Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Sakti Wahyu Trenggono, yang baru saja dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), mencabut kebijakan ekspor bibit lobster.
Keran ekspor bibit lobster dibuka oleh Edhy Prabowo, menteri sebelumnya. Menteri sebelum Edhy, Susi Pudjiastuti, memberlakukan larangan ekspor benih lobster secara ketat.
“Hal pertama yang harus dilakukan membatalkan kebijakan ekspor bibit lonster karena kebijakan itulah asal mula hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu,” kata Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama, Kamis, 24 Desember 2020.
Masalah Tambang Pasir Laut
Walhi juga menyarankan Menteri KP yang baru mengintervensi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bali yang telah dikirimkan Gubernur Bali ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk dievaluasi.
“Kawan-kawan ForBALI dan Walhi Bali telah berupaya maksimal menggagalkan rencana reklamasi Teluk Benoa dan kini Teluk Benoa telah dijadikan wilayah konservasi maritim, namun di perairan lainnya masih memberikan ruang untuk tambang pasir,” urainya.
[Baca juga: 11 Tahun Pencemaran Laut Timor, Australia Abai Tanggung Jawab]
Proyek-proyek besar ini dinilai merusak lingkungan hidup, seperti tambang pasir laut di pesisir Kuta seluas 938, 34 hektar dan Sawangan 359,53 hektar. Juga rencana perluasan Pelabuhan Benoa dengan cara reklamasi seluas 1.377,52 hektar dan pengembangan Bandara Ngurah Rai pun disertai reklamasi seluas 151,28 hektar.
Made Juli juga menjelaskan proyek tambang pasir laut di sepanjang pesisir Kuta, sudah ditolak oleh seluruh Sekaa Teruma Teruni (STT) se-Desa Adat Legian, STT Desa Adat Seminyak, dan organisasi-oranisasi yang memanfaatkan pesisir Seminyak.
“Harapan mereka tersebut harusnya diakomodir oleh DPRD Bali karena mereka adalah masyarakat yang berhadapan langsung dengan proyek tersebut,” tandas Made Juli lagi. []GOOD INDONESIA-MDU
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]







