The post Halaman Hutan Bambu Dunia, Indonesia Punya Jenis Purba appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Bukan cuma tujuh alat musik khas tersebut. Indonesia memiliki sederet panjang alat musik bambu yang menghiasi khasanah seni-budaya dari Sabang sampai Merauke.
Belum lagi kekayaan permainan tradisional yang juga memanfaatkan bahan bambu. #GOODpeople pasti mengenal egrang, petasan atau meriam bambu, gasing, pletokan, othok-othok, dan bedil jepret. Anda bahkan pernah memainkannya, bukan?
Bukan cuma dimanfaatkan menjadi alat musik dan permainan, bambu sejak lama menjadi bahan utama rumah nenek-moyang. Rumah bambu juga dikenal di Cina, India, Bangladesh, Filipina, hingga Kosta Rika dan Ekuador. Lebih satu miliar oran berlindung di rumah bambu tradisional.
Rumah bambu tak hanya lebih murah, namun tak kalah kuat dibanding konstruksi batu bata dan semen. Ia lebih tahan gempa.
Rumah berbahan bambu hingga kini masih menghiasi pelosok pedesaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bambu menyelamatkan warga miskin sehingga pun punya rumah, setelah tak kuasa memiliki kediaman berbahan kayu atau batu bata yang semakin mahal hari demi hari.
***
Botani Indonesia salah satu yang terkaya di dunia. Pulau-pulaunya menyimpan peninggalan sejarah geologis yang kompleks. Berbagai spesies endemik tumbuh ditopang iklim yang cocok.
Negara berpulau sekitar 17 ribu memiliki daratan seluas 1,8 juta kilometer persegi, 212,6 ribu kilometer persegi dibudidayakan. Area berhutan seluas 1,2 juta kilometer persegi (63 persen), padang rumput 118 ribu kilometer persegi, dan lahan lainnya seluas 284 ribu kilometer persegi.
Iklim di negara kepulauan ini sebagian besar jenis monsun tropis. Suhu dan kelembaban tinggi. Curah hujan 1.500 mm di pulau-pulau timur (Nusa Tenggara) dan 3.000 mm di pulau-pulau barat (iklim basah atau semi basah). Hal ini membentuk formasi hutan yang ada dahulu dan kini.
Nusantara setidaknya 47 ekosistem alami berbeda satu sama lain. Kekayaan tak ternilai ini merupakan kampung besar hutan tropis terbesar ketiga di dunia.
Indonesia punya hutan dari dataran rendah tropis dan hutan hujan dataran tinggi berupa rawa gambut, rawa air tawar, dan hutan bakau.
Hutan dipterocarpaceae dataran rendah ditemukan di Kalimantan dan Sumatera, hutan musiman dan padang rumput savana di Nusa Tenggara, serta hutan dataran rendah dan hutan alpine non dipterocarpaceae di Irian Jaya.
Bangsa lain boleh iri, Merah-Putih mempunyai salah satu spesies dan endemisme generik tertinggi di dunia. Tingkat endemisme yang tinggi berlangsung di Sulawesi, Irian Jaya, dan di Pulau Mentawai –lepas pantai Sumatera bagian Barat.
Prof. Dr. Elizabeth Anita Widjaja, satu-satunya ahli taksonomi bambu di Indonesia sekaligus peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dalam salah satu artikel menyebutkan tanaman bambu di Indonesia meluas dari kawasan rawa gambut hingga dataran tinggi 2.500 meter. Namun, hutan bambu sebagian besar ditemukan di hutan yang terganggu, kecuali Dinochloa spp. yang berkembang di hutan primer dan dipterocarp.
Menurut satu laporan yang diterbitkan pada 1990, hutan bambu terdapat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), sekitar 26 ribu hektar. Sedangkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) terdapat area budidaya bambu untuk pabrik kertas seluas sekitar 24 ribu hektar. Belakangan, tanaman kedua area diganti pinus atau pohon albizzia, tanpa sisa.
Program inventarisasi bambu, mencatat sekitar 3.925,9 hektar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Sekitar 1.972,77 hektar di Kabupaten Garut, juga di Jabar. Hutan bambu di Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) IV mencapai 7.569,75 hektar. Bali juga punya sekitar 125 hektar.
Sumber lain mengemukakan hutan bambu di Sulsel mencapai 46.035,47 hektar, sebagian besar di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Maros. Sementara Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), disebutkan memiliki tak kurang 25 ribu hektar.
Hutan bambu juga mengisi area Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatera), Taman Nasional Alas Purwo (Jawa), Taman Nasional Meru Betiri (Jawa), Kabupaten Langkat (Sumatera), dan Loksado (Kalimantan Tengah).
Juga taman nasional di Sumbawa Barat (Pulau Sunda Kecil), Maros (Sulawesi Selatan), serta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Sumatra).
Data parsial dari berbagai institusi tersebut menyebabkan belum ada angka total luas hutan bambu yang dapat menjadi pegangan. Pada saat yang sama invasi pengembangan kawasan perumahan dan industri memakan habitat bambu.
Bambu pun dipanen untuk diambil kemanfaatannya yang luar bisa, namun tidak ada upaya menanam kembali. Wajar jika beberapa spesies bambu terancam menghilang. Sayangnya, lagi-lagi, tidak ada data fiksnya.
Rumput Menjulang
Bambu adalah anggota keluarga rumput (Poaceae). Seperti rerumputan lainnya, bambu memiliki batang yang bersendi, bunga-bunga kecil menempel dalam struktur yang dikenal sebagai spikelet, embrio yang dimodifikasi khusus di dalam biji, dan buah seperti biji-bijian.
Bambu satu-satunya kelompok besar rumput yang beradaptasi dengan habitat hutan. Berbeda dengan rumput lain yang memiliki sel fotosintesis sangat kuat di daunnya. Banyak bambu memiliki batang yang tinggi dan agak melengkung, tetapi ada pula yang lebat, atau ramping dan melilit, dan beberapa menyerupai pakis.
Bambu terbesar menjulang hingga 30-40 meter dan diameter 30 sentimeter. Saking tinggi dan besarnya batang, kadang-kadang masyarakat awam menyebutnya “pohon bambu”.
Bambu terkecil memiliki batang halus yang tingginya tidak lebih 10 sentimeter.
Meskipun bambu adalah rumput, banyak bambu yang lebih besar sangat mirip pohon dan kadang-kadang disebut “pohon bambu”.
Spesies bambu di Indonesia bagian Barat berdiameter lebih besar ketimbang yang tumbuh di Timur. Bambusa, Dendrocalamus dan Gigantochloa hidup luas di Barat daripada Timur. Genus Schizostachyum tumbuh lebih subur di Indonesia bagian Timur. Dinochloa, bambu pendakian, dominan di Kalimantan dan Sulawesi.
Setidaknya terdapat kurang-lebih 1.200 spesies bambu di seluruh dunia, yang tumbuh mulai dari Pulau Sakhalin, Rusia hingga Chili. Sebagian besar di wilayah tropis atau hangat.
Bambu berkayu (suku Bambuseae), setidaknya 1.100 spesies, merupakan bagian terbesar keanekaragaman bambu. Jenis inilah yang biasanya dianggap sebagai bambu. Kayu batangnya berasal dari pertumbuhan primer. Meskipun ada rumput kayu lainnya, Bambuseae satu-satunya kelompok rumput utama yang ditandai oleh kayu.
Terdapat pula sekitar 100 spesies rumput tropis, herba berdaun lebar (suku Olyreae), sebut saja sepupu Bambuseae, yang sekarang diklasifikasikan sebagai bambu.
Bambu belakangan dikaitkan dengan Asia, walaupun hampir setengah keanekaragamannya asli Amerika bagian Tengah dan Selatan. Bahkan ada satu spesies (tongkat raksasa, atau tongkat tebu) asli dari Amerika Serikat bagian Tenggara.

Bambu berkayu secara ekologis penting di hutan tropis dan sedang. Perpanjangan cepat rebung, tinggi, batang keras, dan percabangan vegetatif yang banyak memungkinkan bambu kayu bersaing dengan pohon untuk mendapatkan cahaya.
Bambu berkayu mudah menguasai tepi dan celah hutan berkat reproduksi vegetatifnya melalui batang bawah tanahnya yang telah berkembang baik (rimpang). Sementara bambu herba merupakan ciri khas lantai hutan yang teduh. Biomassa besar batang dan daun bambu menyediakan habitat yang sangat baik untuk berbagai macam hewan, termasuk kumbang dan serangga lainnya; burung, monyet, katak, tikus, dan panda.
Bambu kayu terkenal karena perilaku berbunga yang tidak biasa. Tumbuh hingga delapan puluh tahun lebih dalam kondisi vegetatif, kemudian berbunga pada saat yang sama dan mati setelah berbuah.
Sebagian besar tanaman bambu mati, menyediakan celah rekolonisasi oleh hutan, sementara benih bambu bertunas dan memulai generasi berikutnya.
***
Di Asia, budaya bambu telah hidup sejak beberapa ribu tahun lalu. Ia simbol kekuatan yang fleksibel, bagian keseharian warga.
Rebung muda yang lembut adalah sayuran yang enak, sedangkan batang yang sudah matang digunakan dalam konstruksi, perancah, pagar, dan keranjang atau untuk bubur kertas.
Batang dewasa juga dimanfaatkan sebagai peralatan, pipa air, alat musik, dan banyak item lainnya.
Bambu adalah material super penting dalam karya seni Asia. Dia bahan utama alat musik dan karya seni. Bambu juga ditanam sebagai tanaman hias di beberapa belahan dunia. Kegunaan bambu terus dieksploitasi, hasil budidaya maupun tumbuh alami.
Terdapat peningkatan pengakuan terhadap potensi bambu sebagai sumber daya terbarukan, terutama untuk reboisasi dan perumahan.
Kebutuhan Dunia
Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BPPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat pasar internasional membutuhkan pasokan bambu hingga US$93 miliar atau sekitar Rp1.312 triliun pada 2025. Cina memasok 60 persen permintaan dunia selama ini.
Sumberdaya bambu Indonesia tak terlalu jauh dibanding Cina. Jauh di bawa ada India, Filipina, dan Thailand.
Guna memperkenalkan potensi bambu Indonesia, BPPI menjadi tanaman sebagai tema paviliun dalam konferensi perubahan iklim COP25 di Madrid, Spanyol, Desember lalu.
Menurut data International Bamboo and Rattan Organisation (INBAR), bambu memiliki kemampuan menyimpan atau menyerap karbondioksida yang sangat tinggi dibanding tumbuhan lain.
Bambu menyerap 100-400 ton karbon per hektar per tahun. Tumbuhan lain 90-420 ton per hektar per tahun. Ditambah fungsinya sebagai pengganti kayu, kemampuan bambu menurunkan emisi lebih tinggi.
[Baca juga: Petani Bambu Jatiluhur Tersingkir di Kampung Sendiri]
Material bambu juga bisa dijadikan pengganti semen, plastik, dan bahan-bahan yang menghasilkan emisi tinggi. Sejumlah bangunan bertingkat kini telah menggunakan bambu. Papan dan balok bambu tak kalah kuat dibanding kayu.
Yayasan Bambu Lestari menekankan potensi bambu menutup lahan kritis yang luasnya cenderung bertambah. Data 2015, terdapat sekitar 25 juta dari total 88 juta hektar lahan kritis berada di wilayah hutan. Bambu cocok menjadi penambal lahan kritis tersebut.
Selain dapat mengganti posisi kayu, bambu dapat diolah menjadi bahan dasar tekstil, bangunan, furnitur, juga bahan bioenergi.
Yayasan Bambu Lestari menggelar gerakan Seribu Desa Bambu. Gerakan ini berdimensi pelestarian lingkungan dan memacu roda perekonomian pedesaan.
Indonesia menargetkan memiliki dua juta hektar area bambu pada 2030.
Bambu pun menjadi salah satu alternatif dalam pemberantasan kemiskinan di desa. Keunggulannya sebagai sumber penghasilan, bambu bisa dipanen sepanjang tahun dengan teknik tebang pilih.
Bambu Purba
Bambusa Cornua Munro atau dikenal dengan nama pring embong (bambu embong) masuk spesies langka. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Jenis bambu ini bahkan disebut-sebut tidak ditemukan di belahan dunia manapun alias punah, kecuali di Kabupaten Malang, Jatim.
Tumbuh sejak 50.000-25.000 sebelum Masehi (SM), Bambusa Cornua Munro tergolong bambu purba. Spesies ini termasuk salah satu generasi awal spesies bambu-bambu yang ada di dunia atau awal evolusi bambu dunia.

Embong ditemukan kali pertama oleh Dr. Thomas Horsfiel bersama Gubernur Jenderal Thomas Stamford Rafles pada 1810-1815. Kemudian Sijfert Hendrik Koorders pada 1896 menemukan kembali tanaman ini di Sumbertangkil, Tirtoyudo. Koorders menuliskannya dalam buku berjudul Teysmannia, tepatnya halaman 615 yang dipublikasikan pada 1910.
Ditulis; “Den 27 Juni 1896 bloeiend, bij Soember tangkil, district Toeren, res. Pasoeroean, op ± 400500 M. zeehoogte, in licht, altijdgroen gemengd woud; wild. -Pring-embong, Jav. (Kds. 23693 β,).”
Terjemahan bebasnya; “Pada tanggal 27 Juni 1896 tumbuh berbunga di Sumbertangkil, Distrik Turen, Karesidenan Pasuruan, pada ketinggian ± 400-500 meter di atas permukaan air laut, pada daerah terang, menghutan hijau; tumbuh liar. Orang Jawa menyebutnya: pring embong/bambu embong (Kds. 23693 β,).”
Pada 2015, tim Ekspedisi Bambusa Cornuta Munro yang dipimpin Besar Edy Santoso –berbekal informasi dari buku berusia seabad itu– menemukan kembali barang berharga dimaksud di Dusun Sumbertangkil, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo.
Cuma ditemukan di delapan titik, penemuan ini sangatlah dahsyat nilainya bagi perkembangan ilmu pengetahuan flora dunia.
Pemerintah Kabupaten Malang merespons positif penemuan bambu purba di wilayahnya. Upaya mengembangkan pring embong dilakukan.
Lokasi yang dipilih, yakni Boon Pring Andeman, Turen. Kawasannya memang destinasi wisata hutan bambu. Embong melengkapi jenis bambu yang telah ada, seperti petung, petung hitam, apus, tutul, ampel, wulung, kuning, pagar, Budha, amplex, dan bambu angus tifolis.
Pring embong memiliki sifat berbeda dibanding bambu lainnya. Perkembangbiakannya tidak merumpun ke atas, melainkan ke samping, menjalar, dan mengikat satu sama lainnya.
Masyarakat lokal selama ini memandang embong sebagai tanaman yang tidak menarik. Bahkan cenderung mengganggu dan merusak keindahan sekitarnya. Masyarakat tidak melihat manfaatnya karena karena batangnya kecil.
Setidaknya, masyarakat cuma menjadikan batang embong sebagai bahan ludi dupa kualitas tinggi. []GOOD INDONESIA-LMC
Referensi:
1. Tempo.co
2. Encyclopedia.com
3. Bioversityinternational.org
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Halaman Hutan Bambu Dunia, Indonesia Punya Jenis Purba appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Metana merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer. Saat terlepas ke atmosfer, metana umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi.
Meskipun begitu, saat metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air. Akibatnya, efek rumah kaca metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat.
Gas bumi juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat, seperti etana (C2H6), propana (C3H8), butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang).
Di samping itu, komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya. Gas bumi, misalnya, bisa pula mengandung nitrogen, helium, CO2, hidrogen sulfida (H2S), dan air.
Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas. Disebut juga sebagai acid gas (gas asam).
Gas bumi yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Namun, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol. Tujuannya agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas.
Gas bumi yang telah diproses sebenarnya tidak berbahaya. Sebelum diolah dapat menyebabkan gangguan pernapasan karena mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.
Gas bumi lebih ringan daripada udara sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah. Jika tersulut api maka bisa menimbulkan ledakan.
Gas bumi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satunya sebagai bahan baku industri. Untuk hal ini, gas bumi digunakan sebagai bahan baku pupuk, petrokimia, metanol, plastik, hujan buatan, besi tuang, pengelasan, dan pemadam api ringan.
Selain itu, gas bumi bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar, seperti untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU); kendaraan bermotor (Bahan Bakar Gas/BBG, Liquefied Gas for Vehicle/LGV, Compressed Natural Gas/CNG), industri ringan, menengah dan berat.
Gas bumi bisa pula dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran dalam bentuk Liquefied Petroleum Gas/LPG). Tidak hanya itu, gas bumi dapat menjadi komoditas energi untuk ekspor, misalnya dalam bentuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).
Belum cukup, Indonesia terus mengembang gas nonkonvensional, seperti gas metana batubara (Coal Bed Methane/CBM) dan shale gas.

Perbedaan pemanfaatan gas bumi tidak terlepas dari karakternya masing-masing. LPG dan LNG, misalnya, sama-sama gas yang dicairkan. Tujuannya untuk memudahkan pengangkutan dalam jarak yang tidak terjangkau dengan pipa.
Meskipun sama-sama gas cair, komponen LPG dan LNG berbeda. Komponen LPG didominasi oleh propane dan butane. Jenis gas ini memiliki massa jenis yang lebih besar daripada LNG. Dalam tabung, LPG berbentuk zat cair.
Namun pada suhu dan tekanan normal, LPG yang keluar dari tabung akan langsung berubah menjadi gas. Tekanan yang dibutuhkan untuk mencairkan gas ini cukup rendah sehingga sesuai untuk konsumen rumah tangga. Sifatnya mudah disimpan dan bisa langsung dibakar untuk dimanfaatkan tanpa perlu infrastruktur khusus.
Saat ini, LPG diproduksi di beberapa lapangan migas, yaitu salah satunya dengan mengumpulkan minyak yang “menguap” ketika keluar dari sumur.
Perlu diingat, tidak semua gas yang keluar dari sumur bisa dijadikan LPG karena tidak semua lapangan menghasilkan “uap gas” memadai sehingga bernilai ekonomis. Produksi LPG tanah air saat ini sekitar 1,4 juta metrik ton per tahun.
Sementara itu, kebutuhan LPG nasional sekitar 5 juta metrik ton per tahun. Inilah yang menyebabkan Indonesia masih harus mengimpor LPG. Jenis gas lain, sebagai contoh, adalah LNG. LNG adalah gas yang didominasi oleh metana dan etana yang didingin-kan hingga menjadi cair pada suhu antara -150°C sampai -200°C.
Pengembangan dan pemanfaatan LNG memerlukan infrastruktur yang lebih kompleks. Di sisi hulu, pengembangan LNG tidak hanya memerlukan fasilitas produksi biasa, tapi membutuhkan kilang yang mampu mencairkan gas tersebut sampai suhu yang ditentukan. Fasilitas pendingin dan tangki kriogenik ini membutuhkan investasi sangat besar.
Di sisi hilir, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas kembali yang disebut LNG regasification terminal. Selain fasilitas regasifikasi, pemanfaatan gas yang dihasilkan juga memerlukan jaringan pipa untuk sampai ke konsumen.
Dengan kebutuhan akan temperatur sangat rendah, LNG tidak bisa diedarkan dalam bentuk tabung-tabung layaknya LPG. Tapi, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas regasifikasi sekaligus sistem transportasi terintegrasi ke pengguna.
Untuk jaringan gas kota, jenis gas alam yang tepat memerlukan beberapa kriteria tersendiri. Kriteria tersebut antara lain memiliki kualitas yang dapat digunakan untuk konsumsi perumahan atau industri dan memenuhi spesifikasi perusahaan transmisi perpipaan atau perusahaan penyaluran. Dalam hal ini, lean gas bisa menjadi contohnya.
Jadi, gas alam memiliki beragam karakter yang berimplikasi terhadap pemanfaatannya. Alhasil, satu jenis gas belum bisa menggantikan penggunaan jenis gas lain, setidaknya untuk saat ini.
Memang, Indonesia memiliki potensi gas yang besar, namun infrastruktur perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk menentukan harga keekonomian dari gas itu sendiri yang masih menjadi salah satu daya tarik bagi para pelaku bisnis.
Pada akhirnya, Indonesia yang memiliki infrastuktur dan jaringan gas memadai akan terwujud dengan kerja keras serta komitmen semua pihak terkait.
Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an. Saat itu, produksi gas alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim melalui pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan.
Perkembangan pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974. PT Pertamina (Persero) mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih, Sumatera Selatan ke pabrik pupuk Pusri II, III, dan IV di Palembang.
Pemanfaatan gas bumi juga mulai merambah wilayah-wilayah lain di Indonesia. Gas bumi memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di tanah air.
Potensi cadangan gas di tanah air lebih besar daripada minyak bumi. Jumlah gas bumi yang dapat diangkat dari dalam bumi nusantara pada tahun 2006 adalah sebesar 2,269 trillion british thermal unit (tbtu). Gas bumi tersebut sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik sebesar 843 tbyu (37%).
Sementara itu, sisanya sebesar 1,426 tbtu (63%) diekspor dalam bentuk LNG maupun gas melalui pipa. Cadangan gas bumi diperkirakan cukup untuk dipergunakan selama kurang-lebih 60 tahun ke depan.
Saat ini, proyek pengembangan gas bumi yang terus didukung Pemerintah antara lain Natuna D Alpha yang potensinya sekitar 46 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/tcf); Tangguh Train 3 8,09 tcf; Donggi Senoro 2,8 tcf; dan Masela 9,18 tcf.
Cadangan Gas Raksasa
Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara produsen gas alam dunia. Salah satu cadangan terbesarnya di perairan Natuna, yang diklaim Cina sebagai wilayahnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti dikutip Kompas.com, menyebutkan Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (tcf). Cadangan ini terdiri atas cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 tcf dan cadangan potensial (P2) 42,84 tcf.
Cadangan gas terbesar di Indonesia berada di Natuna, tepatnya di Blok East Natuna 49,87 tcf. Disusul Blok Masela di Maluku 16,73 tcf dan Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar 2,66 tcf.

Besarnya kandungan gas alam di Natuna disebut-sebut sebagai “cadangan gas terbesar di Asia Pasifik”. East Natuna direncanakan baru bisa memproduksi gas pada 2027. Lamanya produksi karena belum ada teknologi yang mumpuni menyedot gas di kedalaman laut Natuna.
Masalah terberatnya, yakni kandungan gas CO2 yang mencapai 72 persen, sehingga perlu teknologi khusus yang harganya mahal.
Berbeda dengan blok lain di Natuna, gas yang diproduksi dari East Natuna tak dijual melalui pipa ke Singapura, namun diharapkan bisa disalurkan ke Jawa lewat pipa yang tersambung dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan sampai ke Jawa Tengah.
Wilayah kerja (WK) migas yang berlokasi di Kepulauan Natuna, berjumlah 16 WK, terdiri atas enam WK produksi, 10 WK eksplorasi –tiga di antaranya dalam proses terminasi karena waktu kontraknya telah habis dan belum berhasil memperoleh temuan migas.
Keenam WK migas yang telah berproduksi adalah South Natuna Sea Block B yang dioperatori Medco, Natuna Sea Block A yang dikelola Premier Oil Natuna Sea B.V, Kakap oleh Star Energy (Kakap Ltd).
Kemudian Udang Block yang dikelola TAC Pertamina EP Pertahalahan Arnebrata Natuna. Dua lainnya adalah Sembilang yang dioperasikan Mandiri Panca Usaha dan Northwest Natuna oleh Santos.
Salah satu blok migas di Natuna yang cadangannya sangat besar, yakni lapangan gas Natuna D-Alpha dan lapangan gas Dara yang kegiatan eksplorasinya telah dilakukan sejak akhir 1960-an.
Ketika itu, salah satu perusahaan migas Italia, Agip, melakukan survei seismik laut yang ditindaklanjuti dengan melakukan 31 pengeboran eksplorasi. Kegiatan ini menemukan cadangan migas terbesar sepanjang 130 tahun sejarah permigasan Indonesia. Cadangan gas sebesar 222 tcf dan 310 juta bbl minyak, dengan luas 25 x 15 km2 serta tebal batuan reservoir lebih 1.500 meter.

Sayangnya, hingga ditemukan pada 1973, lapangan gas D-Alpha ini belum dapat dieksploitasi karena membutuhkan biaya yang tinggi disebabkan kandungan gas CO2-nya yang mencapai 72 persen.
Pada 1980, pengelolaan blok ini digantikan oleh Esso dan Pertamina. Esso kemudian bergabung dengan Mobil Oil menjadi ExxonMobil dan telah menghabiskan biaya sekitar 400 juta dollar AS untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan kajian pengembangan lapangan.
Namun, tetap saja lapangan gas ini belum berhasil dieksploitasi. Produksi gas dari blok-blok produksi di Laut Natuna sebagian besar disalurkan ke Malaysia dan Singapura. Kontraknya masih berlanjut sampai 2021-2022.
Jika telah selesai pembangunan jalur pipa ke Batam, sebagian gas bumi berjumlah sekitar 40 juta kaki kubik per hari akan disalurkan ke Pulau Batam, yang akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Gas bumi dari lapangan Belanak di Indonesia disalurkan ke Lapangan Duyong, Malaysia, melalui jalur pipa laut sepanjang 98 kilometer yang kemudian dipipakan ke Kertih di pantai timur semenanjung untuk diolah di industri petrokimia. []GOOD INDONESIA-HDN
Bahan artikel dicuplik utuh dari:
Esdm.go.id
Kompas.com
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Internasional Apresiasi Indonesia Mampu Antisipasi Zoonosis Global appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Virus satu ini diduga kuat berasal dari hewan yang kemudian menulari manusia (animal-borne disease), yang juga disebut zoonosis.
Krisis HIV/Aids pada dekade 1980-an berasal dari kera besar. Pada 2004-2007 avian flu mewabah, yang berasal dari unggas. Babi menghasilkan pandemi flu babi pada 2009.
Belakangan muncul penyakit severe acute respiratory syndrome atau SARS yang virusnya berasal dari kelelawar, melalui musang. Sementara kelelawar menyumbang ebola.
Perubahan iklim ditengarai mempercepat proses penyebaran penyakit dari heran ke manusia. Mobilitas manusia memicu berbagai penyakit yang menyebar lebih cepat.
Ancaman Global Zoonosis
Zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya) sungguh menjadi ancaman global manusia. Berbagai fakta menunjukkan zoonosis meledakkan dampak yang potensi kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan akibat perang.
Sampai saat ini setidaknya tidak kurang dari 300 penyakit yang berasal dari hewan yang dapat menular ke manusia. Sebagian berpeluang menjadi wabah di suatu negara jika tidak ditangani dengan baik. Sebut saja rabies, antraks, BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy alias sapi gila), SARS, dan HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza alias flu burung).
Melalui artikelnya di Detik, Agus Jaelani dari Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) memaparkan zoonosis terbagi tiga kelompok besar.
Pertama, zoonosis yang berpotensi menjadi endemik; leptopirosis dan antraks. Kedua, penyakit berbahaya yang berpotensi menjadi epidemik; SARS, (HPAI), dan virus nipah. Ketiga, penyakit yang hampir musnah, namun memiliki potensi menyebar kembali; rabies.
Dalam dua dekade terakhir, 75 persen penyakit-penyakit baru (emerging diseases) pada manusia terjadi akibat perpindahan patogen hewan ke manusia atau zoonotik. Di antara 1.415 mikro organisme pathogen pada manusia, yang telah diketahui sebesar 61,6% bersumber hewan.
Laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan lebih 250 foodborne disease (penyakit yang ditularkan melalui makanan). Sebagian besar penyakit ini bersifat infeksius, yang muasalnya dari bakteri, virus, parasit, dan prion yang dapat dipindahkan melalui makanan.
Eksistensi zoonosis terus meningkat. Hewan memainkan peranan penting dalam ancaman global zoonosis.
Salah satu kunci pengendalian zoonosis adalah terkendalikannya penyakit pada hewan. Solusinya pada pengendalian penyebaran penyakit pada hewan. Bila berhasil maka rantai penularan ke manusia terputus.
Kondisi Indonesia
Ancaman zoonosis di Indonesia sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Kita memiliki beberapa zoonosis; rabies, leptospirosis, brucellosis, toksoplasmosis, tuberkulosis, salmonellosis, antraks, dan HPAI.
Tidak ada alasan bermain-main dengan potensi zoonosis. Korban manusia meninggal dunia akibat rabies setiap tahunnya mencapai 100 orang lebih. Akibat flu burung, sampai Mei 2008 menyebabkan 110 orang meninggal dari 135 kasus dengan case fatality rate sebesar 81,48%. Indonesia bahkan menempati ranking teratas di dunia dalam hal jumlah kematian pada manusia akibat flu burung.
Simulasi pandemi yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa jika terjadi pandemi diperkirakan akan terdapat 66 juta orang yang sakit dan 150.000 meninggal. Sementara simulasi ekonomi berdasarkan basis data 2006 maka akibat pandemi akan mengakibatkan kerugian langsung (jangka pendek) mencapai Rp14 triliun sampai Rp48 triliun.
Belum lagi korban penyakit zoonosis lainnya yang secara perlahan tetapi pasti menyebabkan kematian setiap tahunnya. Hal ini jelas-jelas menggambarkan betapa hebatnya ancaman zoonosis bagi keutuhan suatu bangsa.
Sinergitas Total
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Amerika Serikat melalui USAID (Badan Pembangunan Internasional AS) menilai Indonesia sukses mengatasi ancaman zoonosis global.
“Keberhasilan Indonesia dalam menangani ancaman penyakit zoonosis diakui dunia. Ancaman zoonosis mendapat perhatian pemerintah, khususnya Presiden, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2019 yang mengatur peningkatan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia,” ujar Stephen Rudgard, wakil FAO Indonesia, dalam rilisnya (September 2019), sehubungan empat tahun kerja sama penanggulangan zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) antara Pemerintah RI (Republik Indonesia), FAO, dan USAID.
Rudgard menyebutkan Indonesia contoh sukses pencegahan, pendeteksian, dan penanganan ancaman zoonosis global dengan menginisiasi dan melembagakan kerja sama lintas sektoral melalui pendekatan One Health.
Penilaian serupa disampaikan Wakil Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn. Meskipun masih menjadi hotspot penyakit di kawasan ini, tetapi komitmen menerapkan pendekatan One Health telah meningkatkan kemampuan Indonesia dalam pencegahan, deteksi, dan respon.
Pemerintah dengan lembaga internasional tersebut melaksanakan Program EPT-2 (Emerging Pandemic Threat fase 2) sejak 2016. Kegiatan fokus pada langkah mengurangi dan mengendalikan ancaman terhadap keamanan kesehatan –masyarakat, hewan, maupun lingkungan/satwa liar.
Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kerja sama dimaksud; Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), organisasi profesional kesehatan hewan dan kesehatan manusia, universitas. Koordinasi program EPT-2 secara umum ditangani Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Tiga kunci keberhasilan pengurangan risiko pandemi, yakni koordinasi, advokasi, dan kolaborasi pemangku kepentingan.
Pemerintah pusat harus memberdayakan jajaran aparatur di daerah, bukan mematikan daya dan semangatnya. Negara maju wajib memberdayakan negara berkembang dan terbelakang, bukan menguras sumber dayanya.
Namun, Maret 2020, Indonesia diuji kemampuannya menghadapi pandemi virus korona. Berhasilkah? []GOOD INDONESIA-RE
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Internasional Apresiasi Indonesia Mampu Antisipasi Zoonosis Global appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Ribuan Tanaman Indonesia Ampuh Sembuhkan Berbagai Penyakit appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melansir Merah-Putih memiliki hingga 50 ribu jenis tumbuhan. Sebanyak 7.500 di antaranya merupakan tanaman obat.
Sebut saja tanaman sindur. Minyak sindur berpotensi melawan bakteri patogen sehingga dapat digunakan mengobati kulit terbakar. Sejauh ini masih dibutuhkan penelitian lanjut guna memisahkan senyawa murninya.
Papuacedrus papuans dan Phyllocladus hypophyllus, tumbuhan langka asal Papua, dapat dimanfaatkan sebagai suplemen makanan. Kedua tanaman ini memiliki senyawa asam transkomunat, dan bisa dimanfaatkan menjadi bahan antibiotik alami.
Di Kalimantan tumbuh tanaman ginseng hutan. Jenisnya ginseng kuning alias kulit akar relliptica yang dapat memicu aktivitas seksual. Tanaman obat ini baru diuji coba pada mencit. Berdasar eksperimen diketahui membuat ereksi pada hewan tersebut bertahan lebih lama.
Selain Cina dan India, Indonesia termasuk negara Timur yang memiliki kekayaan luar biasa berupa tanaman obat. Setelah diolah, inilah yang biasa disebut herbal.
Berbeda dengan obat kimia –sebut saja obat Barat, herbal harus dikonsumsi rutin. Ia tidak langsung menyerang pusat sakit yang diderita seseorang. Herbal memperbaiki metabolisme di dalam tubuh yang membutuhkan waktu relatif lama, atau berproses.
Industri Obat Nasional
Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) juga mencatat potensi herbal Indonesia yang sangat menjanjikan. Dasarnya adalah dukungan kekayaan hayati yang besar. Indonesia memang dinobatkan sebagai mega pusat keanekaragaman hayati di dunia, setelah Brasil.
Disebutkan, Indonesia memiliki sebanyak 10 persen semua jenis bunga di dunia. Diperkirakan juga terdapat lebih 30 ribu jenis tanaman.
Menurut catatan SEAFAST, sekitar 7.000 di antaranya telah diketahui dan digunakan sebagai pengobatan tradisional. Sekitar 1.250 jenis telah digunakan sebagai herbal dan jamu –bagian 300 pengetahuan leluhur suku bangsa Indonesia yang tergolong kekayaan intelektual pengobatan alami.
Sementara itu, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat di antara 40 ribu jenis flora di dunia, sebanyak 30 ribu di antaranya berada di Indonesia. Namun baru sekitar 26 persen yang dibudidayakan dan 74 persen tumbuh liar di hutan.
Sebagian tumbuhan dimaksud mengandung bahan obat melalui senyawa kimia atau senyawa aktif yang terdapat di dalamnya. Bahan buat pengobatan ini terdapat di hampir seluruh bagian tumbuhan, mulai daun, akar, batang, buah, bunga, herba, biji, rimpang, dan kulit kayunya.
Sayang pemanfaatannya masih terbatas. Dibutuhkan riset lebih lanjut dan kesinambungan pengetahuan turun temurun (local wisdom and knowledge), serta teknologi pengolahan buat memaksimalkan pemanfaatannya.

Kemenkes sendiri sudah menyusun Formularium Obat Herbal Asli Indonesia (FOHAI) yang diatur dalam Permenkes Nomor 6 Tahun 2016. Melalui peraturan ini, tumbuhan obat yang tersebar di berbagai pelosok negeri dapat dimanfaatkan oleh kalangan industri obat nasional.
FOHAI adalah kumpulan tanaman obat asli Indonesia yang dilengkapi dengan informasi tambahan penting tentang tanaman obat tersebut. FOHAI dapat digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan tradisional dengan menggunakan herbal.
FOHAI memuat daftar tanaman obat pilihan asli Indonesia yang sudah terbukti aman, berkhasiat, bermutu, serta memenuhi kriteria tertentu untuk dimanfaatkan di fasilitas pelayanan kesehatan. []GOOD INDONESIA-RUT
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: [email protected]]
The post Ribuan Tanaman Indonesia Ampuh Sembuhkan Berbagai Penyakit appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Sungai-sungai Membelah Wilayah Indonesia, Anda Tahu Jumlahnya? appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Sayang, belum ada data pasti jumlah sungai di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) belum memiliki datanya. Disebut-sebut jumlahnya ribuan. Bahkan jumlah danau yang tak melebihi 1.000, pun belum tersedia datanya.
Dalam diskusi yang diselenggarakan River Engineering and Urban Drainage Research Centre (REDAC) Universitas Sains Malaysia (USM) di Penang, Malaysia (24/11/2016), Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Fauzan Ali menyatakan hal tersebut.
Karenanya, kata Fauzan, LIPI merencana akan melaksanakan pendataan. Namun, penelusuran GOOD INDONESIA, belum tersedia data total dan detail sungai Indonesia dimaksud sejauh ini.
Ragam Sungai
Muasal sungai terbentuk beberapa bentuk. Paling umum karena air hujan, gletser, dan salju yang mengalirinya.
Air mengalir dari lokasi tinggi ke tempat yang rendah karena gravitasi. Air yang mengalir secara alami mengerosi lapisan batuan yang lebih lemah. Erosi terjadi di bagian tepi dan lapisan bawah sungai. Penampang sungai menyerupai bentuk huruf “V”.
Berdasarkan pola alirannya, klasifikasi sungai, yakni dendritic, parallel, trellis, rectangular, radial, centrifugal, dan centripetal.
Di Indonesia, air sungai umumnya berasal dari mata air yang berada di pegunungan. Kalau sungai mengalir sepanjang tahun, sebab debit mata air di hulunya sangat besar. Jika air secara gravitasi jatuh dari tempat yang lebih tinggi ke tempat lebih rendah, terbentuklah air terjun.
Di daerah pegunungan kapur (karst), terdapat sungai bawah tanah. Air melarutkan batu kapur, sehingga terbentuk aliran sungai baru di dalam goa.
Di daerah bersalju, air sungai berasal dari lelehan salju atau gletser.
Gletser adalah istilah geologi yang merujuk lapisan besar es yang bergerak turun perlahan-lahan di lereng gunung atau di daratan. Pada musim dingin, umumnya sungai terisi sedikit air karena air membeku menjadi es. Ketika cuaca sudah mulai hangat, salju mencair dan mengalir ke daerah yang lebih rendah, terakumulasi menjadi sungai.
10 Sungai Terpanjang
Indonesia kaya akan sungai. Terdapat ratusan sungai yang mudah ditemukan atau dikenal umum, mulai yang panjangnya seribuan atau ratusan kilometer, dan yang hanya puluhan kilometer.
Semua pulau di Nusantara memiliki sungai. Di pulau-pulau utama terdapat sungai yang masuk 10 terpanjang.
1. Sungai Kapuas (1.143 km) di Kalimantan Barat.
2. Sungai Mahakam (920 km) di Kalimantan Timur.
3. Sungai Barito (909 km) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
4. Sungai Batanghari (800 km) di Sumatera Barat dan Jambi.
5. Sungai Musi (750 km) di Sumatera Selatan.
6. Sungai Mamberamo (670 km) di Pulau Papua.
7. Sungai Bengawan Solo (548 km) di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
8. Sungai Digul (525 km) di Pulau Papua.
9. Sungai Indragiri (500 km) di Provinsi Riau.
10. Sungai Seruyan (350 km) di Kalimantan Tengah.
Perbandingan dengan Sungai Terpanjang Dunia
Sungai terpanjang di Indonesia adalah Kapuas, 1.143 km. Sungai terpanjang dunia?
Dengan menghitung debit volume airnya, jelas Sungai Amazon di Amerika Selatan terpanjang di dunia. Namun, posisi sungai ini sebagai sungai terpanjang di dunia diperdebatkan karena sebutan itu telah lama diberikan kepada Sungai Nil di Mesir. Silang pendapat muncul atas penentuan asal-usul Amazon.
Selain itu, anak sungai di hilir membentuk Sungai Ucayali yang akhirnya bertemu dengan Sungai Maranon, yang membentuk batang utama Sungai Amazon.
Panjang Amazon diperkirakan 4.325 mil atau 6.853 km.

330 Sungai di Indonesia dan Letaknya
Berikut 330 sungai di Indonesia dan letaknya. Masih banyak sungai yang belum termasuk dalam daftar ini.
1. Sungai Air Bengkulen di Bengkulu
2. Sungai Air Blimbing di Bengkulu
3. Sungai Air Dendan di Bengkulu
4. Sungai Air Keru di Bengkulu
5. Sungai Air Lais di Bengkulu
6. Sungai Air Lemau di Bengkulu
7. Sungai Air Pali di Bengkulu
8. Sungai Air Pikat di Bengkulu
9. Sungai Airhitam di Kalimantan Barat
10. Sungai Ajung di Jawa Timur
11. Sungai Alalak di Kalimantan Selatan
12. Sungai Alas di Bengkulu
13. Sungai Aluran di DKI Jakarta
14. Sungai Ampang di Nusa Tenggara Barat
15. Sungai Anai di Sumatera Barat
16. Sungai Angisa di Kalimantan Timur
17. Sungai Angke di DKI Jakarta
18. Sungai Angkola di Sumatera Utara
19. Sungai Antokan di Sumatera Barat
20. Sungai Apu teretak di daerah Provinsi Maluku
21. Sungai Asahan di Sumatera Utara
22. Sungai Ayong di Sulawesi Utara
23. Sungai Ayu di Kalimantan Selatan
24. Sungai Ayun di Bali
25. Sungai Baharangan di Kalimantan Selatan
26. Sungai Bahau di Kalimantan Timur
27. Sungai Bajulmati di Jawa Timur
28. Sungai Balangan di Bali
29. Sungai Baliem di Papua
30. Sungai Bangko di Riau
31. Sungai Bango di Jawa Timur
32. Sungai Bani di Kalimantan Timur
33. Sungai Bantai di Bengkulu
34. Sungai Barabai di Kalimantan Selatan
35. Sungai Barito di Kalimantan Selatan
36. Sungai Basai di Lampung
37. Sungai Batang Sosah di Riau
38. Sungai Batanggadis di Sumatera Utara
39. Sungai Batanghari di Jambi
40. Sungai Batee Like di DI Aceh
41. Sungai Batugajah di Jawa Timur
42. Sungai Batui di Sulawesi Tengah
43. Sungai Batulaya di Bali
44. Sungai Batulicin di Kalimantan Selatan
45. Sungai Bedadung di Jawa Timur
46. Sungai Beduk di Riau
47. Sungai Belawan di Sumatera Utara
48. Sungai Beliang di Kalimantan Barat
49. Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah
50. Sungai Bengkulu di Bengkulu
51. Sungai Berau di Kalimantan Timur
52. Sungai Besitang di Sumatera Utara
53. Sungai Bian di Papua
54. Sungai Binebase di Sulawesi Utara
55. Sungai Binjai di Riau
56. Sungai Bodri di Jawa Tengah
57. Sungai Bogowonto di Jawa Tengah
58. Sungai Bone di Sulawesi Selatan
59. Sungai Bongkal di daerah Sulawesi Tengah
60. Sungai Brangkal di Jawa Timur
61. Sungai Brantas di Jawa Timur
62. Sungai Bubuh di Bali
63. Sungai Bulucenrana di Sulawesi Selatan
64. Sungai Bulurangtiding di Sumatra Selatan
65. Sungai Buol di Sulawesi Tengah
66. Sungai Cacaban di Jawa Tengah
67. Sungai Castelo di Maluku
68. Sungai Cegal di Kalimantan Selatan
69. Sungai Cibeet di Jawa Barat
70. Sungai Cibinong di Jawa Barat
71. Sungai Cibulan di Jawa Barat
72. Sungai Cidanau di Jawa Barat
73. Sungai Cidurian di Jawa Barat
74. Sungai Cihideung di Jawa Barat
75. Sungai Cijolang di Jawa Tengah
76. Sungai Cikapundung di Jawa Barat
77. Sungai Cikarang di Jawa Barat
78. Sungai Cikatomas di Jawa Barat
79. Sungai Cikubang di Jawa Barat
80. Sungai Cilangkub di Jawa Barat
81. Sungai Cilosari di Jawa Barat
82. Sungai Cilosari di Jawa Barat
83. Sungai Cimandiri di Jawa Barat
84. Sungai Cimantiung di Jawa Barat
85. Sungai Cimanuk di Jawa Barat
86. Sungai Ciojar di Jawa Barat
87. Sungai Cipada di Jawa Barat
88. Sungai Cipaku di Jawa Barat
89. Sungai Cipicung di Jawa Barat
90. Sungai Cipinang di DKI Jakarta
91. Sungai Cipunegara di Jawa Barat
92. Sungai Cirawa di Jawa Barat
93. Sungai Cisadane di Jawa Barat
94. Sungai Cisanggarung di Jawa Barat
95. Sungai Cisarua di Jawa Barat
96. Sungai Citandui di Jawa Barat

97. Sungai Citarum di Jawa Barat
98. Sungai Ciujung di Jawa Barat
99. Sungai Cibeureum di Jawa Tengah
100. Sungai Ciliwung di Jawa Barat
101. Sungai Comal di Jawa Tengah
102. Sungai Cunda di DI Aceh
103. Sungai Digul di Papua
104. Sungai Dulang di Jawa Tengah
105. Sungai Emboko di Nusa Tenggara Timur
106. Sungai Fai di Nusa Tenggara Timur
107. Sungai Gaung di Riau
108. Sungai Gelombang di Kalimantan Selatan
109. Sungai Geumpang di DI Aceh
110. Sungai Girirang di Sulawesi Selatan
111. Sungai Glagah di DI Yogyakada
112. Sungai Grindulu di Jawa Timur
113. Sungai Grogol di DKI Jakarta
114. Sungai Gurakara di Nusa Tenggara Barat
115. Sungai Haruan di Kalimantan Selatan
116. Sungai Ipuh di Bengkulu
117. Sungai Jagir di Jawa Timur
118. Sungai Jaing di Kalimantan Selatan
119. Sungai Jamal di Nusa Tenggara Timur
120. Sungai Jangklok di Nusa Tenggara Barat
121. Sungai Jeh Ajung di Bali
122. Sungai Jeh He di Bali
123. Sungai Jeh Jinah di Bali
124. Sungai Jeh Poh di Bali
125. Sungai Jeh Sungi di Bali
126. Sungai Jelai di Kalimantan Barat
127. Sungai Jeneberang di Sulawesi Selatan
128. Sungai Jepara di Lampung
129. Sungai Jujuhan di Sumatra Barat
130. Sungai Juwana di Jawa Tengah
131. Sungai Kahayan di Kalimantan Tengah
132. Sungai Kalanaman di Kalimantan Tengah
133. Sungai Kambas di Lampung
134. Sungai Kampar Kanan di Riau
135. Sungai Kampar Kiri di Riau
136. Sungai Kampu di Nusa Tenggara Barat
137. Sungai Kamundan di Papua
138. Sungai Kanjiji di Nusa Tenggara Timur
139. Sungai Kapuas di Kalimantan Barat
140. Sungai Karana di Sulawesi Selatan
141. Sungai Katingan di Kalimantan Tengah
142. Sungai Kayan di Kalimantan Timur
143. Sungai Kedukul di Kalimantan Barat
144. Sungai Ketahun di Bengkulu
145. Sungai Ketanan di Riau
146. Sungai Klampis di Jawa Tengah
147. Sungai Komering di Sumatra Selatan
148. Sungai Konoweha di Sulawesi Tenggara
149. Sungai Kruet di DI Aceh
150. Sungai Krukut di DKI Jakarta
151. Sungai Kuantan/Indragiri di Riau
152. Sungai Kumpe di Jambi
153. Sungai Kurambu di Kalimantan Selatan
154. Sungai Labandia di Sulawesi Tenggara
155. Sungai Lahor di Jawa Timur
156. Sungai Laini di Sulawesi Utara
157. Sungai Lakitan di Sumatra Selatan
158. Sungai Lalindu di Sulawesi Tenggara
158. Sungai Lamandau di Kalimantan Tengah
159. Sungai Lamongan di Jawa Timur
160. Sungai Landak di Kalimantan Barat
161. Sungai Lasolo di Sulawesi Tenggara
162. Sungai Lawe Alas di DI Aceh
163. Sungai Lematang di Sumatra Selatan
164. Sungai Lilin di Kalimantan Selatan
165. Sungai Lingeh di Nusa Tenggara Timur
166. Sungai Lintang Kiri di Bengkulu
167. Sungai Logawa di Jawa Tengah
168. Sungai Lorentz di Papua
169. Sungai lpuh di Bengkulu
170. Sungai Luk Ulo di Jawa Tengah
171. Sungai Lusi di Jawa Tengah
172. Sungai Madiun di Jawa Timur
173. Sungai Mahakam di Kalimantan Timur
174. Sungai Malang di DKI Jakarta
175. Sungai Malasa di Sulawesi Selatan
176. Sungai Mandar di Sulawesi Selatan
177. Sungai Maraju di Sulawesi Tengah
178. Sungai Maraleng di Sulawesi Selatan
179. Sungai Marikrubu di Maluku
180. Sungai Martapura di Kalimantan Selatan
181. Sungai Masiulang di Maluku
182. Sungai Matarombeo di Sulawesi Tenggara
183. Sungai Mayu di Papua
184. Sungai Medono di Jawa Tengah
185. Sungai Melawi di Kalimantan Barat
186. Sungai Meliau di Kalimantan Barat
187. Sungai Memberamo di Papua
188. Sungai Mempawah di Kalimantan Barat
189. Sungai Mendawai di Kalimantan Tengah
190. Sungai Merauke di Papua
191. Sungai Merawu di Jawa Tengah
192. Sungai Mesuji di Sumatra Selatan
193. Sungai Mesup di Sulawesi Tengah
194. Sungai Meureudu di DI Aceh
195. Sungai Mokervart di DKI Jakarta
196. Sungai Muna di Kalimantan Barat
197. Sungai Musi di Sumatra Selatan
198. Sungai Naha di Sulawesi Utara
199. Sungai Nal di Nusa Tenggara Barat
200. Sungai Nalipang di Sumatra Utara
201. Sungai Nasal di Bengkulu
202. Sungai Negara di Kalimantan Selatan
203. Sungai Noordwese di Papua
204. Sungai Ogan di Sumatra Selatan
205. Sungai Ombilin di Sumatra Barat
206. Sungai Opak di DI Yogyakarta
207. Sungai Oyo di DI Yogyakarta
208. Sungai Padanggila di Bengkulu
209. Sungai Pakerisan di Bali
210. Sungai Paloh di Kalimantan Barat
211. Sungai Palu di Sulawesi Tengah
212. Sungai Pameriliun di Lampung
213. Sungai Pancuran di Bali
214. Sungai Pandalaras di Jawa Timur
215. Sungai Pangi di Bali
216. Sungai Pasaman di Sumatra Barat
217. Sungai Patanu di Bali
218. Sungai Pawan di Kalimantan Barat
219. Sungai Peleang di Sulawesi Tenggara
220. Sungai Pemali di Jawa Tengah
221. Sungai Pembuang di Kalimantan Tengah
222. Sungai Pengabuan di Jambi
223. Sungai Pesanggrahan di DKI Jakarta
224. Sungai Peureulak di DI Aceh
225. Sungai Peusangan di DI Aceh
226. Sungai Pitap di Kalimantan Selatan
227. Sungai Pliwis di Nusa Tenggara Barat
228. Sungai Polapare di Nusa Tenggara Timur
229. Sungai Polgar di Sulawesi Utara
230. Sungai Poso di Sulawesi Tengah
231. Sungai Progo di Jawa Tengah
232. Sungai Putih di Nusa Tenggara Barat
233. Sungai Rambang di Sumatera Selatan
234. Sungai Ranayapu di Sulawesi Utara
235. Sungai Ranggos di DI Aceh
236. Sungai Rawas di Sumatera Selatan
237. Sungai Rejoso di Jawa Timur
238. Sungai Reteh di Riau
239. Sungai Riam di Kalimantan Selatan
240. Sungai Rissa di Nusa Tenggara Timur
241. Sungai Rokan Kanan di Riau
242. Sungai Rokan Kiri di Riau
243. Sungai Ruate di Maluku
244. Sungai Saddang di Sulawesi Selatan
245. Sungai Sadong di Sulawesi Selatan
246. Sungai Saju di Kalimantan Barat
247. Sungai Saleh di Sumatera Selatan
248. Sungai Sambas di Kalimantan Barat
248. Sungai Sambong di Jawa Tengah
249. Sungai Sampean di Jawa Timur
250. Sungai Sampit di Kalimantan Tengah
251. Sungai Sampolawa di Sulawesi Tenggara
252. Sungai Sangiang di Bali
253. Sungai Sangir di Sumatera Barat
254. Sungai Sang-Sang di Bali
255. Sungai Sapatewa di Maluku
256. Sungai Sapulawa di Maluku
257. Sungai Sarafo di Maluku
258. Sungai Sarkam di Sumatera Utara
259. Sungai Seblat di Bengkulu
260. Sungai Sekajam di Kalimantan Barat
261. Sungai Sekampung di Lampung
262. Sungai Seluma di Bengkulu
263. Sungai Semah di Lampung
264. Sungai Semanan di DKI Jakarta
265. Sungai Sembakung di Kalimantan Timur
266. Sungai Sengarit di Kalimantan Barat
267. Sungai Sengkarang di Jawa Tengah
268. Sungai Senyiur di Kalimantan Timur
269. Sungai Seputih di Lampung
270. Sungai Serang di Jawa Tengah
271. Sungai Serayu di Jawa Tengah
272. Sungai Serengam di Jambi
273. Sungai Seruyan di Kalimantan Tengah
274. Sungai Sesayap di Kalimantan Timur
275. Sungai Setail di Jawa Timur
276. Sungai Siak di Riau
277. Sungai Sibundung di Sumatera Utara
278. Sungai Sidutan di Nusa Tenggara Barat
279. Sungai Sihilang di Sumatera Barat
280. Sungai Simpang Balek di Lampung
281. Sungai Simpang Kanan di DI Aceh
282. Sungai Simpang Kiri di DI Aceh
283. Sungai Sindung di Sumatera Barat
284. Sungai Singga di Sulawesi Selatan
285. Sungai Singkuang di Sumatera Utara
286. Sungai Singoan di Jambi
287. Sungai Sirantih di Sumatera Barat
288. Sungai Sircanden di Papua
289. Sungai Sragi di Jawa Tengah
290. Sungai Sukadana di Lampung
291. Sungai Suko di Jawa Timur
292. Sungai Sumbermarijing di Jawa Timur
293. Sungai Sumbul di Bali
294. Sungai Sumpel di Nusa Tenggara Barat
295. Sungai Sunter di DKI Jakarta
296. Sungai Tabalong di Sulawesi Utara
297. Sungai Tabuan di Kalimantan Selatan
298. Sungai Takuwono di Sulawesi Tengah
299. Sungai Tangkok di Sulawesi Selatan
300. Sungai Tanjungaur di Bengkulu
301. Sungai Tapin di Kalimantan Selatan
302. Sungai Tarusan di Sumatera Barat
303. Sungai Telen di Kalimantan Timur
304. Sungai Tengah di DKI Jakarta
305. Sungai Tepa di Nusa Tenggara Barat
306. Sungai Tepus di DI Yogyakarta
307. Sungai Teunom di DI Aceh
308. Sungai Togorala di Maluku
309. Sungai Toili di Sulawesi Tengah
310. Sungai Tulangbawang di Lampung
311. Sungai Tukad Ayung di Bali
312. Sungai Tukad Banjumala di Bali
313. Sungai Tukad Buleleng di Bali
314. Sungai Tukad Parikesan di Bali
315. Sungai Tulangbawang di Lampung
316. Sungai Tutul di Sulawesi Utara
317. Sungai Udang di DKI Jakarta
318. Sungai Ulkuli di SuIawesi Tengah
319. Sungai Unda di Bali
320. Sungai Wahan di Kalimantan Timur
321. Sungai Waila di Di Aceh
322. Sungai Wajalu di Nusa Tenggara Timur
323. Sungai Walanae di Sulawesi Selatan
324. Sungai Wampu di Sumatra Utara
325. Sungai Warenoi di Papua
326. Sungai Watumakale di Sulawesi Tenggara
327. Sungai Wera di Nusa Tenggara Timur
328. Sungai Wesanga di Sulawesi Tengah
329. Sungai Winong di Jawa Timur
330. Sungai Woyla di DI Aceh. []GOOD INDONESIA-RE
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: [email protected]]
The post Sungai-sungai Membelah Wilayah Indonesia, Anda Tahu Jumlahnya? appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Kapal Selam KRI 405 Alugoro 100 Persen Karya Putra-putri Indonesia! appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Melalui situs resminya, pal.co.id, perusahaan yang operasinya berawal di galangan kapal Marine Establishment (ME) milik Kolonial Belanda yang diresmikan pada 15 April 1939, melansir informasi perkembangan terbaru produk kapal selam dimaksud pada Selasa, 21 Januari 2020.
Diungkapkan, kapal selam 100 persen karya anak bangsa Alugoro telah menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Alugoro. Tahapan NDD dinyatakan berhasil. KRI 405 Alugoro mampu menyelam hingga kedalaman 250 meter.
Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro, tahapan NDD sangat penting karena setelah tahapan NDD berhasil dilaksanakan dapat disimpulkan 90 persen proses pembuatan telah rampung.
Tahapan NDD Kapal Selam Alugoro ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Kelaikan Materiil Angkatan Laut (Kadislaikmatal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Rachmad Hartoyo, Project Officer Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksma TNI Listiyanto, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh, dan Executive Vice President Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Su Joon Yoo.
KRI 405 Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembuatan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan DSME, perusahaan Korea Selatan (Korsel).
PT PAL menegaskan keberhasilan pembuatan Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Kapal selam ini sepenuhnya dibangun di fasilitas PT PAL Indonesia (Persero).
Dalam pengerjaan joint section, PT PAL berhasil menyelesaikan seluruh tahap dengan predikat zero defect.
Peluncuran serta pemberian nama kapal dilakukan pada 11 April 2019 di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero). Setelah itu Alugoro menjalani berbagai proses pengujian, seperti Harbour Acceptance Test (HAT), SAT, dan direncanakan diserahkan kepada Kemhan untuk digunakan oleh TNI AL pada Desember 2020.
Alugoro berjenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class) memang pesanan TNI AL, yang dibangun PT PAL bersama DSME dalam skema transfer teknologi.
Indonesia memesan tiga kapal selam dari DSME, sebanyak dua unit sudah dibuat di Korsel, yakni KRI 404 Ardadedali dan KRI 403 Nagapasa. Sedangkan KRI 405 Alugoro diproduksi di galangan kapal milik PT PAL.
Kapal U209 Chang Bogo Class memiliki panjang 61,3 m dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air, mampu membawa 40 personel. Kemampuan jelajahnya hingga 50 hari dan didesain dengan life time 30 tahun.
Bobot total kapal selam tersebut sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam di bawah permukaan.

Keberhasilan pembuatan kapal selam ini bisa jadi pelajaran berikutnya. Apalagi Menhan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator (Menko) Kamaritiman Luhut Pandjaitan akan membeli kapal long ocean atau kapal panjang. Disebut-sebut kapal Iver Huitfeldt-Class buatan Denmark menjadi incaran. Indonesia berupaya agar pembelian kapal perang ini pun menerapkan skema transfer teknologi.
Tiga Kapal Selesai 77 Bulan
PT PAL menargetkan penyerahan batch ke-2 dalam waktu 77 bulan atau sekitar enam hingga tujuh tahun ke depan. Saat ini, perusahaan yang operasionalnya berpusat di Surabaya ini fokus dalam tahap learning growth untuk menguasai pembuatan, pengujian, dan pemeliharaan kapal selam.
KRI 405 Alugoro dipastikan memiliki spesifikasi mumpuni seperti kapal selam sebelumnya; KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali.
Kapal selam ke-2, KRI Ardadedali saja memiliki panjang 61,3 meter dan diameter 6,2 meter dengan draft 5,7 meter yang mampu membawa 40 kru kapal.
Kemampuan selamnya mencapai kedalaman Maximum Diving Depth (MDD) 300 meter dan Nominal Diving Depth (NDD) 250 meter. Kapal ini melaju hingga 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan. Kapal selam ini mampu bertahan 50 hari di dalam air.
Sementara, Alugoro sudah dibekali dengan berbagai sensor pengindraan yang memenuhi fungsi asasi kapal selam. Platform kapal selam U209 mampu dipasangi peluru kendali, namun kembali pada prioritas fungsinya.

Butuh 12 Kapal Selam
Untuk mengamankan laut Indonesia, TNI AL hari ini membutuhkan paling sedikit 12 kapal selam. Jika tidak ada aral melintang, negara maritim ini memiliki tujuh kapal selam pada akhir 2020.
Armada kapal selam bagi Indonesia menilai strategis guna membangun kekuatan pertahanan di bawah air. Terlebih lagi jika nantinya dilengkapi peluru kendali. Armada kapal selam jelas semakin mengukuhkan wibawa TNI AL dalam mengawal kedaulatan perairan Indonesia.
TNI AL kini diarahkan memiliki 71 ribu personel. Bersama kemampuan segenap prajuritnya, TNI AL juga terus menguatkan empat komponen dasarnya, yakni kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan. []GOOD INDONESIA-RE
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Kapal Selam KRI 405 Alugoro 100 Persen Karya Putra-putri Indonesia! appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Sejarah Lahir TVRI dan Nasib Media Pemersatu Bangsa appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Reporter Alex Leo melaporkan pesta olahraga tersebut. Siaran langsung yang masih berlayar hitam-putih dilakukan pada pukul 15.17 WIB hingga 16.40 WIB. Kemudian dilanjutkan pada 20.45 WIB. Momentum siaran perdana ini dijadikan tonggak hari jadi TVRI.
Grup Musik Pertama di Layar Kaca
Menarik diketahui, Orkes Kumbang Tjari merupakan grup musik pertama yang tampil di TVRI –sekaligus di layar kaca pertama di Indonesia– ketika stasiun televisi pemerintah itu diresmikan tahun 1962. Orkes ini menampilkan musik Minangkabau bernuansa rock n roll.
Saat dipercaya tampil membuka peresmian TVRI, sebetulnya grup musik ini baru terbentuk setahun sebelumnya. Pendirinya Nuskan Sjarif, sang gitaris.
“Petikan2 gitar Nuskan Sjarif sering mengingatkan orang akan bunji alat2 musik asli Minang seperti talempong, rebab, dan saluang,” tulis Hasmanan dari Orkes Gumarang dalam testimoni di cover piringan hitam Kumbang Tjari.
“Sebagai orkes baru jang masih harus berdjuang memenangkan simpatik dan popularitas, menarik sekali nafas dan penghajatan jang diberikan ’Kumbang Tjari’ terhadap lagu-lagunja. Hidangan2 mereka terasa masih dekat sekali kepada tjara lagu2 rakjat asli Minang dibawakan,” demikian Hasmanan dari Orkes Gumarang.
Bersama bintangnya, Elly Kasim, Kumbang Tjari membesut sejumlah lagu. Antara lain, Mak Tatji, Kumbang Djanti, Kaparinyo, Dayuang Palinggam, Bareh Solok, Main Kim, Lamang Tapai, dan Ayam Den Lapeh.
Kumbang Tjari juga mengisi acara pembukaan Bali Room, Hotel Indonesia, dan kemudian tampil bersama Gumarang serta Taruna Ria dalam pertunjukan bertajuk “Tiga Raksasa” di Istora Senayan.
Sejak tampil meresmikan TVRI, kelompok ini kian naik daun. Mereka mendadak tersohor di seantero penikmat musik Nusantara.
Kumbang Tjari pernah vakum ketika Nuskan Sjarif yang seorang guru SMP Negeri 1 Padang ditempatkan di daerah Sukarnapura (sekarang Jayapura), Papua, pada Juli 1963.

Napak Tilas Kelahiran TVRI
Pada 1961, Pemerintah Indonesia berencana memasukkan media massa, khususnya televisi, dalam perencanaan penyelenggaraan Asian Games IV.
Keberadaan televisi dianggap penting untuk menyiarkan pertandingan Asian Games 1962 yang berlangsung di Indonesia. Pemerintah menilai hajat internasional ini penting diketahui rakyat di seluruh penjuru tanah air.
Keluarlah Surat Keputusan (SK) Menteri Penerangan Nomor 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
SK tersebut diperkuat oleh arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Soekarno untuk segera mempersiapkan proyek televisi dengan membangun studio di Senayan, membangun dua pemancar 100 watt dan 10 kw dengan tower 80 meter, dan mempersiapkan program terkait pertelevisian.
Saat itu, 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno sedang di Wina. Arahan dikirim via teleks ke Menteri Penerangan Maladi. Waktu persiapan hanya 10 bulan.
“TVRI adalah bagian dari proyek mercusuar pemerintahan Soekarno,” tulis Agus Sudibyo dalam ‘TVRI, Sejarah, dan Kendala Menuju Televisi Publik’ yang termuat dalam buku Ekonomi Politik Media Penyiaran.
“Sebuah proyek yang menempatkan gengsi bangsa di mata dunia luar sebagai prioritas utama,” papar Agus.
Kerja keras persiapan berbuah. Pada 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan. Peringatan milad Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi target peliputan. Siaran percobaan ini menggunakan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt.
Saat Asian Games berlangsung, TVRI menyiarkan pertandingan berbagai cabang olahraga.
Usai Asian Games pada 4 September 1962, TVRI belum memiliki program siaran, Karenanya pada 5 September 1962, materi siaran yang dipancarkan adalah film produksi Pusat Film Negara (PFN), yang hanya memunculkan suara tanpa gambar. Masih seperti radio.
Durasi siaran 30 menit selama lima kali seminggu, dari Senin hingga Jumat. Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tak ada siaran.
Pada 12 November 1962, TVRI mulai menyiarkan program rutin setiap hari dari studio. Selanjutnya, pada 14 November 1962, siaran langsung piano tunggal Supardi.
TVRI Daerah
Pembangunan stasiun penyiaran daerah dirintis pada 1964, dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang melakukan siaran percobaan. Tayangannya berupa relay dari Jakarta.
Percobaan teknik kedua adalah percobaan master control. Percobaan awal belum maksimal sehingga gambar sering kabur dan suara tidak terang.
Setelah di Yogyakarta, Stasiun TVRI Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Balikpapan menyusul dibangun.
Pembangunan Stasiun Produksi Keliling (SPK) mulai pada 1977. Dilaksanakan secara bertahap di beberapa ibu kota provinsi. SPK berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah. Lokasi SKP:
1. Jayapura
2. Ambon
3. Kupang
4. Malang (1982, diintegrasikan dengan TVRI Stasiun Surabaya)
5. Semarang
6. Bandung
7. Banjarmasin
8. Pontianak
9. Banda Aceh
10. Jambi
11. Padang
12. Lampung

Menjadi Televisi Publik
Status pada era Orde Baru pada 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tata kerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat. Pelaksananya bertanggung jawab pada Direktur Jendral Radio, Televisi, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Sebagai media plat merah, TVRI bertugas sebagai corong kebijakan pemerintah. Ada kebijakan two-way traffic (lalu lintas dua arah), informasi dari rakyat untuk pemerintah dibuka, sepanjang tidak mendiskreditkan penguasa.
Kebijaksanaan pemerintah harus dapat diterjemahkan oleh insan TVRI melalui siaran dari studio di ibu kota negara dan daerah secara cepat, tepat, dan terkendali. TVRI memang dirancang menjadi well-integrated mass media dalam garis kebijakan pemerintah.
Pada 1975, diterbitkan SK Menteri Penerangan (Menpen) Nomor 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975. Dalam hal ini TVRI memiliki status ganda, yaitu bagian Yayasan Televisi RI dan Direktorat Televisi.
Di era Reformasi pada Juni 2000, keluar Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.
Pada Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan Republik Indonesia dalam urusan keuangan.
Pada 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002. Status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kantor Menteri Negara BUMN.
Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara.
Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah menghadirkan informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri, dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa.
Jangkau Seluruh Wilayah RI
TVRI sebagai stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia.
TVRI saat ini memiliki 27 stasiun daerah dan 1 stasiun pusat didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ke-27 stasiun daerah tersebut sebagai berikut:
1.TVRI Stasiun DKI Jakarta
2.TVRI Stasiun Nangroe Aceh Darussalam
3.TVRI Stasiun Sumatera Utara
4.TVRI Stasiun Sumatera Selatan
5.TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten
6.TVRI Stasiun Jawa Tengah
7.TVRI Stasiun Jogyakarta
8.TVRI Stasiun Jawa Timur
9.TVRI Stasiun Bali
10.TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
11.TVRI Stasiun Kalimantan Timur
12.TVRI Stasiun Sumatera Barat
13.TVRI Stasiun Jambi
14.TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
15.TVRI Stasiun Kalimantan Barat
16.TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
17.TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
18.TVRI Stasiun Papua
19.TVRI Stasiun Bengkulu
20.TVRI Stasiun Lampung
21.TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
22.TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
23.TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
24.TVRI Stasiun Gorontalo
25.TVRI Stasiun Sulawesi Utara
26.TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
27.TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara
Siaran VHF dan UHF
Siaran TVRI menggunakan dua sistem; VHF dan UHF. menyusul berdirinya stasiun pemancar Gunung Tela di Bogor pada 18 Mei 2002. Kekuatannya 80 Kw. Kota-kota yang telah menggunakan UHF, yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur.
TVRI dewasa ini, dengan perubahan status TVRI dari perjan ke televisi publik sesuai Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran maka TVRI diberi masa transisi selama tiga tahun. Acuannya Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002, bahwa TVRI berbentuk persero atau PT.
Melalui badan persero, pemerintah mengharapkan direksi TVRI melakukan pembenahan bidang manajemen, struktur organisasi, SDM, dan Keuangan. Sehubungan dengan ini direksi melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di bidang marketing dan programing, mengingat sikap mental karyawan membuat hampir semua acara mengacu status perjan yang kurang memiliki nilai jual.
Bertepatan peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2003, TVRI mengoperasikan kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik. Programa 2 TVRI juga memiliki Programa 2 Jakarta, pada saluran/channel 8 VHF.
Programa 2 mulai mengudara pada April 1989 dengan acara tunggal siaran berita bahasa Inggris dengan nama “Six Thirty Report” selama setengah jam pada pukul 18.30 WIB, di bawah tanggung jawab Bagian Pemberitaan. Pada perkembangannya rubrik ini berubah nama menjadi “English News Service” (ENS).
Programa 2 TVRI kini mengudara mulai pukul 16.00-21.00 WIB dengan berbagai jenis sajian berita dan hiburan. Ada negosiasi dengan pihak swasta untuk bekerja sama di bidang manajemen produksi dan siaran Programa 2 TVRI Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya rencana perubahan frekuensi dari VHF ke UHF.
Bidang siaran lebih menekankan paket-paket jadi (can product) dengan materi siaran untuk konsumsi masyarakat metropolitan Jakarta.

Tergusur Televisi Swasta
Pada 1976, satelit Palapa A1 diresmikan sebagai unsur Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). Satelit ini memungkinkan TVRI mendistribusikan siarannya menjadi lebih luas. Memasuki 1980, TVRI memperkenalkan sistem dual channel, ada siaran nasional dan lokal.
SKSD juga membuka keran munculnya televisi swasta di Indonesia. Pada 24 Agustus 1989, lahirlah stasiun televisi kedua di Indonesia bernama Rajawali Citra Televisi atau lebih dikenal dengan singkatan RCTI.
RCTI dimiliki oleh Bambang Trihatmodjo, anak Presiden RI Soeharto. Menyusul pada 24 Agustus 1990, lahir stasiun televisi ketiga bernama Surya Citra Televisi atau SCTV. Sebelumnya, SCTV bernama SCTI atau Surabaya Centra Televisi Indonesia. SCTV milik Sudwikatmono.
Setelah RCTI dan SCTV, perkembangan stasiun televisi swasta bertumbuh pesat. Berikut televisi swasta yang mendampingi TVRI:
1. RCTI (1989)
2. SCTV (1990)
3. TPI (1991)
4. Indosiar (1992)
5. ANTV (1992)
6. Trans TV
7. Metro TV
8. Global TV
9. Lativi (tvOne)
10. TV7 (Trans7)
Siaran stasiun televisi swasta yang lebih ngepop mengakibatkan TVRI ditinggalkan pemirsa, khususnya di perkotaan. Hal ini mencuatkan pertanyaan besar akan tanggung jawab TVRI sebagai “kanal pemersatu bangsa”.
Masihkah TVRI menjalankan fungsi “pemersatu” hari ini, saat Indonesia cenderung tercabik oleh gerakan politik sempit? []GOOD INDONESIA-RE
Rujukan:
Wikipedia.org
Kompas.com
Jpnn.com
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Sejarah Lahir TVRI dan Nasib Media Pemersatu Bangsa appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Putra Mahkota UEA Sebut ‘Bro’ Saat Menyapa Presiden Jokowi appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Mohamed menyebutkan sapaan istimewa itu saat pertemuan resmi Presiden RI dan delegasi di Istana Qasr Al-Watan, Abu Dhabi, Minggu malam, 12 Januari 2020.
Putra Mahkota Mohamed menerima Presiden Jokowi dalam suasana santai, meskipun status agenda merupakan pertemuan kenegaraan atau sangat resmi.
Tak hanya menyapa akrab Jokowi, Mohamed menyatakan harapannya agar Presiden RI dan rakyat Indonesia menjadikan UEA sebagai rumah kedua.
“Selamat datang di rumah kedua,” kata Mohamed mengawali sambutannya kepada Jokowi dan rombongan.
Ia bahkan mengatur posisi kursi untuk Presiden Jokowi saat akan duduk untuk menandatangani buku tamu kepresidenan.
Mohamed juga terlihat beberapa kali memegang dan menjabat tangan Jokowi dengan erat seraya tersenyum penuh keakraban.
Putra Mahkota UEA menyatakan saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu, ia terkesan dengan sambutan ala Indonesia.
“Kami meniru apa yang dilakukan di Indonesia. Di sini juga kita bertemu dengan anak-anak yang membawa bendera UEA dan Indonesia,” kata Mohamed.
Tuan rumah juga beberapa kali mengatakan Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbanyak di dunia. Karenanya, UEA sangat ingin untuk terus meningkatkan hubungan persahabatan dan kontribusinya dalam pembangunan Indonesia.
16 Poin Kerja Sama
Pertemuan Presiden Jokowi dan delegasi dengan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed bersama jajarannya menghasilkan 16 kesepakatan.
Kesepakatan tersebut terdiri atas lima perjanjian kerja sama pemerintah dan 11 lainnya antara pelaku usaha kedua negara.
Lima poin perjanjian kerja sama antar pemerintah mencakup bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.
Sementara 11 kesepakatan bisnis meliputi sektor energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Estimasi total nilai investasi sebesar 22,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp314,9 triliun.
Lima kerja sama antara pemerintah atau G to G, yakni Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Agama RI dengan General Authority of Islamic Affairs and Endowments of the United Arab Emirates terkait kerja sama di bidang urusan agama Islam dan wakaf.
Kedua, MoU antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Menteri Pendidikan UEA terkait kerja sama di bidang pendidikan.
Ketiga, MoU antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA terkait kerja sama di bidang pertanian dan diversifikasi pangan.
Keempat, MoU antara Menteri Kesehatan RI dengan Menteri Kesehatan dan Pencegahan UEA terkait kerja sama kesehatan.
Kelima, MoU antara BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan National Intelligence Service of United Arab Emirates terkait kerja sama konter terorisme.
Sementara kerja sama antara pelaku usaha atau B to B, kedua negara sepakat bekerja sama dalam proyek senilai 22,89 miliar dolar AS. UEA akan berpartisipasi berkisar 30 persen di antaranya atau sekitar 6,8 miliar dolar AS.
Pertama, Power Purchase Agreement (PPA) antara konsorsium PT PJB Investasi (PT PJBi dan Masdar) dan PT PLN (Persero) dalam “Floating Solar PV PP 145 MWAC” di Danau Cirata, Jawa Barat, senilai 129 juta dolar AS.
Kedua, Refinery Investment Principle Agreement (RIPA) antara Mubadala Investment Company dan PT Pertamina (Persero) untuk melanjutkan negosiasi dalam seleksi kemitraan setara untuk PT. Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) – RDMP RU V. senilai 5,5 miliar dolar AS.
Ketiga, kontrak penyediaan LPG antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) and PT Pertamina senilai 270 juta dolar AS.
Keempat, Project Execution Agreement – Gresik Container Terminal antara DP World dan PT. Pelabuhan Indonesia Maspion senilai 1,2 miliar dolar AS.
Kelima, amandemen Memorandum of Understanding (MoU) antara Emirates Global Aluminium (EGA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) senilai 71 juta dolar AS.
Keenam, Memorandum of Understanding (MoU) terkait “Evaluate a Potential Crude to Petrochemical Complex Project at Balongan” antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan PT Pertamina (Persero) dalam hal proyek Balongan di Jawa Barat senilai 12,6 miliar dolar AS.
Ketujuh, Long Term Naphta Supply Contract antara ADNOC dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. senilai 3 miliar dolar AS.
Kedelapan, Memorandum of Understanding (MoU) antara SAAL Operating System – Sole Proprietorship LLC (Saal.ai) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dalam hal implementasi pendidikan digital untuk K-12 di Indonesia senilai 23,5 juta dolar.
Kesembilan, Memorandum of Understanding (MoU) & Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) dan TW Container Services Ltd. (TWCS) bertajuk “Development of a Custom Bounded Third Party Logistics Park, Dry Port and Inland Container Depot” di Subang, Jawa Barat, senilai 100 juta dolar AS.
Kesepuluh, Memorandum of Understanding (MoU) antara Elite Agro LLC, UAE dan Indonesian Agency for Agricultural Research And Development (IAARD), Kementerian Pertanian RI terkait “Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization” di Lembang, Jawa Barat.
Kesebelas, Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Lulu Group International terkait optimalisasi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat melalui empowerment dan program capacity building. []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Putra Mahkota UEA Sebut ‘Bro’ Saat Menyapa Presiden Jokowi appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Kekayaan Maritim Indonesia Bikin Ngiler appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Luas wilayahnya sekitar 7,81 juta kilometer persegi. Terdiri atas daratan 2,01 juta kilometer persegi dan lautan 3,25 juta kilometer persegi, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 2,55 juta kilometer persegi.
Karena luas perairan yang lebih luas ketimbang daratannya maka Indonesia masuk kelompok negara maritim.
Wilayah pesisir Indonesia sungguh indah. Nyiur melambai di mana-mana. Pantai pasir putih terhampar di sekitarnya.
Itu di daratan. Di dasar perairannya, luas terumbu karang Indonesia mencapai 50.875 kilometer persegi. Juga tak kalah cantik dibanding rayuan pulau kelapa.
Terumbu karang Indonesia menyumbang tak kurang 18 persen luas total terumbu karang dunia dan 65 persen luas total coral triangle. Sebagian besar terumbu karang ini terhampar di perairan bagian timur Indonesia.
Isi lautan bangsa besar ini sungguh mewah. Beragam jenis ikan, udang, dan berbagai jenis hewan laut membuat iri bangsa lain.
Bernilai Rp1.772 Triliun
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat perkiraan kasar potensi laut Indonesia hingga Maret 2019 senilai Rp1.772 triliun. Angka ini sama dengan 93 persen total pendapatan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ) 2018.
Angka kasar tersebut belum termasuk perhitungan-perhitungan subjektif yang membuat nilai kekayaan berbeda-beda di setiap daerah. Juga belum termasuk keragaman hayati lainnya lagi yang perlu diverifikasi nilainya.

Di posisi Rp1.772 triliun, di antaranya Rp312 triliun sektor perikanan, Rp45 triliun terumbu karang, Rp21 triliun mangrove, Rp4 triliun lamun, Rp560 triliun kekayaan pesisir, Rp400 triliun bioteknologi, Rp20 triliun wisata bahari, Rp210 triliun minyak bumi, dan Rp200 triliun transportasi laut.
Pemanfaatan Minim
Sayangnya, potensi raksasa laut nusantara belum diiringi pemanfaatan maksimal. Berbagai kendala menjadi alasan.
Data United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan nilai sumber daya dan jasa laut Indonesia mencapai $2,5 triliun per tahun. Sebanyak 25,14 persen total penduduk miskin nasional menggantungkan hidup dari laut.
[Baca juga: Mengapa Negara Kepulauan Republik Indonesia Membanggakan?]
The State of World Fisheries and Aquaculture (FAO, 2018) memang menyimpulkan Indonesia konsisten sebagai penghasil utama perikanan tangkap dan budi daya dunia yang terus memperkuat produksi di berbagai sektor selama dua dekade terakhir.
Pada 2016, FAO mencatat Indonesia bukan hanya menghasilkan 23,5 juta ton untuk gabungan perikanan tangkap –laut dan perairan umum– maupun budi daya, tetapi juga menyumbang 7,4 persen total 81,6 juta ton perikanan tangkap dunia.
Secara global, Indonesia menduduki peringkat dua setelah Cina. Indonesia menghasilkan enam juta ton tangkapan laut.
Komoditas utama yang paling banyak menyumbang devisa negara adalah udang (termasuk lobster), disusul tuna, cakalang, dan tongkol, pun rumput laut sebagai salah satu komoditas terberat meski nilai jual tak setinggi udang.
Jumlah besar itu belum memanfaatkan sampai setengah potensi perikanan laut Indonesia.
Meskipun, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi sumber daya ikan di Indonesia terus meningkat sejak tahun 1997 dan mencapai 12,5 juta ton pada 2017. Minimnya pemanfaatan potensi laut akibat nelayan belum didukung teknologi perikanan yang memadai.

Lima Fakta
Berikut lima fakta tentang lautan Indonesia versi UNDP:
1. Indonesia terdiri atas sebagian besar Segi Tiga Karang. Di dalamnya mengandung sekitar 76 persen spesies karang dunia dan 37 persen spesies ikan terumbu karang dunia.
2. Indonesia memiliki keanekaragaman ikan terumbu karang tertinggi di dunia.
[Baca juga: Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi]
3. Sekitar 54 persen pasokan protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut. Negara ini memasok sekitar 10 persen komoditas laut global.
4. Kehidupan laut Indonesia berada di bawah ancaman penangkapan ikan yang berlebihan dan menipisnya persediaan.
5. Sebanyak 2,8 juta rumah tangga di Indonesia terlibat langsung dalam industri komoditas laut.
Kekayaan laut Indonesia jelas senilai harta karun. Jika diibaratkan mobil maka nilai maritim negara kepulauan ini bak super car edisi terbatas. Mewah nian, yang seharusnya tak hanya membuat warganya bangga, namun juga senantiasa bersyukur. Mari memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat kebanyakan. []GOOD INDONESIA-RE
Rujukan:
Gatra.com
Undp.org
Kkp.go.id
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Kekayaan Maritim Indonesia Bikin Ngiler appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Malaysia Jajaki Pengembangan ‘Wakafprenuer’ Rintisan BWI appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Pengurus BWI Imam Nur Azis, M.A. mengemukakan hal tersebut kepada GOOD INDONESIA di Jakarta, Kamis malam, 2 Januari 2020.
“BWI dan Badan Wakaf Malaysia segera mempererat hubungan dan kerja sama. Semangat itu tertuang dalam pertemuan pimpinan Badan Wakaf Malaysia dengan kami baru-baru ini di kantor BWI pusat di Jakarta,” ungkap Imam.
Hadir dalam pertemuan dimaksud, antara lain, Ahli Lembaga Pengarah MAIWP Malaysia Dr. Ridzwan bin Bakar. Mewakili pimpinan BWI, Imam menerima tim Badan Wakaf Malaysia dan membahas rencana program kerja sama yang bakal dikembangkan.
[Baca juga: Fusi Foundation Gelar Kekuatan Dahsyat Wakaf di UI]
Pertemuan itu, menurut Imam lagi, langkah awal kedua lembaga dalam menjajaki kerja sama memajukan perekonomian syariah di masing-masing negara. Kedua belah pihak sepakat bahwa kemajuan perekonomian syariah menyokong kemajuan bangsa.
BWI dan Badan Wakaf Malaysia akan mempelajari keunggulan pengembangan wakaf mitranya, untuk diterapkan di negara masing-masing. Dengan demikian, sektor wakaf khususnya semakin maju di kedua negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Pihak Malaysia sangat tertarik meneliti kemajuan wakafprenuer dan wakaf rumah sakit yang dikembangkan Badan Wakaf Indonesia,” Imam menambahkan.
Ditambahkan, pihak MAIWP Malaysia dalam waktu dekat kembali ke Indonesia untuk mengonkretkan agenda kerja sama yang telah dibahas.
Menurut Imam, dirinya telah menjalin komunikasi awal dengan Ridzwan dalam acara Global Waqf Conference ke-7 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada November lalu.
[Baca juga: Internasional Apresiasi Inovasi Wakaf Generasi Milenial]
Pada kesempatan itu, Imam memaparkan gagasan yang dikembangkan BWI tentang perlunya kalangan pengusaha milenial dilibatkan dalam program wakaf. Usaha penggabungan wakaf dengan entrepreneur ini disebut “wakafprenuer”. []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Malaysia Jajaki Pengembangan ‘Wakafprenuer’ Rintisan BWI appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Kepulauan tersebut dapat dikelompokkan dalam empat gugusan:
1. Sunda Besar, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian Selatan, dan Sulawesi.
2. Sunda Kecil, meliputi Nusa Tenggara, Bali, rantai pulau yang membentang ke arah Timur melalui Timor
3. Maluku, meliputi pulau-pulau di antara Sulawesi dan Papua.
4. Papua, meliputi Papua bagian Barat.
Ibu kota negara, Jakarta, berada tak jauh dari pantai sisi barat Jawa.
Pada awal abad ke-21 Indonesia adalah negara terpadat di Asia Tenggara dan terpadat keempat di dunia.
Indonesia sebelumnya dikenal sebagai Hindia Belanda. Bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan resmi bernama Indonesia.
Nama “indonesia” digunakan pada awal 1884 oleh seorang ahli geografi Jerman. Kata “indonesia” diperkirakan berasal dari bahasa Yunani “indos” (India) dan “nesos” (pulau).
Setelah masa pendudukan oleh Jepang (1942–1945) selama Perang Dunia II, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan dari Belanda pada 17 Agustus 1945. Namun, perjuangannya kemerdekaan berlanjut sampai 1949, ketika Belanda resmi mengakui kedaulatan Indonesia.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui bagian barat Pulau Papua sebagai bagian Indonesia pada 1969. Luasannya seperti sekarang.
Timor Timur (Timor Leste) masuk wilayah Indonesia pada 1976. Setelah referendum yang diorganisir oleh PBB pada 1999, Timor Timur menyatakan kemerdekaannya dan sepenuhnya berdaulat pada 2002.
Kepulauan Indonesia mewakili wilayah yang paling tidak biasa di dunia. Ia berada di bentang besar lempeng tektonik bumi, mencakup dua bidang flora dan fauna. Selama ribuan tahun telah menjadi perhubungan antara masyarakat dan budaya Oceania dan Asia daratan.
Faktor-faktor tersebut membuat ragam sosial-budaya masyarakatnya sangat beragam. Yang pula dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh kerentanan aktivitas seismik dan vulkanik alamnya. Termasuk iklim tropis yang lembab.
Pemerintahan yang tersentralisasi dan bahasa Indonesia membawa bangsa ini dalam satu kesatuan kuat; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berperan dalam persimpangan ekonomi dan budaya, Indonesia aktif dalam organisasi perdagangan dan keamanan internasional, semisal ASEAN, OPEC, dan PBB. []GOOD INDONESIA-HDN
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post SKK Migas Sumbagut Optimis Lampaui Target Produksi Minyak appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Area Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagut meliputi wilayah Riau, Aceh, dan Sumatera Utara.
Rilis pers SKK Migas Sumbagut yang diterima GOOD INDONESIA pada Selasa, 31 Desember 2019, menyebutkan angka rekonsiliasi rata-rata lifting minyak Sumbagut hingga akhir November 2019 sebesar 214,751 ribu barel per hari. Pencapaian ini di atas target APBN 2019 yang sebesar 213,690 ribu barel per hari.
Upaya optimalisasi lifting terus dilakukan melalui pengurasan stok dan pengapalan serentak dari lima terminal titik serah minyak di penghujung 2019, khususnya di Terminal Dumai. Total estimasi hingga 31 Desember 2019 diperkirakan meningkat menjadi 215,100 ribu barel per hari, atau 1.410 barel per hari di atas target.
Selain Terminal Dumai, empat titik serah lainnya adalah Terminal Buatan (Riau), FSO Gandini (Riau), Terminal Pangkalan Susu (Sumut), dan Terminal Arun (Aceh).
[Baca juga: SKK Migas Optimistis Capai Target Produksi 1 Juta BOPD 2030]
Atas upaya tersebut, masih menurut SKK Migas Sumbagut, tambahan volume lifting selama bulan Desember diperkirakan mencapai 6,78 juta barel.
Sementara total angka operasional lifting selama 2019 di area Sumbagut diperkirakan mencapai angka 78,5 juta barrel.
PT Chevron Pacific Indonesia memiliki kontribusi terbesar dari lifting area Blok Rokan dengan estimasi capaian sebesar 88,5% atau rata-rata lifting sebesar 190,494 ribu barel per hari. Diikuti BOB PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu, Pertamina EP Asset 1 Field Rantau dan Field Lirik , Energi Mega Persada Malaca Strait S.A., dan Medco E&P Malaka.
Kepala SKK Migas Sumbagut Avicenia Darwis mengatakan pencapaian lifting tersebut berkat kerja sama SKK Migas dan KKKS yang bahu-membahu memenuhi target lifting tetap terjaga dan memenuhi target yang diembankan pemerintah.
“Syukur, lifting wilayah Sumbagut tercapai. Hal ini berkat kolaborasi antara pekerja teknis dan nonteknis,” ujar Avi, sapaan singkatnya.
Permasalahan yang muncul untuk memenuhi target APBN, menurut Avi lagi, di antaranya seputar keamanan, cuaca, dan illegal taping. Persoalan ini dapat ditekan dan teratasi secara baik berkat kerja kompak antara SKK Migas Sumbagut, KKKS, dan stakeholders lainnya.
“Dari awal tahun kita sudah mulai concern terhadap permasalahan yang muncul, dan mengatasinya agar tidak berpengaruh dengan penurunan produksi minyak,” kata Avi, alumnus Geologi ITB.
Pada 2020, SKK Migas Sumbagut dan KKKS berharap lifting dapat kembali melampaui target yang ditetapkan perintah. Upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan produksi lapangan eksisting dan melakukan pengembangan sumur baru eksplorasi di wilayah offshore, yaitu wilayah Andaman, Aceh. []GOOD INDONESIA-HDN
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post SKK Migas Sumbagut Optimis Lampaui Target Produksi Minyak appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Pastikan Lifting Akhir Tahun, Wakil Kepala SKK Migas ‘Sidak’ Chevron Dumai appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Fatar, yang didampingi Kepala SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Avicenia Darwis, antara lain menggelar kunjungan kerja dan pengawasan lifting ke PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Wakil Kepala SKK Migas, melalui rilis pers yang GOOD INDONESIA terima pada Sabtu, 28 Desember 2019, menjelaskan kunjungan akhir tahun manajemen SKK Migas berbeda dengan tahun sebelumnya.
Pimpinan SKK Migas, menurutnya, turun langsung dalam rangka memberikan motivasi kepada jajaran SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Mereka bertugas di garis depan untuk memastikan lifting berlangsung optimal sesuai target. Juga sekaligus meninjau kesiapan fasilitas KKKS serta memberikan arahan dalam mendukung pelaksanaan lifting.
“Saya bangga tahun ini pencapaian lifting tahun ini lebih bagus dan tahun depan diharapkan lebih bagus lagi, sehingga target APBN dapat terpenuhi, bahkan terlampaui,” kata Fatar, bersemangat.
Saat ini, menurut Fatar lagi, CPI mengelola lapangan yang cukup besar dan menjadikan blok rokan sebagai selebritas blok migas, dengan akumulasi produksi hingga kini mencapai 12 miliar barel. CPI adalah KKKS terbesar urutan kedua untuk minyak dan diyakini masih memiliki potensi cekungan migas yang signifikan dan menjadi penopang produksi migas nasional dalam waktu yang panjang.
“Untuk itu SKK Migas memberikan perhatian khusus agar operasional CPI, termasuk pelaksanaan lifting berjalan dengan baik,” ujar Wakil Kepala SKK Migas.
Hingga 20 Desember 2019, Terminal Dumai telah melakukan frekuensi lifting 203 kali pengapalan, untuk domestik 181 pengapalan, dan ekspor 22 pengapalan.
Sementara lifting menggunakan pipa sebanyak 571 kali. Pada sisa Desember 2019, lifting akan dilaksanakan pada 26-31 Desember menggunakan lima kapal dengan total kapasitas mencapai 1,128 ribu barel dan melalui pipa mencapai 634 ribu barrel.

Berdasarkan estimasi SKK Migas, rata-rata lifting per hari yang telah dilakukan oleh CPI Januari-November 2019 mencapai sekitar 190,2 ribu barrel per hari atau 100,12 % di atas target APBN sebesar 190,0 barel per hari.
Sepanjang 2019, sampai 30 November 2019, CPI telah melaksanakan manajemen tangki dalam rangka reduksi deadstock dengan baik yang ditandai dengan penurunan deadstock pada 2019 sebesar 13,3 ribu barel atau turun dibanding 2018, sebesar 790,6 ribu barel menjadi 777,3 ribu barel yang tentunya menambah volume lifting 2019.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menambahkan keberhasilan pengurangan deadstock memberikan manfaat penambahan volume lifting, yang meningkatkan pencapaian target lifting minyak mentah dan kondensat.
Pada 2020, diyakini pelaksanaan lifting di Terminal Dumai akan semakin baik dengan terintegrasinya proses operasi Integrated Operation Center (IOC) yang dikembangkan SKK Migas. Saat ini sudah mencakup empat module, yakni production/lifting, PIMS, Vessel Tracking System, Realtime Drilling & Maintenance.
Sementara itu, VP Operation PT Chevron Pacific Indonesia Nurhasan menjelaskan pihaknya mendukung penuh pencapaian lifting nasional 2019 secara aman, selamat dan andal.
CPI, menurut Nurhasan, terus melanjutkan upaya maksimal demi peningkatan produksi dan lifting pada 2020, antara lain dengan program Comprehensive Pipeline Maintenance (CPM). Tujuannya memitigasi risiko kebocoran pipa air dan menghindari potensi penghentian produksi, serta mengurangi potensi kehilangan produksi disebabkan peristiwa abnormal seperti congeal, asap dan banjir di sejumlah lokasi di wilayah operasi dengan monitoring dan pencegahan.
“Selain itu, PT CPI bekerja sama dengan aparat keamanan RI dengan giat menjalankan program bersama demi mengurangi potensi kehilangan produksi karena pencurian minyak mentah (illegal tapping) dan pencurian di fasilitas lainnya,” lanjut Nurhasan.
Pada kesempatan ini manajemen SKK Migas mengecek langsung fasilitas Terminal Minyak Dumai, Tank Farm, Central Pump Station dan Dumai Oil Terminal Control System (DOTCS).
Fasilitas tersebut menggunakan sistem otomatisasi komputer yang mengontrol aliran minyak mentah ke dalam tangki penyimpan dan memompa minyak ke kilang Pertamina atau tanker di dermaga melalui sistem meteran tercatat.
Tangki penyimpan yang dikelola PT CPI berjumlah 16 unit dan memiliki kapasitas total 5,1 juta barel. Selain minyak PT CPI, tangki ini juga menyimpan minyak dari KKKS Riau lainnya yaitu BOB PT BSP-Pertamina Hulu, SPR Langgak & Pertamina Hulu Energi Siak.
Manajer Senior Operasi Pengangkutan dan Penyimpanan SKK Migas Bambang Prayoga dan Kepala Departemen humas SKK Migas Sumbagut Evy Yanti turut mendampingi pimpinan SKK Migas di Jakarta tersebut. []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Pastikan Lifting Akhir Tahun, Wakil Kepala SKK Migas ‘Sidak’ Chevron Dumai appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Damailah Papua, Sejuklah Indonesia! appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Urutan ketiga, yakni penduduk muslim atau penganut Islam sebanyak 643.770 jiwa. Selanjutnya, penduduk beragama Hindu sebanyak 6.477 jiwa dan Budha 4.248 jiwa.
Data tersebut tertuang di laman resmi Kementerian Agama Provinsi Papua, Papua.kemenag.go.id.
Bagaimana komposisi jumlah umat beragama di Provinsi Papua Barat?
GOOD INDONESIA mencoba mengakses situs web resmi Kementerian Agama Provinsi Papua Barat; Papuabarat.kemenag.go.id, pada Kamis malam, 19 Desember 2019. Sayang, laman tentang “Data Umat” belum menayangkan informasi yang dicari.
Situs web Satuharapan.com melalui salah satu artikelnya berjudul “Laporan: Islamisasi di Papua Semakin Mengkhawatirkan” (27/4/2018) melansir penduduk Papua sekitar 3,6 juta jiwa. Di antaranya beragama Protestan 61,3 persen, Katolik 17,4 persen.
Masih di artikel yang sama, situs web berlogo lilin menyala itu menyebutkan penyebaran Islam di Papua Barat terus meningkat signifikan.
“Saat ini jumlah muslim di Papua Barat adalah 1.029.785, sementara Kristen (Kristen Protestan dan Katolik) 4.476.266 jiwa, sementara agama Hindu, Budha, dan Konghucu lainnya adalah 17.962 jiwa,” situs web Satuharapan.com mengutip Mama Yosepa Alomang.
Tokoh perempuan Kristen Papua itu penerima penghargaan Yap Thiam Hien 1999 dan Anugerah Goldman (Goldman Environmental Prize, 2001).
Situs web Suaramuslim.net melalui artikel bertajuk “Perkembangan Islam di Papua” (29/8/2017) melaporkan perkembangan Islam di Papua Barat, khususnya.
Beberapa sejarawan menyimpulkan Islam masuk di Papua sekitar abad 14 dan 15. Berdasarkan penelitian LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Islam masuk ke Papua sekitar abad 16 dan 17.
Digarisbawahi, jauh sebelum misionaris datang, sebenarnya Islam sudah hadir di tanah Papua dan Papua Barat.
Menjaga Kerukunan Umat
Media Suaramuslim.net mengutip Ismail Suardi Wekke, alumnus STAIN Sorong dan anggota Divisi Riset ISMES, menyatakan semarak ber-Islam terus tumbuh di Papua Barat terutama.
Warga muslim Papua Barat selalu berusaha memanfaatkan momentum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk kepentingan membangkitkan semangat belajar Quran. Hasilnya, Papua Barat dari waktu ke waktu berada di rangking sepuluh besar ajang MTQ nasional.
Peran lembaga pendidikan Islam sangat besar dalam menumbuhkan pemahaman beragama yang hari demi hari semakin baik di kalangan muslim. Di setiap kota/kabupaten di Papua Barat memiliki lembaga pendidikan Hidayatullah, Muhammadiyah, dan Al-Maarif. Demikian pula lembaga khas yang hanya ada di tanah Papua, yaitu Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS).
Ditegaskan, keberadaan Islam di wilayah Papua Barat bukanlah sebuah keyakinan baru. Kerukunan hidup antarumat beragama di sana sangat harmonis. Ismail menyayangkan penyebaran informasi tidak tepat tentang kondisi kehidupan antarumat di sana.
“Kenyataan warga yang beragama Islam dan Kristen, serta keyakinan lainnya, di Papua Barat hidup berdampingan dan senantiasa hidup rukun. Inilah yang menjadi pilar kehidupan masyarakat di sana,” kata tokoh pemuda Papua Barat itu.
Damailah Papua, sejuklah Indonesia! []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Damailah Papua, Sejuklah Indonesia! appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Ma’ruf: Indonesia Ajak Pemerintah Cina Lindungi HAM Muslim Uighur appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>“Pemerintah (Indonesia) konsisten soal perlindungan hak asasi manusia. Kita akan mendukung upaya-upaya perlindungan, dan mengajak Pemerintah Cina melindungi hak asasi manusia,” kata Ma’ruf di kantornya, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019.
Selanjutnya, Wapres meminta Pemerintah Cina membuka akses informasi terkait konflik kemanusiaan yang terjadi pada Muslim Uighur di kawasan Xinjiang, Cina.
“Kita berharap semua pihak terbuka, lebih terbuka, termasuk (Pemerintah) Cina. Cina sudah memberikan alasannya bahwa kamp-kamp mereka bukan untuk indoktrinasi, tetapi semacam pelatihan. Kita minta nanti lebih terbuka,” ujar Ma’ruf, yang bergelar kiai haji.
Terkait dugaan adanya organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia yang “dibujuk” Pemerintah Cina tidak terlalu kritis menyikapi konflik Uighur, Ma’ruf mengatakan tudingan telah dibantah oleh ormas-ormas Islam.
Media berbasis di Amerika Serikat (AS), The Wall Street Journal (WSJ), baru-baru ini merilis sebuah artikel investigatif yang menyebut belasan tokoh Islam Indonesia dikondisikan agar mengeluarkan “endorsement” supaya pemberitaan mengenai konflik antara Muslim Uighur dan Pemerintah Cina lebih lembut.
[Baca juga: Fakta ‘Penindasan’ Cina Komunis terhadap Muslim Uighur]
Dalam artikel berjudul “How China Persuaded One Muslim Nation to Keep Silent on Xinjiang Camps” itu, WSJ melaporkan kecaman beberapa elite Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melemah terhadap penindasan Muslim Uighur.
“Indonesia berada di garis terdepan dari upaya Cina membentuk opini publik. Selama berbulan-bulan, Cina telah berupaya membujuk para ulama, politisi, dan jurnalis untuk mendukung kebijakannya di Xinjiang. Mereka secara langsung maupun tidak langsung menjadi social-media influencers yang mempromosikan pandangan yang lebih baik tentang Cina dan menampilkan budaya Islam di negara itu,” papar WSJ.
Terkait tudingan media AS tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU Helmy Faishal Zaini membantah pemberitaan WSJ dan mengatakan bahwa tidak ada aliran dana dari Pemerintah Cina kepada NU untuk penggiringan opini publik.
Serupa dengan NU, Muhammadiyah juga membantah artikel berita WSJ. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan produk jurnalistik media besar di New York itu berisi fitnah.
“Pemberitaan tersebut sangat tidak berdasar dan fitnah yang merusak nama baik Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia,” tandas Abdul Mu’ti. []GOOD INDONESIA-HDN
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Ma’ruf: Indonesia Ajak Pemerintah Cina Lindungi HAM Muslim Uighur appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Lukisan Gua di Maros Tertua di Dunia, Bukan yang di Eropa appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Memakai teknologi penanggalan, lukisan yang menggambarkan adegan perburuan prasejarah ini berusia paling tidak 40.000 tahun, periode Paleolitik Muda.
Lukisan gua itu menggambarkan binatang buas yang dikejar pemburu (setengah badan) menggunakan tombak dan tali. Karya figuratif selebar 4,5 meter ini menunjukkan budaya seni tinggi waktu itu. Bukan cuma di Sulawesi, hal yang sama dengan lukisan gua di Kalimantan.
Hasil riset itu dilansir situs web Aljazeera baru-baru ini, mengutip jurnal ilmiah Nature. “Adegan berburu ini setahu kami merupakan rekaman bergambar tertua dari cerita dan karya seni figuratif paling awal di dunia,” kata salah seorang anggota tim peneliti Griffith.
Selama ini, selama bertahun-tahun, seni lukis gua tertua berada di Eropa. Namun, penelitian terhadap lukisan sejenis di beberapa daerah di Indonesia melemahkan teori yang selama ini ditulis kalangan peneliti kepurbaan.
Diberitakan, setidaknya terdapat 242 gua atau tempat perlindungan dengan citra kuno di Sulawesi saja. Penemuan menyimpulkan budaya artistik yang sangat maju pada 44.000 tahun lalu. Lukisan ini diselingi cerita rakyat, mitos, agama, dan kepercayaan spiritual.
“Dapat dianggap tidak hanya sebagai seni figuratif paling awal di dunia, tetapi juga sebagai bukti tertua komunikasi narasi dalam seni Paleolitik,” kata peneliti Australia lagi.
Tim Griffith University juga menyatakan temuannya menggarisbawahi bahwa kemampuan manusia purba di Indonesia menciptakan cerita fiksi merupakan tahap terakhir yang paling penting dalam sejarah evolusi bahasa manusia. Pola-pola kognisinya telah modern.

Kerja Sama Penelitian
Catatan GOOD INDONESIA, tim peneliti Griffith University bersama Pusat Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Makassar, dan Universitas Wollongong, Australia, telah melakukan kerja sama riset awal beberapa tahun lalu. Tepatnya sepanjang 2011-2013.
Para peneliti menyingkap umur lukisan dinding karst di Maros. Berdasarkan hasil penanggalan dengan metode uranium disimpulkan bahwa 12 gambar cap tangan manusia dan dua gambar figur hewan pada tujuh situs arkeologi berusia tak jauh berbeda dengan seni gua di situs El Castillo, Spanyol. Usianya sekitar 40.000 tahun lampau.
Temuan tersebut menggambarkan manusia modern, Homo Sapiens, yang menghuni sejumlah kawasan di Sulawesi Selatan telah mengenal seni cadas (cave rock art). Tradisi ini terjadi pada waktu yang hampir bersamaan sebagaimana yang ada di Eropa.
Hasil penelitian ini dipublikasi pertama di jurnal Nature pada 9 Oktober 2014.
Lukisan-lukisan itu secara simbolik mencerminkan pengalaman atau pengetahuan manusia masa lalu terhadap lingkungannya. Ada binatang, tanaman, dan sebagainya. Bisa juga sebagai identitas si penghuni gua yang diekspresikan melalui cap tangan (hand stencils).
Bisa pula sebagai ungkapan harapan, yang berkaitan dengan perburuan. Gambar binatang terkena tombak atau mata panah sebagai harapan perburuan binatang berhasil. []GOOD INDONESIA-HDN
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Lukisan Gua di Maros Tertua di Dunia, Bukan yang di Eropa appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post AFC: 6 Pemain Bersinar Saat Muda, Termasuk Son Heung-min dan Bepe appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>“Para superstar ini ketika masih muda dan tak kenal rasa takut,” tulis AFC atas unggahan foto keenam pemain asal beberapa negara.
Unggahan pertama menampilkan foto bintang Tottenham Hotspur Son Heung-min. Sosok berpaspor Korea Selatan ini sedang menjadi idola terkini pecinta sepak bola di Asia.
Selanjutnya Sardar Azmoun. Pemain berusia 24 tahun ini sekarang memperkuat klub Rusia Zenit Saint Petersburg.
Lalu mantan pilar Manchester United Shinji Kagawa. Ia juga masuk dalam daftar yang diunggah AFC. Pemain asal Jepang ini kini membela Real Zaragoza.
Foto Tim Cahill (Australia) dan Sunil Chhetri (India) menyusul di bawahnya. Jamshedpur FC jadi klub terakhir yang dibela Cahill, sebelum gantung sepatu, sedangkan Chhetri masih bermain bersama klub India Bengaluru FC.
Unggahan terakhir menampilkan foto Bambang Pamungkas. Pria yang lebih kerap disapa Bepe ini satu-satunya pesepak bola Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang mendapat apresiasi istimewa AFC. []GOOD INDONESIA-LMC
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post AFC: 6 Pemain Bersinar Saat Muda, Termasuk Son Heung-min dan Bepe appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Korps Baret Hitam, Berawal dari Heroisme Pasukan Berkuda appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Saat itu, tertanggal 9 Februari 1950, Kepala Staf Angkatan Darat menandatangani surat keputusan pembentukan satuan cikal Korps Baret Hitam –sebutan lain pasukan kavaleri TNI AD.
Turut menyambut HUT Korps Kaveleri TNI AD, mari kita selintas menengok sejarah lahir dan kiprah kavaleri. Pasukan ini awalnya berintikan sarana penunjang kuda. Sesuai perkembangan teknologi, andalan mutakhirnya adalah panser dan tank.
Walaupun begitu, angkatan perang berbagai negara masih mempertahankan unit satuan kaveleri berkuda, termasuk TNI AD. Pasukan khusus Amerika Serikat di Afghanistan pada 2010 juga terjun ke medan perang dengan memanfaatkan tunggangan tempur kuda.
Medan pertempuran berupa hutan lebat dan kawasan tanpa akses jalan memadai memang secara mudah diatasi oleh satuan berkuda. Hewan tangguh ini mampu membawa prajurit di medan berat, begitu pula untuk pengiriman logistik.
Kavaleri berasal dari bahasa Latin “caballus” dan Perancis “chevalier” yang berarti “kuda”. Istilah kavaleripun mengacu kepada pasukan khusus berkuda. Pasukan kavaleri berkuda, dengan kecepatannya di medan sulit, berperan untuk kebutuhan penyerang mendadak atau pendobrak. Mereka pembuka jalan bagi pasukan infanteri.
Kavaleri Islam
Pada era kejayaan Islam, kekuatan prajurit bertumpu pada keahlian berkuda dan memanah. Sejarah peradaban Islam mencatat, kehebatan pasukan berkuda Islam telah menjadi kunci kemenangan dalam berbagai pertempuran penting.
Jauh ke belakang, pada abad pertama Hijriah (ke-7 Masehi), kavaleri berkuda juga menjadi kekuatan utama militer Bizantium. Pasukan kavaleri yang tangguh juga telah dimiliki bangsa Persia, jauh sebelum Islam berkembang.
Tentara Islam mulai membentuk pasukan berkuda pada era Khilafah Rasyidah. Khalifah Umar bin Khattab yang berkuasa pada 31-41 H mengumpulkan kuda bagi tujuan milter dari berbagai daerah. Hasilnya, diperoleh sekitar 4.000 ekor kuda yang dikumpulkan di Kufah.
Sejak saat itu sedikit demi sedikit strategi kemiliteran Islam berubah. Pasukan berkuda sebelumnya tidak dominan. Khalifah Umar mengubahnya, kaveleri berkuda menjadi satuan inti dan elit. Pasukan inilah yang menjadi kunci kemenangan tentara Islam dalam perang besar Yarmuk.
Pertempuran Yarmuk menghadapkan tentara Muslim dengan pasukan Kekaisaran Romawi Timur pada 636 M. Perang Yarmuk, menurut sebagian besar ahli sejarah, sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia. Ia menjadi katrol atas gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar kawasan Arab. Antara lain di Palestina, Suriah, dan Mesopotamia.

Kekuatan kavaleri Islam kian kuat pada era Dinasti Mamluk abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 M dan ke-13 M), periode kritis sejarah Islam. Mamluk atau Mameluk berarti tentara budak yang masuk Islam. Mereka berdinas untuk kekhalifahan Islam dan Kesultanan Ayyubiyah pada abad pertengahan.
Mereka akhirnya menjadi tentara yang paling berkuasa. Mereka mendirikan Kesultanan Mamluk di Mesir.
Lebih jauh lagi, kehebatan pasukan berkuda terbukti sejak ratusan tahun SM. Sebut saja pasukan Alexander The Great saat mengalahkan Persia pada 334 SM. Pada masa itu pula tentara Genghis Khan dari Mongolia menaklukkan berbagai bangsa di dunia, juga berkat jasa hewan gagah ini.
Tentara Nazi
Walaupun ikon kendaraan tempur tentara Nazi Jerman adalah pasukan bermotor, sebenarnya dalam Perang Dunia II, sebagian besar divisinya mengandalkan kuda sebagai penopang utama. Khususnya untuk pengangkut logistik maupun bagian pasukan kavaleri.
Kepala publik, saat itu, disajikan informasi bahwa kemenangan tentara Jerman di berbagai pertempuran berkat pasukan panser dan bermotor. Hal ini propaganda semata guna membuat gentar musuh.
Faktanya, pasukan berkudalah yang menjadi andalan Angkatan Bersenjata Nazi Jerman (Wehrmacht) menguasai Eropa. Dalam Perang Dunia II tercatat kurang-lebih 1.100.000 kuda dikerahkan. Di antara 322 divisi Heer (Angkatan Darat) dan SS pada November 1943, hanya 52 yang merupakan divisi lapis baja atau kendaraan bermotor.
Pada November 1944, dari total 264 divisi, hanya 42 yang merupakan divisi lapis baja atau kendaraan bermotor. Sebagian besar lainnya tertolong oleh strategi klasik yakni mengandalkan pasukan infanteri berjalan kaki, sementara senjata dan logistik dibawa oleh kuda.
Divisi ringan dan Gebirgsjager (pasukan gunung) malah lebih besar lagi perbandingannya dalam penggunaan kuda. Sedangkan divisi kavaleri sepenuhnya tergantung pada bantuan kuda.
Kiprah pasukan berkuda Jerman dalam Perang Dunia II diawali oleh Kaveleri Prusia pada abad ke-17. Jadi, pasukan berkuda Nazi Jerman sama sekali bukan barang baru. Saat itu, bermula dengan kekuatan sekitar 1.000 prajurit penunggang kuda bersenjata, lalu berkembang menjadi 6.000 orang pada 1740 –puncak ketenaran pasukan berkuda di bawah kepemimpinan Friedrich The Great.
Selama berlangsungnya Perang Tujuh Tahun (1756-1763), pasukan kavaleri menjadi inti kemenangan Prusia di medan pertempuran. Strategi mereka yang sangat jitu melalui serangan melingkar atau mengepung. Bahkan juga hebat saat dalam posisi defensif.
Kaveleri Merah-Putih
Sejarah Korps Baret Hitam TNI AD berawal pada era perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia namun tidak serta-merta pemerintah bersama seluruh komponen perjuangan dapat segera membentuk militer modern.
Banyak faktor yang mempengaruhinya. Antara lain, minimnya anggaran dan pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah.
Belum lagi, usai Konferensi Meja Bundar, pemerintah kolonial Belanda masih berusaha mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, termasuk pengorganisasian militer Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai barter atas berbagai peralatan militernya yang ada di tangan pejuang, sebagai rampasan perang.

Peralatan tempur itu, antara lain, panser angkut personel ringan Bren Carrier, panser intai Humber Scout Car Mk. 1-3, M8 Greyhound, truk lapis baja M3A1 Scout Car, tank ringan M3A3 Stuart, dan tank berat M4A3 Sherman.
Tank M3A3 Stuart dan M4A3 Sherman merupakan ikon kendaraan tempur terpopuler saat itu. Tank ini juga menjadi senjata pamungkas Amerika Serikat melawan Nazi Jerman di arena tempur Eropa dan Afrika Utara.
Apapun, sejarah awal penataan alat utama sistem persenjataan TNI bergulir di sini. Kendaraan tempur yang ada saat itu bukan cuma rampasan perang milik Belanda, ada pula Jepang, dan Inggris (tentara Sekutu). Namun, belakangan di atas kertas perundingan, disebut sebagai hibah.
Untuk pemanfaatan lebih lanjut peralatan tempur tersebut, APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) membentuk satuan kavaleri dalam tubuh Angkatan Darat dan Laut.
Khusus di tubuh Satuan Kavaleri Angkatan Darat, meski para pemimpinnya berasal dari para anggota TNI, awak dan instruktur latih masih memanfaatkan jasa mantan anggota Satuan Kavaleri KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) –baik VET (Verkennings Eskadron Tank/Skuadron Tank Intai) maupun VEP (Verkennings Eskadron Panserwagen/Skuadron Panser Intai).
Peralatan kavaleri dari Belanda diserahkan secara resmi atau formal pada 26 Juli 1950 di Ksatriaan OCPT (Opledings Centrum Panser Troepen/Pusat Pendidikan Pasukan Panser), kini dikenal sebagai Pusdikkav TNI AD. Seiring penataan organisasi, Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD (Pussenkav) dibentuk pada 1959.
Pada Februari 1950 itu, satuan kavaleri dinamai Komando Pasukan Berlapis Baja. Komandannya Letkol Kav. KGPH Soerjo Soejarso yang membawahi empat eskadron Kavaleri di Bandung, Magelang, Palembang, dan Medan.
Oh, ya, rampasan perang bukan cuma kendaraan baja. KNIL juga secara resmi menyerahkan 20 ekor kuda tempur kepada tentara Indonesia. Dengan modal ke-20 ekor kuda ini pula, Soerjo membentuk satu eskadron kaveleri berkuda.
Selanjutnya, Kepala Staf Angkatan Darat resmi membentuk Eskadron Kaveleri Berkuda pada 18 Maret 1953, seiring semakin lengkap pemenuhan pranata yang dibutuhkan sebuah satuan tempur.
Kini, Denkavkud memiliki ratusan ekor kuda andal keturunan thorough bred, warmblood, dan anglo Arab. Selain dipelihara, prajurit TNI AD juga mampu mengembangbiakkan secara baik, dan melatihnya sebagai kuda militer. Lokasinya di Parongpong, Lembang, Jawa Barat.
Batalyon Kaveleri
Korps Baret Hitam TNI AD memiliki beberapa tangga satuan. Paling atas setingkat batalyon. Berbeda dengan batalyon lainnya, misalnya infanteri yang diperkuat 600 hingga 1,000 personel, kaveleri mengacu pada jumlah kendaraan tempurnya.
Sebagai contoh, batalyon kavaleri di gugus Kostrad, satu peletonnya terdiri atas tiga tank Scorpion dan satu tank Stormer APC. Selanjutnya, tiga peleton membentuk tiga kompi, dan akhirnya tiga kompi membentuk satu batalyon. Satu batalyon kavaleri umumnya terdiri atas tiga kompi pemukul dan satu kompi markas. Markas kompi batalyon kavaleri tersebar di beberapa kota.
Unsur persenjataan utama batalyon kaveleri terdiri atas dua jenis, yakni tank dan panser. Ada batalyon khusus panser (Batalyon Kaveleri Panser) atau khusus tank saja (Batalyon Kaveleri Tank), atau gabungan keduanya Batalyon Kaveleri Serbu).
Dalam unit yang lebih kecil, terdapat satuan kavaleri kompi. Satuan ini disebut kompi kavaleri (kikav) yang kedudukannya ada di setiap Komando Daerah Militer (Kodam). []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Korps Baret Hitam, Berawal dari Heroisme Pasukan Berkuda appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Praduga Tak Bersalah, Erick Desak Direksi Garuda Mundur Hari Ini appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Lebih tegas lagi, Erick meminta agar jajaran pemimpin maskapai plat merah itu sesegera mungkin mengundurkan diri.
“Seorang pemimpin, kan, harus mempunyai posisi yang jelas. Tidak bisa mohon maaf, kalau salah justru mengorbankan orang lain. Ya, kalau salah, ya, ngaku salah. Itu bagian leadership,” ujar Menteri BUMN kepada pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.
Erick melanjutkan jika direksi Garuda tak juga mengundurkan diri maka ia akan mencopotnya. Namun, Sang Menteri menyela, tak hendak gegabah mengambil keputusan. Pihaknya menunggu hasil investigasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Ditjen Bea Cukai Kemenkeu).
“Proses praduga tak bersalahnya harus tetap ada. Kalau kita liat, kan, sekarang bukti-buktinya luar biasa, ya. Kita tunggu keputusan Bea Cukai. Saya yakin mereka tidak lama. Mereka bekerja sangat baik, apalagi Bu Sri Mulyani memantau langsung. Kita tunggu aja hasilnya,” ujar Erick lagi.
Barang Bukti Dipamerkan
Barang bukti sepeda motor besar Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diangkut pesawat Garuda Indonesia dipamerkan di Kantor Kementerian Keuangan. Salah satu barang bukti berupa sepeda Brompton berharga fantastis.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan sepeda Brompton yang diduga diselundupkan lewat pesawat baru Garuda Indonesia seharga puluhan juta.
“Tahu nggak ini harganya satu berapa? Lima puluh dua juta rupiah,” ujar Heru di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.
Komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah sepeda Brompton baru masuk RI secara ilegal. Motor mewah dan sepeda yang bernilai puluhan juta rupiah itu dibawa pesawat Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia yang baru saja tiba di tanah air.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) Deni Surjantoro menjelaskan kejadian dimaksud ketika pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh Garuda Indonesia tiba di Indonesia pada 17 November 2019. Pesawat ini didatangkan dari Prancis. []GOOD INDONESIA-RUT
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Praduga Tak Bersalah, Erick Desak Direksi Garuda Mundur Hari Ini appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Tahu, Berapa Jumlah Suku di Indonesia? appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Karenanya, negara kepulauan ini memiliki budaya dan juga adat istiadat yang sangat beragam. Meskipun demikian, keberagaman luar biasa tetap dalam satu kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.
#GOODpeople, Indonesia memang negeri yang kaya “gemah ripah loh jinawi”. Kekayaan tidak sebatas hasil alam, tetapi juga ragam suku, bahasa, agama, dan kepercayaan. Kekayaan suku bangsa, Indonesia memiliki ratusan nama suku, bahkan ribuan jika dirinci hingga subsukunya.
Kemajuan teknologi dan transportasi mendorong peningkatan mobilitas penduduk. Imbas mobilitas penduduk di antaranya mempercepat perubahan komposisi suku di suatu wilayah. Perubahan komposisi suku ini kerap menjadi potensial konflik sosial, ekonomi, maupun politik.
Terkait hal itu, mengkaji data etnis menjadi urgen. Terlebih sejak tahun 1998, Indonesia mulai melaksanakan proses demokrasi dan desentralisasi.

Data suku di Indonesia pertama kali dihasilkan melalui Sensus Penduduk (SP) 1930 oleh Pemerintah Belanda. Namun di era Orde Baru, pengumpulan data ini terhenti disebabkan adanya “political taboo” yang memandang bahwa membahas suku adalah upaya yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
Baru tujuh puluh tahun kemudian, di era Reformasi, data suku mulai dikumpulkan kembali oleh BPS (Badan Pusat Statistik) melalui SP2000 dan dilanjutkan SP2010.
Mengumpulkan data suku tidaklah mudah. Bauman (2004) mengatakan sulit mendefinisikan suku. Pada umumnya, seseorang mengidentifikasi dirinya pada suku tertentu berdasar keturunan, kebiasaan hidup, bahasa, hubungan kekerabatan, atau bahkan unsur politik.
Atas dasar itu, dalam sensus ataupun survei, pertanyaan dibuat terbuka dengan menerapkan self identification method, yaitu suku yang dicatat berdasar pengakuan responden. Selanjutnya, untuk memudahkan analisis data suku dilakukan koding pada setiap jawaban responden.
Dalam SP2010 tersedia 1.331 kategori suku. Angka kategori ini merupakan kode nama suku, nama lain/alias suatu suku, nama subsuku, bahkan nama sub dari subsuku. Imbasnya, untuk menganalisis suku kerap diperlukan pengelompokan/klasifikasi ulang.
Misal, pada saat menganalisis Suku Batak, perlu diidentifikasi terlebih dahulu kode apa saja yang merujuk pada sub-sub suku, subsuku, dan nama lain dari Suku Batak. Dalam SP2010, kode yang terkait dengan Suku Batak adalah Batak Alas Kluet (0015), Batak Angkola/Angkola (0016), Batak Dairi/Dairi/Pakpak/Pakpak Dairi (0017), Batak Pak-Pak (0020), Batak Karo (0018), Batak Mandailing (0019), Batak Pesisir (0021), Batak Samosir (0022), Batak Simalungun/Simelungun Timur (0023), dan Batak Toba (0024).
Selanjutnya perlu diidentifikasi apakah perlu dilakukan pengelompokan atau tidak. Detailnya, kode suku yang disediakan SP memberikan kebebasan bagi para peneliti untuk melakukan pengelompokan sesuai dengan substansi penelitiannya. Hal inilah yang menjadi nilai lebih dan kekayaan dari data suku SP2010.
Kerja sama BPS dengan Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) pada tahun 2013 menghasilkan klasifikasi baru yang dapat digunakan untuk menganalisis data suku SP2010.
Telah dilakukan identifikasi mana saja kode yang merupakan nama lain, subsuku, dan sub-sub suku. Dihasilkan 633 kelompok suku besar dari kode suku yang tersedia dalam SP2010. Pengelompokan suku dilakukan berdasar literatur, semisal buku ensiklopedi suku maupun dari pengetahuan para jejaring yang tersebar di seluruh Nusantara.

Kerja sama BPS-ISEAS tidak hanya menghasilkan pengelompokan suku, namun dihasilkan pula analisis suku yang tersaji dalam buku Demography of Indonesia’s Ethnicity.
Berdasar data SP2010, ratusan suku yang ada di Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak sepadan. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan proporsi 40,05 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Menempati posisi kedua adalah Suku Sunda sebesar 15,50 persen. Selanjutnya suku-suku lainnya memiliki proporsi di bawah lima persen penduduk Indonesia.
Dalam studi lanjutan terhadap keanekaragaman data suku SP2010, yang mana keanekaragaman diukur dengan Ethnic Fractionalize Index (EFI) dan Ethnic Polarized Index (EPOI) diperoleh EFI sebesar 0,81 dan EPOI sebesar 0,50.
Tergambar jelas Indonesia sangat heterogen atau majemuk, namun tidak terpolar sehingga potensi dampak konflik cenderung rendah. Meski demikian benih persatuan perlu senantiasa dipupuk. Bukan begitu, #GOODpeople? []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Tahu, Berapa Jumlah Suku di Indonesia? appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Empat ‘Start-Up’ Indonesia Jajaki Peluang Bisnis di Swiss appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Keempat start-up dimaksud, ungkap Muliaman melalui rilis persnya kepada GOOD INDONESIA Rabu malam WIB, 4 November 2019, yakni Botika, Khaira Energy, Gradana, dan SvaraInovasi Indonesia.
Dijelaskan, keempat perintis perusahaan dunia digital itu lolos seleksi Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang dipelopori Zürich Hochschulenfür Angewandte Wissenschaften (ZHAW) atau Zurich University of Applied Science, di Zürich, Swiss.
AETP merupakan program pertukaran start-up Indonesia dengan Swiss. Melalui program ini, start-up Indonesia mendapatkan pelatihan teknis pihak penyelenggara program, serta berkesempatan mempresentasikan model bisnisnya kepada perusahaan dan calon investor.
Duta Besar RI Bern menyatakan apresiasi atas kerja sama Indonesia dengan Swiss dimaksud. Pihak kedutaan berharap kerja sama ini meningkatkan kemampuan Indonesia dalam membangun ekosistem pengembangan start-up nasional.
“Mohon agar kesempatan berada di Swiss dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun networking dan menambah pengalaman,” pesan Muliaman kepada empat pendiri start-up Indonesia pada pembukaan program, Senin (2/12/2019).
Keempat pendiri dan atau CEO itu, yaitu Ditto Anindito (Botika), Yulian Widodo (Khaira Energy), Angela Oetama (Gradana), serta M. Zhuhriansyah (SvaraInovasi Indonesia).
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Muliaman mengatakan strategi Swiss dalam mengembangkan start-up melalui kerja sama antara universitas dengan perusahaan swasta, dapat dipraktikkan di Indonesia.
[Baca juga: Ekspor Kopi Naik, Muliaman Serahkan Penghargaan ke Perusahaan Swiss]
Sementara itu, empat pelaku start-up asal Swiss telah melakukan kunjungan ke Jakarta pada Oktober 2019. Mereka menjajaki pasar Indonesia.
Muliaman, yang mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelaskan keempat start-up dimaksud bergerak di bidang moda transportasi udara, periklanan, kesehatan, dan produk kimia. Mereka dipertemukan dengan berbagai institusi terkemuka di Indonesia. []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Empat ‘Start-Up’ Indonesia Jajaki Peluang Bisnis di Swiss appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>