Diburu Satgas Tinombala Sejak 2016, Teroris MIT Masih Eksis

Ali Kalora (tengah), gembong Mujahidin Indonesia Timur (MIT) [Foto: minews.id - GOOD INDONESIA]

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah memperpanjang masa kerja Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala hingga akhir 2020.

Perpanjangan tim pemburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini dilakukan usai masa operasi tahap III berakhir. Sementara belasan anggota MIT masih buron.

Selama 2020, masa Operasi Tinombala telah empat kali diperpanjang. Tahap pertama 1 Januari-31 Maret 2020. Tahap II pada 31 Maret-28 Juni 2020. Lalu diperpanjang lagi pada 29 Juni-30 September 2020. Selanjutnya, tahap IV pada 1 Oktober-31 Desember 2020.

Upaya penumpasan gerombolan teroris MIT dimotori tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri yang di-back up atau didukung satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Janji Panglima TNI

Dukungan TNI dalam Operasi Tinombala terbaru diterjunkan pada Selasa (1/12/2020). Pusat Penerangan TNI menyebutkan pasukan khusus diterbangkan memakai pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukan) pada Senin (30/11/2020) menyatakan TNI akan menindak tegas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/11/2020).

Sebanyak empat orang yang terdiri atas pasangan suami istri, anak, dan menantunya dibunuh secara keji

Anggota MIT disebutkan sebagai pelakunya, berdasar keterangan saksi kepada aparat keamanan. “TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT,” tegas Panglima TNI.

Teror Mutakhir MIT

Operasi Tinambola digelar Polri dan TNI digelar di Sulawesi Tengah sejak 2016. Targetnya jelas; kelompok teroris MIT. Anggotanya ditengarai sisa belasan orang.

MIT yang kini dipimpin Ali Kalora dituding sebagai kelompok yang kerap melancarkan teror di sejumlah titik di Poso dan sekitarnya.

Misalnya, peristiwa penyerangan terhadap dua anggota polisi yang berjaga di sebuah bank di Poso, Sulawesi Tengah (15/4/2020). Kedua pelaku, yaitu Muis Fahron alias Abdullah dan Ali alias Darwin Gobello. Keduanya diidentifikasi sebagai personel MIT yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penembakan terhadap dua warga Poso juga terjadi pada Selasa (2/6/2020). Saksi menceritakan pelaku seolah polisi antiteroris yang menembaki warga dengan senjata lengkap.

Kedua korban diberondong tembakan dari jarak sekitar 50 meter saat berencana pulang ke rumah setelah berladang. Korban bernama Syarifuddin tewas di lokasi kejadian. Sementara, korban bernama Firman meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. []GOOD INDONESIA-AGI

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: [email protected]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here