Langkah Penting Mewujudkan Rencana Bisnis

Ilustrasi: Rencana Bisnis [Foto: ccg.co.id - GOOD INDONESIA]

Pandemi covid-19 yang telah berkecamuk hampir setahun menyebabkan jutaan karyawan atau pekerja di Indonesia dirumahkan. Menghadapi kenyataan ini, berbisnis atau membangun usaha sendiri menjadi pilihan.

Ada yang mungkin terpaksa, namun tak sedikit yang telah lama berencana memiliki bisnis yang dikelola sendiri.

Terlepas dari situasi dan kondisi tersebut, ide bisnis bisa muncul kapan saja. Mungkin saat sedang menyetir atau saat santai menikmati secangkir kopi.

Lalu, bagaimana mewujudkan gagasan bisnis Anda tersebut menjadi kenyataan? Menuju wirausaha atau entrepreneur sukses.

Berikut beberapa langkah mewujudkan ide bisnis menjadi kenyataan:

  1. Keyakinan mampu mewujudkan ide

Tidak ada langkah pertama yang lebih baik dalam mewujudkan ide bisnis selain menumbuhkan keyakinan bahwa diri Anda mampu mewujudkan rencana usaha.

Hal tersebut pondasi paling penting guna mengambil tindakan nyata memulai bisnis. Keyakinan atas ide bisnis tersebut menjadi sangat penting karena tanpa adanya keyakinan yang kuat, Anda kemungkinan besar bakal menyerah terlalu cepat.

Jika ragu akan ide bisnis, Anda harus memeriksa apakah karena rencana tidak cukup bagus atau sebab ketakutan tertentu? Jika keraguan bersumber dari ketakutan maka pertama-tama Anda harus mengatasi ketakutan tersebut.

  1. Buat Keputusan

Mempunyai keyakinan saja tidaklah cukup. Anda juga harus membuat keputusan yang kuat mewujudkan ide. Jack Ma, pendiri Alibaba, tidak memiliki modal, pengalaman, dan pendidikan saat memulai bisnis. Tetapi ia mempunyai keputusan yang kuat mewujudkan idenya, apapun rintangan yang menghalangi dirinya.

Untuk membuat keputusan yang kuat, Anda harus mengidentifikasi apa saja kepercayaan atau mindset yang membatasi.

Ambilah pensil dan kertas, kemudian tulislah lima atau lebih alasan apa yang menghalangi mewujudkan ide. Setelah menuliskan alasan, kemungkinan kertas Anda mempunyai daftar seperti ini:

  • Tidak memiliki modal
  • Tidak mempunyai waktu
  • Saya takut akan kegagalan
  • Saya tidak mempunyai skill yang dibutuhkan
  • Usia terlalu muda, saya tidak mempunyai pengalaman
  • Keluarga menginginkan saya menjadi PNS, dokter, insinyur, pengacara, akuntan atau karyawan swasta yang mempunyai pekerjaan yang jelas.

Daftar tersebut menunjukkan apa saja kepercayaan negatif yang menghambat untuk mewujudkan ide bisnis. Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi kepercayaan negatif cepat atau lambat akan mengurangi keyakinan atas ide bisnis.

  1. Tulis rencana bisnis

Menulis rencana bisnis memberi banyak manfaat, di antaranya:

  • Membantu mendapatkan pendanaan: Jika ingin mendapatkan pendanaan investor, memiliki rencana bisnis yang bagus sangatlah penting. Tanpanya akan sulit meyakinkan investor.
  • Memberikan gambaran utuh: Menulis rencana bisnis memberikan gambaran bisnis yang lebih baik, utuh atau komprehensif. Mulai berapa banyak penjualan yang harus dilakukan untuk break event point (BEP)? Berapa besar margin bisnis yang harus Anda dapatkan? Berapa budget untuk pemasaran? Bagaimana target pertumbuhan bisnis ke depan?
  • Membantu fokus ke strategi: Gunakan rencana bisnis untuk meringkas poin utama strategi sebagai pengingat apa yang baik dan buruk.

Dengan menuliskan rencana bisnis, Anda dapat mengetahui secara dini hambatan-hambatan yang mungkin menghadang.

[Baca juga: Rahasia Start-Up Qoala Tangkap Peluang di Tengah Pandemi Covid-19]

Studi menyebutkan bahwa calon pengusaha yang menuliskan rencana bisnisnya mempunyai kemungkinan memulai usaha 2,5 kali lebih cepat daripada yang tidak menuliskan rencana bisnis.

  1. Lakukan validasi pasar

Memulai bisnis baru selalu berhadapan dengan risiko. Anda tidak dapat mengetahui secara pasti akan mendapatkan pelanggan sesuai harapan. Anda juga mungkin hanya menerka-nerka jenis barang atau jasa yang diinginkan pasar.

Untuk mengurangi risiko, diperlukan validasi pasar (market validation). Salah satu proses dalam metodologi lean startup berupa meminta pendapat calon pelanggan mengenai masalah yang mereka miliki dan solusi yang mereka harapkan.

Contoh sederhana validasi pasar adalah meminta pendapat teman, keluarga, atau orang sekitar tentang kualitas produk. Dasar logika validasi pasar, yakni apakah produk atau jasa yang ditawarkan cukup baik sehingga orang yang disasar mau membeli.

Ilustrasi: Perencanaan Kerja Bisnis [Foto: dignation.id – GOOD INDONESIA]
  1. Fokus strategi dan eksekusi

Pada tahap ini Anda telah mempunyai gambaran yang jauh lebih baik mengenai target pasar, calon pelanggan, dan produk atau jasa yang akan ditawarkan. Setelah mengetahui hal ini, Anda akan mengetahui langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

Mulailah dengan hal-hal yang paling penting diselesaikan sesuai rencana bisnis. Pastikan keputusan yang diambil sesuai strategi yang ditetapkan.

Misalnya, jika belum mempunyai modal yang cukup untuk memulai bisnis, Anda mencoba mencari modal dari teman, keluarga, atau orang dekat yang percaya dengan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Atau, mencari investor dengan mempresentasikan rencana bisnis dan hasil validasi pasar yang Anda dapatkan.

Setelah menyelesaikan satu tugas, segera lanjutkan ke langkah berikutnya tanpa ditunda. Hal ini penting untuk membangun momentum guna merealisasikan rencana bisnis.

  1. Lakukan penilaian dan peningkatan

Mewujudkan ide bisnis menjadi kenyataan tidak selesai dengan peluncuran bisnis atau bahkan setelah melakukan penjualan ke pelanggan keseribu. Anda tentu menginginkan bisnis yang dirintis terus beroperasi dan bertumbuh.

Untuk itu, diperlukan penilaian secara rutin terhadap kinerja bisnis. Cermati tren di industri Anda. Upaya ini sangat penting untuk memastikan bisnis Anda tetap relevan dan bisa bertahan di tengah dinamika perubahan di masyarakat. []GOOD INDONESIA-ALY

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here