Hasto Kristiyanto Sebut Fadli Zon Tidak Lagi Layak jadi Wakil Rakyat

Fadli Zon (Foto: suaradewan.com - GOOD INDONESIA)

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon tak lagi pantas menjadi wakil rakyat di parlemen. Politikus Partai Gerindra ini nyata menyebarkan kebohongan, kini lebih sering disebut hoaks, yang menyalahi etika seorang legislator.

Hasto Kristiyanto, sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Calon Presiden (Capres) Joko Widodo atau Jokowi-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin menyatakan hal tersebut sekaitan kasus kebohongan aktivis demokrasi Ratna Sarumpaet.

Ratna, mantan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno, telah mengaku berbohong dirinya telah dianiaya sekelompok orang.

“Kami mendapat WA beberapa elemen masyarakat mau melaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR mengingat apa yang dilakukan oleh Pak Fadli Zon, tidak memenuhi asas kepatutan dan kepantasan sebagai pimpinan wakil rakyat,” tukas Hasto di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Oktober 2018.

Ditegaskan, Fadli selaku pimpinan DPR seharusnya senantiasa membangun tradisi yang menjunjung peradaban dan nilai-nilai kebangsaan. Seorang anggota DPR, kata Hasto, melekat pada dirinya soal etika dan moral.

“Yang namanya pimpinan, punya tanggung jawab etika dan moral untuk menunjukkan perilaku yang berkeadaban,” tutur Hasto.


Sudah Minta Maaf

Wakil Ketua DPR Fadli Zon sendiri telah mengeluarkan pernyataan mengecam kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Dia pun mengaku salah karena termakan cerita Ratna soal penganiayaan yang ternyata tidak pernah terjadi.

“Saya minta maaf pada publik telah ikut menyampaikan pengakuan Bu Ratna Sarumpaet bahwa ia dianiaya orang yang tak jelas,” ujar Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Rabu (3/10/2018), setelah Ratna memberikan keterangan mengenai “drama” pemukulan dirinya.

Fadli menjabarkan bahwa dirinya ikut menyampaikan kabar penganiayaan itu karena menjawab pertanyaan pers.

“Karena ada berita yang bersumber dari seorang netizen, maka pers bertanya. Saya minta konfirmasi Bu Ratna Sarumpaet yang sebelumnya cerita bahwa ia memang dianiaya,” jelasnya.

Setelah mendapat konfirmasi dari Ratna, Fadli mengaku batinnya tergugah untuk bersimpati atas kebiadaban tersebut.

“Ternyata sikap pembelaan ini dimanfaatkan untuk kebohongan yang sama sekali tak terduga datang dari seorang aktivis Ratna Sarumpaet. Saya sangat kecewa,” tandas Fadli lagi. []RMK/LMC/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here