RIZIEQ SHIHAB; Konsistensi Dakwah Putra Pejuang

Muhammad Rizieq Shihab (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Spirit Muslim. Dua kata ini pas menggambarkan sosok pendiri sekaligus pemimpin Fron Pembela Islam (FPI): Muhammad Rizieq Shihab (MRS).

Cara MRS berdakwah tanpa berbeda dengan dai lainnya. Habib ini memilih jalan berbeda dengan lainnya. Sikap keras dan tegasnya kadang ia pertontonkan dalam aksi jalanan melalui barisan FPI, dengan seragam putih-putihnya.

Dia kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1965. Orang tuanya: Hussein Shihab dan Sidah Alatas. Menginjak usia 11 bulan, ayahnya wafat. Sejak itu, Rizieq diasuh ibunya sendiri. Meski ditinggalkan ayahnya, Rizieq tetap mendapatkan bimbingan sang ibu dan ustaz di masjid tempat ia rutin mengaji.


Putra Pejuang

MRS adalah anak kelima dari lima bersaudara. Mereka orang Betawi keturunan Hadrammaut, Yaman. Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syekh bin Muhammad Shihab (lahir 1920) adalah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia (GPAI).

GPAI didirikan bersama teman-temannya pada 1937. Pandu Arab adalah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia keturunan Arab yang berada di Jakarta, yang belakangan berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

Hussein Shihab pernah bekerja Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan RI. Habib Hussein, ketika itu berusia 20 tahun, bekerja di bagian logistik. Di sini ia memiliki banyak hubungan dengan para pejuang kemerdekaan.

Pihak NICA (tentara Belanda) mengendus perjuangannya. NICA menangkapnya. Tanpa ampun, Hussein Shihab pun ditangkap lalu digelandang ke sel. Saat vonis mati menanti, Hussein berhasil kabur dari penjara dengan melompat ke Kali Malang.

Tentara NICA mengejarnya dan memberondong tembakan. Beberapa peluru bersarang di bagian belakang tubuhnya hingga tak sadarkan diri. Beruntung, ia diselamatkan K.H. Nur Ali, pejuang Bekasi yang disegani NICA. Habib Husein wafat pada 1966.


Berawal Pendidikan Umum

Meski tidak masuk pesantren, pemahaman Rizieq soal agama menonjol di banding teman-temannnya saat itu. Rizieq menuntut ilmu di sekolah dasar hingga menengah di lembaga pendidikan umum.

Rizieq lulus Sekolah Dasar pada 1976 lalu lanjut di SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat. Terkendala jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan, ia kemudian dipindahkan ke sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya yakni SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus pada 1979. Selanjutnya ke SMA Negeri Islamic Village Tangerang dan lulus pada 1982.

Pada 1983, Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Setelah satu tahun menempuh studi, beliau mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

Ia kemudian melanjutkan program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqh dan Ushul Fiqh) di King Saud University, Riyadh, Arab Saudi, yang ditempuhnya selama empat tahun.

Pada 1990 Habib Rizieq lulus dengan predikat Cum Laude. Pada 1992 sebelum kembal ke Indonesia, beliau sempat mengajar sebagai guru SMA di Arab Saudi selama satu tahun.

Muhammad Rizieq Shihab di Ponpes Asshiddiqiyah (Istimewa/asshiddiqiyah.com)

Berbekal ilmu yang dimiliki, Rizieq mengabdi ke masyarakat dengan menjadi penceramah dan pengajar di majelis taklim dan masjid. Seiring aktivitasnya, ia juga aktif di organisasi sebagai anggota di Jamiā€™at Kheir, organisasi Islam untuk kalangan Arab Indonesia.

Di organisasi ini pula, Habib Rizieq diangkat menjadi Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta. Selain itu, ia juga diberi amanah sebagai anggota Dewan Syariat BPRS At-Taqwa, Tangerang, Pembina sejumlah majelis talim Jabotabek, dan Presiden Direktur Markaz Syariah.


Mendirikan FPI

Seiring perjalanan dakwah dan problematikanya, Rizieq dan beberapa habib dan ulama mendirikan FPI. Organisasi ini untuk pertama kalinya dicetuskan di kediamannya Petamburan. Deklarasinya di Pondok Pesantren Al-Umm, Ciputat, Tangerang, pada 17 Agustus 1998.

FPI adalah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang berpusat di Jakarta. FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam (LPI). Laskar ini merupakan kelompok paramiliter yang kerap dianggap kontroversial karena melakukan aksi penertiban langsung terhadap kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam, terutama pada Ramadan.

FPI bervisi-misi menerapkan syariat Islam secara kafah di bawah naungan khilafah Islamiyah merunut manhaj nubuwwah, melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah, dan pengamalan jihad.

Bersama FPI, nama Habib Rizieq dikenal luas sebagai pendiri, ketua umum, dan sekaligus imam atau pemimpin besar. Sepak terjang Rizieq bersama FPI sering kali menuai polemik.

Pro dan kontra mencuat. Pembawaan Rizieq yang sangat tegas dan berani menyeret dirinya ke ranah hukum. Beberapa kali ia berurusan dengan kepolisian namun tak membuat Rizieq kapok berdakwah dengan gaya dan strateginya.

Ia tampil terdepan saat kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia bersama habaib, alim-ulama, asatiz, dan ribuan muslim melakukan demonstrasi di depan Istana Presiden, Jakarta, pada 4 November 2016. Mereka menuntut keadilan penetapan hukum dan penahanan Ahok. Gubernur DKI Jakarta ini akhirnya divonis bersalah dan dipenjara.

Habib Rizieq berdakwah bukan hanya dengan amar ma’ruf nahi munkar dengan menggerebek langsung tempat maksiat, bersama FPI bakti sosial juga digelarnya di berbagai daerah. FPI terjun cepat saat masyarakat mengalami musibah, tanpa sokongan apapun dari pemerintah. []GOOD INDONESIA-ALY


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here