Tiga Personel Perdamaian PBB Tewas di Mali, Bukan Asal Indonesia

Penjaga perdamaian PBB di Mali melakukan patroli [Foto: news.un.org - GOOD INDONESIA]

Tiga personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meninggal dunia dan enam lainnya cedera di wilayah Timbuktu, Mali. Petugas ini bagian UN Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali (MINUSMA)

Korban jatuh dalam satu serangan memakai alat peledak improvisasi (IED), Rabu (13/1/2021). Kelompok penyerang juga melancarkan tembakan sengit kepada petugas PBB.

Ketiga petugas yang tewas berasal dari Pantai Gading, salah satu negara di Afrika Barat.

Tidak ada penjelasan posisi personel MINUSMA asal Indonesia, apakah bergabung dalam konvoi yang diserang atau tidak.

[Baca juga: Menyoal Kekerasan MIT Teroris, OPM ‘Cuma’ Kriminal Bersenjata]

Situs web resmi PBB, news.un.org, melansir peristiwa tersebut dalam keterangan persnya pada Kamis, 14 Januari 2021.

Diungkapkan, jatuhnya korban serangan tiba-tiba itu tak membuat pasukan penjaga perdamaian PBB ciut. Perlawanan yang tersusun rapi memaksa pasukan penyerang penyerang melarikan diri.

Belum ada pernyataan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Kejahatan Perang”

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres mengutuk keras serangan itu. Dia meminta pihak berwenang Mali segera meringkus dan menggelandang para pelaku ke pengadilan.

[Baca juga: Cina Balas Sanksi Pasca AS Bela Nasib Muslim Uighur]

Sekjen Guterres menegaskabn serangan dimaksud sebagai “kejahatan perang”.

Pada kesempatan yang sama, Guterres terus meningatkan kerja sama dan solidaritas antara pasukan PBB dengan rakyat dan pemerintah Mali.

MINUSMA didirikan pada 2013. Dibentuk setelah kelompok teroris menguasai kota-kota besar di Mali selama beberapa tahun sebelumnya.

Sejak saat itu, situasi keamanan di Mali –negara yang seluas gabungan Perancis, Jerman, dan Inggris– tak terkendali. PBB lalu memutuskan penempatan pasukan keamanan nasional dan mitra internasional di sana.

Namun hingga kini, Mali masih menghadapi berbagai serangan bersenjata dan aksi terorisme kelompok-kelompok ekstremis. Juga konflik horizontal antarkelompok etnis bersenjata.

Upaya MINUSMA dan bantuan Perancis melalui Operasi Barkhane belum mampu sepenuhnya mewujudkan perdamaian di Mali. []GOOD INDONESIA-RUT

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here