The Nation – GOOD INDONESIA https://www.goodindonesia.com Indonesia's Latest Reference News Agency Sun, 31 May 2020 14:40:35 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.8.13 https://i2.wp.com/www.goodindonesia.com/wp-content/uploads/2020/02/cropped-Logo-GI-512-x-512.png?fit=32%2C32&ssl=1 The Nation – GOOD INDONESIA https://www.goodindonesia.com 32 32 132971655 Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik https://www.goodindonesia.com/2020/04/23/proses-panjang-manfaatkan-cadangan-gas-terbesar-di-asia-pasifik.html https://www.goodindonesia.com/2020/04/23/proses-panjang-manfaatkan-cadangan-gas-terbesar-di-asia-pasifik.html#respond Thu, 23 Apr 2020 03:32:01 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=10203 Gas bumi adalah bahan bakar fosil berbentuk gas. Gas bumi sering juga disebut sebagai gas alam atau gas rawa. Gas bumi dapat ditemukan di ladang minyak, gas bumi, dan juga tambang batubara. Komponen utama dalam gas bumi adalah metana (CH4). Metana merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat […]

The post Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Gas bumi adalah bahan bakar fosil berbentuk gas. Gas bumi sering juga disebut sebagai gas alam atau gas rawa. Gas bumi dapat ditemukan di ladang minyak, gas bumi, dan juga tambang batubara. Komponen utama dalam gas bumi adalah metana (CH4).

Metana merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer. Saat terlepas ke atmosfer, metana umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi.

Meskipun begitu, saat metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air. Akibatnya, efek rumah kaca metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat.

Gas bumi juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat, seperti etana (C2H6), propana (C3H8), butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang).

Di samping itu, komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya. Gas bumi, misalnya, bisa pula mengandung nitrogen, helium, CO2, hidrogen sulfida (H2S), dan air.

Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas. Disebut juga sebagai acid gas (gas asam).

Gas bumi yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Namun, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol. Tujuannya agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas.

Gas bumi yang telah diproses sebenarnya tidak berbahaya. Sebelum diolah dapat menyebabkan gangguan pernapasan karena mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.

Gas bumi lebih ringan daripada udara sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah. Jika tersulut api maka bisa menimbulkan ledakan.

Gas bumi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satunya sebagai bahan baku industri. Untuk hal ini, gas bumi digunakan sebagai bahan baku pupuk, petrokimia, metanol, plastik, hujan buatan, besi tuang, pengelasan, dan pemadam api ringan.

Selain itu, gas bumi bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar, seperti untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU); kendaraan bermotor (Bahan Bakar Gas/BBG, Liquefied Gas for Vehicle/LGV, Compressed Natural Gas/CNG), industri ringan, menengah dan berat.

Gas bumi bisa pula dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran dalam bentuk Liquefied Petroleum Gas/LPG). Tidak hanya itu, gas bumi dapat menjadi komoditas energi untuk ekspor, misalnya dalam bentuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).

Belum cukup, Indonesia terus mengembang gas nonkonvensional, seperti gas metana batubara (Coal Bed Methane/CBM) dan shale gas.

Lapangan Senoro di Kabupatyen Banggai, Sulawesi Tengah [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Perbedaan pemanfaatan gas bumi tidak terlepas dari karakternya masing-masing. LPG dan LNG, misalnya, sama-sama gas yang dicairkan. Tujuannya untuk memudahkan pengangkutan dalam jarak yang tidak terjangkau dengan pipa.

Meskipun sama-sama gas cair, komponen LPG dan LNG berbeda. Komponen LPG didominasi oleh propane dan butane. Jenis gas ini memiliki massa jenis yang lebih besar daripada LNG. Dalam tabung, LPG berbentuk zat cair.

Namun pada suhu dan tekanan normal, LPG yang keluar dari tabung akan langsung berubah menjadi gas. Tekanan yang dibutuhkan untuk mencairkan gas ini cukup rendah sehingga sesuai untuk konsumen rumah tangga. Sifatnya mudah disimpan dan bisa langsung dibakar untuk dimanfaatkan tanpa perlu infrastruktur khusus.

Saat ini, LPG diproduksi di beberapa lapangan migas, yaitu salah satunya dengan mengumpulkan minyak yang “menguap” ketika keluar dari sumur.

Perlu diingat, tidak semua gas yang keluar dari sumur bisa dijadikan LPG karena tidak semua lapangan menghasilkan “uap gas” memadai sehingga bernilai ekonomis. Produksi LPG tanah air saat ini sekitar 1,4 juta metrik ton per tahun.

Sementara itu, kebutuhan LPG nasional sekitar 5 juta metrik ton per tahun. Inilah yang menyebabkan Indonesia masih harus mengimpor LPG. Jenis gas lain, sebagai contoh, adalah LNG. LNG adalah gas yang didominasi oleh metana dan etana yang didingin-kan hingga menjadi cair pada suhu antara -150°C sampai -200°C.

Pengembangan dan pemanfaatan LNG memerlukan infrastruktur yang lebih kompleks. Di sisi hulu, pengembangan LNG tidak hanya memerlukan fasilitas produksi biasa, tapi membutuhkan kilang yang mampu mencairkan gas tersebut sampai suhu yang ditentukan. Fasilitas pendingin dan tangki kriogenik ini membutuhkan investasi sangat besar.

Di sisi hilir, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas kembali yang disebut LNG regasification terminal. Selain fasilitas regasifikasi, pemanfaatan gas yang dihasilkan juga memerlukan jaringan pipa untuk sampai ke konsumen.

Dengan kebutuhan akan temperatur sangat rendah, LNG tidak bisa diedarkan dalam bentuk tabung-tabung layaknya LPG. Tapi, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas regasifikasi sekaligus sistem transportasi terintegrasi ke pengguna.

Untuk jaringan gas kota, jenis gas alam yang tepat memerlukan beberapa kriteria tersendiri. Kriteria tersebut antara lain memiliki kualitas yang dapat digunakan untuk konsumsi perumahan atau industri dan memenuhi spesifikasi perusahaan transmisi perpipaan atau perusahaan penyaluran. Dalam hal ini, lean gas bisa menjadi contohnya.

Jadi, gas alam memiliki beragam karakter yang berimplikasi terhadap pemanfaatannya. Alhasil, satu jenis gas belum bisa menggantikan penggunaan jenis gas lain, setidaknya untuk saat ini.

Memang, Indonesia memiliki potensi gas yang besar, namun infrastruktur perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk menentukan harga keekonomian dari gas itu sendiri yang masih menjadi salah satu daya tarik bagi para pelaku bisnis.

Pada akhirnya, Indonesia yang memiliki infrastuktur dan jaringan gas memadai akan terwujud dengan kerja keras serta komitmen semua pihak terkait.

Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an. Saat itu, produksi gas alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim melalui pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan.

Perkembangan pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974. PT Pertamina (Persero) mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih, Sumatera Selatan ke pabrik pupuk Pusri II, III, dan IV di Palembang.

Pemanfaatan gas bumi juga mulai merambah wilayah-wilayah lain di Indonesia. Gas bumi memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di tanah air.

Potensi cadangan gas di tanah air lebih besar daripada minyak bumi. Jumlah gas bumi yang dapat diangkat dari dalam bumi nusantara pada tahun 2006 adalah sebesar 2,269 trillion british thermal unit (tbtu). Gas bumi tersebut sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik sebesar 843 tbyu (37%).

Sementara itu, sisanya sebesar 1,426 tbtu (63%) diekspor dalam bentuk LNG maupun gas melalui pipa. Cadangan gas bumi diperkirakan cukup untuk dipergunakan selama kurang-lebih 60 tahun ke depan.

Saat ini, proyek pengembangan gas bumi yang terus didukung Pemerintah antara lain Natuna D Alpha yang potensinya sekitar 46 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/tcf); Tangguh Train 3 8,09 tcf; Donggi Senoro 2,8 tcf; dan Masela 9,18 tcf.


Cadangan Gas Raksasa

Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara produsen gas alam dunia. Salah satu cadangan terbesarnya di perairan Natuna, yang diklaim Cina sebagai wilayahnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti dikutip Kompas.com, menyebutkan Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (tcf). Cadangan ini terdiri atas cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 tcf dan cadangan potensial (P2) 42,84 tcf.

Cadangan gas terbesar di Indonesia berada di Natuna, tepatnya di Blok East Natuna 49,87 tcf. Disusul Blok Masela di Maluku 16,73 tcf dan Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar 2,66 tcf.

Peta konsesi migas [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Besarnya kandungan gas alam di Natuna disebut-sebut sebagai “cadangan gas terbesar di Asia Pasifik”. East Natuna direncanakan baru bisa memproduksi gas pada 2027. Lamanya produksi karena belum ada teknologi yang mumpuni menyedot gas di kedalaman laut Natuna.

Masalah terberatnya, yakni kandungan gas CO2 yang mencapai 72 persen, sehingga perlu teknologi khusus yang harganya mahal.

Berbeda dengan blok lain di Natuna, gas yang diproduksi dari East Natuna tak dijual melalui pipa ke Singapura, namun diharapkan bisa disalurkan ke Jawa lewat pipa yang tersambung dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan sampai ke Jawa Tengah.

Wilayah kerja (WK) migas yang berlokasi di Kepulauan Natuna, berjumlah 16 WK, terdiri atas enam WK produksi, 10 WK eksplorasi –tiga di antaranya dalam proses terminasi karena waktu kontraknya telah habis dan belum berhasil memperoleh temuan migas.

Keenam WK migas yang telah berproduksi adalah South Natuna Sea Block B yang dioperatori Medco, Natuna Sea Block A yang dikelola Premier Oil Natuna Sea B.V, Kakap oleh Star Energy (Kakap Ltd).

Kemudian Udang Block yang dikelola TAC Pertamina EP Pertahalahan Arnebrata Natuna. Dua lainnya adalah Sembilang yang dioperasikan Mandiri Panca Usaha dan Northwest Natuna oleh Santos.

Salah satu blok migas di Natuna yang cadangannya sangat besar, yakni lapangan gas Natuna D-Alpha dan lapangan gas Dara yang kegiatan eksplorasinya telah dilakukan sejak akhir 1960-an.

Ketika itu, salah satu perusahaan migas Italia, Agip, melakukan survei seismik laut yang ditindaklanjuti dengan melakukan 31 pengeboran eksplorasi. Kegiatan ini menemukan cadangan migas terbesar sepanjang 130 tahun sejarah permigasan Indonesia. Cadangan gas sebesar 222 tcf dan 310 juta bbl minyak, dengan luas 25 x 15 km2 serta tebal batuan reservoir lebih 1.500 meter.

Presentsi potensi gas di Natuna [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Sayangnya, hingga ditemukan pada 1973, lapangan gas D-Alpha ini belum dapat dieksploitasi karena membutuhkan biaya yang tinggi disebabkan kandungan gas CO2-nya yang mencapai 72 persen.

Pada 1980, pengelolaan blok ini digantikan oleh Esso dan Pertamina. Esso kemudian bergabung dengan Mobil Oil menjadi ExxonMobil dan telah menghabiskan biaya sekitar 400 juta dollar AS untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan kajian pengembangan lapangan.

Namun, tetap saja lapangan gas ini belum berhasil dieksploitasi. Produksi gas dari blok-blok produksi di Laut Natuna sebagian besar disalurkan ke Malaysia dan Singapura. Kontraknya masih berlanjut sampai 2021-2022.

Jika telah selesai pembangunan jalur pipa ke Batam, sebagian gas bumi berjumlah sekitar 40 juta kaki kubik per hari akan disalurkan ke Pulau Batam, yang akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Gas bumi dari lapangan Belanak di Indonesia disalurkan ke Lapangan Duyong, Malaysia, melalui jalur pipa laut sepanjang 98 kilometer yang kemudian dipipakan ke Kertih di pantai timur semenanjung untuk diolah di industri petrokimia. []GOOD INDONESIA-HDN


Bahan artikel dicuplik utuh dari
:
Esdm.go.id
Kompas.com


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]

The post Proses Panjang Manfaatkan Cadangan Gas Terbesar di Asia Pasifik appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/04/23/proses-panjang-manfaatkan-cadangan-gas-terbesar-di-asia-pasifik.html/feed 0 10203
Puncak-puncak Keindahan Gunung Berapi Indonesia https://www.goodindonesia.com/2020/04/22/puncak-puncak-keindahan-gunung-berapi-indonesia.html https://www.goodindonesia.com/2020/04/22/puncak-puncak-keindahan-gunung-berapi-indonesia.html#respond Wed, 22 Apr 2020 06:48:02 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=10193 Gunung-gunung berapi di berbagai belahan dunia selalu memanjakan mata. Padahal, kondisi di bawah permukaannya sungguh menakutkan. Aktif ataupun nonaktif, gunung-gunung menyimpan energi dan keindahan. Menilik asal-muasal terbentuknya, keberadaan gunung memang wujud perpaduan energi dan keindahan. Muasal gunung memang dari materi vulkanik yang membentuk lanskap mengagumkan. Lalu, gunung berapi manakah yang terindah di dunia? Komunitas tanya-jawab […]

The post Puncak-puncak Keindahan Gunung Berapi Indonesia appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Gunung-gunung berapi di berbagai belahan dunia selalu memanjakan mata. Padahal, kondisi di bawah permukaannya sungguh menakutkan.

Aktif ataupun nonaktif, gunung-gunung menyimpan energi dan keindahan. Menilik asal-muasal terbentuknya, keberadaan gunung memang wujud perpaduan energi dan keindahan. Muasal gunung memang dari materi vulkanik yang membentuk lanskap mengagumkan.

Lalu, gunung berapi manakah yang terindah di dunia? Komunitas tanya-jawab Quora pernah mencari tahu jawabannya. Pendapat yang dijaring dari berbagai negara di seluruh belahan dunia.

Nah, #GOODpeople, di antara beberapa gunung terindah versi publik media tersebut terdapat milik Indonesia. Bukti gunung berapi Nusantara dikenal dunia.


Gunung Kelimutu

Tiga kawah misterius Kelimutu menarik perhatian ilmuwan dan pengunjung ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Satu berwarna hijau, merah pekat, dan yang satu hitam pekat,” kata Vaché, salah seorang yang dimintai pendapatnya.

Para ilmuwan mengatakan tiga warna air di kawah Kelimutu akibat reaksi kimia yang terjadi saat gas gunung api berpadu dengan mineral danau.

Namun penduduk di sekitar Kelimutu memiliki pandangan berbeda, masih artikel Quora. “Penduduk setempat percaya danau Kelimutu tempat peristirahatan orang yang meninggal dan berubah warna berdasarkan aliran nyawa,” ujar Sunni Mewati.

Walaupun ada penjelasan ilmiah terkait tiga warna ini, kata Sunni, perasaan menyeramkan di seputar danau terasa jelas.

Gunung lain yang masuk lima besar terindah di dunia, yakni Santorini (Yunani), Mayon (Filipina), Kilimanjaro dan Kawah Ngorongoro (Tanzania), Kilauea dan Mauna Kea (Hawaii), serta Fuji (Jepang).

Gunung Kelimutu [Foto: Indonesia-tourism.com – GOOD INDONESIA]


Daftar Gunung di Indonesia

Wilayah Indonesia yang terbentang di garis khatulistiwa memiliki banyak hal uang menakjubkan, terutama urusan alamnya.

Negara tropis ini tidak hanya memiliki puluhan ribu pulau yang terbentang dari Barat sampai ujung Timur, namun juga mempunyai ratusan gunung –sebagian di antaranya masih aktif yang bisa kapan saja mengeluarkan abu panasnya.

Dalam buku “The Amazing of Indonesia: 71 Keajaiban Indonesia” (2013) karya Sugeng HR disebutkan Indonesia memiliki beragam kekayaan alam, salah satunya gunung. Beberapa negara bahkan tidak memiliki gunung sebanyak yang dimiliki Indonesia. Gunung dimaksud kebanyakan mengelilingi pulau yang ada.

Ada dua jalur pegunungan utama yang membuat Indonesia memiliki gunung tinggi, yaitu jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Sebagai referensi bagi segenap pembaca setia GOOD INDONESIA, berikut data sebagian gunung di negeri indah ini. Terdapat informasi lokasi dan data ketinggiannya.

Daftar gunung di Indonesia, sebagai berikut:

1. Salak (Jawa Barat, Bogor): 2.211 m
2. Gede (Jawa Barat, Bogor): 2.958 m
3. Pangrango (Jawa Barat, Bogor): 3.019 m
4. Batu (Jawa Barat, Bogor): 870 m
5. Munara (Jawa Barat, Bogor): 980 m
6. Guntur (Jawa Barat, Garut): 2.249 m
7. Cikuray (Jawa Barat, Garut): 2.818 m
8. Tangkupan Perahu (Jawa Barat, Bandung): 2.084 m
9. Papadayan (Jawa Barat, Garut): 2.665 m
10. Lembu (Jawa Barat): 780 m
11. Parang (Jawa Barat): 963 m
12. Bongkok (Jawa Barat): 975 m
13. Bukit Tunggul (Jawa Barat): 2.208 m
14. Burangrang (Jawa Barat): 2.057 m
15. Malabar (Jawa Barat): 2.343 m
16. Masigit (Jawa Barat, Bandung): 2.078 m
17. Patuha (Jawa Barat, Bandung): 2.386 m
18. Wayang (Jawa Barat, Bandung): 2.181 m
19. Galunggung (Jawa Barat, Tasikmalaya): 2.167 m
20. Cermai (Jawa Barat, Kuningan): 3.078 m
21. Botak (Jawa Tengah, Grobogan): 2.345 m
22. Lasem (Jawa Tengah, Rembang): 806 m
23. Slamet (Jawa Tengah): 3.432 m
24. Sindoro (Jawa Tengah): 3.15 m
25. Sumbing (Jawa Tengah): 3.336 m
26. Prau (Jawa Tengah, Wonosobo): 2.565 m
27. Unggaran (Jawa Tengah, Semarang): 2.05 m
28. Merbabu (Jawa Tengah): 3.145 m
29. Merapi (Jawa tengah): 2.911 m
30. Lawu (Jawa Tengah, Karanganyar): 3.245 m
31. Muria (Jawa Tengah, Rembang): 1.602 m
32. Andong (Jawa Tengah): 1.726 m
33. Temoloyo (Jawa Tengah, Salatiga): 1.894 m
34. Semeru (Jawa Timur, Malang): 3.676 m
35. Argopuro (Jawa Timur, Malang): 3.088 m
36. Arjuno (Jawa Timur, Malang): 3.339 m
37. Kembar (Jawa Timur): 3.052 m
38. Welirang (Jawa Timur, Malang): 3.156 m
39. Bhutak (Jawa Timur, Malang): 2.868 m
40. Raung (Jawa Timur, Banyuwangi): 3.332 m
41. Penanggungan (Jawa Timur, Mojokerto): 1.653 m
42. Kelud (Jawa Timur, Kediri): 1.350 m
43. Bromo (Jawa Timur, Probolinggo): 2.392 m
44. Ijen (Jawa Timur, Banyuwangi): 1.128 m
45. Wilis (Jawa Timur, Nganjuk): 2.563 m
46. Bongkok (Jawa Timur, Magetan): 1.345 m
47. Kukusan (Jawa Timur, Magetan): 1.465 m
48. Blego (Jawa Timur, Magetan): 1.680 m
49. Bancak (Jawa Timur, Magetan): 1.440 m
50. Agung (Bali): 3.142 m
51. Batukaru (Bali): 2.276 m
52. Batur (Bali): 1.717 m
53. Rinjani (NTB): 3.726 m
54. Ebulolobo (NTB): 2.123 m
55. Inielika (NTB): 1.559 m
56. Kondo (NTB): 2.947 m
57. Nangi (NTB): 2.3300 m
58. Sangeang (NTB): 1.949 m
59. Anak Ranakah (NTB): 2.402 m
60. Ebulabo (NTB): 2.123 m
61. Liliboleng (NTB): 1.659 m
62. Liliwerung (NTB): 1.486 m
63. Kelimutu (NTT): 1.385 m
64. Lewotobi Perempuan (NTB): 1.703 m
65. Batusibela (Maluku): 2.111 m
66. Loreboleng (NTB): 1.117 m
67. Lewotolo (NTB): 1.319 m
68. Lewotobi Laki-laki (NTB): 1.584 m
69. Keknemo (NTB): 2.070 m
70. Inerie (NTB): 2.230 m
71. Egon (NTB): 1.703 m
72. Tambora (NTB): 2.850 m
73. Karang (Banten): 1.245 m
74. Pulosari (Banten): 923 m
75. Karang (Banten): 784 m
76. Marapi (Sumatera Barat): 2.891
77. Talang (Sumatera Barat): 2.600 m
78. Singgalang (Sumatera Barat): 2.877 m
79. Dempo (Sumatera Selatan, Jambi): 3.159 m
80. Sibayak (Sumatera Utara): 2.212 m
81. Tandikat (Sumatera Barat): 2.438 m
82. Sago (Sumatera Barat): 2.500 m
83. Talamau (Sumatera Barat): 2.912 m
84. Pesagi (Lampung): 2.262 m
85. Kerinci (Sumatera Selatan, Jambi): 3.805 m
86. Perkison (Aceh): 2.300 m
87. Leuser (Aceh): 3.172 m
88. Bukit Kaba (Bengkulu): 1.952 m
89. Palung (Kalimantan Barat): 1.116 m
90. Liangpran (Kalimantan Timur): 2.24
91. Halau (Kalimantan Selatan): 1.892 m
92. Bukit Raya (Kalimantan Tengah): 2.278 m
93. Awu (Sulawesi): 1.320 m
94. Lokon (Sulawesi): 1.689 m
95. Klabat (Sulawesi): 1.995 m
96. Mekongga (Sulawesi): 2.620 m
97. Mahawu (Sulawesi): 1.311 m
98. Bawakaraeng (Sulawesi): 2.705 m
99. Soputan (Sulawesi): 1.783 m
100. Lompobatang (Sulawesi): 2.871 m
101. Latimojong (Sulawesi Selatan): 3.478 m
102. Binaiya (Maluku): 3.027 m
103. Carstensz Pyramid (Papua): 4.884 m

Mana di antara gunung di atas yang Anda pernah daki atau pernah berwisata di sekitarnya? Kita pantas bangga atas alam yang luar biasa ini. []GOOD INDONESIA-RE


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]

The post Puncak-puncak Keindahan Gunung Berapi Indonesia appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/04/22/puncak-puncak-keindahan-gunung-berapi-indonesia.html/feed 0 10193
Sungai-sungai Membelah Wilayah Indonesia, Anda Tahu Jumlahnya? https://www.goodindonesia.com/2020/03/09/sungai-sungai-membelah-wilayah-indonesia.html https://www.goodindonesia.com/2020/03/09/sungai-sungai-membelah-wilayah-indonesia.html#respond Mon, 09 Mar 2020 05:19:40 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=9829 Sungai terhampar di bumi Indonesia. Di mana-mana. Air sungai mengalir sampai jauh, menuju laut. Mengular sangat panjang, menunjukkan betapa luas wilayah Republik Indonesia (RI). Sayang, belum ada data pasti jumlah sungai di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) belum memiliki datanya. Disebut-sebut jumlahnya ribuan. Bahkan jumlah danau yang tak melebihi 1.000, pun belum tersedia datanya. […]

The post Sungai-sungai Membelah Wilayah Indonesia, Anda Tahu Jumlahnya? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Sungai terhampar di bumi Indonesia. Di mana-mana. Air sungai mengalir sampai jauh, menuju laut. Mengular sangat panjang, menunjukkan betapa luas wilayah Republik Indonesia (RI).

Sayang, belum ada data pasti jumlah sungai di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) belum memiliki datanya. Disebut-sebut jumlahnya ribuan. Bahkan jumlah danau yang tak melebihi 1.000, pun belum tersedia datanya.

Dalam diskusi yang diselenggarakan River Engineering and Urban Drainage Research Centre (REDAC) Universitas Sains Malaysia (USM) di Penang, Malaysia (24/11/2016), Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Fauzan Ali menyatakan hal tersebut.

Karenanya, kata Fauzan, LIPI merencana akan melaksanakan pendataan. Namun, penelusuran GOOD INDONESIA, belum tersedia data total dan detail sungai Indonesia dimaksud sejauh ini.


Ragam Sungai

Muasal sungai terbentuk beberapa bentuk. Paling umum karena air hujan, gletser, dan salju yang mengalirinya.

Air mengalir dari lokasi tinggi ke tempat yang rendah karena gravitasi. Air yang mengalir secara alami mengerosi lapisan batuan yang lebih lemah. Erosi terjadi di bagian tepi dan lapisan bawah sungai. Penampang sungai menyerupai bentuk huruf “V”.

Berdasarkan pola alirannya, klasifikasi sungai, yakni dendritic, parallel, trellis, rectangular, radial, centrifugal, dan centripetal.

Di Indonesia, air sungai umumnya berasal dari mata air yang berada di pegunungan. Kalau sungai mengalir sepanjang tahun, sebab debit mata air di hulunya sangat besar. Jika air secara gravitasi jatuh dari tempat yang lebih tinggi ke tempat lebih rendah, terbentuklah air terjun.

Di daerah pegunungan kapur (karst), terdapat sungai bawah tanah. Air melarutkan batu kapur, sehingga terbentuk aliran sungai baru di dalam goa.

Di daerah bersalju, air sungai berasal dari lelehan salju atau gletser.

Gletser adalah istilah geologi yang merujuk lapisan besar es yang bergerak turun perlahan-lahan di lereng gunung atau di daratan. Pada musim dingin, umumnya sungai terisi sedikit air karena air membeku menjadi es. Ketika cuaca sudah mulai hangat, salju mencair dan mengalir ke daerah yang lebih rendah, terakumulasi menjadi sungai.


10 Sungai Terpanjang

Indonesia kaya akan sungai. Terdapat ratusan sungai yang mudah ditemukan atau dikenal umum, mulai yang panjangnya seribuan atau ratusan kilometer, dan yang hanya puluhan kilometer.

Semua pulau di Nusantara memiliki sungai. Di pulau-pulau utama terdapat sungai yang masuk 10 terpanjang.

1. Sungai Kapuas (1.143 km) di Kalimantan Barat.
2. Sungai Mahakam (920 km) di Kalimantan Timur.
3. Sungai Barito (909 km) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
4. Sungai Batanghari (800 km) di Sumatera Barat dan Jambi.
5. Sungai Musi (750 km) di Sumatera Selatan.
6. Sungai Mamberamo (670 km) di Pulau Papua.
7. Sungai Bengawan Solo (548 km) di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
8. Sungai Digul (525 km) di Pulau Papua.
9. Sungai Indragiri (500 km) di Provinsi Riau.
10. Sungai Seruyan (350 km) di Kalimantan Tengah.


Perbandingan dengan Sungai Terpanjang Dunia

Sungai terpanjang di Indonesia adalah Kapuas, 1.143 km. Sungai terpanjang dunia?

Dengan menghitung debit volume airnya, jelas Sungai Amazon di Amerika Selatan terpanjang di dunia. Namun, posisi sungai ini sebagai sungai terpanjang di dunia diperdebatkan karena sebutan itu telah lama diberikan kepada Sungai Nil di Mesir. Silang pendapat muncul atas penentuan asal-usul Amazon.

Selain itu, anak sungai di hilir membentuk Sungai Ucayali yang akhirnya bertemu dengan Sungai Maranon, yang membentuk batang utama Sungai Amazon.

Panjang Amazon diperkirakan 4.325 mil atau 6.853 km.

Bentangan aliran Sungai Amazon di Amerika Selatan [Foto: tramanasek.com – GOOD INDONESIA]


330 Sungai di Indonesia dan Letaknya

Berikut 330 sungai di Indonesia dan letaknya. Masih banyak sungai yang belum termasuk dalam daftar ini.

1. Sungai Air Bengkulen di Bengkulu
2. Sungai Air Blimbing di Bengkulu
3. Sungai Air Dendan di Bengkulu
4. Sungai Air Keru di Bengkulu
5. Sungai Air Lais di Bengkulu
6. Sungai Air Lemau di Bengkulu
7. Sungai Air Pali di Bengkulu
8. Sungai Air Pikat di Bengkulu
9. Sungai Airhitam di Kalimantan Barat
10. Sungai Ajung di Jawa Timur
11. Sungai Alalak di Kalimantan Selatan
12. Sungai Alas di Bengkulu
13. Sungai Aluran di DKI Jakarta
14. Sungai Ampang di Nusa Tenggara Barat
15. Sungai Anai di Sumatera Barat
16. Sungai Angisa di Kalimantan Timur
17. Sungai Angke di DKI Jakarta
18. Sungai Angkola di Sumatera Utara
19. Sungai Antokan di Sumatera Barat
20. Sungai Apu teretak di daerah Provinsi Maluku
21. Sungai Asahan di Sumatera Utara
22. Sungai Ayong di Sulawesi Utara
23. Sungai Ayu di Kalimantan Selatan
24. Sungai Ayun di Bali
25. Sungai Baharangan di Kalimantan Selatan
26. Sungai Bahau di Kalimantan Timur
27. Sungai Bajulmati di Jawa Timur
28. Sungai Balangan di Bali
29. Sungai Baliem di Papua
30. Sungai Bangko di Riau
31. Sungai Bango di Jawa Timur
32. Sungai Bani di Kalimantan Timur
33. Sungai Bantai di Bengkulu
34. Sungai Barabai di Kalimantan Selatan
35. Sungai Barito di Kalimantan Selatan
36. Sungai Basai di Lampung
37. Sungai Batang Sosah di Riau
38. Sungai Batanggadis di Sumatera Utara
39. Sungai Batanghari di Jambi
40. Sungai Batee Like di DI Aceh
41. Sungai Batugajah di Jawa Timur
42. Sungai Batui di Sulawesi Tengah
43. Sungai Batulaya di Bali
44. Sungai Batulicin di Kalimantan Selatan
45. Sungai Bedadung di Jawa Timur
46. Sungai Beduk di Riau
47. Sungai Belawan di Sumatera Utara
48. Sungai Beliang di Kalimantan Barat
49. Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah
50. Sungai Bengkulu di Bengkulu
51. Sungai Berau di Kalimantan Timur
52. Sungai Besitang di Sumatera Utara
53. Sungai Bian di Papua
54. Sungai Binebase di Sulawesi Utara
55. Sungai Binjai di Riau
56. Sungai Bodri di Jawa Tengah
57. Sungai Bogowonto di Jawa Tengah
58. Sungai Bone di Sulawesi Selatan
59. Sungai Bongkal di daerah Sulawesi Tengah
60. Sungai Brangkal di Jawa Timur
61. Sungai Brantas di Jawa Timur
62. Sungai Bubuh di Bali
63. Sungai Bulucenrana di Sulawesi Selatan
64. Sungai Bulurangtiding di Sumatra Selatan
65. Sungai Buol di Sulawesi Tengah
66. Sungai Cacaban di Jawa Tengah
67. Sungai Castelo di Maluku
68. Sungai Cegal di Kalimantan Selatan
69. Sungai Cibeet di Jawa Barat
70. Sungai Cibinong di Jawa Barat
71. Sungai Cibulan di Jawa Barat
72. Sungai Cidanau di Jawa Barat
73. Sungai Cidurian di Jawa Barat
74. Sungai Cihideung di Jawa Barat
75. Sungai Cijolang di Jawa Tengah
76. Sungai Cikapundung di Jawa Barat
77. Sungai Cikarang di Jawa Barat
78. Sungai Cikatomas di Jawa Barat
79. Sungai Cikubang di Jawa Barat
80. Sungai Cilangkub di Jawa Barat
81. Sungai Cilosari di Jawa Barat
82. Sungai Cilosari di Jawa Barat
83. Sungai Cimandiri di Jawa Barat
84. Sungai Cimantiung di Jawa Barat
85. Sungai Cimanuk di Jawa Barat
86. Sungai Ciojar di Jawa Barat
87. Sungai Cipada di Jawa Barat
88. Sungai Cipaku di Jawa Barat
89. Sungai Cipicung di Jawa Barat
90. Sungai Cipinang di DKI Jakarta
91. Sungai Cipunegara di Jawa Barat
92. Sungai Cirawa di Jawa Barat
93. Sungai Cisadane di Jawa Barat
94. Sungai Cisanggarung di Jawa Barat
95. Sungai Cisarua di Jawa Barat
96. Sungai Citandui di Jawa Barat

Hulu Sungai Citarum di Jawa Barat [ indonesiatatler.com – GOOD INDONESIA]

97. Sungai Citarum di Jawa Barat
98. Sungai Ciujung di Jawa Barat
99. Sungai Cibeureum di Jawa Tengah
100. Sungai Ciliwung di Jawa Barat
101. Sungai Comal di Jawa Tengah
102. Sungai Cunda di DI Aceh
103. Sungai Digul di Papua
104. Sungai Dulang di Jawa Tengah
105. Sungai Emboko di Nusa Tenggara Timur
106. Sungai Fai di Nusa Tenggara Timur
107. Sungai Gaung di Riau
108. Sungai Gelombang di Kalimantan Selatan
109. Sungai Geumpang di DI Aceh
110. Sungai Girirang di Sulawesi Selatan
111. Sungai Glagah di DI Yogyakada
112. Sungai Grindulu di Jawa Timur
113. Sungai Grogol di DKI Jakarta
114. Sungai Gurakara di Nusa Tenggara Barat
115. Sungai Haruan di Kalimantan Selatan
116. Sungai Ipuh di Bengkulu
117. Sungai Jagir di Jawa Timur
118. Sungai Jaing di Kalimantan Selatan
119. Sungai Jamal di Nusa Tenggara Timur
120. Sungai Jangklok di Nusa Tenggara Barat
121. Sungai Jeh Ajung di Bali
122. Sungai Jeh He di Bali
123. Sungai Jeh Jinah di Bali
124. Sungai Jeh Poh di Bali
125. Sungai Jeh Sungi di Bali
126. Sungai Jelai di Kalimantan Barat
127. Sungai Jeneberang di Sulawesi Selatan
128. Sungai Jepara di Lampung
129. Sungai Jujuhan di Sumatra Barat
130. Sungai Juwana di Jawa Tengah
131. Sungai Kahayan di Kalimantan Tengah
132. Sungai Kalanaman di Kalimantan Tengah
133. Sungai Kambas di Lampung
134. Sungai Kampar Kanan di Riau
135. Sungai Kampar Kiri di Riau
136. Sungai Kampu di Nusa Tenggara Barat
137. Sungai Kamundan di Papua
138. Sungai Kanjiji di Nusa Tenggara Timur
139. Sungai Kapuas di Kalimantan Barat
140. Sungai Karana di Sulawesi Selatan
141. Sungai Katingan di Kalimantan Tengah
142. Sungai Kayan di Kalimantan Timur
143. Sungai Kedukul di Kalimantan Barat
144. Sungai Ketahun di Bengkulu
145. Sungai Ketanan di Riau
146. Sungai Klampis di Jawa Tengah
147. Sungai Komering di Sumatra Selatan
148. Sungai Konoweha di Sulawesi Tenggara
149. Sungai Kruet di DI Aceh
150. Sungai Krukut di DKI Jakarta
151. Sungai Kuantan/Indragiri di Riau
152. Sungai Kumpe di Jambi
153. Sungai Kurambu di Kalimantan Selatan
154. Sungai Labandia di Sulawesi Tenggara
155. Sungai Lahor di Jawa Timur
156. Sungai Laini di Sulawesi Utara
157. Sungai Lakitan di Sumatra Selatan
158. Sungai Lalindu di Sulawesi Tenggara
158. Sungai Lamandau di Kalimantan Tengah
159. Sungai Lamongan di Jawa Timur
160. Sungai Landak di Kalimantan Barat
161. Sungai Lasolo di Sulawesi Tenggara
162. Sungai Lawe Alas di DI Aceh
163. Sungai Lematang di Sumatra Selatan
164. Sungai Lilin di Kalimantan Selatan
165. Sungai Lingeh di Nusa Tenggara Timur
166. Sungai Lintang Kiri di Bengkulu
167. Sungai Logawa di Jawa Tengah
168. Sungai Lorentz di Papua
169. Sungai lpuh di Bengkulu
170. Sungai Luk Ulo di Jawa Tengah
171. Sungai Lusi di Jawa Tengah
172. Sungai Madiun di Jawa Timur
173. Sungai Mahakam di Kalimantan Timur
174. Sungai Malang di DKI Jakarta
175. Sungai Malasa di Sulawesi Selatan
176. Sungai Mandar di Sulawesi Selatan
177. Sungai Maraju di Sulawesi Tengah
178. Sungai Maraleng di Sulawesi Selatan
179. Sungai Marikrubu di Maluku
180. Sungai Martapura di Kalimantan Selatan
181. Sungai Masiulang di Maluku
182. Sungai Matarombeo di Sulawesi Tenggara
183. Sungai Mayu di Papua
184. Sungai Medono di Jawa Tengah
185. Sungai Melawi di Kalimantan Barat
186. Sungai Meliau di Kalimantan Barat
187. Sungai Memberamo di Papua
188. Sungai Mempawah di Kalimantan Barat
189. Sungai Mendawai di Kalimantan Tengah
190. Sungai Merauke di Papua
191. Sungai Merawu di Jawa Tengah
192. Sungai Mesuji di Sumatra Selatan
193. Sungai Mesup di Sulawesi Tengah
194. Sungai Meureudu di DI Aceh
195. Sungai Mokervart di DKI Jakarta
196. Sungai Muna di Kalimantan Barat
197. Sungai Musi di Sumatra Selatan
198. Sungai Naha di Sulawesi Utara
199. Sungai Nal di Nusa Tenggara Barat
200. Sungai Nalipang di Sumatra Utara
201. Sungai Nasal di Bengkulu
202. Sungai Negara di Kalimantan Selatan
203. Sungai Noordwese di Papua
204. Sungai Ogan di Sumatra Selatan
205. Sungai Ombilin di Sumatra Barat
206. Sungai Opak di DI Yogyakarta
207. Sungai Oyo di DI Yogyakarta
208. Sungai Padanggila di Bengkulu
209. Sungai Pakerisan di Bali
210. Sungai Paloh di Kalimantan Barat
211. Sungai Palu di Sulawesi Tengah
212. Sungai Pameriliun di Lampung
213. Sungai Pancuran di Bali
214. Sungai Pandalaras di Jawa Timur
215. Sungai Pangi di Bali
216. Sungai Pasaman di Sumatra Barat
217. Sungai Patanu di Bali
218. Sungai Pawan di Kalimantan Barat
219. Sungai Peleang di Sulawesi Tenggara
220. Sungai Pemali di Jawa Tengah
221. Sungai Pembuang di Kalimantan Tengah
222. Sungai Pengabuan di Jambi
223. Sungai Pesanggrahan di DKI Jakarta
224. Sungai Peureulak di DI Aceh
225. Sungai Peusangan di DI Aceh
226. Sungai Pitap di Kalimantan Selatan
227. Sungai Pliwis di Nusa Tenggara Barat
228. Sungai Polapare di Nusa Tenggara Timur
229. Sungai Polgar di Sulawesi Utara
230. Sungai Poso di Sulawesi Tengah
231. Sungai Progo di Jawa Tengah
232. Sungai Putih di Nusa Tenggara Barat
233. Sungai Rambang di Sumatera Selatan
234. Sungai Ranayapu di Sulawesi Utara
235. Sungai Ranggos di DI Aceh
236. Sungai Rawas di Sumatera Selatan
237. Sungai Rejoso di Jawa Timur
238. Sungai Reteh di Riau
239. Sungai Riam di Kalimantan Selatan
240. Sungai Rissa di Nusa Tenggara Timur
241. Sungai Rokan Kanan di Riau
242. Sungai Rokan Kiri di Riau
243. Sungai Ruate di Maluku
244. Sungai Saddang di Sulawesi Selatan
245. Sungai Sadong di Sulawesi Selatan
246. Sungai Saju di Kalimantan Barat
247. Sungai Saleh di Sumatera Selatan
248. Sungai Sambas di Kalimantan Barat
248. Sungai Sambong di Jawa Tengah
249. Sungai Sampean di Jawa Timur
250. Sungai Sampit di Kalimantan Tengah
251. Sungai Sampolawa di Sulawesi Tenggara
252. Sungai Sangiang di Bali
253. Sungai Sangir di Sumatera Barat
254. Sungai Sang-Sang di Bali
255. Sungai Sapatewa di Maluku
256. Sungai Sapulawa di Maluku
257. Sungai Sarafo di Maluku
258. Sungai Sarkam di Sumatera Utara
259. Sungai Seblat di Bengkulu
260. Sungai Sekajam di Kalimantan Barat
261. Sungai Sekampung di Lampung
262. Sungai Seluma di Bengkulu
263. Sungai Semah di Lampung
264. Sungai Semanan di DKI Jakarta
265. Sungai Sembakung di Kalimantan Timur
266. Sungai Sengarit di Kalimantan Barat
267. Sungai Sengkarang di Jawa Tengah
268. Sungai Senyiur di Kalimantan Timur
269. Sungai Seputih di Lampung
270. Sungai Serang di Jawa Tengah
271. Sungai Serayu di Jawa Tengah
272. Sungai Serengam di Jambi
273. Sungai Seruyan di Kalimantan Tengah
274. Sungai Sesayap di Kalimantan Timur
275. Sungai Setail di Jawa Timur
276. Sungai Siak di Riau
277. Sungai Sibundung di Sumatera Utara
278. Sungai Sidutan di Nusa Tenggara Barat
279. Sungai Sihilang di Sumatera Barat
280. Sungai Simpang Balek di Lampung
281. Sungai Simpang Kanan di DI Aceh
282. Sungai Simpang Kiri di DI Aceh
283. Sungai Sindung di Sumatera Barat
284. Sungai Singga di Sulawesi Selatan
285. Sungai Singkuang di Sumatera Utara
286. Sungai Singoan di Jambi
287. Sungai Sirantih di Sumatera Barat
288. Sungai Sircanden di Papua
289. Sungai Sragi di Jawa Tengah
290. Sungai Sukadana di Lampung
291. Sungai Suko di Jawa Timur
292. Sungai Sumbermarijing di Jawa Timur
293. Sungai Sumbul di Bali
294. Sungai Sumpel di Nusa Tenggara Barat
295. Sungai Sunter di DKI Jakarta
296. Sungai Tabalong di Sulawesi Utara
297. Sungai Tabuan di Kalimantan Selatan
298. Sungai Takuwono di Sulawesi Tengah
299. Sungai Tangkok di Sulawesi Selatan
300. Sungai Tanjungaur di Bengkulu
301. Sungai Tapin di Kalimantan Selatan
302. Sungai Tarusan di Sumatera Barat
303. Sungai Telen di Kalimantan Timur
304. Sungai Tengah di DKI Jakarta
305. Sungai Tepa di Nusa Tenggara Barat
306. Sungai Tepus di DI Yogyakarta
307. Sungai Teunom di DI Aceh
308. Sungai Togorala di Maluku
309. Sungai Toili di Sulawesi Tengah
310. Sungai Tulangbawang di Lampung
311. Sungai Tukad Ayung di Bali
312. Sungai Tukad Banjumala di Bali
313. Sungai Tukad Buleleng di Bali
314. Sungai Tukad Parikesan di Bali
315. Sungai Tulangbawang di Lampung
316. Sungai Tutul di Sulawesi Utara
317. Sungai Udang di DKI Jakarta
318. Sungai Ulkuli di SuIawesi Tengah
319. Sungai Unda di Bali
320. Sungai Wahan di Kalimantan Timur
321. Sungai Waila di Di Aceh
322. Sungai Wajalu di Nusa Tenggara Timur
323. Sungai Walanae di Sulawesi Selatan
324. Sungai Wampu di Sumatra Utara
325. Sungai Warenoi di Papua
326. Sungai Watumakale di Sulawesi Tenggara
327. Sungai Wera di Nusa Tenggara Timur
328. Sungai Wesanga di Sulawesi Tengah
329. Sungai Winong di Jawa Timur
330. Sungai Woyla di DI Aceh. []GOOD INDONESIA-RE


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: [email protected]]

The post Sungai-sungai Membelah Wilayah Indonesia, Anda Tahu Jumlahnya? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/03/09/sungai-sungai-membelah-wilayah-indonesia.html/feed 0 9829
Kapal Selam KRI 405 Alugoro 100 Persen Karya Putra-putri Indonesia! https://www.goodindonesia.com/2020/01/25/kapal-selam-kri-405-alugoro-100-persen-karya-putra-putri-indonesia.html https://www.goodindonesia.com/2020/01/25/kapal-selam-kri-405-alugoro-100-persen-karya-putra-putri-indonesia.html#respond Sat, 25 Jan 2020 09:38:57 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=9501 PT PAL Indonesia (Persero) kembali membuktikan keandalannya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, yang bergerak di sektor industri strategis pertahanan Indonesia, khususnya matra laut, baru-baru ini mengukuhkan kemampuannya memproduksi kapal selam bernama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) 405 Alugoro. Melalui situs resminya, pal.co.id, perusahaan yang operasinya berawal di galangan kapal Marine Establishment (ME) milik Kolonial […]

The post Kapal Selam KRI 405 Alugoro 100 Persen Karya Putra-putri Indonesia! appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
PT PAL Indonesia (Persero) kembali membuktikan keandalannya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, yang bergerak di sektor industri strategis pertahanan Indonesia, khususnya matra laut, baru-baru ini mengukuhkan kemampuannya memproduksi kapal selam bernama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) 405 Alugoro.

Melalui situs resminya, pal.co.id, perusahaan yang operasinya berawal di galangan kapal Marine Establishment (ME) milik Kolonial Belanda yang diresmikan pada 15 April 1939, melansir informasi perkembangan terbaru produk kapal selam dimaksud pada Selasa, 21 Januari 2020.

Diungkapkan, kapal selam 100 persen karya anak bangsa Alugoro telah menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Alugoro. Tahapan NDD dinyatakan berhasil. KRI 405 Alugoro mampu menyelam hingga kedalaman 250 meter.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro, tahapan NDD sangat penting karena setelah tahapan NDD berhasil dilaksanakan dapat disimpulkan 90 persen proses pembuatan telah rampung.

Tahapan NDD Kapal Selam Alugoro ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Kelaikan Materiil Angkatan Laut (Kadislaikmatal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Rachmad Hartoyo, Project Officer Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksma TNI Listiyanto, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh, dan Executive Vice President Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Su Joon Yoo.

KRI 405 Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembuatan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan DSME, perusahaan Korea Selatan (Korsel).

PT PAL menegaskan keberhasilan pembuatan Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Kapal selam ini sepenuhnya dibangun di fasilitas PT PAL Indonesia (Persero).

Dalam pengerjaan joint section, PT PAL berhasil menyelesaikan seluruh tahap dengan predikat zero defect.

Peluncuran serta pemberian nama kapal dilakukan pada 11 April 2019 di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero). Setelah itu Alugoro menjalani berbagai proses pengujian, seperti Harbour Acceptance Test (HAT), SAT, dan direncanakan diserahkan kepada Kemhan untuk digunakan oleh TNI AL pada Desember 2020.

Alugoro berjenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class) memang pesanan TNI AL, yang dibangun PT PAL bersama DSME dalam skema transfer teknologi.

Indonesia memesan tiga kapal selam dari DSME, sebanyak dua unit sudah dibuat di Korsel, yakni KRI 404 Ardadedali dan KRI 403 Nagapasa. Sedangkan KRI 405 Alugoro diproduksi di galangan kapal milik PT PAL.

Kapal U209 Chang Bogo Class memiliki panjang 61,3 m dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air, mampu membawa 40 personel. Kemampuan jelajahnya hingga 50 hari dan didesain dengan life time 30 tahun.

Bobot total kapal selam tersebut sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam di bawah permukaan.

KRI 405 Alugoro jalani rangkaian proses uji coba (Foto: pal.co.id – GOOD INDONESIA)

Keberhasilan pembuatan kapal selam ini bisa jadi pelajaran berikutnya. Apalagi Menhan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator (Menko) Kamaritiman Luhut Pandjaitan akan membeli kapal long ocean atau kapal panjang. Disebut-sebut kapal Iver Huitfeldt-Class buatan Denmark menjadi incaran. Indonesia berupaya agar pembelian kapal perang ini pun menerapkan skema transfer teknologi.


Tiga Kapal Selesai 77 Bulan

PT PAL menargetkan penyerahan batch ke-2 dalam waktu 77 bulan atau sekitar enam hingga tujuh tahun ke depan. Saat ini, perusahaan yang operasionalnya berpusat di Surabaya ini fokus dalam tahap learning growth untuk menguasai pembuatan, pengujian, dan pemeliharaan kapal selam.

KRI 405 Alugoro dipastikan memiliki spesifikasi mumpuni seperti kapal selam sebelumnya; KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali.

Kapal selam ke-2, KRI Ardadedali saja memiliki panjang 61,3 meter dan diameter 6,2 meter dengan draft 5,7 meter yang mampu membawa 40 kru kapal.

Kemampuan selamnya mencapai kedalaman Maximum Diving Depth (MDD) 300 meter dan Nominal Diving Depth (NDD) 250 meter. Kapal ini melaju hingga 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan. Kapal selam ini mampu bertahan 50 hari di dalam air.

Sementara, Alugoro sudah dibekali dengan berbagai sensor pengindraan yang memenuhi fungsi asasi kapal selam. Platform kapal selam U209 mampu dipasangi peluru kendali, namun kembali pada prioritas fungsinya.

Peluncuran KRI 405 Alugoro (Foto: jawapos.com – GOOD INDONESIA)


Butuh 12 Kapal Selam

Untuk mengamankan laut Indonesia, TNI AL hari ini membutuhkan paling sedikit 12 kapal selam. Jika tidak ada aral melintang, negara maritim ini memiliki tujuh kapal selam pada akhir 2020.

Armada kapal selam bagi Indonesia menilai strategis guna membangun kekuatan pertahanan di bawah air. Terlebih lagi jika nantinya dilengkapi peluru kendali. Armada kapal selam jelas semakin mengukuhkan wibawa TNI AL dalam mengawal kedaulatan perairan Indonesia.

TNI AL kini diarahkan memiliki 71 ribu personel. Bersama kemampuan segenap prajuritnya, TNI AL juga terus menguatkan empat komponen dasarnya, yakni kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan. []GOOD INDONESIA-RE


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Kapal Selam KRI 405 Alugoro 100 Persen Karya Putra-putri Indonesia! appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/01/25/kapal-selam-kri-405-alugoro-100-persen-karya-putra-putri-indonesia.html/feed 0 9501
Sejarah Lahir TVRI dan Nasib Media Pemersatu Bangsa https://www.goodindonesia.com/2020/01/17/sejarah-lahir-tvri-dan-nasib-kanal-pemersatu-bangsa.html https://www.goodindonesia.com/2020/01/17/sejarah-lahir-tvri-dan-nasib-kanal-pemersatu-bangsa.html#respond Fri, 17 Jan 2020 09:54:11 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=9431 Televisi Republik Indonesia (TVRI) mengudara kali pertama pada 24 Agustus 1962. Siaran langsung perdana Stasiun televisi pertama di Indonesia ini, yakni pembukaan Asian Games IV/1962 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Reporter Alex Leo melaporkan pesta olahraga tersebut. Siaran langsung yang masih berlayar hitam-putih dilakukan pada pukul 15.17 WIB hingga 16.40 WIB. Kemudian […]

The post Sejarah Lahir TVRI dan Nasib Media Pemersatu Bangsa appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Televisi Republik Indonesia (TVRI) mengudara kali pertama pada 24 Agustus 1962. Siaran langsung perdana Stasiun televisi pertama di Indonesia ini, yakni pembukaan Asian Games IV/1962 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Reporter Alex Leo melaporkan pesta olahraga tersebut. Siaran langsung yang masih berlayar hitam-putih dilakukan pada pukul 15.17 WIB hingga 16.40 WIB. Kemudian dilanjutkan pada 20.45 WIB. Momentum siaran perdana ini dijadikan tonggak hari jadi TVRI.


Grup Musik Pertama di Layar Kaca

Menarik diketahui, Orkes Kumbang Tjari merupakan grup musik pertama yang tampil di TVRI –sekaligus di layar kaca pertama di Indonesia– ketika stasiun televisi pemerintah itu diresmikan tahun 1962. Orkes ini menampilkan musik Minangkabau bernuansa rock n roll.

Saat dipercaya tampil membuka peresmian TVRI, sebetulnya grup musik ini baru terbentuk setahun sebelumnya. Pendirinya Nuskan Sjarif, sang gitaris.

“Petikan2 gitar Nuskan Sjarif sering mengingatkan orang akan bunji alat2 musik asli Minang seperti talempong, rebab, dan saluang,” tulis Hasmanan dari Orkes Gumarang dalam testimoni di cover piringan hitam Kumbang Tjari.

“Sebagai orkes baru jang masih harus berdjuang memenangkan simpatik dan popularitas, menarik sekali nafas dan penghajatan jang diberikan ’Kumbang Tjari’ terhadap lagu-lagunja. Hidangan2 mereka terasa masih dekat sekali kepada tjara lagu2 rakjat asli Minang dibawakan,” demikian Hasmanan dari Orkes Gumarang.

Bersama bintangnya, Elly Kasim, Kumbang Tjari membesut sejumlah lagu. Antara lain, Mak Tatji, Kumbang Djanti, Kaparinyo, Dayuang Palinggam, Bareh Solok, Main Kim, Lamang Tapai, dan Ayam Den Lapeh.

Kumbang Tjari juga mengisi acara pembukaan Bali Room, Hotel Indonesia, dan kemudian tampil bersama Gumarang serta Taruna Ria dalam pertunjukan bertajuk “Tiga Raksasa” di Istora Senayan.

Sejak tampil meresmikan TVRI, kelompok ini kian naik daun. Mereka mendadak tersohor di seantero penikmat musik Nusantara.

Kumbang Tjari pernah vakum ketika Nuskan Sjarif yang seorang guru SMP Negeri 1 Padang ditempatkan di daerah Sukarnapura (sekarang Jayapura), Papua, pada Juli 1963.

Grafis sejarah TVRI (Foto: youtube.com – GOOD INDONESIA)


Napak Tilas Kelahiran TVRI

Pada 1961, Pemerintah Indonesia berencana memasukkan media massa, khususnya televisi, dalam perencanaan penyelenggaraan Asian Games IV.

Keberadaan televisi dianggap penting untuk menyiarkan pertandingan Asian Games 1962 yang berlangsung di Indonesia. Pemerintah menilai hajat internasional ini penting diketahui rakyat di seluruh penjuru tanah air.

Keluarlah Surat Keputusan (SK) Menteri Penerangan Nomor 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).

SK tersebut diperkuat oleh arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Soekarno untuk segera mempersiapkan proyek televisi dengan membangun studio di Senayan, membangun dua pemancar 100 watt dan 10 kw dengan tower 80 meter, dan mempersiapkan program terkait pertelevisian.

Saat itu, 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno sedang di Wina. Arahan dikirim via teleks ke Menteri Penerangan Maladi. Waktu persiapan hanya 10 bulan.

“TVRI adalah bagian dari proyek mercusuar pemerintahan Soekarno,” tulis Agus Sudibyo dalam ‘TVRI, Sejarah, dan Kendala Menuju Televisi Publik’ yang termuat dalam buku Ekonomi Politik Media Penyiaran.

“Sebuah proyek yang menempatkan gengsi bangsa di mata dunia luar sebagai prioritas utama,” papar Agus.

Kerja keras persiapan berbuah. Pada 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan. Peringatan milad Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi target peliputan. Siaran percobaan ini menggunakan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt.

Saat Asian Games berlangsung, TVRI menyiarkan pertandingan berbagai cabang olahraga.

Usai Asian Games pada 4 September 1962, TVRI belum memiliki program siaran, Karenanya pada 5 September 1962, materi siaran yang dipancarkan adalah film produksi Pusat Film Negara (PFN), yang hanya memunculkan suara tanpa gambar. Masih seperti radio.

Durasi siaran 30 menit selama lima kali seminggu, dari Senin hingga Jumat. Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tak ada siaran.

Pada 12 November 1962, TVRI mulai menyiarkan program rutin setiap hari dari studio. Selanjutnya, pada 14 November 1962, siaran langsung piano tunggal Supardi.


TVRI Daerah

Pembangunan stasiun penyiaran daerah dirintis pada 1964, dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang melakukan siaran percobaan. Tayangannya berupa relay dari Jakarta.

Percobaan teknik kedua adalah percobaan master control. Percobaan awal belum maksimal sehingga gambar sering kabur dan suara tidak terang.

Setelah di Yogyakarta, Stasiun TVRI Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Balikpapan menyusul dibangun.

Pembangunan Stasiun Produksi Keliling (SPK) mulai pada 1977. Dilaksanakan secara bertahap di beberapa ibu kota provinsi. SPK berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah. Lokasi SKP:

1. Jayapura
2. Ambon
3. Kupang
4. Malang (1982, diintegrasikan dengan TVRI Stasiun Surabaya)
5. Semarang
6. Bandung
7. Banjarmasin
8. Pontianak
9. Banda Aceh
10. Jambi
11. Padang
12. Lampung

Programa ‘Dunia Dalam Berita’ yang mencuri hari pemirsa (Foto: video.com – GOOD INDONESIA)


Menjadi Televisi Publik

Status pada era Orde Baru pada 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tata kerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat. Pelaksananya bertanggung jawab pada Direktur Jendral Radio, Televisi, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.

Sebagai media plat merah, TVRI bertugas sebagai corong kebijakan pemerintah. Ada kebijakan two-way traffic (lalu lintas dua arah), informasi dari rakyat untuk pemerintah dibuka, sepanjang tidak mendiskreditkan penguasa.

Kebijaksanaan pemerintah harus dapat diterjemahkan oleh insan TVRI melalui siaran dari studio di ibu kota negara dan daerah secara cepat, tepat, dan terkendali. TVRI memang dirancang menjadi well-integrated mass media dalam garis kebijakan pemerintah.

Pada 1975, diterbitkan SK Menteri Penerangan (Menpen) Nomor 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975. Dalam hal ini TVRI memiliki status ganda, yaitu bagian Yayasan Televisi RI dan Direktorat Televisi.

Di era Reformasi pada Juni 2000, keluar Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.

Pada Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan Republik Indonesia dalam urusan keuangan.

Pada 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002. Status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kantor Menteri Negara BUMN.

Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara.

Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah menghadirkan informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri, dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa.


Jangkau Seluruh Wilayah RI

TVRI sebagai stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia.

TVRI saat ini memiliki 27 stasiun daerah dan 1 stasiun pusat didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ke-27 stasiun daerah tersebut sebagai berikut:

1.TVRI Stasiun DKI Jakarta
2.TVRI Stasiun Nangroe Aceh Darussalam
3.TVRI Stasiun Sumatera Utara
4.TVRI Stasiun Sumatera Selatan
5.TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten
6.TVRI Stasiun Jawa Tengah
7.TVRI Stasiun Jogyakarta
8.TVRI Stasiun Jawa Timur
9.TVRI Stasiun Bali
10.TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
11.TVRI Stasiun Kalimantan Timur
12.TVRI Stasiun Sumatera Barat
13.TVRI Stasiun Jambi
14.TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
15.TVRI Stasiun Kalimantan Barat
16.TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
17.TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
18.TVRI Stasiun Papua
19.TVRI Stasiun Bengkulu
20.TVRI Stasiun Lampung
21.TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
22.TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
23.TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
24.TVRI Stasiun Gorontalo
25.TVRI Stasiun Sulawesi Utara
26.TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
27.TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara


Siaran VHF dan UHF

Siaran TVRI menggunakan dua sistem; VHF dan UHF. menyusul berdirinya stasiun pemancar Gunung Tela di Bogor pada 18 Mei 2002. Kekuatannya 80 Kw. Kota-kota yang telah menggunakan UHF, yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur.

TVRI dewasa ini, dengan perubahan status TVRI dari perjan ke televisi publik sesuai Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran maka TVRI diberi masa transisi selama tiga tahun. Acuannya Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002, bahwa TVRI berbentuk persero atau PT.

Melalui badan persero, pemerintah mengharapkan direksi TVRI melakukan pembenahan bidang manajemen, struktur organisasi, SDM, dan Keuangan. Sehubungan dengan ini direksi melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di bidang marketing dan programing, mengingat sikap mental karyawan membuat hampir semua acara mengacu status perjan yang kurang memiliki nilai jual.

Bertepatan peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2003, TVRI mengoperasikan kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik. Programa 2 TVRI juga memiliki Programa 2 Jakarta, pada saluran/channel 8 VHF.

Programa 2 mulai mengudara pada April 1989 dengan acara tunggal siaran berita bahasa Inggris dengan nama “Six Thirty Report” selama setengah jam pada pukul 18.30 WIB, di bawah tanggung jawab Bagian Pemberitaan. Pada perkembangannya rubrik ini berubah nama menjadi “English News Service” (ENS).

Programa 2 TVRI kini mengudara mulai pukul 16.00-21.00 WIB dengan berbagai jenis sajian berita dan hiburan. Ada negosiasi dengan pihak swasta untuk bekerja sama di bidang manajemen produksi dan siaran Programa 2 TVRI Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya rencana perubahan frekuensi dari VHF ke UHF.

Bidang siaran lebih menekankan paket-paket jadi (can product) dengan materi siaran untuk konsumsi masyarakat metropolitan Jakarta.

Peluncuran logo baru TVRI (Foto: lasak.id – GOOD INDONESIA)


Tergusur Televisi Swasta

Pada 1976, satelit Palapa A1 diresmikan sebagai unsur Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). Satelit ini memungkinkan TVRI mendistribusikan siarannya menjadi lebih luas. Memasuki 1980, TVRI memperkenalkan sistem dual channel, ada siaran nasional dan lokal.

SKSD juga membuka keran munculnya televisi swasta di Indonesia. Pada 24 Agustus 1989, lahirlah stasiun televisi kedua di Indonesia bernama Rajawali Citra Televisi atau lebih dikenal dengan singkatan RCTI.

RCTI dimiliki oleh Bambang Trihatmodjo, anak Presiden RI Soeharto. Menyusul pada 24 Agustus 1990, lahir stasiun televisi ketiga bernama Surya Citra Televisi atau SCTV. Sebelumnya, SCTV bernama SCTI atau Surabaya Centra Televisi Indonesia. SCTV milik Sudwikatmono.

Setelah RCTI dan SCTV, perkembangan stasiun televisi swasta bertumbuh pesat. Berikut televisi swasta yang mendampingi TVRI:

1. RCTI (1989)
2. SCTV (1990)
3. TPI (1991)
4. Indosiar (1992)
5. ANTV (1992)
6. Trans TV
7. Metro TV
8. Global TV
9. Lativi (tvOne)
10. TV7 (Trans7)

Siaran stasiun televisi swasta yang lebih ngepop mengakibatkan TVRI ditinggalkan pemirsa, khususnya di perkotaan. Hal ini mencuatkan pertanyaan besar akan tanggung jawab TVRI sebagai “kanal pemersatu bangsa”.

Masihkah TVRI menjalankan fungsi “pemersatu” hari ini, saat Indonesia cenderung tercabik oleh gerakan politik sempit? []GOOD INDONESIA-RE


Rujukan
:
Wikipedia.org
Kompas.com
Jpnn.com


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Sejarah Lahir TVRI dan Nasib Media Pemersatu Bangsa appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/01/17/sejarah-lahir-tvri-dan-nasib-kanal-pemersatu-bangsa.html/feed 0 9431
Kekayaan Maritim Indonesia Bikin Ngiler https://www.goodindonesia.com/2020/01/11/kekayaan-maritim-indonesia-bikin-ngiler.html https://www.goodindonesia.com/2020/01/11/kekayaan-maritim-indonesia-bikin-ngiler.html#respond Sat, 11 Jan 2020 05:43:21 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=9364 Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 17 ribu pulau lebih yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Luas wilayahnya sekitar 7,81 juta kilometer persegi. Terdiri atas daratan 2,01 juta kilometer persegi dan lautan 3,25 juta kilometer persegi, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 2,55 juta kilometer persegi. Karena luas perairan yang lebih luas ketimbang daratannya maka […]

The post Kekayaan Maritim Indonesia Bikin Ngiler appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 17 ribu pulau lebih yang membentang dari Sabang hingga Merauke.

Luas wilayahnya sekitar 7,81 juta kilometer persegi. Terdiri atas daratan 2,01 juta kilometer persegi dan lautan 3,25 juta kilometer persegi, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 2,55 juta kilometer persegi.

Karena luas perairan yang lebih luas ketimbang daratannya maka Indonesia masuk kelompok negara maritim.

Wilayah pesisir Indonesia sungguh indah. Nyiur melambai di mana-mana. Pantai pasir putih terhampar di sekitarnya.

Itu di daratan. Di dasar perairannya, luas terumbu karang Indonesia mencapai 50.875 kilometer persegi. Juga tak kalah cantik dibanding rayuan pulau kelapa.

Terumbu karang Indonesia menyumbang tak kurang 18 persen luas total terumbu karang dunia dan 65 persen luas total coral triangle. Sebagian besar terumbu karang ini terhampar di perairan bagian timur Indonesia.

Isi lautan bangsa besar ini sungguh mewah. Beragam jenis ikan, udang, dan berbagai jenis hewan laut membuat iri bangsa lain.


Bernilai Rp1.772 Triliun

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat perkiraan kasar potensi laut Indonesia hingga Maret 2019 senilai Rp1.772 triliun. Angka ini sama dengan 93 persen total pendapatan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ) 2018.

Angka kasar tersebut belum termasuk perhitungan-perhitungan subjektif yang membuat nilai kekayaan berbeda-beda di setiap daerah. Juga belum termasuk keragaman hayati lainnya lagi yang perlu diverifikasi nilainya.

Ikan di laut (Foto: theconversation.com – GOOD INDONESIA)

Di posisi Rp1.772 triliun, di antaranya Rp312 triliun sektor perikanan, Rp45 triliun terumbu karang, Rp21 triliun mangrove, Rp4 triliun lamun, Rp560 triliun kekayaan pesisir, Rp400 triliun bioteknologi, Rp20 triliun wisata bahari, Rp210 triliun minyak bumi, dan Rp200 triliun transportasi laut.


Pemanfaatan Minim

Sayangnya, potensi raksasa laut nusantara belum diiringi pemanfaatan maksimal. Berbagai kendala menjadi alasan.

Data United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan nilai sumber daya dan jasa laut Indonesia mencapai $2,5 triliun per tahun. Sebanyak 25,14 persen total penduduk miskin nasional menggantungkan hidup dari laut.

[Baca juga: Mengapa Negara Kepulauan Republik Indonesia Membanggakan?]

The State of World Fisheries and Aquaculture (FAO, 2018) memang menyimpulkan Indonesia konsisten sebagai penghasil utama perikanan tangkap dan budi daya dunia yang terus memperkuat produksi di berbagai sektor selama dua dekade terakhir.

Pada 2016, FAO mencatat Indonesia bukan hanya menghasilkan 23,5 juta ton untuk gabungan perikanan tangkap –laut dan perairan umum– maupun budi daya, tetapi juga menyumbang 7,4 persen total 81,6 juta ton perikanan tangkap dunia.

Secara global, Indonesia menduduki peringkat dua setelah Cina. Indonesia menghasilkan enam juta ton tangkapan laut.

Komoditas utama yang paling banyak menyumbang devisa negara adalah udang (termasuk lobster), disusul tuna, cakalang, dan tongkol, pun rumput laut sebagai salah satu komoditas terberat meski nilai jual tak setinggi udang.

Jumlah besar itu belum memanfaatkan sampai setengah potensi perikanan laut Indonesia.

Meskipun, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi sumber daya ikan di Indonesia terus meningkat sejak tahun 1997 dan mencapai 12,5 juta ton pada 2017. Minimnya pemanfaatan potensi laut akibat nelayan belum didukung teknologi perikanan yang memadai.

Nelayan tradisional (Foto: tandaseru.id – GOOD INDONESIA)


Lima Fakta

Berikut lima fakta tentang lautan Indonesia versi UNDP:

1. Indonesia terdiri atas sebagian besar Segi Tiga Karang. Di dalamnya mengandung sekitar 76 persen spesies karang dunia dan 37 persen spesies ikan terumbu karang dunia.
2. Indonesia memiliki keanekaragaman ikan terumbu karang tertinggi di dunia.

[Baca juga: Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi]

3. Sekitar 54 persen pasokan protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut. Negara ini memasok sekitar 10 persen komoditas laut global.
4. Kehidupan laut Indonesia berada di bawah ancaman penangkapan ikan yang berlebihan dan menipisnya persediaan.
5. Sebanyak 2,8 juta rumah tangga di Indonesia terlibat langsung dalam industri komoditas laut.

Kekayaan laut Indonesia jelas senilai harta karun. Jika diibaratkan mobil maka nilai maritim negara kepulauan ini bak super car edisi terbatas. Mewah nian, yang seharusnya tak hanya membuat warganya bangga, namun juga senantiasa bersyukur. Mari memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat kebanyakan. []GOOD INDONESIA-RE


Rujukan
:
Gatra.com
Undp.org
Kkp.go.id


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Kekayaan Maritim Indonesia Bikin Ngiler appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/01/11/kekayaan-maritim-indonesia-bikin-ngiler.html/feed 0 9364
Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi https://www.goodindonesia.com/2020/01/01/bentang-kepulauan-indonesia-seperdelapan-lingkar-bumi.html https://www.goodindonesia.com/2020/01/01/bentang-kepulauan-indonesia-seperdelapan-lingkar-bumi.html#respond Wed, 01 Jan 2020 02:35:03 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=8703 Wilayah Indonesia berada di lepas pantai daratan Asia Tenggara, serta lautan India dan Pasifik. Terdiri atas pulau-pulau dalam satu kesatuan, wilayah Indonesia membentang di garis Khatulistiwa. Bentangan ini seperdelapan lingkar bumi atau 12,5 persen. Kepulauan tersebut dapat dikelompokkan dalam empat gugusan: 1. Sunda Besar, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian Selatan, dan Sulawesi. 2. Sunda Kecil, […]

The post Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Wilayah Indonesia berada di lepas pantai daratan Asia Tenggara, serta lautan India dan Pasifik. Terdiri atas pulau-pulau dalam satu kesatuan, wilayah Indonesia membentang di garis Khatulistiwa. Bentangan ini seperdelapan lingkar bumi atau 12,5 persen.

Kepulauan tersebut dapat dikelompokkan dalam empat gugusan:

1. Sunda Besar, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian Selatan, dan Sulawesi.
2. Sunda Kecil, meliputi Nusa Tenggara, Bali, rantai pulau yang membentang ke arah Timur melalui Timor
3. Maluku, meliputi pulau-pulau di antara Sulawesi dan Papua.
4. Papua, meliputi Papua bagian Barat.

Ibu kota negara, Jakarta, berada tak jauh dari pantai sisi barat Jawa.

Pada awal abad ke-21 Indonesia adalah negara terpadat di Asia Tenggara dan terpadat keempat di dunia.

Indonesia sebelumnya dikenal sebagai Hindia Belanda. Bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan resmi bernama Indonesia.

Nama “indonesia” digunakan pada awal 1884 oleh seorang ahli geografi Jerman. Kata “indonesia” diperkirakan berasal dari bahasa Yunani “indos” (India) dan “nesos” (pulau).

Setelah masa pendudukan oleh Jepang (1942–1945) selama Perang Dunia II, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan dari Belanda pada 17 Agustus 1945. Namun, perjuangannya kemerdekaan berlanjut sampai 1949, ketika Belanda resmi mengakui kedaulatan Indonesia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui bagian barat Pulau Papua sebagai bagian Indonesia pada 1969. Luasannya seperti sekarang.

Timor Timur (Timor Leste) masuk wilayah Indonesia pada 1976. Setelah referendum yang diorganisir oleh PBB pada 1999, Timor Timur menyatakan kemerdekaannya dan sepenuhnya berdaulat pada 2002.

Kepulauan Indonesia mewakili wilayah yang paling tidak biasa di dunia. Ia berada di bentang besar lempeng tektonik bumi, mencakup dua bidang flora dan fauna. Selama ribuan tahun telah menjadi perhubungan antara masyarakat dan budaya Oceania dan Asia daratan.

Faktor-faktor tersebut membuat ragam sosial-budaya masyarakatnya sangat beragam. Yang pula dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh kerentanan aktivitas seismik dan vulkanik alamnya. Termasuk iklim tropis yang lembab.

Pemerintahan yang tersentralisasi dan bahasa Indonesia membawa bangsa ini dalam satu kesatuan kuat; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berperan dalam persimpangan ekonomi dan budaya, Indonesia aktif dalam organisasi perdagangan dan keamanan internasional, semisal ASEAN, OPEC, dan PBB. []GOOD INDONESIA-HDN


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2020/01/01/bentang-kepulauan-indonesia-seperdelapan-lingkar-bumi.html/feed 0 8703
Masihkah Indonesia Paru-paru Dunia? https://www.goodindonesia.com/2019/12/21/masihkah-indonesia-paru-paru-dunia.html https://www.goodindonesia.com/2019/12/21/masihkah-indonesia-paru-paru-dunia.html#respond Sat, 21 Dec 2019 04:49:31 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=8033 Alam Indonesia membentang mengikuti Garis Wallacea, Garis Weber, dan Garis Lydekker. Posisi negara kepulauan di tiga bentang alam yang berbeda ini membuat keanekaragaman hayati sangat tinggi. Sebagian besar kekayaan flora dan fauna itu berada dalam hutan tropis yang sangat luas. Bicara luas, hutan tropis Indonesia berada di peringkat ketiga, di bawah Brazil dan Republik Demokrasi […]

The post Masihkah Indonesia Paru-paru Dunia? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Alam Indonesia membentang mengikuti Garis Wallacea, Garis Weber, dan Garis Lydekker. Posisi negara kepulauan di tiga bentang alam yang berbeda ini membuat keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Sebagian besar kekayaan flora dan fauna itu berada dalam hutan tropis yang sangat luas. Bicara luas, hutan tropis Indonesia berada di peringkat ketiga, di bawah Brazil dan Republik Demokrasi Kongo (sebelumnya bernama Zaire).

#GOODpeople tidak hanya perlu bangga karena luarnya, isi daratan penuh pepohonan dimaksud menyimpan harta karun hayati yang amat unik.

Tipenya mulai hutan-hutan dipterocarpaceae dataran rendah yang nan hijau di Sumatera dan Kalimantan umumnya hingga hutan-hutan monsun musiman, dan padang savana di Nusa Tenggara. Ada pula hutan nondipterocarpaceae dataran dan kawasan Alpin di Papua.

Negeri dengan sekitar 17 ribu pulau ini menyimpan hutan mangrove terluas di dunia. Luasnya diperkirakan 4,25 juta hektar pada 1990-an.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan keanekaragamanhayati Indonesia sebagai berikut:

– 1.500 jenis alga
– 80.000 jenis tumbuhan berspora berupa jamur (seperti kriptogam)
– 595 jenis lumut gerak
– 2.197 jenis paku-pakuan
– 40.000 jenis flora tumbuhan berbiji (15.5% total flora dunia)
– 8.157 jenis fauna vertebrata (mamalia, burung, herpetofauna, dan ikan)
– 1.900 jenis kupu-kupu (10% total dunia)

Dokumentasi pengetahuan seputar hutan tropis Indonesia disumbang oleh A. F. W. Schimper, ahli tumbuhan Jerman. Hasil riset Schimper tentang hutan tropis masih relevan sebagai referensi hingga saat ini.

Menurutnya, hutan tropis berciri pepohonan setinggi minimal 30 meter, menyerap air, selalu hijau, dan basah. Komunitas tumbuhan dipenuhi liana berbatang dan epifit yang menempel di mana-mana.

Namun hutan tropis ternyata bukan saja yang memiliki curah hujan tinggi, tetapi mencakup pula hutan musim (monsun). Tipe hutan monsun dicirikan dengan gugur daun pada musim panas (Whitmore, 1984). Collins et al. (1991) menyatakan hutan monsun tropis berada di Jawa Timur, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara. Juga hingga Papua bagian Selatan dan Sulawesi sisi Utara dan Selatan.


Pembiaran Deforestasi

Berderet buku dan mengular artikel tentang paru-paru dunia berikut isinya yang duduk di Indonesia. Kekayaan tak terkira ini tentu membuat #GOODpeople sekalian bangga bukan kepalang.

Namun peneliti World Resources Institute (WRI) Indonesia mengingatkan agar kebanggaan atas kekayaan tersebut tak membuat lupa kerusakan hutan oleh tahan jahil dan kebijakan pemerintah yang kurang tepat.

Pembukaan lahan untuk industri (Foto: elshinta.com – GOOD INDONESIA)

Penelitian Charles Victor Barber, Emily Matthews, David Brown, Timothy H. Brown, Lisa Curran dan Catherine Plume yang dibukukan dengan judul “Keadaan Hutan Indonesia” (Desember 2014) menyimpulkan terjadinya deforestasi. Jika keadaan ini tidak dicegah secara super serius maka dapat mengubah Indonesia menjadi negara miskin hutan.

Disimpulkan bahwa tragedi sedang berlangsung. “Keajaiban ekonomi” pada 1980 hingga 1990-an ternyata telah disertai kehancuran ekologis dan penyalahgunaan hak dan adat istiadat masyarakat lokal.

Pendirian industri pulp dan kertas telah membumihanguskan hutan alam. Aktivitas atas nama pertumbuhan ekonomi dipenuhi pelanggaran hukum dan korupsi. Konsep manis aktivitas industri yang diproklamirkan ramah lingkungan cuma menjadi fakta di atas kertas.

Penebangan liar yang menggila sema bertahun-tahun diyakini paling tidak 10 juta hektar hutan. Industri kayu beroperasi di tengah ketidakjelasan dan pelanggaran hukum. Kayu diselundupkan melintasi perbatasan berlangsung di depan hidung aparat berwajib.

Soal yang #GOODpeople perlu prihatinkan, yakni walaupun bukti-bukti kehancuran dipresentasikan demikian banyak, pihak-pihak tidak bertanggung jawab di pemerintahan secara masif menyajikan informasi tandingan yang tidak sesuai fakta di lapangan.

Sulit rasanya memperoleh data luasan hutan Indonesia yang sebenarnya. Di tengah data manis seputar kekayaan hutan Indonesia, berikut isinya, buku tersebut justru menyuguhkan terjadi deforestasi yang tidak main-main.

Bila kebijakan resmi dan “tidak resmi” pemerintah terus melanggengkan perambahan hutan alam yang tersisa maka Indonesia tinggal menunggu waktu kehancurannya. Demi profit besar kalangan pebisnis tak bertanggung jawab dan kelompok pihak yang mementingkan kantong pribadi, keping demi keping tubuh hutan dipreteli.

Indonesia pada seratus tahun lalu masih memiliki hutan yang benar-benar perawan. Pepohonan menutupi 80 sampai 95 persen luas lahan. Tutupan hutan total pada waktu itu diperkirakan sekitar 170 juta hektar.

Saat ini, tutupan hutan sekitar 98 juta hektar, dan paling sedikit setengahnya diyakini sudah mengalami degradasi akibat kegiatan manusia dan industri.

Tingkat deforestasi makin meningkat, Indonesia kehilangan sekitar 17 persen hutannya pada 1985 hingga 1997. Rata-rata, negara kehilangan sekitar satu juta hektar hutan setiap tahun pada tahun 1980-an, dan sekitar 1,7 juta hektar per tahun pada 1990-an.

Sejak 1996, deforestasi malah meningkat, yakni sampai sekitar dua juta hektar per tahun. Pada tingkat ini, seluruh hutan dataran rendah Indonesia –bagian yang paling kaya akan keanekaragaman hayati dan berbagai sumber kayu– akan raib dalam dekade mendatang (Holmes, 2000). Mau?

Kebakaran atau pembakaran hutan dan lahan? (Foto: brilio.net – GOOD INDONESIA)

WRI menyimpulkan jalan satu-satunya guna menyelamatkan sumber kehidupan puluhan juta warga yang bergantung langsung pada hutan –meskipun sulit, yakni “merebut kembali” lahan yang saat menganggur dan melestarikan hutan primer yang masih tersisa.

“Enam puluh empat juta hektar hutan telah ditebang selama 50 tahun terakhir. Tidak ada pembenaran ekonomi maupun etika untuk membiarkan 64 juta hektar lagi hilang selama 50 tahun ke depan,” tegas Togu Manurung, direktur Forest Watch Indonesia, dan Presiden World Resources Institute Jonathan Lash dalam buku tersebut.


Membakar Lahan Gambut

Greenpeace juga menangis akan kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia. Disebutkannya, hutan tropis dan lahan gambut kaya karbon telah dirusak oleh kegiatan industri minyak sawit dan pulp. Situasi inilah yang menempatkan Indonesia salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.

Lembaga peduli lingkungan itu mengingatkan kehancuran hutan Indonesia jelas mengancam dunia. Lahan gambut menyimpan karbon paling kritis di dunia. Lahan gambut di Indonesia diperkirakan menyimpan 35 miliar ton karbon.

Dan, pembakaran lahan gambut di Indonesia masih saja berlangsung, tanpa penindakan signifikan terhadap pemilik perusahaan raksasa. Sejauh ini aparat hukum cuma warga lokal yang sebatas mencari makan sehari-hari. []GOOD INDONESIA-RE


Rujukan
:
Mongabay.co.id
Keadaan Hutan Indonesia, 2014
Indonesia.go.id
Greenpeace.org.au


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Masihkah Indonesia Paru-paru Dunia? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2019/12/21/masihkah-indonesia-paru-paru-dunia.html/feed 0 8033
Lukisan Gua di Maros Tertua di Dunia, Bukan yang di Eropa https://www.goodindonesia.com/2019/12/15/lukisan-gua-di-maros-tertua-di-dunia-bukan-yang-di-eropa.html https://www.goodindonesia.com/2019/12/15/lukisan-gua-di-maros-tertua-di-dunia-bukan-yang-di-eropa.html#respond Sun, 15 Dec 2019 04:40:17 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=7703 Jakarta – Tim peneliti Griffith University, Australia, menyimpulkan lukisan gua batu kapur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia, sebagai hasil seni figuratif tertua di dunia. Memakai teknologi penanggalan, lukisan yang menggambarkan adegan perburuan prasejarah ini berusia paling tidak 40.000 tahun, periode Paleolitik Muda. Lukisan gua itu menggambarkan binatang buas yang dikejar pemburu (setengah badan) menggunakan […]

The post Lukisan Gua di Maros Tertua di Dunia, Bukan yang di Eropa appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
Jakarta – Tim peneliti Griffith University, Australia, menyimpulkan lukisan gua batu kapur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia, sebagai hasil seni figuratif tertua di dunia.

Memakai teknologi penanggalan, lukisan yang menggambarkan adegan perburuan prasejarah ini berusia paling tidak 40.000 tahun, periode Paleolitik Muda.

Lukisan gua itu menggambarkan binatang buas yang dikejar pemburu (setengah badan) menggunakan tombak dan tali. Karya figuratif selebar 4,5 meter ini menunjukkan budaya seni tinggi waktu itu. Bukan cuma di Sulawesi, hal yang sama dengan lukisan gua di Kalimantan.

Hasil riset itu dilansir situs web Aljazeera baru-baru ini, mengutip jurnal ilmiah Nature. “Adegan berburu ini setahu kami merupakan rekaman bergambar tertua dari cerita dan karya seni figuratif paling awal di dunia,” kata salah seorang anggota tim peneliti Griffith.

Selama ini, selama bertahun-tahun, seni lukis gua tertua berada di Eropa. Namun, penelitian terhadap lukisan sejenis di beberapa daerah di Indonesia melemahkan teori yang selama ini ditulis kalangan peneliti kepurbaan.

Diberitakan, setidaknya terdapat 242 gua atau tempat perlindungan dengan citra kuno di Sulawesi saja. Penemuan menyimpulkan budaya artistik yang sangat maju pada 44.000 tahun lalu. Lukisan ini diselingi cerita rakyat, mitos, agama, dan kepercayaan spiritual.

“Dapat dianggap tidak hanya sebagai seni figuratif paling awal di dunia, tetapi juga sebagai bukti tertua komunikasi narasi dalam seni Paleolitik,” kata peneliti Australia lagi.

Tim Griffith University juga menyatakan temuannya menggarisbawahi bahwa kemampuan manusia purba di Indonesia menciptakan cerita fiksi merupakan tahap terakhir yang paling penting dalam sejarah evolusi bahasa manusia. Pola-pola kognisinya telah modern.

Salah satu seni figuratif kuno di gua Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. GOOD INDONESIA)


Kerja Sama Penelitian

Catatan GOOD INDONESIA, tim peneliti Griffith University bersama Pusat Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Makassar, dan Universitas Wollongong, Australia, telah melakukan kerja sama riset awal beberapa tahun lalu. Tepatnya sepanjang 2011-2013.

Para peneliti menyingkap umur lukisan dinding karst di Maros. Berdasarkan hasil penanggalan dengan metode uranium disimpulkan bahwa 12 gambar cap tangan manusia dan dua gambar figur hewan pada tujuh situs arkeologi berusia tak jauh berbeda dengan seni gua di situs El Castillo, Spanyol. Usianya sekitar 40.000 tahun lampau.

Temuan tersebut menggambarkan manusia modern, Homo Sapiens, yang menghuni sejumlah kawasan di Sulawesi Selatan telah mengenal seni cadas (cave rock art). Tradisi ini terjadi pada waktu yang hampir bersamaan sebagaimana yang ada di Eropa.

Hasil penelitian ini dipublikasi pertama di jurnal Nature pada 9 Oktober 2014.

Lukisan-lukisan itu secara simbolik mencerminkan pengalaman atau pengetahuan manusia masa lalu terhadap lingkungannya. Ada binatang, tanaman, dan sebagainya. Bisa juga sebagai identitas si penghuni gua yang diekspresikan melalui cap tangan (hand stencils).

Bisa pula sebagai ungkapan harapan, yang berkaitan dengan perburuan. Gambar binatang terkena tombak atau mata panah sebagai harapan perburuan binatang berhasil. []GOOD INDONESIA-HDN


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Lukisan Gua di Maros Tertua di Dunia, Bukan yang di Eropa appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2019/12/15/lukisan-gua-di-maros-tertua-di-dunia-bukan-yang-di-eropa.html/feed 0 7703
Tahu, Berapa Jumlah Suku di Indonesia? https://www.goodindonesia.com/2019/12/05/tahu-berapa-jumlah-suku-di-indonesia.html https://www.goodindonesia.com/2019/12/05/tahu-berapa-jumlah-suku-di-indonesia.html#respond Thu, 05 Dec 2019 01:29:08 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=7068 KEBESARAN suatu bangsa dapat ditilik berdasar jumlah suku atau etnis yang dimiliki. Negara kita, Indonesia, salah satu bangsa di muka bumi yang dihuni suku yang sungguh beragam. Karenanya, negara kepulauan ini memiliki budaya dan juga adat istiadat yang sangat beragam. Meskipun demikian, keberagaman luar biasa tetap dalam satu kesatuan Bhinneka Tunggal Ika. #GOODpeople, Indonesia memang […]

The post Tahu, Berapa Jumlah Suku di Indonesia? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
KEBESARAN suatu bangsa dapat ditilik berdasar jumlah suku atau etnis yang dimiliki. Negara kita, Indonesia, salah satu bangsa di muka bumi yang dihuni suku yang sungguh beragam.

Karenanya, negara kepulauan ini memiliki budaya dan juga adat istiadat yang sangat beragam. Meskipun demikian, keberagaman luar biasa tetap dalam satu kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.

#GOODpeople, Indonesia memang negeri yang kaya “gemah ripah loh jinawi”. Kekayaan tidak sebatas hasil alam, tetapi juga ragam suku, bahasa, agama, dan kepercayaan. Kekayaan suku bangsa, Indonesia memiliki ratusan nama suku, bahkan ribuan jika dirinci hingga subsukunya.

Kemajuan teknologi dan transportasi mendorong peningkatan mobilitas penduduk. Imbas mobilitas penduduk di antaranya mempercepat perubahan komposisi suku di suatu wilayah. Perubahan komposisi suku ini kerap menjadi potensial konflik sosial, ekonomi, maupun politik.

Terkait hal itu, mengkaji data etnis menjadi urgen. Terlebih sejak tahun 1998, Indonesia mulai melaksanakan proses demokrasi dan desentralisasi.

Ilustrasi: Ragam suku di Indonesia (Foto: Dok. GURU INDONESIA)

Data suku di Indonesia pertama kali dihasilkan melalui Sensus Penduduk (SP) 1930 oleh Pemerintah Belanda. Namun di era Orde Baru, pengumpulan data ini terhenti disebabkan adanya “political taboo” yang memandang bahwa membahas suku adalah upaya yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Baru tujuh puluh tahun kemudian, di era Reformasi, data suku mulai dikumpulkan kembali oleh BPS (Badan Pusat Statistik) melalui SP2000 dan dilanjutkan SP2010.

Mengumpulkan data suku tidaklah mudah. Bauman (2004) mengatakan sulit mendefinisikan suku. Pada umumnya, seseorang mengidentifikasi dirinya pada suku tertentu berdasar keturunan, kebiasaan hidup, bahasa, hubungan kekerabatan, atau bahkan unsur politik.

Atas dasar itu, dalam sensus ataupun survei, pertanyaan dibuat terbuka dengan menerapkan self identification method, yaitu suku yang dicatat berdasar pengakuan responden. Selanjutnya, untuk memudahkan analisis data suku dilakukan koding pada setiap jawaban responden.

Dalam SP2010 tersedia 1.331 kategori suku. Angka kategori ini merupakan kode nama suku, nama lain/alias suatu suku, nama subsuku, bahkan nama sub dari subsuku. Imbasnya, untuk menganalisis suku kerap diperlukan pengelompokan/klasifikasi ulang.

Misal, pada saat menganalisis Suku Batak, perlu diidentifikasi terlebih dahulu kode apa saja yang merujuk pada sub-sub suku, subsuku, dan nama lain dari Suku Batak. Dalam SP2010, kode yang terkait dengan Suku Batak adalah Batak Alas Kluet (0015), Batak Angkola/Angkola (0016), Batak Dairi/Dairi/Pakpak/Pakpak Dairi (0017), Batak Pak-Pak (0020), Batak Karo (0018), Batak Mandailing (0019), Batak Pesisir (0021), Batak Samosir (0022), Batak Simalungun/Simelungun Timur (0023), dan Batak Toba (0024).

Selanjutnya perlu diidentifikasi apakah perlu dilakukan pengelompokan atau tidak. Detailnya, kode suku yang disediakan SP memberikan kebebasan bagi para peneliti untuk melakukan pengelompokan sesuai dengan substansi penelitiannya. Hal inilah yang menjadi nilai lebih dan kekayaan dari data suku SP2010.

Kerja sama BPS dengan Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) pada tahun 2013 menghasilkan klasifikasi baru yang dapat digunakan untuk menganalisis data suku SP2010.

Telah dilakukan identifikasi mana saja kode yang merupakan nama lain, subsuku, dan sub-sub suku. Dihasilkan 633 kelompok suku besar dari kode suku yang tersedia dalam SP2010. Pengelompokan suku dilakukan berdasar literatur, semisal buku ensiklopedi suku maupun dari pengetahuan para jejaring yang tersebar di seluruh Nusantara.

Perempuan Dayak (Foto: kaskus.co.id – GOOD INDONESIA)

Kerja sama BPS-ISEAS tidak hanya menghasilkan pengelompokan suku, namun dihasilkan pula analisis suku yang tersaji dalam buku Demography of Indonesia’s Ethnicity.

Berdasar data SP2010, ratusan suku yang ada di Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak sepadan. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan proporsi 40,05 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Menempati posisi kedua adalah Suku Sunda sebesar 15,50 persen. Selanjutnya suku-suku lainnya memiliki proporsi di bawah lima persen penduduk Indonesia.

Dalam studi lanjutan terhadap keanekaragaman data suku SP2010, yang mana keanekaragaman diukur dengan Ethnic Fractionalize Index (EFI) dan Ethnic Polarized Index (EPOI) diperoleh EFI sebesar 0,81 dan EPOI sebesar 0,50.

Tergambar jelas Indonesia sangat heterogen atau majemuk, namun tidak terpolar sehingga potensi dampak konflik cenderung rendah. Meski demikian benih persatuan perlu senantiasa dipupuk. Bukan begitu, #GOODpeople? []GOOD INDONESIA-RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Tahu, Berapa Jumlah Suku di Indonesia? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2019/12/05/tahu-berapa-jumlah-suku-di-indonesia.html/feed 0 7068
‘Spiderwoman’ Ayu di Tebing Dunia https://www.goodindonesia.com/2019/11/29/spiderwoman-ayu-di-tebing-dunia.html https://www.goodindonesia.com/2019/11/29/spiderwoman-ayu-di-tebing-dunia.html#respond Fri, 29 Nov 2019 06:08:06 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=6826 OLAHRAGA panjat tebing melalui atlet perempuan Aries Susanti Rahayu membawa nama Indonesia berkibar di seantero bumi. Video aksinya di panggung dunia dan rekor baru yang ditorehkan viral. Bukan cuma warga Nusantara, publik luar negeri yang respek pada aksi atlet yang kerap disapa Ayu ini turut menyebar video. Media The Guardian, Daily Mail, GiveMeSport kompak menyematkan […]

The post ‘Spiderwoman’ Ayu di Tebing Dunia appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
OLAHRAGA panjat tebing melalui atlet perempuan Aries Susanti Rahayu membawa nama Indonesia berkibar di seantero bumi.

Video aksinya di panggung dunia dan rekor baru yang ditorehkan viral. Bukan cuma warga Nusantara, publik luar negeri yang respek pada aksi atlet yang kerap disapa Ayu ini turut menyebar video.

Media The Guardian, Daily Mail, GiveMeSport kompak menyematkan julukan “Spiderwoman” kepada Ayu.

“Selesai dalam tujuh detik: Spiderwoman memecahkan rekor speed climbing,” tulis The Guardian.

Sementara GiveMeSport merilis berita dengan judul “Spiderwoman pecahkan rekor speed climbing putri”.

Media khusus olahraga itu tak lupa menekankan kondisi Spiderwoman yang tak sepenuhnya 100 persen ketika memecahkan rekor. “Meski mengalami cedera tangan dan jari, atlet 24 tahun itu bisa melampaui rekor 7,101 detik, yang ditorehkan lawannya,” bunyi ulasannya.

Media yang berbasis di Rusia, RT, tak tanggung-tanggung menyebut pencapaian Aries Susanti Rahayu sebagai inhuman. Maksudnya aksi Ayu telah melewati batas kemampuan manusia umumnya.

Inhuman: Spiderwoman Indonesia yang menakjubkan menjadi viral setelah mencetak rekor dunia speed climbing,” judul berita RT.

Kata “Inhuman” sendiri bukan murni berasal RT, melainkan dari jurnalis CNET Mark Serrels, saat ikut memviralkan video penampilan Aries saat memecahkan rekor.

#GOODpeople, apresiasi luar biasa publik dunia dipicu rekor baru Ayu. Tepatnya saat menjuarai nomor speed climbing atau partai kecepatan putri kejuaraan dunia panjat tebing.

Dalam salah satu seri International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2019 di Xiamen, Cina, Sabtu (19/10/2019), Ayu mengalahkan atlet andalan tuan rumah sekaligus juara dunia bertahan Yi Ling Song di babak final.

Tak hanya sekadar menjadi juara, putri Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini mencatatkan rekor baru dunia. Ayu mencetak rekor baru nomor speed putri setelah memanjat dinding setinggi 15 meter hanya dalam waktu 6,995 detik. Pencapaian kali pertama di dunia, di bawah tujuh detik.

Sedangkan lawannya Yi Ling Song –sang juara bertahan, finis jauh di bawah catatan Ayu, 9,032 detik.

Torehan waktu Aries tersebut melampaui rekor dunia sebelumnya yang dipegang sang lawan, Yi Ling Song, yakni 7,101 detik.

Berkat prestasi ini, Ayu menduduki peringkat ketiga dunia nomor kecepatan perempuan pada 2019. Sepanjang tahun, dia mengikuti enam dari delapan seri kejuaraan dunia dengan sederet capaian prestasi.

Aries berhasil masuk final tiga kali dan menyabet dua keping medali, yakni medali perak di Chongqing (26 April) dan medali emas di Xiamen (19 Oktober).

Aries mengoleksi 333 poin dan terpaut 127 poin dari Yi Ling Song yang menghuni peringkat pertama (460 poin).


Sebelum Rekor Baru Dunia

Bila ditarik ke belakang, bukan kali itu saja Ayu mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Mahasiswi jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah, Semarang, ini telah menyumbangkan sederet medali internasional.

Berikut rangkumannya singkatnya, #GOODpeople:

Pentas Asia

Asian Games
Medali emas Asian Games 2018 Indonesia dengan torehan waktu 7,84 detik

Asian Championship
Peringkat 3 (Asian Championship Championship Taheran, Iran, 2017)
Peringkat 3 (Asian Championship Championship Kurayoshi, Japan, 2018)

Aries Susanti Rahayu di podium dunia (Foto: lintasjabar.com – GOOD INDONESIA)

Pentas Dunia

Daftar prestasi kali pertama atlet panjat tebing putri Indonesia, dalam hal ini Ayu, sumbang medali emas di nomor kecepatan perorangan Kejuaraan Dunia (IFSC World Cup):

Peringkat 2 di Kejuaraan Dunia Xiamen, Cina, 2017
Juara 1 Kejuaraan Dunia Chongqing, Cina, 2018
Peringkat 2 Kejuaraan Dunia Tai’an, Cina, 2018
Juara 1 Kejuaraan Dunia Xiamen, Cina, 2018
Juara 1 Kejuaraan Dunia Xiamen, Cina, 2019


Pemanjat Pohon

#GOODpeople, kita jangan sampai lupa berterima kasih kepada S. Sanjaya dan Maryati. Siapa mereka ini?

Mereka orang tua kandung Sang Spiderwoman. Mengapa harus berterima kasih? Jika saja pasangan Sanjaya-Maryati terlalu ketat mengawasi kebiasaan Ayu kecil memanjat pohon, lalu melarangnya, maka Indonesia tak bakal mempunyai atlet andal yang berprestasi di ajang kejuaraan dunia.

Aries Susanti Rahayu lahir di Grobogan, 21 Maret 1995. Pendidikannya dimulai dari SDN Taruna, Klambu, Grobogan.

Selanjutnya masuk di SMPN 1 Grobogan. Kemudian menempuh pendidikan sekolah menengah lanjutan di SMAN 9 Semarang dan SMA Kristen Purwodadi.

Usai pendidikan menengah, Ayu kuliah di jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah, Semarang.

Saat SD, Ayu sudah menekuni cabang olahraga lari. Ia kemudian diperkenalkan cabang olahraga panjat tebing oleh guru olahraganya.

Aries menjadi atlet panjat tebing termuda di Grobogan saat berusia 14 tahun. Kesungguhannya mengasah talenta membawa dirinya masuk dalam deretan atlet PON (Pekan Olahraga Nasional), meskipun tidak langsung masuk menjadi tim inti.

Dia tidak kecewa cuma dikelompokkan sebagai atlet cadangan PON. Ayu tetap berlatih keras guna mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Ayu justru mampu mengalahkan semua atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk persiapan PON. Akhirnya ia resmi masuk sebagai tim inti Jawa Tengah untuk gelaran PON di Riau.

Iapun bertarung di PON Riau, tetapi terhenti di babak delapan besar. Pada PON 2016 di Jawa Barat, Ayu bermain di nomor kecepatan beregu dan memperoleh emas bersama timnya. Ia belum turun di nomor perseorangan.

Di awal 2017, Aries diminta memberikan pelatihan singkat tentang panjat tebing untuk tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat di Jakarta. Di acara tersebut, ia bertemu dengan Hendra Basir, pelatih nasional panjat tebing.

Ayu kemudian diajak Hendra turut serta berlatih bersama atlet top nasional yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018. Syaratnya membiayai sendiri akomodasi selama latihan. Ayu tidak berkecil hati. Berlatih dengan atlet nasional merupakan kesempatan yang baik membangun kemampuan terbaik.

Status Ayu dalam latihan adalah lawan tanding atau cadangan. Namun, dalam tiga kali simulasi dengan atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Panjat Tebing, Ayu justru melibas atlet-atlet nasional. Ia juara.

Oleh karena itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menetapkan Ayu sebagai atlet inti pelatnas.


Menuju Olimpiade

Spiderwoman Ayu kini menatap panggung olahraga tertinggi, yakni Olimpiade Tokyo pada 2020. Seolah kebetulan, panjat tebing kali pertama dilombakan di olimpiade tahun depan. Walaupun cabor panjat tebing yang diperlombakan baru kombinasi speed, lead, dan boulder.

Walaupun nomor kecepatan putri belum diperlombakan, #GOODpeople tentu berharap semoga Ayu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Dengan demikian, tak lagi cuma bulutangkis yang memberikan medali emas untuk negeri. Besok, bertambah, ada panjat terbing.

Semoga, ya, #GOODpeople. []GOOD INDONESIA-EWA


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post ‘Spiderwoman’ Ayu di Tebing Dunia appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2019/11/29/spiderwoman-ayu-di-tebing-dunia.html/feed 0 6826
Mengapa Negara Kepulauan Republik Indonesia Membanggakan? https://www.goodindonesia.com/2019/11/24/mengapa-negara-kepulauan-republik-indonesia-membanggakan.html https://www.goodindonesia.com/2019/11/24/mengapa-negara-kepulauan-republik-indonesia-membanggakan.html#respond Sun, 24 Nov 2019 13:36:39 +0000 https://www.goodindonesia.com/?p=6605 SEBELUM lebih jauh, silakan #GOODpeople melantunkan lagu “Rayuan Pulau Kelapa”. Sudah lama tak menyanyikan lagu wajib karya Ismail Marzuki ini, kan? Liriknya di bawah. Tanah airku Indonesia Negeri elok amat kucinta Tanah tumpah darahku yang mulia Yang kupuja sepanjang masa Tanah airku aman dan makmur Pulau kelapa yang amat subur Pulau melati pujaan bangsa Sejak […]

The post Mengapa Negara Kepulauan Republik Indonesia Membanggakan? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
SEBELUM lebih jauh, silakan #GOODpeople melantunkan lagu “Rayuan Pulau Kelapa”. Sudah lama tak menyanyikan lagu wajib karya Ismail Marzuki ini, kan? Liriknya di bawah.

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff:
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana
Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia

Perasaan lebih plong, pasti. Semoga. Lagu yang menggambarkan Indonesia sebagai hamparan pulau itu sungguh asyik dilantunkan. Lirik sederhana, namun tepat menceritakan keindahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bumi, entah daratan atau lautan, memiliki permukaan atau relief yang berbeda-beda. Setiap relief mempengaruhi berbagai aspek kehidupan makhluk hidup di masing-masing tempat.

Bentuk permukaan bumi juga digunakan sebagai salah satu penanda suatu lokasi daerah tertentu. Hal ini akan lebih berpengaruh pada bidang politik dan kenegaraan.

Daratan dapat berupa benua, pulau, dan kepulauan. Ketiganya memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda.

Kali ini, kami menyajikan –tentu khusus buat #GOODpeople– kelompok ketiga, yakni kepulauan. Informasi negara kepulauan terbesar di dunia.

Sekadar mengingatkan kepulauan adalah negara atau kawasan yang terdiri atas banyak sekali pulau-pulau. Di mana posisi Indonesia, negara #GOODpeople sekalian?


1. Indonesia

Ternyata Indonesia jelas salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Besar tak hanya karena luasnya, namun juga pulau-pulau kecil yang mengelilingi dan menyusun kawasan wilayah, sungguh nyaris tak terbilang. Indonesia memiliki tak kurang 17 ribu pulau yang membentuk wilayah tanah air, se-Nusantara.

Luas wilayah kepulauan Indonesia kurang-lebih 1,904,569 kilometer persegi. Garis pantainya mencapai 54.716 kilometer.

Perairan Indonesia dari KM Umsini (Foto: Ridwan Ewako – GOOD INDONESIA)


2. Madagaskar

Negara pulau satu ini berada di Samudra Hindia, lepas pesisir Afrika bagian Timur. Madagaskar salah satu negara yang memiliki pulau terbesar di dunia. Madagaskar, namanya. Pulau ini merupakan pulau terbesar keempat setelah Greenland, New Guinea, dan Kalimantan.

Wilayah negara ini sekitar 587.041 kilometer persegi, memiliki panjang garis pantai sebesar 4.826 kilometer.

Silakan #GOODpeople bandingkan angka tersebut dengan kondisi faktual Indonesia. Jauh. Termasuk pulau kecilnya.


3. Papua Nugini

Negara tetangga yang berbatasan langsung dengan NKRI, tepatnya Provinsi Papua Barat, memiliki wilayah seluas 462.840 kilometer persegi. Panjang garis pantainya 5.152 kilometer.

Papua Nugini yang beribu kota Port Moresby berada di kawasan Oceania mempunyai sekitar 600 pulau kecil.


4. Jepang

Meskipun negara kepulauan bak terpisah dari daratan, Jepang bagian Benua Asia. Tepatnya di Asia bagian Timur.

Negeri Matahari Terbit –julukannya– memiliki luas wilayah sekitar 377.915 kilometer persegi.

Kepulauan Jepang terdiri atas 6.852 pulau. Terdapat empat pulau besar, yakni Honshu, Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku.

Honshu pulau utama, tempat kota besar Tokyo, Yokohama, Osaka, dan Kobe. Hokkaido pulau terbesar kedua, utara Honshu. Di situlah Sapporo berada. Kyushu dan Shikoku dekat dengan selatan Honshu.

Jepang juga memiliki rantai pulau tropis di selatan yang disebut Kepulauan Ryukyu. Pulau terbesar di sini adalah Okinawa.


5. Filipina

Negara kepulauan yang termasuk deretan besar di dunia adalah Filipina. Negara ini berlokasi cukup dekat dengan Indonesia, tepatnya di kawasan Pulau Sulawesi.

Filipina yang beribu kota Manila memiliki luas wilayah sekitar 300.000 kilometer persegi. Ia mempunyai garis pantai sepanjang 36.289 kilometer persegi.

Filipina terdiri atas 7.641 pulau. Dengan angka ini, Filipina tercatat sebagai negara ketujuh yang memiliki jumlah pulau terbanyak. Di atasnya Swedia, Finlandia, Norwegia, Kanada, Indonesia, dan Australia.

Dalam waktu cukup lama, jumlah pulau di Filipina diperkirakan 7.107. Laporan terbaru Pemetaan Nasional dan Informasi Sumber Daya (NAMRIA) Filipina menemukan 534 pulau lagi. Penemuan pulau-pulau baru ini menambah luas wilayah geografis dan zona ekonomi pesisirnya.

Di antara pulau tersebut, hanya kurang-lebih 2.000 di antaranya yang berpenghuni. Kawasan kepulauan Filipina dibagi tiga kelompok besar, yakni Luzon, Visayas, dan Mindanao.

Pulau di Filipina (Foto: worldatlas.com – GOOD INDONESIA)


6. Selandia Baru

Negara yang beribu kota Wellington ini seluas 267.710 kilometer persegi. Panjang garis pantainya 15.134 kilometer.

Negara Selandia Baru terletak di Samudra Pasifik bagian Barat Daya. Ia memiliki sekitar 600 pulau besar dan sedang. Terdapat sisa-sisa daratan yang lebih luas dibanding pulau-pulau yang ada sekarang, namun telah berada di bawah permukaan laut.

Dua pulau utamanya dinamai Pulau Utara (Te Ika-a-Māui) dan Pulau Selatan (Te Waipounamu) yang dipisahkan Selat Cook.

Terbesar ketiga adalah Pulau Stewart (Rakiura), terletak 30 kilometer atau 19 mil di ujung Pulau Selatan di seberang Selat Foveaux.

Tiga pulau terbesar tersebut membentang 1.500 kilometer (930 mil) di garis lintang 34 ° hingga 47 ° selatan. Selandia Baru merupakan negara kepulauan terbesar keenam di dunia, dengan daratan seluas 267.710 kilometer persegi.

Pulau di Maldives (Foto: telegraph_co.uk – GOOD INDONESIA)


7. Inggris

Negara kepulauan yang juga masuk kelompok besar adalah Inggris atau Britania Raya, dan berada di Eropa bagian Utara. #GOODpeople pasti ibu kotanya, tentu.

Luas wilayah Inggris sekitar 246.610 kilometer persegi. Garis pantainya sepanjang 12.429 kilometer.

Survei salah satu badan militer Inggris mencatat pulau mereka sebanyak 6.289 titik. Sebagian besar berada di Skotlandia. Kepulauan Inggris (termasuk Irlandia) memiliki 6.806 pulau.


8. Kuba

Kuba terletak di kawasan Amerika bagian Tengah. Negara yang identik dengan tokoh Che Guevara ini beribu kota Havana.

Negara satu ini seluas kurang-lebih 110.860 kilometer persegi. Garis pantainya membentang sepanjang 3.735 kilometer.

Kuba memiliki lebih 4.000 pulau yang mengelilingi beberapa pulau utama. Di lepas pantai selatan duduk dua kepulauan utama; Jardines de la Reina dan Kepulauan Canarreos.

Kepulauan Sabana-Camagüey membentang di sepanjang pantai utara, yang di dalamnya terdapat 2.517 pulau. Kepulauan Colorados di lepas pantai barat laut.


9. Islandia

Islandia merupakan salah satu dari beberapa negara kepulauan terbesar didunia yang ada di benua Eropa. Negara yang satu ini merupakan salah satu kawasan yang memiliki jarak cukup dekat dengan kawasan kutub utara. Negara yang beribu kota di Reykjavik ini memiliki luas kawasan kurang lebih 103.000 km2. Serta memiliki garis pantai sepanjang 4.970 km.


10. Irlandia

Dia berada di kawasan yang diterpa iklim Kutub Utara. Lokasinya di Eropa bagian Utara.

Ibu kotanya Dublin. Luas wilayah Irlandia sekitar 70.273 kilometer persegi. Garis pantainya 1.448 kilometer.

Irlandia merupakan negara kepulauan terbesar ketiga di Eropa. Ia dikelilingi sekitar 80 pulau cukup besar. Yang dihuni cuma 20 pulau.

Negara ini sebenarnya memiliki ratusan pulau kecil yang tersebar di sepanjang Laut Irlandia di pantai timur dan di Samudra Atlantik di selatan, barat, dan utara. Achill Island adalah pulau terbesar milik negara ini.


11. Sri Lanka

Negara yang satu ini tetangga India. Ibu kotanya Kolombo. Luasnya sekitar 65.610 kilometer persegi. Garis pantainya 1.340 kilometer.

Di antara beberapa gugusan pulaunya yang cukup besar, Semenanjung Jaffna yang paling terkenal. Ia terletak di sisi utara. Luasnya sekitar 65.268 kilometer persegi.


Penutup

#GOODpeople, tak diragukan lagi, Indonesia memang negara kepulauan terbesar dengan jumlah pulau terbanyak. Kita patut berbangga, dan karenanya mari melengkapi informasi seputar sisi Indonesia yang membanggakan, via artikel lain di media daring (online) ini. []GOOD INDONESIA-LMC


Rujukan
:
Thecommonwealth.org
Japan-talk.com
Worldatlas.com
En.wikipedia.org
Telegraph.co.uk
En.wikipedia.org
Maps.ie
En.wikipedia.org


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: [email protected]]

The post Mengapa Negara Kepulauan Republik Indonesia Membanggakan? appeared first on GOOD INDONESIA.

]]>
https://www.goodindonesia.com/2019/11/24/mengapa-negara-kepulauan-republik-indonesia-membanggakan.html/feed 0 6605