Eropa Kompak Tolak Pesawat Inggris Masuk Gara-gara Varian Baru Korona

Pemberlakuan 'lockdown' di Inggris karena pandemi covid-19 [Foto: skynews - GOOD INDONESIA]

Pihak berwenang negara-negara Eropa mencegah pesawat dan kapal Inggris memasuki wilayahnya akibat ancaman penyebaran virus korona.

Paparan varian baru virus korona yang lebih barbahaya, yakni penularannya lebih cepat, ditemukan di sana. Bagian Selatan negara monarki konstitusional kembali di bawah penguncian (lockdown) tingkat empat.

Asosiasi Pengangkutan Jalan memperingatkan langkah tersebut akan memiliki “efek yang menghancurkan” pada rantai pasokan yang sudah terganggu oleh pemberlakuan Brexit dan pembatasan akibat pandemi.

Larangan perjalanan keluar, karena angka terbaru menunjukkan varian baru covid-19 telah menyebabkan lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan. Lonjakan kasus terutama di London dan Inggris tenggara.

Kasus di Inggris meningkat 35.928 pada Minggu pagi (20/12/2020). Kali keempat dalam seminggu angka harian melebihi 30 ribu kasus, kutip theguardian.com, Senin (21/12/2020).

Setelah beberapa negara di Eropa, termasuk Jerman, Italia, Irlandia, dan Belanda memberlakukan pelarangan masuk pesawat dan kapal tersebut, pejabat Inggris mengakui adanya langkah penguncian terbaru di negaranya. Penguncian diberlakukan selama beberapa bulan.

Sebelumnya, Inggris hanya memberlakukan penguncian beberapa hari sebelum Natal dan menutup toko-toko di jalan raya pada minggu tersibuk dalam setahun tersebut.

Varian baru virus corona terdeteksi pada September lalu. Namun pemerintah Inggris menyadarinya pada Oktober. Pemerintah menolak permintaan para ilmuwan dan dokter untuk melakukan tindakan penguncian lebih lanjut.

Sekitar 21 juta orang di Inggris dan kawasan Wales yang terpengaruh oleh pembatasan baru telah diberitahu untuk tinggal di rumah. Ada rencana pelonggaran peraturan khusus untuk Natal sebelum akhirnya dibatalkan.

Keir Starmer, pemimpin dari Partai Buruh, mendukung pengetatan pembatasan sosial yang dilakukan oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

Menurutnya, Johnson telat mengambil keputusan seperti ketika pandemi covid-19 meledak pertama kalinya. []GOOD INDONESIA-RUT

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here