Misi ‘Just For Laughs’: Tertawalah!

Senyum korban prank 'Just For Laughs: Gags' [Foto: viral-videos.live - GOOD INDONESIA]

Anda pasti pernah dibuat terpingkal-pingkal oleh tayangan “Just For Laughs: Gags”. Benar, kan, #GOODpeople?

Tak peduli menonton di saluran televisi berlangganan atau tak berbayar di salah satu stasiun televisi swasta di rumah atau di kantor, pasti tertawa lepas menonton hidden camera reality television show ini.

Hanya ketika menonton di pesawat terbang, Anda mungkin terpaksa hanya tersenyum, menahan tawa sebab tak ingin mengganggu penumpang lain.

Ya, Gags adalah tayangan komedi prank bisu produksi Grup Just For Laughs (JFL) –saluran televisi kabel dan satelit yang fokus menyiarkan acara komedi, dan konser– yang berkantor pusat di Kanada. Tepatnya di Montreal, Quebec.

Kontennya menampilkan orang-orang yang dijebak dalam berbagai situasi aneh oleh para aktor, sementara beberapa kamera tersembunyi dari jarak terukur merekam reaksi korban.

Program ini tidak berisi suara apapun, kecuali efek audio, tawa, dan musik. Sama sekali tak mengandalkan dialog, melainkan cukup bahasa tubuh dalam adegan komedi situasi, Gags dapat dinikmati lintas negara dan benua.

Kekuatan Gags pada tema prank yang ada di tengah pemirsa. Hal-hal sederhana yang ditemui di keseharian penonton. Mulai dari lingkungan dalam rumah hingga halaman, taman bermain, jalan raya, kantor, mal, rumah sakit, dan seterusnya.

Penggarapan profesional dan total habis-habisan membuat pemirsa benar-benar terpuaskan, meskipun durasi satu tema sangat singkat. Properti yang disiapkan untuk mengelabui korban disiapkan secara matang, yang melibatkan teknisi andal.

Tak jarang properti mahal, seperti mobil patroli polisi, alat berat, kendaraan militer, ambulans yang sesuai aslinya dipakai. Begitu pula wardrobe clothes yang dikenakan aktornya 100 persen sama dengan aslinya. Tidak mengherankan jika emosi korban benar-benar hanyut dalam alur cerita yang dibangun.

[Baca juga: Gugatan Pailit NET TV Mulai Disidangkan Kamis Ini]

Mimik emosi korban inilah yang mengundang tawa penonton. Pemirsa seolah berada dalam situasi prank yang dibangun.

Wajar jika Anda menjadika Gags sebagai teman setia kala bersantai, di manapun. Memang demikian target JFL.

Misi JFL atas seluruh produknya dituangkan dalam keterangan singkat di situs webnya, justforlaughs.com.

Misi kami sangat sederhana, tiga kata kecil saja: “Membuat Orang Bahagia”.

Sulit untuk lebih langsung dari itu, ya? Yang kami inginkan untuk publik, pelanggan, mitra, media, sponsor, atau artis yang bekerja dengan kami adalah membuat mereka bahagia. Itu termasuk Anda. Dan, bagaimana kami membuatmu bahagia? Mudah!

Pertama, dengan tidak mengenakan biaya untuk paragraf yang baru saja Anda baca.

Kedua, ukh… kita tidak punya yang kedua!

Ketiga, tertawalah!!!

Penggemar di 150 Negara

Informasi yang GOOD INDONESIA himpun, Gags mengantongi pendapatan sebesar $42 juta dengan 350 karyawan hingga pengujung 2020.

Di Kanada, Gags ditayangkan CBC Television dan The Comedy Network. Pesaing utama Gags adalah truTV, Tiger Aspect Productions, dan Comedy Partners.

Pada Agustus 2019, Gags memiliki 2,1 juta penggemar di Facebook dan 31 juta pengikut di Twitter.

Pada 26 Desember 2000, Gags mulai ditayangkan di jaringan Kanada-Prancis Canal D. Pada tahun-tahun berikutnya, acara ini diambil oleh TVA, CBC, dan The Comedy Network di Kanada, BBC1 di Inggris, TF1 di Prancis, serta ABC dan Telemundo di Amerika Serikat.

Gags kini ditayangkan 150 lebih negara di seluruh dunia. Termasuk tayang di badar udara (bandara) dan di pesawat-pesawat maskapai penerbangan banyak negara.

10 Juta Pelanggan Youtube

Arena festival tahunan JFL Gags di Montreal tak kalah seru dan dinanti penggemar. Sayangnya, edisi musim gugur 2020 dijadwal ulang karena pendemi covid-19.

Selain mengumumkan penundaan dimaksud baru-baru ini, pihak manajemen grup JFL mengabarkan pencapaian 10 juta pelanggan Gags di platform Youtube. Tanda penghargaan berupa piringan berlianpun diterima. Usai melansir berita gembira ini, penonton regular Gags langsung bertambah 100 ribu lebih.

[Baca juga: Sejarah Lahir TVRI dan Nasib Media Pemersatu Bangsa]

Seri-seri terbaik Gags yang terutama dibintangi oleh dua aktor lokal –Denis Lessard dan Marie-Pierre Bouchard, tulis thesuburban.com, difilmkan di Montreal setiap musim panas. Terdapat 13 episode per musim, dengan total 170 lelucon.

“Yang paling luar biasa, dari hampir 7.000 lelucon, masing-masing dan setiap lelucon berbeda,” kata Kepala Pemasaran JFL Anne Belliveau, yang menerima penghargaan. “Itu adalah penghargaan nyata bagi para produser.”

Manfaatkan Kanal Medsos

JFL meluncurkan saluran Gags pada 2008. Langsung mengalami pertumbuhan signifikan. Melalui tim yang berdedikasi tinggi dan strategi digital. Platform media sosial (medsos) memudahkan mereka menemui pemirsa.

Sejak itu, saluran Gags terus tumbuh dalam popularitas di seluruh dunia dengan hampir enam miliar penayangan. JFL sekarang menjalankan 11 saluran Youtube yang berbeda dalam beberapa bahasa, termasuk Arab, Cina, Jerman, Yunani, dan Spanyol. Jika semua saluran digabungkan, JFL mengumpulkan hampir 20 juta pelanggan.

Dalam semangat warga global, JFL memanfaatkan jangkauan internasional dan daya tarik kanal Gags untuk mendukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Youtube Giving. Melalui fitur ini, Youtube dapat mendukung kegiatan amal melalui tombol donasi di samping video. Tombol donasi saat ini diaktifkan pada 250 video di empat saluran mereka, dan Google.org.

Gags Ala Indonesia

Acara “Spontan” yang ditayangkan di SCTV, Trans TV, dan antv yang diproduksi oleh Starvision Plus mirip dengan Gags dan “Candid Camera”. Bedanya adalah Spontan disisipi dialog. Pembawa acara ini adalah Komeng dan Mpok Atiek.

“Ngerjain” yang ditayangkan di MNC TV dan SUN TV juga mirip dengan Gags. Acara ini juga bisu, kecuali efek suara, tawa, dan musik.

Selain itu, “Jail” yang berformat sama dengan acara Ngerjain, juga memiliki kemiripan dengan Gags. “Eaaa..!” yang ditayangkan di RCTI pun sebelas-dua belas dengan Gags.

Namun, urusan renyah, Gags belum tertandingi. Jauh.

Ditegur KPI

Program Gags pernah ditegus Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Sanksi administratif berupa teguran tertulis pada 2 Juli 2012 kepada stasiun TPI (PT Cipta TPI).

Hukuman diberikan karena program dimaksud menayangkan adegan ciuman bibir yang dilakukan oleh dua orang pria.

Penayangan adegan tersebut dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran pada Pasal 9 dan 16, serta Standar Program Siaran pada Pasal 9 dan 18 huruf G. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas pelarangan adegan seksual serta norma dan kesusilaan yang disiarkan oleh lembaga penyiaran. []GOOD INDONESIA-RUT

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here