Garuda Muda –julukan skuat Indonesia– sempat unggul sementara 2-0. Unggul, serangan Osvaldo Haay dan kawan-kawan lebih gencar dibanding Myanmar. Beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Gol balasan pertama Myanmar tercipta akibat kesalahan barisan pertahanan Indonesia. Sementara gol balasan kedua terjadi setelah kiper Nadeo Arga Winata gagal mengamankan bola secara baik.
Saat berita ini ditayangkan, pertandingan tambahan waktu pertama masih berlangsung. Skor masih tetap 2-2.
Susunan Pemain
Timnas Indonesia: Nadeo Arga Winata; Asnawi Mangkualam, Andy Setyo, Bagas Adi, Firza Andika; Zulfiandi, Evan Dimas, Saddil Ramdani; Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, Muhammad Rafli.
Timnas Myanmar: Sann Sat Naing; Win Moe Kyaw, Ye Min Thu, Ye Yint Aung, Aung Wunna Soe; Hlaing Bo Bo, Aung Naing Win; Lwin Moe Aung, Myat Kaung Kaung Khant, Htet Pyoe Wai; Nay Moe Naing. []GOOD INDONESIA-LMC
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Semifinal Sepak Bola SEA Games Indonesia x Myanmar: 2-2, Perpanjangan Waktu appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Garuda Muda Menangi Duel Lawan Juara Bertahan Sea Games appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Indonesia unggul 1-0 pada babak pertama. Gol dicetak penyerang Egy Maulana Vikri pada saat pertandingan baru memasuki menit keempat. Gol berawal dari kemelut di kotak penalti, Egy berhasil menghajar bola ke mulut gawang Thailand yang dikawal Nont Muangngam.
Dikejutkan gol cepat, Thailand tancap gas. Sang juara bertahan mengurung area pertahanan lawannya. Ketatnya pagar pertahanan Indonesia membuat Thailand kesulitan menciptakan peluang gol.
Garuda Muda justru memperoleh peluang lebih bagus melalui skema serangan balik. Pada menit ke-10, Egy mampu melesakkan tendangan keras, namun kiper lawan mampu menangkap si kulit bundar. Enam menit berselang, giliran Evan Dimas Darmono memiliki peluang menambah gol. Tendangannya melambung di atas gawang Thailand.
Thailand mengancam pada menit ke-17. Kehebatan kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata mencegah skor menjadi sama. Ia mampu menepis tendangan Suphanat Muenta. Hingga paruh pertama usai, skor tidak berubah.
Babak II
Thailand mengurung Timnas Indonesia U-22 sejak paruh kedua dimulai. Beberapa peluang tercipta. Namun, gol tidak tercipta akibat penyelamatan Nadeo dan barisan pertahanan yang bermain dengan konsentrasi tinggi.
Timnas Indonesia U-22 sesekali melancarkan serangan balik. Garuda Muda hampir menggandakan keunggulan melalui Feby Eka Putra pada menit ke-55. Berhasil melewati dua pemain lawan, namun tendangan gelandang Persija Jakarta ini mengenai mistar gawang.
Pada menit ke-69, Thailand menciptakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Sepakan keras Srayut Sompim diamankan Nadeo.
Keasyikan menyerang, Thailand malah kembali kebobolan. Serangan balik dan kerja sama cantik antara Saddil Ramdani dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Osvaldo Haay. Penyerang Persebaya Surabaya ini menjebol gawang sisi kiri Thailand pada menit ke-87.
Osvaldo masuk menggantikan Muhammad Rafly pada paruh kedua.
Keunggulan 2-0 Timnas Indonesia U-22 atas Thailand bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Susunan Pemain
Thailand (4-4-2): Nont Muangngam; Shinnaphat Leeaoh, Thitathorn Akusornsri, Saringkan Promsupa, Srayut Sompom; Anon Amornlertsak, Jaroensek Wonggorn, Chantmongkol Tongkiri, Kritsada Kaman (t); Supachai Jaided, Suphanat Muenta
Pelatih: Akira Nishino
Timnas Indonesia U-22 (4-2-3-1): Nadeo Argawinata; Asnawi Mangkualam, Andy Setyo, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika; Zulfiandi, Syahrian Abimanyu; Egy Maulana Vikri, Evan Dimas, Saddil Ramdani; Muhammad Rafli
Pelatih: Indra Sjafri. []GOOD INDONESIA-LMC
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Garuda Muda Menangi Duel Lawan Juara Bertahan Sea Games appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Sepak Bola Pemersatu appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Betapa tidak, riuh soal pemukulan sejumlah suporter Timnas Malaysia terhadap beberapa pendukung skuat Garuda sudah melibatkan kedutaan hingga menteri kedua negara. Demonstrasipun terjadi. Belum lagi perang kata di jagad media sosial.
Hal yang masih memanas hingga hari ini seputar tuntutan Jakarta agar Kuala Lumpur meminta maaf secara resmi atas insiden kekerasan dimaksud. Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyatakan Indonesia telah melayangkan nota protes resmi ke Jiran. Sebelumnya, pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur bersuara lantang.
Menpora Malaysia Syed Saddiq sebenarnya telah mengutarakan permohonan maaf. Petinggi milenial ini meminta maaf memakai video singkat yang diunggah via akun media sosial pribadinya; @SyedSaddiq. Permohonan maaf ala Syed ini empat hari pasca kejadian. Sementara desakan agar Malaysia meminta maaf sudah menggema pada hari keributan terjadi.
Menyertai pernyataan maafnya, Syed menegaskan pengeroyokan fans Timnas Merah Putih –seperti terlihat dalam video yang beredar luas– terjadi pukul sekitar 03.00 waktu setempat usai pertandingan. Lokasinya bukan di sekitar stadion, melainkan kurang-lebih 20 kilometer dari Bukit Jalil.
Menpora Malaysia juga meminta agar pendukung Timnas Indonesia yang dikeroyok suporter skuat nasional Malaysia melapor ke aparat berwajib setempat guna pengusutan kasus. Ia berjanji keadilan akan ditegakkan.
Pernyataan tersebut mengesankan permohonan maaf Malaysia sama sekali tidak sungguh-sungguh. Terlebih “cuma” melalui media sosial pribadi. Apalagi, sebelumnya, Syed kukuh menyebutkan video berisi tindak brutal pendukung Timnas Malaysia sebagai hoaks alias kebohongan.
“Maaf” memang sekadar satu kata. Namun, perlu kearifan agar ikhlas dan cepat meminta maaf. Tanpa itu berat bagi siapapun melakukannya, karena ia salah satu aspek dasar peradaban.
Walaupun cuma “satu kata”, kesigapan dan ketulusan meminta maaf dapat berdampak besar. Bukan cuma dalam koridor hubungan personal, namun pun berkaitan persahabatan antarnegara. “Perang” bisa tidak terjadi atau berhenti hanya dengan saling memaafkan.
Pada kasus kericuhan pada event yang serupa sebelumnya, yakni kualifikasi Piala Dunia 2022 antara kedua timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta (5/9/2019), Indonesia tidak membutuhkan 24 jam menyatakan permintaan maaf.
Imam Nahrawi, yang menjabat Menpora RI saat itu, menemui langsung Syed guna menyampaikan langsung permohonan maaf pemerintah. Surat resmi pemerintah langsung dilayangkan.
Padahal tidak terjadi pengeroyokan saat itu. Suporter Timnas Indonesia “hanya” melemparkan sejumlah botol minuman dan beberapa suar (flare) ke arah tamunya di dalam stadion. Atas kericuhan ini, aparat keamanan mengevakuasi kelompok suporter Malaysia ke satu ruangan. Menpora Syed juga di antaranya.
Terlepas hal-hal tersebut, GOOD INDONESIA mengingatkan kita semua bahwa hakikat olah raga –khususnya sepak bola– sesungguhnya buat persatuan. Olah raga merupakan sarana memupuk salah sisi terbaik manusia, yakni sportivitas, yang menjadi pilar persatuan.
Khusus di Indonesia, Pekan Olah Raga Nasional (PON) pertama di Solo pada 1948 digelar sungguh dengan kesadaran penuh untuk menggalang persatuan bangsa.
Pada gelaran internasional, bukan rahasia lagi soal sihir pemain sepak bola legendaris Edson Arantes Do Nascimento alias Pele. Pada 1967, sebagian wilayah Nigeria memberontak untuk merdeka. Perang saudara berkepanjangan menelan demikian banyak nyawa manusia.
Pele melalui klub Santos saat menjalani eksebisi di Lagos dan Benin pada 1969 mampu menghentikan perang bakubunuh di Nigeria. Walaupun cuma 48 jam. Fakta serupa pun terjadi di beberapa negara pecahan Rusia saat masih bergolak.
Lalu, haruskah persaudaraan sesama kelompok suporter retak gara-gara sepak bola? Perlukah hubungan bilateral antarnegara memanas akibat perhelatan sepak bola?
Bukankah kita mencintai sepak bola karena setuju menjunjung sportivitas? Agar kita “semakin menjadi manusia” dalam kondisi menang atau sedang kalah. []GOOD INDONESIA
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Sepak Bola Pemersatu appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>