Koopssus TNI; Pasukan Super Elit Bergerak Atas Perintah Presiden

Personel Koopssus TNI [Foto: mediaindonesia.com - GOOD INDONESIA]

Konvoi pasukan elite gabungan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI terlihat di sekitar markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2020).

Komandan Koopssus (Dankoopssus) Mayor Jenderal TNI Richard T.H. Tampubolon mengonfirmasi manuver pasukan tersebut. Namun, ia berkilah keberadaan pasukannya yang memakai sejumlah kendaraan taktis menjadikan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang dipimpin Habib Rizieq Shihab, sebagai target.

”Itu melintas perjalanan kembali ke markas,” ujarnya.

Mantan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat ini menambahkan konvoi pasukannya sekadar berhenti di Petamburan, yang kebetulan di depan gang markas FPI. Sirene kendaraan tempur dimaksud meraung-raung.

”Kalaupun terlihat berhenti, itu merupakan protap konvoi kendaraan berat untuk cek kondisi kendaraan dan rangkaian, atau jalanan macet,” ujarnya.

Tidak dijelaskan dari mana iring-iringan kesatuan elit gabungan TNI itu berangkat dan di mana tujuan akhirnya –jika benar cuma melintas di Petamburan.

Tentang Koopssus

Koopssus bagian Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) yang secara struktural komandonya langsung di bawah Panglima TNI. Personelnya dicomot dari kesatuan pasukan khusus tiga matra, yaitu TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Tak salah bila Koopssus adalah korps super elit.

Kekuatan Koopssus stand by di Markas Besar (Mabes) TNI di Jakarta Timur. Mereka bergerak atas komando Panglima TNI, jika diperintah langsung oleh Presiden RI.

Koopssus TNI diresmikan pada 30 Juli 2019 di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pembentukan Koopssus TNI didasari beberapa aturan hukum terkait tugas pokok TNI, di antaranya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang juga mengatur pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme.

Hingga kini, Koopssus telah dinakhodai dua jenderal. Dankoopssus pertama adalah Mayjen TNI Rochadi (30 Juli 2019-18 Juni 2020). Kedua, Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon (27 Juli 2020 – sekarang).

[Baca juga: Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Tewas dan 5 Luka Terbakar]

Prajurit Koopssus memiliki kualifikasi melakukan berbagai operasi khusus pemberantasan aksi terorisme, baik di dalam maupun luar negeri. Pasukan super ini bergerak guna menghalau ancaman ideologi, kedaulatan, serta keselamatan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koopssus TNI disebut memiliki tiga fungsi dalam pemberantasan terorisme, yaitu penangkalan, penindakan, dan pemulihan. Fungsi penangkalan dilaksanakan melalui observasi jarak dekat. Penangkalan dimaksud adalah surveillence yang mencakup 80 persen kegiatannya, termasuk operasi intelijen. Dua piluh persen lainnya adalah penindakan.

Di antara 500 anggota Koopssus, 400 prajurit di antaranya personel yang menjalankan fungsi penangkalan terorisme. Sedangkan 100 personel lain atau satu kompi melakukan penindakan aksi terorisme.

Pembentukan Koopssus TNI tak berarti menghilangkan peran pasukan khusus di setiap angkatan. Koopssus justru dibentuk untuk menyinergikan ketiga angakatan supaya maksimal mengatasi ancaman.

Korps gabungan pasukan elit tiga matra bukan barang baru di lingkungan TNI. Pada 2015, kesatuan serupa yang dinamakan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) dibentuk oleh Panglima TNI, ketika itu Jenderal TNI Moeldoko.

Namun, setelah Moeldoko turun dari jabatannya, Koopsusgab dibekukan. Wacana pengaktifan kembali Koopsusgab mencuat pada 2018 sebagai efek aksi teror di Surabaya.

Prajurit Koopssus TNI [Foto: liputan6.com – GOOD INDONESIA]

Wacana reaktivasi Koopsusgab sempat menimbulkan pro dan kontra. Bagi yang mendukung, Koopsusgab dinilai perlu dihadirkan kembali untuk membantu Polri memberantas terorisme. Kelompok yang menentang mempertanyakan dasar hukum pengaktifan kembali Koopsusgab.

Revisi UU Antiterorisme yang saat itu masih dibahas di DPR juga dinilai lebih krusial dibanding pengaktifan kembali Koopsusgab.

Pengaktifan kembali Koopsusgab akhirnya terwujud pada 2019 setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokosi) meneken Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019. Inilah dasar hukum pembentukan Koopssus TNI.

Perpres itu menyatakan Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional, dalam ataupun luar wilayah NKRI.

Koopssus dinyatakan kelanjutan Koopssusgab, yang pada waktu itu belum ada UU. Koopssus didasari UU dan memiliki perpres.

Perbandingan dengan Kopassus

Nama Koopssus terdengar mirip dengan pasukan elit yang sudah lebih dulu ada: Kopassus. Meski mirip, tugas kedua korps ini berbeda. Berikut tinjauan secara gamblang:

Koopssus TNI

  • Menyelenggarakan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional. Lingkupnya tentu mendukung tugas pokok TNI.
  • Menangani kasus terorisme yang mengancam ideologi, kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan Indonesia.
  • Bagian badan pelaksana pusat, yang setara dengan unit Pasukan Pemukul Reaksi Cepat maupun Komando Garnisum Tetap. Koopsus dipimpin seorang komandan yang bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Dankoopsus dibantu Wakil Komandan Koopssus (Wadankoopssus).
  • Terdiri atas 400 personel dan satu kompi pasukan penindak. Personelnya dari korps pasukan elite tiga matra, yang ditingkatkan lagi di tataran Mabes TNI untuk menyesuaikan dengan tingkat ancaman yang berbeda.

Kopassus

  • Kopassus aktif sejak 16 April 1952. Korps baret merah ini bertugas membantu Kepala Staf Angkatan Darat. Tugasnya adalah membina fungsi dan kesiapan operasional pasukan khusus serta menyelenggarakan Operasi Komando, Operasi Sandi Yudha, serta Operasi Penanggulangan Teror atas perintah Panglima TNI.
  • Ciri khasnya baret merah, pisau komando, dan loreng darah. Kopassus memiliki prajurit berkemampuan dan keterampilan khusus di bidang mental, fisik, taktik, dan teknik untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.
  • Kopassus mencatat beberapa prestasi memberantas banyak pemberontakan. Di antaranya pemberontakan DI/TII, PRRI, Permesta, Pembebasan Irian Barat, menumpas pemberontakan komunis, membebaskan sandera di pesawat Woyla Don Muang Bangkok. Kopassus juga berhasil membebaskan sandera peneliti Tim Loren di Mapenduma, Irian Jaya. Juga menumpas gerakan pengacau keamanan di bumi Nusantara, dan ikut serta dalam pembebasan sandera di Kapal Motor Sinar Kudus yang disandera di Somalia. []GOOD INDONESIA-ALY

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here