
Baliho dan spanduk “Enam laskar FPI adalah syuhada” yang didirikan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jogokariyan, Yogyakarta, tak bertahan lama. Tidak sampai sehari penuh.
Negara, melalui tangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mencopot baliho dan spanduk dimaksud pada Jumat sore, 11 Desember 2020.
Alasan pencopotan, baliho dan spanduk Jogokariyan dapat menggangu situasi dan konsidi (sikon) kondusif Yogyakarta dapat terganggu.
Pihak DKM tak melakukan perlawanan atas aksi aparat berwajib itu. Menurutnya, pesan baliho dan spanduk telah tersampaikan luas.
Sebelumnya, pengurus masjid yang menjadi rujukan nasional ini meminta agar personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak perlu repot mengurus baliho dan spanduk, karena memiliki tanggung jawab besar di tempat lain. misalnya di Papua.
[Baca juga: Pangdam Jaya Ngotot Perangi FPI, Munarman: Atas Perintah Presiden]
Ihwal pencopotan disampaikan DKM Jogokariyan melalui akun Twitter resminya, @jogokariyan. DKM melengkapi kabar yang disebar dengan foto yang memperlihatkan aparat berwajib mencopot baliho.
Berikut pengantar informasi berjudul “Eh Copot…. Eh Copot….” yang diunggah tersebut:

Unggahan kabar pencopotan baliho dan spanduk ditanggapi dengan ungkapan keprihatinan netizen.
[Baca juga: Lonceng Kematian Demokrasi Menuju ‘Civil War’]
“Segitu parahnya rezimmmm bengis ini yak, sm spanduk aja langsung panasss dinginnnn,” ujar Abdi Wardana (@AbdiWardana5).
Seorang ibu bernama Sayyi (@sembilan_sa) berujar; “Ngakak captionnya. Panik kok merangin baliho.” Ada emoji tertawa lebar di belakangnya.
Yudie Yen (@YenYudie) menanggapi reaksi negara tersebut dengan menyatakan, “Sampai kapankah Indonesia seperti ini.” []GOOD INDONESIA-YPT
Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV
INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]









