The post Pertagas Resmi Salurkan Gas ke Pembangkit Listrik Pusako Kabupaten Siak appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Produksi gas dialirkan dari PT Pertamina Gas (Pertagas) ke Pembangkit Listrik (Power Plant) BOB BSP di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.
Deputi Operasi SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Julius Wiratno mengatakan pasokan gas tersebut memungkinkan operasi kelistrikan mendukung meningkatkan produksi minyak bumi di BOB PT BSP-Pertamina Hulu.
“Selama ini BOB mendapatkan suplai gas dari KKKS Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait, namun perjanjian jual-beli gas dengan EMP telah berakhir pada 4 Agustus 2020,” kata Julius dalam sambutannya di acara peresmian.
Sebelumnya BOB PT BSP-Pertamina Hulu dan Pertagas melakukan kerja sama perjanjian jual-beli gas berdasar amendemennya sejak Oktober 2019. Di dalam perjanjian, Pertagas menyalurkan gas yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik sebesar 6 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau siap mendukung pengaliran gas ke BOB PT BSP-Pertamina Hulu.
Guna memenuhi kebutuhan operasional BOB PT BSP-Pertamina Hulu bersama BUMD Bumi SiaK Pusako Zapin, pembangunan kontruksi pipa salur gas telah diselesaikan tanpa accident. Tantangan atas kondisi pandemi covid-19 dapat diatasi.

General Manager (GM) BOB PT BSP-Pertamina Hulu Raihan pada kesempatan yang sama menyatakan rasa syukurnya. Pihaknya mendapatkan suplai gas dari PHE Jambi Merang (Kabupaten Musi Banyu Asin) yang disalurkan menggunakan jalur pipa TGI (Trans Gas Indonesia) sampai Koto Gasip, yang selanjutnya disalurkan oleh Pertagas dari Koto Gasip ke ORF sepanjang 67 kilometer.
“Penyaluran gas ini meningkatkan jaminan ketersediaan listrik untuk kepentingan operasi dan menurunkan biaya operasional. Pembangkit listrik sebelumnya menggunakan BBM diesel,” ungkap Raihan
Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Menteri ESDM yang diwakili Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bupati Siak, dan Pjs. Kepala SKK Migas Sumbagut. []GOOD INDONESIA-ANG
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Pertagas Resmi Salurkan Gas ke Pembangkit Listrik Pusako Kabupaten Siak appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Lapangan Gas Kepodang Siap Kembali Operasi, PLN Pembeli Utama appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>“Sisi operasi, persiapan kembali berproduksinya Lapangan Gas Kepodang sudah hampir rampung. SKK Migas siap mendukung semua kebutuhan supaya lapangan ini dapat kemnbali beroperasi,” ungkap Deputi Operasi SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi) Julius Wiratno, Senin, 29 Juni 2020.
Dalam keterangan tertulis SKK Migas disebutkan bahwa operatorship Wilayah Kerja Muriah telah beralih dari Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) kepada Saka Energi Muriah Limited (SEML).
Setelah dokumen legal pengalihan participating interest atau Deed of Assignment (DOA) ditandatangani kedua kontraktor pada akhir Januari lalu, PCML dan SEML terus melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan.
Sejak lapangan berhenti berproduksi pada September lalu, kegiatan uji-coba fungsi peralatan penting dilaksanakan secara rutin.
Dalam kurun lima bulan ke belakang, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SEML dan PCML juga melakukan transisi operasional, antara lain melakukan uji-coba pengoperasian bersama. Tujuannya untuk menjaga fasilitas operasi di Lapangan Kepodang berfungsi baik, sehingga saat dialihkan kepada SEML dapat langsung menghasilkan gas tanpa kendala.
“Kesiapan teknis operasi saat ini mencapai 95 persen. Fasilitas di Lapangan Kepodang siap segera memulai operasi,” ujar Julius lagi.
Kesiapan Lapangan Kepodang kembali berproduksi juga didukung kesiapan tenaga kerja. Saat ini jumlah tenaga kerja yang tersedia mencapai 98 persen dari kebutuhan. Tenaga-tenaga kerja yang krusial untuk operasi lapangan secara rutin ditugaskan ke Lapangan Kepodang untuk menyesuaikan diri dengan operasi lapangan ini.
“Tentu saja proses pengaturan pekerja ini tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19,” ungkap Julius.
Persiapan lain yang mendekati final adalah pengalihan kontrak pekerjaan oleh pihak ketiga dari operator lama kepada operator baru. Saat ini prosesnya mencapai sekitar 95 persen.
Sebagai operator baru, SEML telah menyiapkan berbagai macam kontrak untuk mendukung operasi Kepodang selanjutnya. Semisal operasi kapal sejak Februari lalu dijalankan dengan kontrak di bawah SEML.
Di luar persiapan-persiapan tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan untuk dapat mengaktifkan kembali Lapangan Kepodang. Salah satu yang paling krusial adalah aspek komersial, yaitu negosiasi jual- beli gas. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan kandidat utama pembeli gas Lapangan Kepodang.
SEML disebutkan sudah mengirim surat resmi kepada PLN mengenai penawaran gas dari Lapangan Kepodang. Aspek komersial lain yang perlu disiapkan adalah Gas Transportation Agreement (GTA). SEML akan bernegosiasi dengan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) sebagai transporter.
“Kita berharap aspek komersial ini bisa segera disepakati sehingga gas pun dapat segera mengalir,” Julius menjelaskan.
Jika aspek komersial tersebut telah selesai, menurutnya, pengoperasian Lapangan Kepodang masih memerlukan beberapa syarat berikutnya. Sebut saja izin operasi fasilitas operasi dan persetujuan alokasi gas dari Kementerian ESDM.
Kondisi Kahar
Lapangan Kepodang bagian Wilayah Kerja Muriah yang berlokasi di lepas pantai Jawa Timur. Lapangan ini mengalirkan gas bumi pertama kali sebesar 56 juta kaki kubik per hari (mmscfd) pada akhir Agustus 2015.
Saat itu, gas dialirkan melalui pipa menuju fasilitas penerimaan di darat atau Onshore Receiving Facility (ORF), lalu disalurkan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PLN.
Pada Juli 2017, PCML selaku operator Wilayah Kerja Muriah menyatakan Lapangan Kepodang dalam kondisi kahar (force majeure). Salah satu penyebabnya adalah hasil temuan cadangan tidak sesuai prediksi.
Produksi lapangan ini dihentikan semenjak 23 September 2019. Hingga akhirnya, SEML yang saat ini memiliki 20 persen Participating Interest mengambil alih 80 persen Participating Interest milik PCML melalui penandatanganan Deed of Assignment (DoA), yang dilakukan pada 31 Januari 2020.
Dengan DoA ini, SEML menjadi operator Wilayah Kerja Muriah dengan Participating Interest 100 persen. []GOOD INDONESIA-HDN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Lapangan Gas Kepodang Siap Kembali Operasi, PLN Pembeli Utama appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Proyek Gas Meliwis Dipastikan Berproduksi Juli, Lebih Cepat dari Jadwal appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengungkapkan pencapaian tersebut dalam rapat manajemen SKK Migas, Rabu, 3 Juni 2020.
Julius pada kesempatan itu melaporkan rinci satu target 2020 yang akan dirampungkan pengerjaannya dan siap beroperasi produksi pada Juli ini, yakni Proyek Meliwis. Proyek ini ditangani Ophir Indonesia (Madura Offshore), yang bakal menghasilkan gas sebesar 20 mmscfd.
“Keberhasilan mempercepat realisasi proyek hulu migas di tengah pembatasan mobilitas dalam rangka penanggulangan covid-19 menunjukkan tekad dan semangat insan hulu migas melaksanakan program yang telah disepakati dalam ‘Work, Program, & Budget 2020’ secara optimal dan efisien,” tandas Julius.
Pelaksanaan proyek yang dapat dipercepat adalah Bambu Besar yang dilaksanakan PT Pertamina EP, Reaktivasi Platform PHE-12 (PHE WMO), dan fasilitas kompresor gas Sembakung (Pertamina EP). Jadwal perampungan proyek-proyek ini sebenarnya pada 2021.
Proyek Bambu Besar menghasilkan gas (non asso) tiga mmscfd. Saat ini proyek masih dalam proses EPC dan akan onstream pada kuartal ketiga 2020.
Reaktivasi Platform-12 adalah kegiatan memperbaiki platform yang sempat miring pada 2017, untuk menghasilkan produksi minyak sebesar 3.000 BOPD. Proyek ini direncanakan realisasinya akhir 2020.
Demikian juga proyek kompresor Sembakung yang akan diselesaikan pada akhir 2020, yang menghasilkan gas 2 mmscfd.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengapresiasi terobosan yang dilakukan jajarannya bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) sehingga tercapai percepatan.
“Di tengah wabah covid-19 dan SKK Migas mampu mempercepat pelaksanaan penyelesaian tiga proyek menunjukkan peran SKK Migas semakin efektif dan mampu menjalankan fungsi secara baik,” kata Dwi.
Keberhasilan mempercepat proyek tidak lepas dari kemampuan implementasi dua pilar transformasi SKK Migas; Integrated Operation Center (IOC) dan One Door Service Policy (ODSP).
Pada 2020 ditargetkan 11 proyek hulu migas yang akan onstream.
Jika proyek hulu migas yang direncanakan berjalan baik, menurut Dwi, dampaknya berupa peningkatan produksi dan lifting migas. Juga menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja, khususnya masyarakat sekitar proyek.
Dwi menambahkan pandemi covid-19 dan masih rendahnya harga minyak menjadi ujian nyata bagi upaya merealisasikan visi bersama Indonesia meraih kembali second golden era, yakni mampu memproduksi 1 juta bopd pada 2020. Kunci menuju target besar ini adalah menjaga proyek berjalan baik sesuai jadwal. []GOOD INDONESIA-ALY
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Proyek Gas Meliwis Dipastikan Berproduksi Juli, Lebih Cepat dari Jadwal appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Gubernur Maluku Terbitkan SK Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Abadi appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Pelabuhan kilang tersebut terletak di Pulau Nustual. Tepatnya di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Penyerahan SK Nomor 96/2020 dilakukan langsung Gubernur Maluku Murad Ismail kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto.
Seremonial serah-terima SK digelar secara virtual oleh Gubernur Murad di ruang kerjanya di Ambon kepada Kepala SKK Migas di kantornya, Jakarta. Acara pada Senin, 1 Juni 2020, ini disaksikan perwakilan kedua institusi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta INPEX Masela selaku operator Lapangan Gas Abadi, Wilayah Kerja (WK) Masela.
“SK ini salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku kepada SKK Migas dan INPEX. Pembangunan pelabuhan ini bagian Proyek Strategis Nasional yang harus diupayakan agar berjalan lancar,” kata Murad dalam sambutannya.
Sesuai peraturan yang berlaku, sambung Gubernur Maluku, pemerintah provinsi diberi kewenangan menerbitkan SK penetapan lokasi pengadaan tanah bagi proyek kepentingan umum, infrastruktur migas salah satunya.
“Kami mendukung pengembangan proyek ini karena nantinya diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian dan dampak positif lainnya untuk masyarakat di Maluku,” ujar Murad.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan terbitnya SK Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Pelabuhan Kilang LNG Abadi sebagai nyata dukungan nyata Pemerintah Provinsi Maluku terhadap penyelesaian proyek ini.
Sebelumnya, dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Maluku untuk proyek ini adalah cepatnya rekomendasi Gubernur tentang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk Kilang LNG Abadi.
“Koordinasi antara SKK Migas didukung INPEX sebagai operator Lapangan Gas Abadi dengan pemerintah daerah berjalan sangat baik. Semoga sinergi yang terjalin baik ini terus meningkat di masa depan agar proyek berjalan lancar dan berdampak positif bagi perekonomian nasional, termasuk Maluku di dalamnya,” ujar Dwi.
Adanya SK, menurut Dwi, proses pengadaan tanah dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pelaksanaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tahap ini akan diselenggarakan oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) berdasarkan permohonan SKK Migas.
Ditambahkan, SKK Migas mengharapkan dukungan seluruh pemangku kepentingan di tingkat Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta pemerintah desa setempat agar pelaksanaan pengadaan tanah berjalan baik.
Sementara itu, President Director Indonesia INPEX Masela, Ltd. Akihiro Watanabe juga menyatakan terima kasihnya atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku dan SKK Migas.
“SK ini menjadi salah satu titik terpenting dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan Pelabuhan Kilang LNG Abadi,” katanya.
Lapangan Gas Abadi di Wilayah Kerja Masela dikembangkan menggunakan skema pengembangan LNG darat. Kilang LNG Abadi direncanakan berkapasitas 10,5 juta ton gas alam per tahun –termasuk sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, pasokan 150 mmscfd gas lokal melalui pipa darat, serta kurang-lebih 35 ribu barel kondensat per hari. []GOOD INDONESIA-ALY
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Gubernur Maluku Terbitkan SK Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Abadi appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Penyesuaian Harga Gas Sektor Industri Segera Diterapkan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Juknis dimaksud turunan peraturan perundangan yang diterbitkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada April 2020.
“Juknis akan diselesaikan sebelum 13 Mei 2020. Ini untuk mendukung pelaksanaan peraturan Menteri ESDM Nomor 89 Tahun 2020,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.
Kebijakan penyesuaian harga gas tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 8 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89 Tahun 2020. Kedua aturan turunan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.
Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2020, menurut Dwi, mengatur pemberlakuan harga gas bumi sebesar US$6 per MMBTU di titik serah pengguna (plant gate). Harga ini untuk tujuh sektor industri: pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
Kebijakan penyesuaian harga gas untuk sektor industri diharapkan meningkatkan daya saing ketujuh sektor industri tersebut. Daya saing yang baik akan memberikan efek berganda (multiplier effect) positif pada perekonomian nasional.
“Implementasi peraturan ini menegaskan industri hulu migas tidak lagi sebagai sumber penerimaan negara semata, tetapi meningkat sebagai agen pertumbuhan ekonomi bangsa,” Dwi menambahkan.

Lebih lanjut, penyesuaian harga gas hulu tidak akan mempengaruhi penerimaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS). Sisi yang dikurangi hanya dilakukan pada bagian negara.
Untuk memastikan implementasi dilakukan sesuai rencana, menurut Dwi, SKK Migas telah melakukan sosialisasi kepada Kontraktor KKS. Masukan para kontraktor telah diakomodir sebagai salah satu dasar pertimbangan penyusunan juknis.
Ditambahkan, mekanisme serupa juga akan dilaksanakan pada saat implementasi penyesuaian harga gas bumi untuk sektor kelistrikan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM Nomor 10 Tahun 2020 dan Kepmen ESDM Nomor 91 Tahun 2020.
Aturan itu memungkinkan PLN ataupun Badan Usaha Pembangkitan Tenaga Listrik (BUPTL) yang memiliki perjanjian jual-beli tenaga listrik dengan PLN, mendapatkan penyesuaian harga gas bumi di plant gate sebesar US$6 per MMBTU.
SKK Migas berkomitmen untuk menyelesaikan dokumen administrasi terkait penyesuaian harga gas ini paling lambat satu bulan sejak aturan berlaku. Dalam hal ini, Kepmen Nomor 89 Tahun 2020 berlaku pada 13 April 2020. Sedangkan Kepmen Nomor 91 Tahun 2020 berlaku pada 22 April 2020.
“Secara paralel, SKK Migas akan mengirimkan surat ke Kementerian Keuangan mengenai mekanisme dan tata cara penyesuaian bagi hasil antara Kontraktor KKS dan bagian negara,” kata Kepala SKK Migas. []GOOD INDONESIA-HDN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Penyesuaian Harga Gas Sektor Industri Segera Diterapkan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Bukit Tua Phase-3 Mulai Berproduksi di Tengah Pandemi Covid-19 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Lapangan minyak dan gas (migas) yang berada di perairan Madura, Jawa Timur, itu dikelola Petronas Carigali Ketapang II Ltd.
Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Dwi Soetjipto mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek secara khusus. Hal ini karena perampungan tepat waktu dicapai di tengah kondisi sulit pandemi covid-19.
“Proyek pengembangan Bukit Tua Phase-3 merupakan proyek yang sangat penting mengingat tambahan produksi migas yang dihasilkan cukup besar. Produksinya akan sangat bermanfaat bagi konsumen, khususnya di Jawa Timur,” ujar Dwi di Jakarta, Jumat, 1 Mei 2020.
Proyek pengembangan Bukit Tua Phase-3 menyerap dana investasi sebesar US$ 15,1 juta. Bukit Tua Phase-3 merupakan proyek kelima yang berproduksi (on stream), di antara sebelas proyek yang ditargetkan SKK Migas pada 2020.
Empat proyek yang on stream di kuartal I-2020 sebelumnya, yaitu Grati Pressure Lowering, pengembangan Lapangan gas Randugunting, pengembangan Lapangan gas Buntal-5, dan pembangunan Sembakung Power Plant. Lapangan ini memberikan tambahan produksi gas 80 MMSCFD dan menghasilkan listrik 4 MegaWatt (MW).
“Walaupun kondisi sangat sulit, harga minyak rendah dan pandemi COVID-19, kami sangat mengapresiasi kinerja KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Petronas yang tetap berkomitmen dalam mengawal keberhasilan proyek Bukit Tua Phase-3,” kata Kepala SKK Migas.
Kinerja dimaksud, menurut Dwi lagi, bukti proyek migas tidak akan berhenti walaupun dalam kondisi sulit sekarang yang pasti berdampak terhadap perekonomian daerah dan masyarakat. Jajaran SKK Migas senantiasa berupaya menghadapi berbagai tantangan karena sektor hulu migas bagian penting penggerak perekonomian nasional.
Dwi dalam keterangannya kepada pers juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah yang memberikan kelonggaran guna mendukung mobilitas personil dan material di tengah upaya penanggulangan covid-19.
“Dukungan berbagai pihak memperkuat keyakinan kami bahwa proyek hulu migas yang ditargetkan on stream di tahun 2020 dapat direalisasikan sesuai waktu yang ditetapkan,” tandas Dwi. []GOOD INDONESIA-HDN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Bukit Tua Phase-3 Mulai Berproduksi di Tengah Pandemi Covid-19 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Petrogas Resmi Kelola Migas Salawati Kepala Burung hingga 2040 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Pengalihan itu resmi berlaku pada 23 April 2020 hingga 23 April 2040. Hal ini berdasar kontrak Gross Split WK Salawati Kepala Burung yang ditandatangani wakil pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan RH Petrogas Ltd. pada 11 Juli 2018.
Seremoni alih kelola dilaksanakan melalui video conference, sesuai protokol penanggulangan pandemi covid-19, Rabu, 22 April 2020. Acara diikuti Gubernur Papua Barat, Bupati Kabupaten Sorong, Bupati Kabupaten Raja Ampat, Deputi Operasi SKK Migas, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, OPCOM Pertamina Hulu Energi, dan OPCOM PetroChina International.
Alih kelola ditandai penandatanganan Berita Acara Alih Kelola oleh General Manager JOB P-PS dan General Manager Petrogas (Island) Ltd., serta pemakaian seragam kerja operator baru kepada pekerja.
“Pengalihkelolaan Blok Salawati merupakan satu langkah besar bagi RH Petrogas Ltd., melalui Petrogas (Island) Ltd., dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi yang 100% diperuntukan bagi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya Papua Barat,” papar Presiden Petrogas Companies in Indonesia Syafri Syafar dalam rilis pers yang diterima GOOD INDONESIA pada Kamis, 23 April 2020.
Sementara General Manager JOB P-PS Budi Prabowo mengatakan akhir kontrak bukan semata pelaksanaan exit strategy terkait aspek teknis, namun juga sisi non-teknis.
Menurut Budi, komunikasi yang efektif, transparan, dan jujur antara pemangku kepentingan di level nasional maupun lokal terjalin dalam proses peralihan kontrak kerja sama. Kondisi ini memungkinkan pelaksanaan peralihan pengelola WK Salawati Kepala Burung berlangsung mulus sesuai rencana.
“Atas nama seluruh pekerja JOB P-PS, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah dengan tekun dan gigih melakukan berbagai usaha dan kerja sama yang baik guna mendukung operasi WK Salawati,” lanjut Budi.
Atas nama pemerintahan Papua Barat, Gubernur Domminggus Mandacan menyampaikan terima kasih kepada Menteri ESDM, dan Kepala SKK Migas atas dukungannya terhadap pembangunan sektor industri hulu migas di daerahnya. Termasuk di dalamnya keberlangsungan pengelolaan WK Salawati.
Gubernur juga menegaskan agar pihak KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang baru –RH Petrogas Ltd./Petrogas (Island) Ltd.– menjalin koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Koordinasi yang baik, menurutnya, agar operasi di lapangan berjalan lancar.
Pemerintah daerah juga berharap pihak KKKS memperhatikan hak-hak masyarakat adat, aspek lingkungan, dan rekrutmen tenaga kerja dengan mengutamakan putra Papua, sesuai keahliannya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengungkapkan pihaknya berharap Petrogas mempercepat kegiatan pengembangan lapangan sehingga usaha peningkatan produksi dari WK tersebut dapat segera dilakukan.
“Saya berharap Petrogas dapat melaksanakannya dengan lebih efisien karena kegiatan operasinya akan diintegrasikan dengan WK lain yang juga dikelola oleh Petrogas juga,” kata Julius.
Selanjutnya Julius berpesan agar Pertamina sebagai operator lama Blok Salawati dan Petrogas sebagai pengelola baru juga menyelesaikan masalah administrasi, agar semua terdokumentasi dengan baik.
“Pada proses alih kelola seperti ini, masalah administrasi harus diperhatikan. Operator lama harus mengantongi status clear and clean atas outstanding yang dimilikinya agar tidak ada kewajiban yang ditagihkan di kemudian hari,” tambah Julius.

Untuk mendukung percepatan produksi dimaksud, Plt. Deputi Pengendalian Pengadaan sekaligus menjabat sebagai Deputi Dukungan Bisnis Sulistya Hastuti Wahyu mengharapkan agar instansi-instansi pemberi izin mendukung pelaksanaan seluruh kegiatan yang akan dilakukan.
Profil WK Salawati
Blok Salawati berada di area sekitar 1.136,82 km2. Kali pertama berproduksi pada 1991. Blok Salawati saat ini memiliki beberapa area produksi, antara lain Lapangan Matoa, Lapangan SWO, Lapangan NEO, Lapangan ANAK, Lapangan ARGO, Lapangan NE AJA, dan Lapangan BAGONG.
Lapangan Matoa merupakan fasilitas produksi utama Blok Salawati. Terdapat 19 sumur minyak yang berada di tujuh lapangan yang menghasilkan lebih 750 barrels of oil per day (BOPD) dan gas sebesar 2,5 million standard cubic feet per day (MMSCFD).
“Untuk mendukung kelancaran kegiatan operasi Blok Salawati, Petrogas (Island) Ltd. mengharapkan dukungan, kerja sama yang baik, dan partisipasi aktif dari segenap pemangku kepentingan baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar General Manager Petrogas (Island) Ltd. Afar Z. Mbai.
Pihak yang dimaksud, yakni Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Sorong, Kementerian ESDM, SKK Migas Pusat, SKK Migas Perwakilan Papua Maluku, dan tokoh masyarakat di sekitar wilayah operasi kerja Blok Salawati. []GOOD INDONESIA-HDN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Petrogas Resmi Kelola Migas Salawati Kepala Burung hingga 2040 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Metana merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer. Saat terlepas ke atmosfer, metana umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi.
Meskipun begitu, saat metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air. Akibatnya, efek rumah kaca metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat.
Gas bumi juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat, seperti etana (C2H6), propana (C3H8), butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang).
Di samping itu, komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya. Gas bumi, misalnya, bisa pula mengandung nitrogen, helium, CO2, hidrogen sulfida (H2S), dan air.
Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas. Disebut juga sebagai acid gas (gas asam).
Gas bumi yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Namun, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol. Tujuannya agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas.
Gas bumi yang telah diproses sebenarnya tidak berbahaya. Sebelum diolah dapat menyebabkan gangguan pernapasan karena mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.
Gas bumi lebih ringan daripada udara sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah. Jika tersulut api maka bisa menimbulkan ledakan.
Gas bumi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satunya sebagai bahan baku industri. Untuk hal ini, gas bumi digunakan sebagai bahan baku pupuk, petrokimia, metanol, plastik, hujan buatan, besi tuang, pengelasan, dan pemadam api ringan.
Selain itu, gas bumi bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar, seperti untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU); kendaraan bermotor (Bahan Bakar Gas/BBG, Liquefied Gas for Vehicle/LGV, Compressed Natural Gas/CNG), industri ringan, menengah dan berat.
Gas bumi bisa pula dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran dalam bentuk Liquefied Petroleum Gas/LPG). Tidak hanya itu, gas bumi dapat menjadi komoditas energi untuk ekspor, misalnya dalam bentuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).
Belum cukup, Indonesia terus mengembang gas nonkonvensional, seperti gas metana batubara (Coal Bed Methane/CBM) dan shale gas.

Perbedaan pemanfaatan gas bumi tidak terlepas dari karakternya masing-masing. LPG dan LNG, misalnya, sama-sama gas yang dicairkan. Tujuannya untuk memudahkan pengangkutan dalam jarak yang tidak terjangkau dengan pipa.
Meskipun sama-sama gas cair, komponen LPG dan LNG berbeda. Komponen LPG didominasi oleh propane dan butane. Jenis gas ini memiliki massa jenis yang lebih besar daripada LNG. Dalam tabung, LPG berbentuk zat cair.
Namun pada suhu dan tekanan normal, LPG yang keluar dari tabung akan langsung berubah menjadi gas. Tekanan yang dibutuhkan untuk mencairkan gas ini cukup rendah sehingga sesuai untuk konsumen rumah tangga. Sifatnya mudah disimpan dan bisa langsung dibakar untuk dimanfaatkan tanpa perlu infrastruktur khusus.
Saat ini, LPG diproduksi di beberapa lapangan migas, yaitu salah satunya dengan mengumpulkan minyak yang “menguap” ketika keluar dari sumur.
Perlu diingat, tidak semua gas yang keluar dari sumur bisa dijadikan LPG karena tidak semua lapangan menghasilkan “uap gas” memadai sehingga bernilai ekonomis. Produksi LPG tanah air saat ini sekitar 1,4 juta metrik ton per tahun.
Sementara itu, kebutuhan LPG nasional sekitar 5 juta metrik ton per tahun. Inilah yang menyebabkan Indonesia masih harus mengimpor LPG. Jenis gas lain, sebagai contoh, adalah LNG. LNG adalah gas yang didominasi oleh metana dan etana yang didingin-kan hingga menjadi cair pada suhu antara -150°C sampai -200°C.
Pengembangan dan pemanfaatan LNG memerlukan infrastruktur yang lebih kompleks. Di sisi hulu, pengembangan LNG tidak hanya memerlukan fasilitas produksi biasa, tapi membutuhkan kilang yang mampu mencairkan gas tersebut sampai suhu yang ditentukan. Fasilitas pendingin dan tangki kriogenik ini membutuhkan investasi sangat besar.
Di sisi hilir, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas kembali yang disebut LNG regasification terminal. Selain fasilitas regasifikasi, pemanfaatan gas yang dihasilkan juga memerlukan jaringan pipa untuk sampai ke konsumen.
Dengan kebutuhan akan temperatur sangat rendah, LNG tidak bisa diedarkan dalam bentuk tabung-tabung layaknya LPG. Tapi, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas regasifikasi sekaligus sistem transportasi terintegrasi ke pengguna.
Untuk jaringan gas kota, jenis gas alam yang tepat memerlukan beberapa kriteria tersendiri. Kriteria tersebut antara lain memiliki kualitas yang dapat digunakan untuk konsumsi perumahan atau industri dan memenuhi spesifikasi perusahaan transmisi perpipaan atau perusahaan penyaluran. Dalam hal ini, lean gas bisa menjadi contohnya.
Jadi, gas alam memiliki beragam karakter yang berimplikasi terhadap pemanfaatannya. Alhasil, satu jenis gas belum bisa menggantikan penggunaan jenis gas lain, setidaknya untuk saat ini.
Memang, Indonesia memiliki potensi gas yang besar, namun infrastruktur perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk menentukan harga keekonomian dari gas itu sendiri yang masih menjadi salah satu daya tarik bagi para pelaku bisnis.
Pada akhirnya, Indonesia yang memiliki infrastuktur dan jaringan gas memadai akan terwujud dengan kerja keras serta komitmen semua pihak terkait.
Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an. Saat itu, produksi gas alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim melalui pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan.
Perkembangan pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974. PT Pertamina (Persero) mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih, Sumatera Selatan ke pabrik pupuk Pusri II, III, dan IV di Palembang.
Pemanfaatan gas bumi juga mulai merambah wilayah-wilayah lain di Indonesia. Gas bumi memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di tanah air.
Potensi cadangan gas di tanah air lebih besar daripada minyak bumi. Jumlah gas bumi yang dapat diangkat dari dalam bumi nusantara pada tahun 2006 adalah sebesar 2,269 trillion british thermal unit (tbtu). Gas bumi tersebut sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik sebesar 843 tbyu (37%).
Sementara itu, sisanya sebesar 1,426 tbtu (63%) diekspor dalam bentuk LNG maupun gas melalui pipa. Cadangan gas bumi diperkirakan cukup untuk dipergunakan selama kurang-lebih 60 tahun ke depan.
Saat ini, proyek pengembangan gas bumi yang terus didukung Pemerintah antara lain Natuna D Alpha yang potensinya sekitar 46 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/tcf); Tangguh Train 3 8,09 tcf; Donggi Senoro 2,8 tcf; dan Masela 9,18 tcf.
Cadangan Gas Raksasa
Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara produsen gas alam dunia. Salah satu cadangan terbesarnya di perairan Natuna, yang diklaim Cina sebagai wilayahnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti dikutip Kompas.com, menyebutkan Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (tcf). Cadangan ini terdiri atas cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 tcf dan cadangan potensial (P2) 42,84 tcf.
Cadangan gas terbesar di Indonesia berada di Natuna, tepatnya di Blok East Natuna 49,87 tcf. Disusul Blok Masela di Maluku 16,73 tcf dan Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar 2,66 tcf.

Besarnya kandungan gas alam di Natuna disebut-sebut sebagai “cadangan gas terbesar di Asia Pasifik”. East Natuna direncanakan baru bisa memproduksi gas pada 2027. Lamanya produksi karena belum ada teknologi yang mumpuni menyedot gas di kedalaman laut Natuna.
Masalah terberatnya, yakni kandungan gas CO2 yang mencapai 72 persen, sehingga perlu teknologi khusus yang harganya mahal.
Berbeda dengan blok lain di Natuna, gas yang diproduksi dari East Natuna tak dijual melalui pipa ke Singapura, namun diharapkan bisa disalurkan ke Jawa lewat pipa yang tersambung dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan sampai ke Jawa Tengah.
Wilayah kerja (WK) migas yang berlokasi di Kepulauan Natuna, berjumlah 16 WK, terdiri atas enam WK produksi, 10 WK eksplorasi –tiga di antaranya dalam proses terminasi karena waktu kontraknya telah habis dan belum berhasil memperoleh temuan migas.
Keenam WK migas yang telah berproduksi adalah South Natuna Sea Block B yang dioperatori Medco, Natuna Sea Block A yang dikelola Premier Oil Natuna Sea B.V, Kakap oleh Star Energy (Kakap Ltd).
Kemudian Udang Block yang dikelola TAC Pertamina EP Pertahalahan Arnebrata Natuna. Dua lainnya adalah Sembilang yang dioperasikan Mandiri Panca Usaha dan Northwest Natuna oleh Santos.
Salah satu blok migas di Natuna yang cadangannya sangat besar, yakni lapangan gas Natuna D-Alpha dan lapangan gas Dara yang kegiatan eksplorasinya telah dilakukan sejak akhir 1960-an.
Ketika itu, salah satu perusahaan migas Italia, Agip, melakukan survei seismik laut yang ditindaklanjuti dengan melakukan 31 pengeboran eksplorasi. Kegiatan ini menemukan cadangan migas terbesar sepanjang 130 tahun sejarah permigasan Indonesia. Cadangan gas sebesar 222 tcf dan 310 juta bbl minyak, dengan luas 25 x 15 km2 serta tebal batuan reservoir lebih 1.500 meter.

Sayangnya, hingga ditemukan pada 1973, lapangan gas D-Alpha ini belum dapat dieksploitasi karena membutuhkan biaya yang tinggi disebabkan kandungan gas CO2-nya yang mencapai 72 persen.
Pada 1980, pengelolaan blok ini digantikan oleh Esso dan Pertamina. Esso kemudian bergabung dengan Mobil Oil menjadi ExxonMobil dan telah menghabiskan biaya sekitar 400 juta dollar AS untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan kajian pengembangan lapangan.
Namun, tetap saja lapangan gas ini belum berhasil dieksploitasi. Produksi gas dari blok-blok produksi di Laut Natuna sebagian besar disalurkan ke Malaysia dan Singapura. Kontraknya masih berlanjut sampai 2021-2022.
Jika telah selesai pembangunan jalur pipa ke Batam, sebagian gas bumi berjumlah sekitar 40 juta kaki kubik per hari akan disalurkan ke Pulau Batam, yang akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Gas bumi dari lapangan Belanak di Indonesia disalurkan ke Lapangan Duyong, Malaysia, melalui jalur pipa laut sepanjang 98 kilometer yang kemudian dipipakan ke Kertih di pantai timur semenanjung untuk diolah di industri petrokimia. []GOOD INDONESIA-HDN
Bahan artikel dicuplik utuh dari:
Esdm.go.id
Kompas.com
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post ExxonMobil Siapkan Strategi Genjot Produksi Minyak Lapangan Banyu Urip appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Peningkatan produksi tersebut terkait dengan target produksi minyak bumi satu juta barel per hari pada 2030.
Berbagai optimalisasi di Lapangan Banyu Urip belakangan ini terbukti mampu memberikan kontribusi lebih bagi Indonesia.
Salah sumbangan dimaksud memastikan besaran cadangan Banyu Urip meningkat dua kali lipat lebih besar dibandingkan Rencana Pengembangan Lapangan atau Plan of Development (POD) pertama, dari 375 juta barel menjadi 940 juta barel.
Selain itu, produksi minyak berhasil ditingkatkan 33% dari sebelumnya 165 ribu barel per hari (barrel oil per day, bopd) menjadi 220 ribu bopd. Saat ini dilakukan upaya peningkatan produksi hingga 235 ribu bopd.
Saat bertemu Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada Rabu, 11 Maret 2020, Presiden EMCL Louise McKenzie mengatakan potensi Banyu Urip masih bisa ditingkatkan melalui tiga strategi mengurangi laju penurunan produksi alami.
Pertama, memonetisasi gas ikutan untuk menghilangkan bottleneck produksi minyak di Banyu Urip.
Kedua, menambah sumur sisipan untuk memproduksi minyak dari daerah reservoir karbonat yang belum terproduksikan.
Strategi yang ketiga sejalan dengan transformasi SKK Migas dalam strategi percepatan Resource to Production (R to P), yaitu pembuktian upside potential di Banyu Urip.
Terdapat potensi cadangan tambahan yang berada lebih dangkal dari reservoir yang diproduksikan saat ini. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) EMCL akan melakukan evaluasi untuk melakukan pengeboran sumur kajian (appraisal wells) guna menambah data karakteristik batuan dan produktivitas reservoir.
Menanggapi strategi yang dipaparkan McKenzie, Kepala SKK Migas menyatakan pihaknya optimis penambahan produksi dapat dihasilkan oleh Lapangan Banyu Urip. Produksi puncak pada 2024 sebesar 30 ribu bopd.
“Kami harapkan tambahan proyek ini selesai tepat waktu, sehingga tambahan produksi Lapangan Banyu Urip dapat terealisasi pada tahun 2022,” kata Dwi. []GOOD INDONESIA-HDN
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: [email protected]]
The post ExxonMobil Siapkan Strategi Genjot Produksi Minyak Lapangan Banyu Urip appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>