Herbal Habbatussauda, Jintan Hitam Asal Timur Tengah Kaya Manfaat

Biji habbatussauda [Foto: purelyb.com - GOOD INDONESIA]

Anda mungkin pernah menonton tayangan iklan obat dan kosmetik di televisi, yang memakai bahan baku habbatussauda. Tergambar dari iklan beberapa produk itu bahwa habbatussauda kaya manfaat.

Habbatussauda boleh jadi belum lama Anda dengar. Tetapi jintan hitam (nigella sativa) pasti telah lama Anda ketahui. Ya, habbatussauda dimaksud adalah si jintan hitam.

Merujuk wikipedia, habbatussauda memiliki nama lain selain jintan hitam. Ia juga dikenal sebagai black seed, black caraway, natura seed, black cumin, kaluduru.

Sebagai herbal pengobatan, biji-bijian ini sudah dimanfaatkan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi. Juga tercantum sebagai bahan obat-obatan dalam literatur kuno karya Ibnu Sina (980-1037 M), Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim, dan Al-Baghdadi.

Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernapasan.

Habbatussauda adalah terna berasal dari tumbuhan tahunan yang daunnya berbau segar. Bijinya mengandung minyak asiri dan lemak, serta digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan. Pemanfaatan sebagai herbal pengobatan sejak lama sangat familiar di India, Pakistan, dan Timur Tengah –umumnya di Asia Selatan dan Asia Barat.

Habbatussauda berasa dan beraroma khas pahit-pedas, seperti kombinasi bawang merah, lada hitam, dan oregano.

Catatan Medis Tradisional

Manfaat habbatussauda kali pertama diteliti cukup mendalam oleh Ibnu Sina, ilmuwan Persia terkenal di era keemasan Islam. Dalam jurnal medisnya yang bertajuk Canon of Medicine, Ibnu Sina menulis bahwa habbatussauda bermanfaat sebagai pengobatan sesak napas, baik karena gejala asma atau sebab masalah pernapasan lainnya.

Dalam pengobatan tradisional, habbatussauda digunakan terutama sebagai perangsang produksi ASI (air susu ibu) dan obat cacingan. Ia juga telah digunakan sebagai diuretik dan pelemas otot (untuk kedutan dan kejang), serta guna meningkatkan kekebalan tubuh melawan penyakit menular pada orang yang memiliki sistem imun lemah.

Selain itu, telah digunakan mengobati sakit kepala, sakit gigi, serta flu, dan hidung tersumbat. Pun untuk mengobati mata merah (konjungtivitis), wasir, luka bernanah (abses), rematik, reaksi alergi, hingga masalah pencernaan –seperti diare, disentri, sembelit, kolik, dan perut kembung.

Minyak habbatussauda yang dioles ke kulit juga bisa menyembuhkan reaksi alergi kulit akibat dermatitis kontak.

Pandangan Medis Modern

Biji-bijian ajaib ini diakui dunia medis modern memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas sperma

Khususnya bagi pria perokok berat, kandungan nikotin dan racun lainnya dalam rokok telah lama diketahui mengurangi kelincahan sperma berenang (motilitas) dan mempengaruhi bentuk normalnya. Nikotin juga memunculkan dampak negatif pada struktur jaringan testis. Kelainan pada sperma dan testis merupakan faktor risiko penting kesuburan pria.

[Baca juga: Obat Flu Aman bagi Ibu Hamil]

Penelitian asal University of Malaysia pada 2014 dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menyebutkan minyak habbatussauda mampu meningkatkan kualitas sperma dan menunjang struktur jaringan organ testis.

2. Mengatasi gejala diabetes tipe 1

Thymoquinone (TQ) merupakan senyawa aktif utama yang terkandung dalam minyak habbatussauda. Setelah melakukan percobaan pada tikus laboratorium, peneliti Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia pada 2014 menemukan bahwa injeksi TQ dalam dosis tinggi dapat menghentikan perkembangan penyakit diabetes tipe 1 seutuhnya.

Studi Zagazig University di Mesir melaporkan ketika ekstrak habbatussauda dicampur dengan rempah herbal khas Timur Tengah lainnya (myrrh, gum olybanum, dan gum asafoetida) efektif menurunkan kadar gula darah pada tikus laboratorium karena adanya efek penghambatan metabolisme glukosa di hati.

Oleh karena itu, peneliti percaya ekstrak herbal ini mungkin dapat digunakan sebagai pengobatan diabetes yang tidak bergantung pada obat insulin.

3. Menurunkan tekanan darah

Penelitian oleh tim Shahrekord University of Medical Sciences di Iran menyimpulkan bahwa mengonsumsi pil ekstrak habbatussauda setiap hari selama dua bulan dapat menurunkan tekanan darah pada orang yang memiliki hipertensi ringan. Ditambah lagi, tidak ada komplikasi yang disebabkan oleh habbatussauda terhadap kesehatan partisipan penelitian tersebut.

Pil ekstrak habbatussauda juga menurunkan tingkat kolesterol total dan kolesterol “jahat”, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik pada beberapa kasus. Akan tetapi, efek penyeimbang kolesterol dari habbatussauda ini hanya muncul pada mereka yang punya kolesterol tinggi ringan, manfaat yang sama tidak ditemukan pada orang-orang yang punya kadar kolesterol normal.

Tanaman jintan hitam atau habbatussauda [Foto: 99.co – GOOD INDONESIA]

4. Melawan kanker

Habbatussauda mengandung senyawa antioksidan etanol yang diketahui dapat menghambat keganasan sel kanker dan perkembangannya seiring waktu pada tikus laboratorium. Etanol ditemukan menghasilkan sekitar 80 persen efek perlindungan terhadap stres oksidatif dalam tubuh.

[Baca juga: Jangan Fitnah Satgas Covid-19 DPR]

Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh dapat membuat tubuh mengalami stres oksidatif, yang memicu berbagai kerusakan sel dalam tubuh dan menyebabkan berbagai macam penyakit kronis, termasuk kanker.

Jangan Diminum Sembarangan

Walaupun memiliki segudang manfaat, perlu dipahami bahwa bukti ilmiah sejumlah manfaat habbatussauda di atas masih bersifat terbatas dalam uji laboratorium ketat. Kebanyakan hanya dilakukan pada kultur sel, hewan percobaan, atau percobaan kecil pada sekelompok manusia.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan semua klaim manfaat dimaksud yang ditujukan pada manusia.

Minum jamu dan obat-obatan herbal sebagai alternatif pelengkap dari obat kimia (baik resep maupun nonresep) sebenarnya boleh saja. Obat herbal yang berupa rebusan relatif aman dikonsumsi karena zat-zat toksik yang mungkin terkandung sudah mengalami perubahan struktur kimia.

Namun demikian, suplemen herbal sejatinya tetap tidak boleh diminum sembarangan karena reaksi tiap orang terhadap obat-obatan bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu obat herbal yang ternyata cocok untuk Anda akan memberikan khasiat yang sama pada anak atau tetangga Anda.

Herbal pengobatan sebaiknya hanya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan, pemulihan penyakit, atau menurunkan risiko dari penyakit. Bukan untuk menyembuhkan. Untuk menyembuhkan penyakit tetap dibutuhkan obat resep dokter dan kontrol kesehatan rutin. []GOOD INDONESIA-HDN

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here