Poros Baru Solid, Iwan Sulandjana: Terserah PKS Gabung atau Tidak

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R. Sulandjana mengikuti kegiatan jalan santai di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 1 Oktober 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Poros baru Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 hingga kini belum memastikan parpol tambahan yang fiks bergabung. Begitu pula kandidat yang bakal diusungnya.

Proses pematangan koalisi dan penentuan pasangan calon pemimpin Jawa Barat (Jabar) 2018-2023 masih berlangsung. Namun koalisi awal sejauh ini yakni Partai Demokrat, PAN, PPP, dan Gerindra sejauh ini solid.

Gerindra sendiri belakangan bergabung, setelah PKS ngotot mengusung calon gubernur Deddy Mizwar (wakil Gubernur Jawa Barat) dan calon wakil gubernur Ahmad Syaikhu (wakil Wali Kota Sukabumi/ketua DPW PKS Jawa Barat).

Upaya membentuk koalisi PKS-Gerindra bermasalah karena PKS tak memulai prosesnya bersama DPD Partai Gerindra Jawa Barat, melainkan “lompat pagar” langsung ke Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R. Sulandjana menjelaskan hal tersebut kepada PemiluUpdate.com di sela kegiatan jalan santai di Kota Sukabumi, Minggu, 1 September 2017.

“Posisi poros baru hari ini sudah kuat. PDIP-Partai Golkar pun sama, yang sedang menunggu sikap poros baru, seperti halnya PKS,” ujar Iwan.

Tahap berikut yang dinamikanya cukup menguras pikiran, ungkap Iwan, seputar kalkulasi dan pematangan paket calon gubernur-wakil gubernur. Selain menjajaki plus-minus kandidat yang namanya ramai diperbincangkan yakni Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, poros ketiga ini pun mempertimbangkan kemungkinan sosok baru.

[Baca juga: Ahmad Syaikhu: Demiz Tidak Tahu Prosedur Urus KTA Gerindra]

“Kalau Nasdem masuk berarti Ridwan Kamil bisa maju. Kami masih bingung, apakah mereka mau gabung ke kami atau ke mana. Sedangkan soal PKS, terserah kalau memang tidak mau bergabung dengan Gerindra,” tandas Iwan.


Kandidat ‘Kuda Hitam’

Ditambahkan, poros baru Demokrat-PPP-PAN-Gerindra belakangan ini juga serius menjajaki potensi mengusung paket alternatif “kuda hitam”. Boleh jadi kandidatnya adalah Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R. Sulandjana atau Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi.

“Kami juga bisa maju sendiri, tinggal kesepakatan pengurus provinsi seperti apa. Acuan DPP yakni target menang pada Pemilu 2019. Kalau cocok kandidatnya diambil (DPP). Kalau nggak, masih ada calon yang lain,” ulas Iwan, yang mantan Pangdam III/Siliwangi (2002-2005).


Target Sapu Bersih

Mengenai target pada pilkada serentak, koalisi poros ketiga pada pilgub berambisi memenangi pertarungan di 16 kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Koalisi Demokrat dan kawan-kawan pada pilgub berharap dapat menjalin kerja sama serupa di 16 daerah dimaksud.

[Baca juga: Demi Target Pilpres 2019, Gerindra Bertekad Sapu Bersih Pilkada Jabar]

“Poros baru ada empat partai, termasuk Partai Gerindra. Langkah awal mempersatukan misi untuk kemenangan di 16 kota dan kabupaten bisa diupayakan bersama. Target ini tidak mudah, harus solid kami,” tegas Iwan R. Sulandjana.

Iwan meyakini target sapu bersih bisa diraih selama keempat parpol di poros baru dimaksud sama-sama membangun komitmen yang kuatr.

Komitmen bersama di provinsi kami sampaikan ke tataran pengurus di kota dan kabupaten. “Jangan sampai merekedeweng (keras kepala). Mereka juga harus memiliki kesepahaman dan kesepakatan yang sama.

“Kalau sudah sepakat, nantinya masing-masing ketua DPP membawanya ke tingkat DPP,” tutur Iwan. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here