Mulyadi Komisi V DPR Apresiasi Masjid Babah Alun di Tol Desari

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Mulyadi mengapresiasi Jusuf Hamka alias Babah Alun, mantan bos PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), yang membangun masjid di ruas Tol Depok-Antasari (Desari).

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyatakan penghargaan itu –sekaligus sebagai Muslim– usai menunaikan salat Jumat pertama di masjid bernama Babah Alun, 21 Agustus 2020. Lokasi masjid berada di samping gerbang tol Cilandak Utama.

“Sebagai anggota DPR RI dan jemaah, saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Haji Jusuf Hamka yang peduli memberi kesempatan kepada kepada pengguna jalan tol dan masyarakat sekitar melaksanakan salat,” ujar Mulyadi, yang juga berlatar belakang pebisnis, kepada GOOD INDONESIA usai salat Jumat.

Masjid berarsitek Cina/Tionghoa itu diresmikan pada Kamis (20/8/2020), bertepatan tahun baru 1 Muharam 1442 Hijriah, oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali.

Masjid Babah Alun menambah jumlah baitullah bernuansa Cina. Sebelumnya ada Masjid Lautze di Jakarta, dan Lautze 2 di Bandung. Ada pula Masjid Cheng Ho di Surabaya, Palembang, dan Purbalingga.

Nama Babah Alun sendiri sebelumnya telah dipakai juga untuk masjid yang berlokasi di bawah fly over Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara.

Jusuf Hamka –anak angkat ulama besar Indonesia Buya Hamka– seorang warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa yang bergelut di bidang bisnis konstruksi. Mualaf ini terlahir dengan nama Alun Josef. Belakang ia disapa Babah Alun. Babah adalah sapaan bermakna “ayah”.

Selain sebagai pengusaha sukses, Jusuf Hamka dikenal sebagai seorang dermawan. Salah satu kiprahnya adalah menghadirkan Warung Podjok. Tempat makan murah ini didedikasikan untuk kaum dhuafa. Seporsi makanan cukup membayar Rp3.000 saja.


Arsitektur Tionghoa

Masjid Babah Alun didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Dalam budaya Tionghoa, merah bermakna kesuksesan dan keberuntungan, hijau kedamaian, dan kuning kemakmuran atau kejayaan.

Atap masjid berbentuk melengkung, seperti kebanyakan arsitektur bangunan Tionghoa. Pintu masuknya seperti Masjid Lautze.

Dekorasi dinding juga dihiasi ornamen khas Tionghoa. Tulisan kaligrafi pun khas.

Ruang terbuka taman di sekitar masjid diisi pohon Zaitun. Pilihan ini membuatnya indah dan unik. Warung Podjok Halal dipastikan membuat masyarakat sekitar semakin tergugah atas kehadiran Masjid Babah Alun. []GOOD INDONESIA-HDN


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here