‘Kauniyah’ Angin

Rerumputan ditiup angin [Foto: Dok GOOD INDONESIA]

Juz ke-21 dimulai dengan surat Al-Ankabut ayat 45 diakhiri surat Al-Ahzab ayat 30.

QS Ar-Ruum ayat 46:
Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahn kamu bersyukur.

QS Ar-Ruum ayat 48-49:
Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.

QS Ar-Ruum ayat 51:
Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) menciptakan angin sebagai kabar berita gembira maksudnya awan tebal yang ditutup angin lalu menurunkan hujan. Karenanya dapat dirasakan rahmat Allah dengan tumbuhnya biji-bijian yang telah disemai, dan menghijaunya tanam-tanaman serta berbuahnya tumbuh-tumbuhan.

Kemudian dari hasil pertanian dan peternakan tersebut, kebutuhan manusia untuk hidupnya dengan nyaman terpenuhi. Terpenuhi pula protein, vitamin, dan mineral yang menguatkan tubuh, yang menjadi syarat sehat.

Angin juga menggerakan kapal, sehingga bisa menjelajah bumi; menangkap ikan sebagai sumber protein yang sangat berguna bagi tubuh. Pada zaman modern ini, angin dapat diubah menjadi energi listrik yang tidak mencemari lingkungan. Hasil listrik dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hidup dan kenyamanan manusia.

Dalam proses dari angin menjadi hujan, banyak pelajaran yang dapat diambil sebagai penguat keimanan. Allah yang mengatur ke mana awan diarahkan, di mana hujan diturunkan, berapa besar curahnya, dan kapan turun.

Bagi kita yang mempelajari (ayat) kauniyah –ayat-ayat Allah SWT yang bisa kita jumpai di alam sekitar pada kejadian, persoalan, dan dinamika hidup atau lebih gamblang disebut fenomena alam– bakal mengerti sungguh kompleks proses yang terjadi.

Manusia hanya bisa meramal kapan dan berapa besar curah hujan yang akan turun. Tidak akan pernah ada yang tepat sedetail yang Allah tentukan.

Maka dengan diaturnya angin, sebenarnya Allah telah mengatur tanah mana yang saat ini kering akan dihidupkan dan disuburkan. Allah mampu membuat yang mati menjadi kembali hidup.

Tentu hal itu membawa pelajaran. Sayangnya, kebanyakan di antara kita tidak pandai bersyukur. Bahkan bila diuji sedikit saja, seperti mengeringnya tetumbuhan maka manusia mudah kembali ingkar.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa pandai bersyukur. Aamiin. Wallahu a’lam. []GOOD INDONESIA-RUDI RUBIANDINI


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here