Ekses Wabah Virus Korona, Harga Emas Diprediksi Terus Meroket

Investasi emas [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Jakarta – Ketidakpastian perekonomian global belakangan ini diprediksi membuat harga emas semakin menggiurkan. Masyarakat umum dan kalangan bisnis memilih investasi emas sebagai antisipasi kemungkinan ekonomi dunia semakin tidak menentu.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memaparkan tren naik harga emas akan berlanjut. Angkanya mampu menembus level Rp900-950 ribu per gram.

“Dunia juga dihadapkan perang harga minyak mentah. Makin tidak pasti ekonomi, tambah bersinar harga emas,” ujar Bhima, Selasa, 10 Maret 2020.

Dirinci, dalam konteks saat ini, harga emas global naik dipengaruhi kepanikan pasar akibat wabah virus korona. Selain dipicu wabah yang berawal di Cina, juga akibat gejolak perang dagang dan indikasi akan terjadinya resesi ekonomi.

“Jadi dimulai dari investor institusi besar yang memindahkan dana ke safe haven, salah satunya emas dan yen Jepang. Kemudian diikuti oleh bank sentral di banyak negara yang mengurangi cadangan dolar dan masuk lebih banyak ke emas,” ungkap Bhima lagi.

Sentimen tersebut juga berimbas pada pemain ritel. Mereka menumpuk emas dan berharap harga terus naik.

Dari sisi suplai, menurut Bhima, memang tidak ditemukan pertambangan emas yang besar dalam 10 tahun terakhir. Artinya dari sisi suplai, emas tidak ada penambahan signifikan.

“Kembali ke mekanisme pasar, di mana permintaan naik tinggi tapi suplai terbatas pastinya akan terjadi kenaikan harga,” tuturnya.

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada Senin (9/3/2020) dibanderol seharga Rp851 ribu per gram. Harga ini naik Rp9.000 per gram jika dibandingkan perdagangan Sabtu akhir pekan lalu.

Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam menyebutkan pembelian kembali atau buyback ditetapkan seharga Rp776 ribu per gram, naik Rp11.000 per gram dibandingkan Sabtu akhir pekan lalu.

Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Berdasar PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenai PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. []GOOD INDONESIA-RUT


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here