Misteri ‘Gol Tangan Tuhan’ Maradona

Diego Maradona (10) menciptakan gol memakai tangan [Foto: gilabola.com - GOOD INDONESIA]

Pasangan Diego “Chitoro” Maradona-Dalma “Tota” Salvadora di Rumah Sakit Evita Peron, Buenos Aires, Argentina tengah berbahagai. Tepatnya pada 30 Oktober 1960, hari kelahiran putra mereka, yang diberi nama Diego Maradona.

Saat Maradona merayakan ulang tahun ketiga, Beto memberi hadiah bola. Si kecil sungguh senang. Ia menjadikan hadial sepupunya itu sebagai teman tidur. Boleh dikatakan dari sinilah benih pesepakbola Maradona tumbuh.

Keluarga Maradona tingga di Villa Fiorito, kawasan miskin. Di rumah tidak ada aliran air dan listrik. Tidak ada pula uang jajan buat Maradona.

Berusia delapan, Maradona mengikuti trial di Cebolliotas, tim junior Argenitos Juniors. Melihat postur tubuh Maradona, Francisco Conejo, pelatih Cebolliotas, berkomentar tak mengenakkan, “Ia seperti datang dari Planet lain”.

Namun, setelah menyaksikan kaki Maradona memainkan bola, Conejo berbalik komentarnya. Ia menyatakan kemampuan Maradona mengolah bola benar-benar tidak ada duanya di dunia.

Sejak itulah sorotan mata penonton dan klub sepak bola di Argentina terus tertuju ke Maradona, hingga menjadi legenda. Di antara sebaris panjang gol-gol yang dilesakkan ke gawang lawan, selama puluhan tahun hingga ia mengembuskan nafas terakhir pada Rabu malam WIB, 25 November 2020, puncak obrolan seputar Maradona tiada lain tentang “gol tangan Tuhan”.

Diego Maradona mengangkat tropi Piala Dunia 1986 [Foto: pikiran-rakyat.com – GOOD INDONESIA]

Gol tangan Tuhan terjadi pada 22 Juni 1986 ajang Piala Dunia 1986 di Estadio Azteca, Mexico City. Tim nasional (timnas) Argentina versus Inggris.

Ketika gocekan Maradona dari tengah lapangan melewati lima pemain hingga kiper Inggris, bola sempat melambung ke atas kepala. Maradona lalu menyambut dengan tangannya, memperdaya kiper lawan yang juga melompat hendak menghadang bola. Bola kemudian masuk ke gawang Inggris.

Gol tersebut terjadi pada di menit ke-51. Wasit asal Tunisia meniup peluit tanda gol terjadi, tidak peduli protes beberapa pemain Inggris yang melihat Maradona handball.

Gol pertama itu turut membantu Argentina melaju mulus sampai akhirnya merengkuh gelar juara Piala Dunia kedua mereka.

Saat itu belum ada video assistant referee (VAR). Karenanya, protes demi protes pasca pertandingan berlalu. Maradona yang ditanya awak media menjawab yakin dirinya menghasilkan gol yang sah.

Tak ingin “gol tangan Tuhan” menjadi misteri sepanjang masa, 19 tahun kemudian, Maradona mengakui gol dimaksud memang memakai tangan. Jadi sama sekali bukan “tangan Tuhan”. []GOOD INDONESIA-LMC

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here