Bukan Motor, Ternyata Begal Spesialis Payudara ‘Mamah Muda’

Tersangka pembegal payudara Kediri (Foto: detik.com - GOOD INDONESIA)

Kediri – Pembegal bukan cuma menyasar pemilik kendaraan bermotor roda dua (motor). Ternyata ada pembegal spesialis “payudara”. Ya, bagian tubuh perempuan dewasa.

#GOODpeople, serius, kami baru tahu ada jenis kejahatan itu. Ia masuk kelompok kejahatan pelecehan seksual. Artinya, pelakunya kemungkinan mengalami kelainan seksual. Dan, korbannya tentu kalangan perempuan.

Sejauh yang terungkap, pembegal payudara juga mengendarai motor. Mereka pun menyasar korban yang juga sedang mengendarai motor.

Saat berkendara, pas tergoda pada sang perempuan, pelaku mengejar. Kemudian memepetkan kendaraannya ke motor korban. Lalu tanpa ba bi bu, pembegal “merampas” si payudara. Eit, tunggu dulu, pelaku “cuma” meremas payudara korbannya, sebelum kabur menggeber tunggangannya.

Kejahatan itu yang dilakukan Supriyadi (37 tahun), warga Desa Selodono, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dia termasuk pembegal yang tak pilih-pilih korban.

“Tersangka mengaku spontan saat beraksi. Tak pilih korban, tapi langsung beraksi saat ia tergoda dengan korban,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kediri AKP Gilang Akbar di kantornya, Rabu, 27 November 2019.

#GOODpeople, Supriyadi mengaku baru melakukan tiga kali beraksi. Aksi keempat belum terjadi sebab ia dicokok polisi. Sial baginya, korban ketiganya mengenali dirinya.

Petugas berwajib menangkapnya setelah menerima laporan korban, yang mengenali ciri-ciri pelaku berikut motornya. Berdasar informasi korban, polisi mencarinya. Supriyadi diciduk saat berada di rumahnya.

Kasat Reskrim Gilang mengatakan tersangka pembegal payudara perempuan Kediri ini terancam hukuman bui sembilan tahun, berdasar Pasal 289 KUHP. Tersangka dikenai pasal perbuatan cabul.


Korbannya ‘Mahmud’

Bukan cuma di Kediri. Di Pekanbaru, Riau, pelaku menangkap ZA (24 tahun). Ia dikenai sangkaan pembegal payudara atas aksinya pada Sabtu (23/11/2019).

Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (26/11/2019)

“ZA kami amankan, dan sudah gelar perkara. Kami menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan tindakan pencabulan,” kata Kepala Polsek (Kapolsek) Mandau AKP Arvin Hariyadi di kantornya, Selasa (26/11/2019).

#GOODpeople, korban ZA adalah seorang “mahmud”. Bukan…, laki-laki. Korbannya “mamah muda”, berusia 25 tahun.

ZA beraksi di Jalan Pipa Air Bersih, depan Pondok Pesantren Ibnu Abas, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solopan, Bengkalis, hari itu sekitar pukul 13.30 WIB. Si Ibu muda warga setempat.

Menurut Arvin, korban saat itu bersama lima rekannya menggunakan tiga motor menuju ke pasar. Dari arah berlawanan, korban melihat seorang pria menggunakan motor Yamaha Vixon warna hitam. Ketika itu mereka berpapasan.

“Kemudian dilihat pria tadi balik arah dan mengejar korban bersama teman-temannya. Pria tadi memepet motor korban, lantas meremas payudaranya,” ungkap Arvin.

Arvin mengatakan korban menangis setelah dilecehkan. Korban mengaku tidak mengenal pelaku. Namun, teman korban ada yang mengenali pelaku. Korban lalu melaporkan apa yang dialami kepada suaminya. Selanjutnya bersama-sama mencari pelaku di tempat kerjanya.

Target ditemukan. Nah, #GOODpeople, mana ada maling yang ngaku. ZA membantah disebut telah melakukan pembegalan payudara.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. “Kami tindaklanjuti laporan korban. Belakangan diketahui pelaku berinisial ZA, statusnya sudah berumah tangga. Korban dan teman-temannya dimintai keterangan. Pelaku kami amankan,” kata Kapolsek.

Pelaku tetap membantah melakukan pembegalan payudara. “Kasus dugaan pelecehan ini tetap kami proses lebih lanjut. Kami sudah gelar perkara, dan menetapkan ZA sebagai tersangka,” tegas Arvin. []GOOD INDONESIA-AUB/UPR


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here