SKK Migas-BPMA Tingkatkan Sinergi Capai Target 1 Juta BOPD 2030

Dwi Soetjipto dan Teuku Mohamad Faisal [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melanjutkan sinergitasnya.

Bertempat di Kafe GGR Wisma Mulia, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020, naskah kesepahaman kerja sama dukungan SKK Migas kepada BPMA ditandatangani.

Lingkup kerja sama dimaksud tiada lain guna meningkatkan investasi hulu migas di Aceh, sesuai tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing lembaga.

SKK Migas dan BPMA merupakan entitas yang berbeda sesuai peraturan perundangan yang menjadi landasan berdirinya. BPMA memiliki wilayah kewenangan di Aceh berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015. Wilayah kewenangannya di Aceh.

Sedangkan SKK Migas dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2012 jo Perpres Nomor 9 Tahun 2013 jo Perpres Nomor 36 Tahun 2018. Wilayah kewenangannya di seluruh Indonesia, kecuali Provinsi Aceh.

Dalam konteks hulu migas nasional, kedua institusi memiliki tujuan yang sama; membangun iklim investasi untuk mendorong peningkatan produksi migas agar target produksi secara nasional dapat dicapai.

Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal usai penandatanganan kesepakatan menyampaikan pembangunan hulu migas di Aceh membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk SKK Migas. Kapasitas SDM BPMA diharap semakin profesional sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang semakin baik dan menarik bagi investor.

Faisal juga menyatakan apresiasi pihaknya atas dukungan yang terus diberikan SKK Migas.

Pada penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan lima hal yang harus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang baik secara nasional.

Pertama, investasi di Indonesia akan dihitung secara keseluruhan, sehingga SKK Migas dan BPMA perlu bersama-sama menyederhanakan proses kewenangan masing-masing.

Kedua, sektor hulu migas memiliki karakteristik high risk dan high capital maka penting memiliki persepsi awal bahwa alur proses investasi disederhanakan. Jangan sampai muncul persepsi negatif terkait izin dan pembebasan lahan, misalnya.

Ketiga, perencanaan hulu migas di Aceh sebagai bagian perencanaan nasional harus mendukung visi bersama 1 juta BOPD pada 2030. Melalui kerja sama ini diharapkan pertukaran data dan informasi akan semakin baik dan mampu meningkatkan kinerja hulu migas secara nasional.

Keempat, SKK Migas akan mendukung pengembangan SDM BPMA sebagai bagian cita-cita mencapai 1 juta barel pada 2030.

Kelima, sinergi pemanfaatan Integrated Operation Center (IOC) yang dimiliki SKK Migas membantu pengembangan hulu migas di Aceh. Dengan demikian Aceh mampu meningkatkan kontribusinya pada capaian hulu migas secara nasional.

Indonesia memiliki 128 cekungan yang menyebar dari Aceh sampai Papua. Telah berproduksi 20 cekungan. []GOOD INDONESIA-HDN


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here