The post Arab Saudi Kembali Buka Masjid, Kecuali di Mekah dan Jedah appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Mengutip pejabat Kementerian Urusan Islam, Kantor Berita Arab Saudi SPA (Saudi Press Agency) memberitakan masjid dibuka 40 menit sebelum azan atau panggilan salat, dan ditutup 10 menit setelah jumatan.
Mengumumkan data terbaru, Kementerian Kesehatan setempat menyebutkan terdapat 3.733 kasus positif covid-19 terbaru. Dengan demikian total kasus infeksi virus korona menjadi 116.021. Sementara pasien yang pulih 2.065 orang, sehingga totalnya menjadi 80.019.
Kementerian Kesehatan juga mengonfirmasi 38 kematian baru akibat covid-19. Totalnya menjadi 857 orang.
Protokol Ketat
Alaraby melaporkan kebijakan membuka kembali masjid dilaksanakan dengan pelaksanaan protokol penanggulangan covid-19 secara ketat. Ruang masjid dan sarana di dalamnya dibersihkan terlebih dahulu.
Jemaah diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke masjid. Jemaah juga senantiasa diingatkan untuk menjaga jarak fisik satu sama lain. Termasuk agar memakai masker dan tanpa bersalaman.
Alaraby juga memberitakan areal Ka’bah di Mekah, pusat ummat Islam menjalankan ibadah haji, masih ditutup. Sementara Al Masjid An-Nawabi di Madinah sudah dibuka, namun halaman luar saja.
Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah mengirim pesan teks tentang kebijakan tersebut ke warganya dan pihak berkepentingan lain dalam berbagai bahasa.
Kebijakan lain yang berkaitan dengan pembukaan kembali masjid, yakni anak usia di bawah 15 tahun dilarang mendirikan salah di masjid. Orang tua diingatkan supaya menuntun anaknya salat di rumah.
Pemerintah juga mengatur durasi khotbah jumat cukup 15 menit.
Menilai kebijakan dimaksud, ahli kesehatan setempat menyatakan masih khawatir kasus positif covid-19 di Arab Saudi masih berlanjut. []GOOD INDONESIA-RUT
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Arab Saudi Kembali Buka Masjid, Kecuali di Mekah dan Jedah appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Masjid Kembali Gelar Salat Jumat appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>





[td_smart_list_end]
The post Masjid Kembali Gelar Salat Jumat appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Haji 2020, Utamakan Keselamatan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan kebijakan tersebut didasari kesepakatan mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi covid-19.
“Saya, hari ini, telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M,” tegas Fachrul dalam telekonferensi dengan wartawan di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.
Sesuai amanat undang-undang, selain mampu secara ekonomi, fisik, dan kesehatan, faktor keselamatan jemaah haji harus terjamin. Faktor keselamatan dimaksud sejak dari embarkasi atau debarkasi, selama perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi.
Menag menegaskan keputusan ini melalui kajian mendalam. Pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia dapat mengancam keselamatan jemaah. Agama mengajarkan bahwa menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan.
Kasus Pembatalan Sebelumnya
Kemenag telah melakukan kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang haji di saat pandemi di masa-masa lalu.
Diperoleh fakta bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah menular, telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan. Puluhan ribu haji menjadi korban.
Pada 1814 misalnya, saat terjadi wabah thaun, epidemi (1837 dan 1858), kolera (1892), wabah meningitis (1987). Pada 1947, Menag Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag Nomor 4 Tahun 1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang.
Selain soal keselamatan, kebijakan diambil karena hingga saat ini Arab Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M.
Akibatnya, pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Padahal persiapan itu penting agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman.
“Rencana awal, keberangkatan kloter pertama pada 26 Juni. Artinya, untuk persiapan terkait visa, penerbangan, dan layanan di Saudi tinggal beberapa hari lagi. Belum ditambah keharusan karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan saat kedatangan. Sementara akses layanan dari Saudi hingga saat ini belum ada kejelasan kapan mulai dibuka,” papar Menag.
Ditambahkan, jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko besar terkait keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah. Meski dipaksakanpun tidak mungkin karena Arab Saudi tak kunjung membuka akses.
Pembatalan keberangkatan jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI). Maksudnya, pembatalan itu tidak hanya untuk jemaah yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler maupun khusus, tapi termasuk juga yang menggunakan visa haji mujamalah atau furada.
Dampak Pembatalan
Seiring keluarnya kebijakan pembatalan, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2020 akan menjadi jemaah haji 1442H/2021M. Setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Nilai manfaat setoran pelunasan juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442H/2021M,” jelas Menag Fachrul.
Setoran pelunasan Bipih, menurutnya, dapat diminta kembali oleh jemaah haji.
Bersamaan dengan terbitnya KMA, Petugas Haji Daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini juga dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkan akan dikembalikan. Gubernur dapat mengusulkan kembali nama PHD pada haji tahun depan.
Hal sama berlaku bagi pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) pada penyelenggaraan haji tahun ini. Statusnya dinyatakan batal seiring terbitnya KMA ini. Bipih yang dibayarkan akan dikembalikan. KBIHU dapat mengusulkan nama pembimbing pada penyelenggaraan haji mendatang.
Menag menyampaikan simpati kepada seluruh jemaah haji yang terdampak pandemi covid-19 tahun ini. Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, selain Siskohat, Kemenag juga menyiapakan posko komunikasi di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kemenag juga tengah menyiapkan WA Center yang akan dirilis dalam waktu dekat. []GOOD INDONESIA-HDN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Haji 2020, Utamakan Keselamatan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Berbagi Materi Ceramah Buat Imam Salat Ied di Rumah appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Prof. Rudi Rubiandini, pegiat kajian Islam yang bermukim di Kota Bandung, mengirimkan artikel khotbah atau ceramah salat ied kepada GOOD INDONESIA.
Rudi bermaksud berbagi buat calon imam ied di rumah atau lingkungan kecil (rukun tetangga). Memang, khotbah adalah rukun salat Idul Fitri, wajib. Sama seperti khotbah pada salat Jumat.
“Bahan khotbah singkat untuk para suami yang akan menjadi imam (salat ied) di rumah. Silakan ditambah atau dikurangi,” ujar Rudi via aplikasi Whatsapp, Kamis, 21 Mei 2020.
Berikut artikel khotbah dimaksud:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil alamin
Nahmaduhu.. wanasta ‘inuh.. wanastagfiruh..
Wana ‘udzubilahi ming sururi anfusina.. wasayi ‘ati.. ’amalina..
Mayahdillah.. falamudilallah.. wamanyuflil.. falaHadiyallah..
Ashadu ala.. Ilaha Ilalloh.. wahdahu lasyarikalah..
Wa ashadu ana Muhammadan Abduhu Wa Rosulluh..
Alohuma Soli ‘Ala Sayidina Muhammad..
Wa ala alihi.. wa ashabihi wassalam..
Amma.. ba’du..
Ayuhal hadirun rohimakumulloh…
Hitakulloh…. hakoo tukotih..
Wala tamu tuna ila.. wa’antum muslimun….
Allohu Akbar 3x
Lailaha Illallahu Wallohu Akbar
Allohu Akbar Walillahilhamd
Bismilahirohmaan… nirohim
Yaa ayyuhal ladziina aamanu
Kutiba ’alaikumush shiyamu
Kamaa kutiba ’alal ladzina min qoblikum
la’allakum tattaquun (Al Ayah.)
Hadirin … kita panjatkan puji…
Bersyukur atas nikmat..
Setelah bulan Ramadan berlalu… kita selalu mengharap kedatangannya kembali dan kita bisa diberi umur untuk menyambutnya.
Begitulah Ramadan, seperti digambarkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadan maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.”
Alasan Merindukan Bulan Ramadan
1. Gelar Takwa
Takwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan lebih tinggi dari itu.
Setiap hamba yang telah mampu meraih gelar takwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar takwa itu.
(QS al-Baqarah: 183)
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
2. Bulan Pengampunan
Hadits Bukhari Muslim dan Abu Dawud, “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan karena keimanannya dan karena mengharap rida Allah maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”
3. Pahalanya Dilipatgandakan
(HR. Bukhari Muslim) Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya”.
Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah).
4. Ibadah Istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadits (HR Bukhari Muslim): “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.”,
5. Doa Dikabulkan
Berdoa pada Ramadan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Aallam (HR Ahmad dan Tirmidzi): “Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan doanya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaran-Ku, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.”
6. Turunnya Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. Al-Qadr).
7. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus
(HR. Bukhari): “Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut ‘rayyan‘ yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup”.
8. Berkumpul dengan Sanak Keluarga
Pada 1 Syawal umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut “lebaran” dengan saling bermaaf-maafan.
Silaturahim dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, (HR. Bukhari) : “Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!”
Walaupun saat ini, dalam menjaga dan berikhtiar menjaga diri dari penularan covid-19, kita lakukan secara sederhana di rumah atau daring bersama keluarga.
Jadi.. jelas umat muslim semuanya selalu merindukan bulan Ramadan. Kita semua bisa meraih keutamaan bulan ini.
Semoga Allah selalu memberi berkah kepada kita… Aamiin ya Robbul Alamin.
Hadirin yang dimuliakan Allah
Kita sering dengar yang menyampaikan “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”. Diterangkan oleh berbagai ustaz: setelah idul fitri kita kembali fitri, diterjemahkan “suci kembali”.
Dihubungkan dengan keutamaan Ramadan seolah-olah dengan selesai berpuasa maka keutamaan Ramadan akan kita raih: kita akan suci kembali.
Bahwa idul fitri itu maknanya –menurut persangkaan kita– ialah “kembali kepada fitrah”. Yakni kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapus dosa-dosa kita…. adalah suatu prasangka yang kurang tepat.
Pertama: menurut bahasa bahwa lafaz ”fithru/ifthaar” artinya berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi, idul fitri artinya ”hari raya berbuka puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa.
Kedua: adapun menurut syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa ”idul fitri” itu ialah ”hari raya kita kembali berbuka puasa”.
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya– ia berkata: Bahwasanya Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Aallam telah bersabda, ”Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (idul) fitri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (idul) adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.”
Dan dalam lafaz Imam Ibnu Majah:
“(Idul) fitri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (idul) adha pada hari kamu menyembelih hewan.”
Dan dalam lafaz Imam Abu Dawud:
“Dan (idul) fitri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (idul) adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan.”
Hadits-hadits tersebut dengan beberapa lafaznya tegas-tegas menyatakan bahwa idul fitri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa).
Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan salat Ied, walaupun hari ini beberapa keluarga melaksanakannya di rumah masing-masing bersama keluarga. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama.
Itulah arti idul fitri. Demikianlah pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf (perbedaan) di antara mereka.
Baarokalohu Li Walakum Fil Qur’anilAdzim….
[ I S T I R A H A T]

Alhamdulillahirobil ‘Alamin…
Ayuhal hadirun rohimakumulloh…
Hitakulloh…. hakoo tukotih..
Wala tamu tuna ila.. wa’antum muslimun….
Allohu Akbar 3x
Lailaha Illallahu Wallohu Akbar
Allohu Akbar Walillahilhamd
Puasa sebagai “spiritual calibration“, apabila kita lakukan secara benar, puasa yang diharap-harapkan itu (yang setiap khatib sampaikan) membawa kita kembali “ke titik 0”.
Puasa titik beratnya adalah pengendalian nafsu-nafsu hewani. Kita melakukan introspeksi “melihat ke dalam” dan retrospeksi “melihat ke belakang” (iktikaf).
Apakah dengan puasa 30 hari serta-merta dosa-dosa kita dihapus: Jangan ge-er dulu, belum tentu. Jangankan sampai idul fitri usai kemudian dosa hilang serta merta, pada kenyataannya malah begitu maghrib kita sudah lupa kalau siangnya puasa.
Kita tidak bisa berprasangka bahwa “dosa” muslim telah terampuni begitu lewat idul fitri. Kelakuan kita kembali ke “selera asal” membuat puasa tak menjamin dosa terampuni. Mari kita cermati kebiasaan pada tahun-tahun lalu, kelakuan masih “seperti ini-ini saja“
Tetapi…. hadirin rohimakumulloh, lumayanlah kalau kita berprasangka bahwa dengan selesai puasa, kita otomatis menjadi bersih kembali seperti bayi yang baru lahir. Walaupun menurut khotib, itu terlalu sederhana dan terlalu mudah bagi kita.
Berkah puasa yang diterangkan khotib di awal khotbah adalah suatu titik raihan yang harus diperjuangkan setelah selesai idul fitri. Tidak datang tiba-tiba sebagai hadiah dari Allah SWT.
Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah SWT. Aamiin ya Robbal Alamin.
Marilah kita berdoa dan bermunajat pada Allah SWT:
Bismilahirohmaan nirohim,
Astagfirullohal adzim.. 3x
Ashadu ala.. ilaha ilalloh.. wahdahu lasyarikalah..
Wa ashadu ana Muhammadan Abduhu Wa Rosulluh..
Alohuma Soli ‘Ala Sayidina Muhammad..
Wa ala alihi.. wa ashabihi ajmain.. Aamiin
Ya Robbi..
Jauhkanlah kami dari fitnah dan marabahaya,
Jauhkanlah kami dari rasa tamak dan pelit yang menutupi kekikiran kami,
Jauhkanlah kami dari rasa sombong dan arogan yang menjauhkan kami dari rendah hati dan sabar,
Ringankanlah tangan kami untuk membantu yang papa, menolong yang lemah.
Sehingga kami menjadi masyarakat yang berguna bagi negara dan bangsa dan agama.
Robana hablana min azwajina; waduriyatina kurota ayun;
Wajalna lil mutakina imama
Robana takobalmina; inaka antas sami’ul alim
Robana latuziq qulubana; ba da id hadaitana;
Wa hablana miladungka rohmah; inaka antal wahaab
Robana; atina; fidunya hansanah; wa fil akhiroti hasanah;
Wakina azaban nar.
Wa adhilna zannata maal abror; ya Azis ya Gofar ya Robal ‘Alamin.
Ina nas ‘aluka ridoka wal zannah; wa na’udubika min sahotika wanaar.
Subhana; robika robil izati amma yasifun; wasalamun alal mursalin; walhamdulillahi robil ‘alamin
Wabillahit taufik wal hidayah.
Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb. []GOOD INDONESIA
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Berbagi Materi Ceramah Buat Imam Salat Ied di Rumah appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post ‘Jika Surga dan Neraka tak Pernah Ada’ appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Sebelum melangkah jauh, mari bernyanyi bersama. GOOD INDONESIA telah menyiapkan lirik dan audio persembahan Chrisye-Dhani, sebagai berikut:
Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya?
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga?
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau bersujud kepada-Nya?
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya?
Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati?
Karena sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau bersujud kepada-Nya?
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya?
Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya?
Ataukah mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan hanya…
Selain alunan lagu ini asyik dinikmati, liriknya sungguh sarat makna. Tampaknya, persentuhan Dhani dengan sufisme Tarekat Naqsyabandiyah menjiwai Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada.
Cara Dhani membawakan lagu ini menghadirkan nuansa “seram”. Kemudian bercampur dengan suara khas Chrisye. Lengkap. Lagu ini membawa pendengar merenung.
Sejumlah mahasiswa menjadikan Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada sebagai objek penelitian skripsi karena “nilai” yang diusungnya. Sebut saja M. Mudlofar, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri.
Hasil penelitian Mudlofar diberi judul “Nilai Dakwah dalam Nada dan Lirik Lagu Jika Surga dan Neraka tak Pernah Ada dari Ahmad Dhani feat Chrisye”.
Syair Sufi
Tak sekadar mengajak kita berkontemplasi, Chrisye-Dhani mulus membawa penikmat lagunya “mempertanyakan hakikat sujud insan kepada Sang Khalik selama ini”.
Adalah syair-syair sufi wanita Rabi’ah Al-Adawiyyah, yang menunjukkan pembebasan diri dari kekuatan pengaruh spritualitas surga dan neraka.
Terdapat syair Rabi’ah yang memohon kepada Allah Subhana Wa Ta’ala jika ibadahnya karena takut kepada neraka maka jebloskan saja dirinya ke dalamnya. Sebaliknya, bila sebab berharap surga maka tutuplah kesempatan kepada dirinya menjejakkan kaki di sana.
Rabi’ah bermohon ibadah didirikannya semata-mata karena kecintaan tulus kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Tidak ada faktor lain apapun.
“Aku sama sekali tidak mengharap surga dan takut pada neraka (sebagai balasan ibadah). Dan aku tidak mengharap rasa cintaku ini sebagai pengganti,” salah satu bait syair Rabi’ah.
Begitulah mereka yang berada di tataran Rabi’ah. Juga Imam Al Ghozali dan Syaikhul Islam Ismail al Harowi, serta ulama besar lainnya.
Namun, ulama menjelaskan “pamrih” kepada Allah Subhana Wa Ta’ala atas ibadah yang didirikan bukan sesuatu yang nista atau keliru. Berharap pahala dan takut dosa bukanlah berarti tidak ikhlas. Sejumlah ayat Al Quran menjelaskan hal ini.
Di titik manakah kita berada sekarang? Di saf Rabi’ah atau barisan kebanyakan yang “pamrih surga atau takut neraka”?
Pastinya, lagu “Jika Surga dan Neraka tak Pernah Ada” mengajak pendengarnya menjadi insan yang lebih baik hari demi hari di hadapan Sang Pencipta, satu-satunya zat yang berhak disembah. []GOOD INDONESIA-RE
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post ‘Jika Surga dan Neraka tak Pernah Ada’ appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Tiga Golongan Manusia Ditolak Ramadan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Namun, menurut Ustaz Maulana, terdapat tiga golongan manusia yang ditolak ibadah Ramadannya. Pertama, anak yang durhaka kepada orang tua.
Karenanya, seorang anak sebelum menjalankan ibadah Ramadan harus meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Bila tak dilakukan, kata Ustaz Maulana, yang bersangkutan dikhawatirkan ditolak segala ibadah Ramadan jika tak memperoleh maaf dari orang tuanya.
Golongan yang kedua yang ditolak ibadah Ramadannya adalah seorang istri yang belum meminta maaf kepada suaminya.
Sedangkan yang ketiga adalah muslim yang belum meminta maaf kepada muslim lainnya.
“Harus minta maaf dan saling memaafkan. Ini bagus agar ibadah kita lancar,” kata pendakwah yang bernama lengkap Muhammad Nur Maulana dalam program “Islam Itu Indah” di Trans TV, Kamis pagi, 23 April 2020.
Kita harus meminta dan saling memberi maaf sebagai sesama muslim agar ibadah puasa selama sebulan penuh mendapat rida dari Allah Subhana Wa Ta’ala alias tidak sia-sia.
“Ya, Allah, saya memohon kepada kepada-Mu, jangan Engkau terima puasanya muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim,” demikian doa malaikat Jibril, yang diamini oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Ramadan merupakan bulan penuh ampunan. In sha Allah semua dosa kita diampuni Allah Subhana Wa Ta’ala. Karenanya, sekali lagi, jangan sampai kita termasuk di antara tiga golongan yang sia-sia ibadah Ramadannya. []GOOD INDONESIA-ATMA
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Tiga Golongan Manusia Ditolak Ramadan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Malaysia Jajaki Pengembangan ‘Wakafprenuer’ Rintisan BWI appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Pengurus BWI Imam Nur Azis, M.A. mengemukakan hal tersebut kepada GOOD INDONESIA di Jakarta, Kamis malam, 2 Januari 2020.
“BWI dan Badan Wakaf Malaysia segera mempererat hubungan dan kerja sama. Semangat itu tertuang dalam pertemuan pimpinan Badan Wakaf Malaysia dengan kami baru-baru ini di kantor BWI pusat di Jakarta,” ungkap Imam.
Hadir dalam pertemuan dimaksud, antara lain, Ahli Lembaga Pengarah MAIWP Malaysia Dr. Ridzwan bin Bakar. Mewakili pimpinan BWI, Imam menerima tim Badan Wakaf Malaysia dan membahas rencana program kerja sama yang bakal dikembangkan.
[Baca juga: Fusi Foundation Gelar Kekuatan Dahsyat Wakaf di UI]
Pertemuan itu, menurut Imam lagi, langkah awal kedua lembaga dalam menjajaki kerja sama memajukan perekonomian syariah di masing-masing negara. Kedua belah pihak sepakat bahwa kemajuan perekonomian syariah menyokong kemajuan bangsa.
BWI dan Badan Wakaf Malaysia akan mempelajari keunggulan pengembangan wakaf mitranya, untuk diterapkan di negara masing-masing. Dengan demikian, sektor wakaf khususnya semakin maju di kedua negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Pihak Malaysia sangat tertarik meneliti kemajuan wakafprenuer dan wakaf rumah sakit yang dikembangkan Badan Wakaf Indonesia,” Imam menambahkan.
Ditambahkan, pihak MAIWP Malaysia dalam waktu dekat kembali ke Indonesia untuk mengonkretkan agenda kerja sama yang telah dibahas.
Menurut Imam, dirinya telah menjalin komunikasi awal dengan Ridzwan dalam acara Global Waqf Conference ke-7 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada November lalu.
[Baca juga: Internasional Apresiasi Inovasi Wakaf Generasi Milenial]
Pada kesempatan itu, Imam memaparkan gagasan yang dikembangkan BWI tentang perlunya kalangan pengusaha milenial dilibatkan dalam program wakaf. Usaha penggabungan wakaf dengan entrepreneur ini disebut “wakafprenuer”. []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Malaysia Jajaki Pengembangan ‘Wakafprenuer’ Rintisan BWI appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Cara Memupuk Keikhlasan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Niat baik atau keikhlasan memang perkara yang sulit ditambatkan dalam setiap tarikan nafas. Hari ini tulus, besok pamrih.
Pondasi karakter muslim adalah “ikhlas”. Tanpa keikhlasan maka sehebat apapun amal tak bernilai.
Ikhlas adalah bukti ketauhidan. Ada keyakinan kepada Allah SWT bahwa segalanya cukup dari-Nya. Keyakinan ini membuat kita semakin ikhlas beramal kebaikan.
Sebaliknya, jika tipis keyakinan kepada Allah SWT maka akan semakin besar pengharapan pada makhluk. Padahal semakin berharap kepada makhluk, kita semakin menjauh dari Allah SWT, yang menyebabkan kebahagiaan raib.
Kita wajib senantiasa belajar ikhlas. Kita kudu berlatih sekuat tenaga agar selalu ikhlas. Lalu kita perlu menjaganya dan memupuknya. Caranya?
1. Jangan berharap diketahui orang lain jika kita beramal. Namun, bila ada yang tahu, pastikan di dalam hati untuk puas hanya karena penilaian Allah SWT. Memang ada amal yang pada keadaan tertentu perlu diketahui orang lain, tetapi teguhkan dalam hati bahwa cukup penilaian Allah SWT yang diharap.
2. Jangan ingin dilihat orang lain saat beramal. Orang lain melihat atau tidak, itu bukanlah masalah.
3. Jangan ingin dipuji saat beramal. Pujian –sebagaimana cacian– pada dasarnya sama saja dengan gelombang suara knalpot kendaraan bermotor yang masuk ke telinga. Karenanya, mengapa pujian dan cacian harus mengotori hati?
4. Jangan ingin dihargai. Penghargaan manusia sesungguhnya cobaan. Penghargaan dari Allah SWT adalah karunia.
5. Jangan berharap balas budi. Karunia Allah SWT tidak akan pernah meleset. Dia Maha Melihat hamba-Nya yang tulus berbuat baik, ikhlas beramal. Jika Allah SWT menghendaki, apa yang memang untuk kita, pasti akan sampai. Tiada seorangpun yang mampu menghalanginya.
Allah SWT berfirman: “Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al Fath [48]: 28). Cukuplah Allah SWT sebagai saksi satu-satunya atas setiap amal. Cukuplah Allah SWT sebagai penjamin rezeki. Jangan pernah terbersit dalam hati keraguan kepada-Nya. []GOOD INDONESIA-RE
[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]
The post Cara Memupuk Keikhlasan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>