Terapkan Protokol Antipenyuapan, Pelayanan SKK Migas Makin Transparan dan Cepat

Murdo Gantoro [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen mengokohkan prinsip good governance melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sejak 2018.

Sebagai salah satu institusi pemerintah, SKK Migas tahun ini berhasil mempetahankan sertifikasi SMAP berbasis SNI ISO 37001:2016. Pencapaian ini berdasar audit surveillance ke-2 pada 2-6 November 2020.

Komitmen kuat lembaga pengawasan dan pengendalian kegiatan sektor hulu migas ini mencegah praktik korupsi dibutuhkan karena cakupan kegiatannya memang highly regulated. Kondisi ini berlangsung di seluruh dunia.

Perputaran bisnis yang mencapai ratusan triliun setiap tahun, baik yang berasal dari investasi, proyek pengadaan barang/jasa dan lainnya, memang rawan godaan praktik korupsi.

Pencegahan korupsi, khususnya penyuapan, di sektor migas berpengaruh besar terhadap kepercayaan publik, dan pembangunan bangsa. Wajar saja sebab sektor ini terkait dengan sumber daya alam strategis dan komoditas vital bagi hajat hidup masyarakat. Migas juga andalan bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro menyatakan penerapan SMAP merupakan upaya untuk mewujudkan perbaikan tata kelola pelaksanaan peran dan fungsi SKK Migas. Tujuannya agar lebih optimal dalam pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hulu migas.

SKK Migas menyadari pentingnya menjaga proses pengambilan keputusan investasi tidak terganggu oleh faktor non-investasi, seperti penyuapan. Perbaikan tata kelola di semua aspek pelayanan dan aktivitas dilaksanakan berkesinambungan.

‚ÄúPerbaikan tata kelola merupakan upaya bersama seluruh fungsi di SKK Migas untuk secara konsisten menerapkan nilai-nilai dan kebijakan antipenyuapan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang ada,” tandas Murdo, yang juga Plt. Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Kamis, 19 November 2020.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan divisinya menjadi salah satu sampling audit surveillance. Hasil audit yang menggembirakan menjadi bukti perubahan dan terobosan selama ini mampu memberikan hasil memuaskan.

Diungkapkan, berdasarkan data hasil audit yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) pada acara Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) pada 2 November lalu bahwa terjadi penurunan temuan sektor Pengelolaan Rantai Suplai yang sangat signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. Sebelumnya $162,93 juta pada 2018, lalu $8,19 juta pada 2019.

Data itu membuktikan transformasi proses bisnis di SKK Migas –khususnya bidang pengadaan– berjalan efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.

Menanggapi hal dimaksud, Vice President PSCM BP Berau Ltd. James Tehubijuluw mengatakan bahwa manajemen antipenyuapan sangat penting bagi kalangan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), selaku mitra SKK Migas. Proses tender yang transparan dan lainnya menunjang pencapaian target produksi dan lifting migas. []GOOD INDONESIA-RUT

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here