Sepeda Motor Hilang, Pemuda Kembar Tewas Gantung Diri

Depok – Seorang pemuda yang diidentifikasi bernama Wawan tewas menggantung diri. Korban berusia 23 tahun ini mengakhiri hidupnya di rumah sahabatnya, Ari, di Kelurahan Grogol Nomor 251, RT 005/001, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu pagi, 15 Maret 2020.

Wawan adalah warga Jalan Bango, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Kasus ini kali pertama diketahui Dina, 30 tahun, tetangga seberang rumah, sekitar pukul 09.00 WIB. Saksi mata melihat korban dalam posisi tergantung memakai tali di teras lantai dua. Korban tak lagi bergerak sedikitpun.

“Saya kira orang itu sedang memberi makan burung. Kok, tak bergerak sama sekali. Setelah saya perhatikan baik-baik, ternyata itu orang gantung diri,” kata Dina, pemilik warung, kepada GOOD INDONESIA di lokasi kejadian.

Mengetahui kasus bunuh diri, Dina berteriak memanggil orang sekitarnya. Beberapa orang dewasa kemudian segera mendatangi pemilik rumah, yakni Kasum. Pengemudi ojek daring (online) ini telah berangkat mencari nafkah.

Warga menemui istri Kasum yang berada dalam rumah. Ia lalu mempersilakan warga ke lantai dua. Di kamar lantai dua, Ari masih terlelap tidur. Warga langsung ke teras, korban ditemukan kaku. Wajahnya memutih.

Warga tak melakukan tindakan apa-apa terhadap korban. Beberapa di antaranya menghubungi Ketua RT setempat, yang kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Limo.

Tak lama kemudian, personel kepolisian tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tiba di TKP pula, personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok.


Tertekan Sepeda Motor Hilang

Tak lama setelah aparat berwajib tiba di lokasi kejadian, adik kembar korban, Rian, pun memasuki rumah Kasum. Dia tampak cukup tegar menghadapi duka ini.

Kepada GOOD INDONESIA, Rian mengatakan saudara kembarnya tersebut mengakhiri hidupnya akibat tertekan setelah menghilangkan sepeda motor milik kakaknya.

“Mungkin karena merasa bersalah telah menghilangkan motor kakak. Padahal tidak ada yang menyalahkan dia,” tandas Rian, sesaat naik ke ambulans yang mengantar jenazah dari TKP ke rumah duka di Pondok Labu.

Sementara itu, informasi yang dihimpun GOOD INDONESIA dari tokoh masyarakat setempat di lokasi kejadian menyebutkan Wawan berada di rumah Kasum pada Minggu pagi, hendak mengembalikan sepeda motor yang dipinjamnya.

Korban meminjam sepeda motor keluarga Kasum untuk mengurus kendaraan bermotor roda dua yang hilang. Disebut-sebut sepeda motor dimaksud ditemukan di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Usai memarkir sepeda motor yang dipinjamnya, Wawan langsung ke kamar Ari. Kemungkinan menemui Ari yang masih terlelap, korban kemudian leluasa mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di teras.


Evakuasi Lama

Jenazah korban diturunkan sekitar pukul 11.30 WIB, berarti sekitar 2,5 jam sejak kali pertama diketahui saksi mata. Hal ini karena menunggu tim identifikasi Kepolisian Resor (Polres) Depok tiba.

“Menunggu tim Iden ada kejadian lain di Kecamatan Sukmajaya,” tutur Ajun Brigadir Polisi Dua Jeni saat GOOD INDONESIA menanyakan mengapa jenazah korban dibiarkan lama tergantung.

Usai tim identifikasi bekerja, jenazah korban dibungkus memakai terpal plastik ala kadarnya sebab Polsek Limo tidak punya kantong mayat. Saat jenazah digotong keluar rumah menuju ambulans, aparat berwajib melarang warga yang berkumpul memotret.

Ambulans yang membawa jenazah korban bunuh diri meninggalkan TKP sekitar pukul 13.15 WIB. []GOOD INDONESIA-RE


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here