The post Universitas Subang Galang Bantuan Sembako Covid-19 selama Ramadan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Dekan Fakultas Komunikasi Ine Anggraeni mengungkapkan para dosen menghimpun dan membagikan sembilan bahan pokok (sembako) sebagai wujud kepedulian mereka kepada masyarakat.
Unjuk kepedulian sosial ini awalnya terlaksana spontan. Para dosen membeli sendiri bahan sembako memakai dana pribadi, lalu disalurkan sendiri ke warga yang berhak. Sembako dibagikan kepada para penjaga sekolah, pedagang kaki lima (PKL), dan janda miskin.
“Paling tidak kami meringankan beban mereka agar mereka bersemangat menghadapi Ramadan di tengah ancaman pandemi korona,” kata Ine, yang didampingi Kepala Program Studi Komunikasi Nuraeni, kepada GOOD INDONESIA, Senin, 20 April 2020.
Ditambahkan, bantuan yang dihimpun dan disalurkan berupa beras, mentega, teh, gula, dan telur. Bantuan sembako ini diupayakan selama bulan puasa.
Mengingat dampak pandemi yang sungguh dahsyat, Ine yang juga mahasiswa program doktor di Universitas Padjadjaran mengajak berbagai pihak terlibat dalam aksi kemanusian yang digalang para dosen Universitas Subang.
Ine menyebutkan kontribusi berupa uang dapat dihimpun melalui rekening Bank Mandiri 117-000-666-4362 atas nama Nur’aeni. []GOOD INDONESIA-SAN
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Universitas Subang Galang Bantuan Sembako Covid-19 selama Ramadan appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post JFI dan JAKA Galang Gerakan Sejuta ‘Hand Sanitizer’ Gratis Hadapi Covid-19 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dibentuk pemerintah pusat menyebutkan kasus positif covid-19 per Sabtu, 21 Maret 2020, sebanyak 450. Di antaranya dinyatakan sembuh 20 pasien dan yang meninggal dunia sebanyak 38 orang.
Di Surabaya, Jatim for Indonesia (JFI) bekerja sama dengan Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA) menggelar gerakan kemanusiaan melawan penyebaran virus korona. Relawan mengumpulkan dan membagikan hand sanitizer, masker, dan sabun antiseptik secara cuma-cuma kepada masyarakat.
“Kelangkaan dan mahalnya kebutuhan pencegahan virus korona membuat kesulitan akses menjaga diri dari virus yang cepat menular. Dalam keadaan darurat seperti saat ini, semua pihak perlu gotong royong saling membantu untuk melawan covid-19,” ujar A. Lisa Febriyanti, anggota tim Hubungan Masyarakat (Humas) Posko Relawan Korona JFI-JAKA, kepada GOOD INDONESIA, Sabtu malam, 21 Maret 2020.
Ditambahkan, gerakan kemanusiaan ini dilandasi semangat saling memberikan rasa aman atas ketakutan yang saat ini terbangun di tengah masyarakat akan pandemi covid-19.
Posko Lawan Korona JFI-JAKA kini ramai menerima donasi hand sanitizer, masker, dan sabun antiseptik. Penyumbangnya berbagai pihak dan perorangan yang peduli berbagi dalam kondisi darurat sekarang.
Selanjutnya, sarana pencegahan penularan virus korona dimaksud dibagikan ke perkampungan padat penduduk di Surabaya dan sekitarnya, seperti Krian, Sedati, Lawang, Malang, Pasuruan, Banyuwangi, dan Jember. Bahkan ke DKI Jakarta, yang kini dalam posisi paling parah terpapar virus korona.

Posko Lawan Korona JFI-JAKA terletak di Jalan Ketintang Madya 73, Surabaya. Masyarakat yang hendak berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan ini juga dapat menghubungi nomor ponsel 087878766339 (A. Lisa Febriyanti), 087852689595 (Michael Andrew), dan 082139970668 (Teguh Prihandoko).
Hingga berita ini diturunkan, jejaring JFI telah mengumpulkan sekitar 9.000 botol hand sanitizer. Sedangkan jejaring JAKA, telah menghimpun sekitar 2.000 botol. Cairan pembersih tangan ini segera didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan.
JFI merupakan aliansi multiinstitusi, lintas iman, lintas generasi, serta lintas etnis yang digagas Yayasan Alit. Jaringan ini aktif sejak 2018 menggalang bantuan dan membentuk tim relief tanggap bencana dari Jawa Timur (Jatim). Termasuk membantu korban bencana gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah.
Sementara JAKA adalah kumpulan alumni Universitas Airlangga yang menggagas ide Sejuta Hand Sanitizer Gratis. []GOOD INDONESIA-SJT
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post JFI dan JAKA Galang Gerakan Sejuta ‘Hand Sanitizer’ Gratis Hadapi Covid-19 appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Virus Korona telah Menyebar di 16 Provinsi, 32 Meninggal Dunia appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Data per 20 Maret 2020, pukul 13.00 WIB, total warga yang mengidap covid-19 sebanyak 369 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh 17 orang. Covid-19 telah menelan korban 32 jiwa.
Keenam belas provinsi yang warganya dikonfirmasi positif terinfeksi virus yang kali pertama mewabah di Wuhan, Cina, sebagai berikut:
1. Sumatera Utara
2. Riau
3. Kepulauan Riau
4. Lampung
5. Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta
6. Jawa Barat
7. Banten
8. Jawa Tengah
9. Jawa Timur
10. Bali
11. Kalimantan Barat
12. Kalimantan Tengah
13. Kalimantan Timur
14. Sulawesi Selatan
15. Sulawesi Tenggara
16. Sulawesi Utara
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menetapkan empat kelompok atas provinsi tersebut. Kelompok dibagi berdasar jumlah warga yang disimpulkan positif terinfeksi virus korona.
Kelompok pertama memiliki lebih 50 kasus covid-19. Kelompok kedua 20-49 kasus. Kelompok ketiga 6-19 kasus. Kelompok keempat 1-5 kasus.
DKI Jakarta sejauh ini satu-satunya provinsi yang masuk kelompok pertama.
Atas perkembangan penyebaran virus korona, pemerintah telah membentuk gugus tugas di 25 provinsi dan 46 kabupaten/kota. Berdasar jumlah kasus, pemerintah menetapkan status “siaga darurat” di 11 provinsi dan 18 kabupaten/kota. Status “tanggap darurat” di satu kota, yakni Depok.
Total kasus covid-19 di dunia sebanyak 244.525. Sebanyak 86.032 pasien dinyatakan sembuh (35,18 persen). Covid-19 telah merenggut 10.031 nyawa penderita (4,10 persen). []GOOD INDONESIA-ALY
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Virus Korona telah Menyebar di 16 Provinsi, 32 Meninggal Dunia appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post Internasional Apresiasi Indonesia Mampu Antisipasi Zoonosis Global appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>Virus satu ini diduga kuat berasal dari hewan yang kemudian menulari manusia (animal-borne disease), yang juga disebut zoonosis.
Krisis HIV/Aids pada dekade 1980-an berasal dari kera besar. Pada 2004-2007 avian flu mewabah, yang berasal dari unggas. Babi menghasilkan pandemi flu babi pada 2009.
Belakangan muncul penyakit severe acute respiratory syndrome atau SARS yang virusnya berasal dari kelelawar, melalui musang. Sementara kelelawar menyumbang ebola.
Perubahan iklim ditengarai mempercepat proses penyebaran penyakit dari heran ke manusia. Mobilitas manusia memicu berbagai penyakit yang menyebar lebih cepat.
Ancaman Global Zoonosis
Zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya) sungguh menjadi ancaman global manusia. Berbagai fakta menunjukkan zoonosis meledakkan dampak yang potensi kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan akibat perang.
Sampai saat ini setidaknya tidak kurang dari 300 penyakit yang berasal dari hewan yang dapat menular ke manusia. Sebagian berpeluang menjadi wabah di suatu negara jika tidak ditangani dengan baik. Sebut saja rabies, antraks, BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy alias sapi gila), SARS, dan HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza alias flu burung).
Melalui artikelnya di Detik, Agus Jaelani dari Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) memaparkan zoonosis terbagi tiga kelompok besar.
Pertama, zoonosis yang berpotensi menjadi endemik; leptopirosis dan antraks. Kedua, penyakit berbahaya yang berpotensi menjadi epidemik; SARS, (HPAI), dan virus nipah. Ketiga, penyakit yang hampir musnah, namun memiliki potensi menyebar kembali; rabies.
Dalam dua dekade terakhir, 75 persen penyakit-penyakit baru (emerging diseases) pada manusia terjadi akibat perpindahan patogen hewan ke manusia atau zoonotik. Di antara 1.415 mikro organisme pathogen pada manusia, yang telah diketahui sebesar 61,6% bersumber hewan.
Laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan lebih 250 foodborne disease (penyakit yang ditularkan melalui makanan). Sebagian besar penyakit ini bersifat infeksius, yang muasalnya dari bakteri, virus, parasit, dan prion yang dapat dipindahkan melalui makanan.
Eksistensi zoonosis terus meningkat. Hewan memainkan peranan penting dalam ancaman global zoonosis.
Salah satu kunci pengendalian zoonosis adalah terkendalikannya penyakit pada hewan. Solusinya pada pengendalian penyebaran penyakit pada hewan. Bila berhasil maka rantai penularan ke manusia terputus.
Kondisi Indonesia
Ancaman zoonosis di Indonesia sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Kita memiliki beberapa zoonosis; rabies, leptospirosis, brucellosis, toksoplasmosis, tuberkulosis, salmonellosis, antraks, dan HPAI.
Tidak ada alasan bermain-main dengan potensi zoonosis. Korban manusia meninggal dunia akibat rabies setiap tahunnya mencapai 100 orang lebih. Akibat flu burung, sampai Mei 2008 menyebabkan 110 orang meninggal dari 135 kasus dengan case fatality rate sebesar 81,48%. Indonesia bahkan menempati ranking teratas di dunia dalam hal jumlah kematian pada manusia akibat flu burung.
Simulasi pandemi yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa jika terjadi pandemi diperkirakan akan terdapat 66 juta orang yang sakit dan 150.000 meninggal. Sementara simulasi ekonomi berdasarkan basis data 2006 maka akibat pandemi akan mengakibatkan kerugian langsung (jangka pendek) mencapai Rp14 triliun sampai Rp48 triliun.
Belum lagi korban penyakit zoonosis lainnya yang secara perlahan tetapi pasti menyebabkan kematian setiap tahunnya. Hal ini jelas-jelas menggambarkan betapa hebatnya ancaman zoonosis bagi keutuhan suatu bangsa.
Sinergitas Total
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Amerika Serikat melalui USAID (Badan Pembangunan Internasional AS) menilai Indonesia sukses mengatasi ancaman zoonosis global.
“Keberhasilan Indonesia dalam menangani ancaman penyakit zoonosis diakui dunia. Ancaman zoonosis mendapat perhatian pemerintah, khususnya Presiden, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2019 yang mengatur peningkatan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia,” ujar Stephen Rudgard, wakil FAO Indonesia, dalam rilisnya (September 2019), sehubungan empat tahun kerja sama penanggulangan zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) antara Pemerintah RI (Republik Indonesia), FAO, dan USAID.
Rudgard menyebutkan Indonesia contoh sukses pencegahan, pendeteksian, dan penanganan ancaman zoonosis global dengan menginisiasi dan melembagakan kerja sama lintas sektoral melalui pendekatan One Health.
Penilaian serupa disampaikan Wakil Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn. Meskipun masih menjadi hotspot penyakit di kawasan ini, tetapi komitmen menerapkan pendekatan One Health telah meningkatkan kemampuan Indonesia dalam pencegahan, deteksi, dan respon.
Pemerintah dengan lembaga internasional tersebut melaksanakan Program EPT-2 (Emerging Pandemic Threat fase 2) sejak 2016. Kegiatan fokus pada langkah mengurangi dan mengendalikan ancaman terhadap keamanan kesehatan –masyarakat, hewan, maupun lingkungan/satwa liar.
Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kerja sama dimaksud; Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), organisasi profesional kesehatan hewan dan kesehatan manusia, universitas. Koordinasi program EPT-2 secara umum ditangani Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Tiga kunci keberhasilan pengurangan risiko pandemi, yakni koordinasi, advokasi, dan kolaborasi pemangku kepentingan.
Pemerintah pusat harus memberdayakan jajaran aparatur di daerah, bukan mematikan daya dan semangatnya. Negara maju wajib memberdayakan negara berkembang dan terbelakang, bukan menguras sumber dayanya.
Namun, Maret 2020, Indonesia diuji kemampuannya menghadapi pandemi virus korona. Berhasilkah? []GOOD INDONESIA-RE
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post Internasional Apresiasi Indonesia Mampu Antisipasi Zoonosis Global appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>The post ‘covid19.go.id’, Situs Web Resmi Pandemi Korona Milik Pusat appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>GTPP Covid-19, melalui rilisnya pada Rabu, 18 Maret 2020, menyatakan covid19.go.id dikembangkan tim komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat untuk penanggulangan covid-19. Tim terdiri atas unsur pemerintah, UNICEF, WHO, organisasi masyarakat sipil, hingga dunia usaha.
Ketua GTPP Covid-19 Doni Monardo mengatakan saat ini informasi tidak akurat beredar luas di masyarakat. Situs resmi covid-19 dihadirkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi akurat mengenai penanganan pandemi korona.
“Kami menyadari masyarakat butuh akses pada informasi akurat, cepat, dan terpercaya. Untuk itulah mengapa situs covid19.go.id dibuat agar bisa menjadi sumber informasi resmi satu pintu,” kata Doni.
Dijelaskan, selain sebagai sumber rujukan informasi, pengelola mengusung pesan utama agar masyarakat melindungi diri dan sesama.
Doni, yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap upaya menghadapi pandemi korona dilakukan bersama semua pihak, dengan disiplin tinggi mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
“Di antaranya menjaga jarak aman dengan bekerja, beribadah, belajar dari rumah, serta selalu melakukan praktik kebersihan dasar, khususnya cuci tangan menggunakan sabun,” tandas Doni.
Pesan mengenai tiga langkah penting yang termuat dalam situs tersebut, yaitu cara mengurangi risiko penularan, cari informasi yang benar, dan apa yang perlu dilakukan bila sakit.
Data statistik mengenai jumlah kasus positif korona akan diperbarui secara real time. Selain itu, ada hoax buster, yang akan menentukan sebuah informasi tentang korona benar atau bohong.
Situs Web DKI Jakarta
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta melalui Tim Tanggap Covid-19 meluncurkan situs web khusus menghadapi pandemi korona. Alamatnya corona.jakarta.go.id.
Portal ini diperkenalkan pada 6 Maret 2020 oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemprov , DKI Jakarta Atika Nur Rahmania.
Situs ini menyajikan informasi lengkap seputar covid-19, data Orang Dalam Pemantauan (ODP), serta layanan dan tindakan pemprov terkait pandemi.
Informasi yang disajikan berasal dari Dinas Kesehatan yang telah diverifikasi dan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (untuk data pemantauan dan pengawasan).
Situs resmi korona DKI Jakarta mendapat sambutan positif masyarakat, bukan cuma warga ibu kota negara, namun nasional sebab hadir terawal.
Situs web corona.jakarta.go.id sempat dilumpuhkan peretas atau hacker pada 12 Maret 2020.
“Mohon maaf, situs corona.jakarta.go.id sedang sulit diakses karena mendapat serangan DDoS. Saat ini sedang ditangani tim Kominfotik DKI,” demikian pengumuman Pemprov DKI Jakarta.
“Hotline #JakartaTanggapCovid19 112 atau 0813 8837 6955 tetap bisa diakses, jika memiliki pertanyaan seputar COVID-19,” bunyi pengumuman itu. []GOOD INDONESIA-RMK
[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]]
The post ‘covid19.go.id’, Situs Web Resmi Pandemi Korona Milik Pusat appeared first on GOOD INDONESIA.
]]>