Temui Tokoh Oposisi, PDIP Cari Selamat?

Ilustrasi: Simpatisan PDIP [Foto: intim.news - GOOD INDONESIA]

Oleh: Tony Rosyid*

Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Cakra Buana, organisasi sayap PDIP, bertandang ke rumah Rizal Ramli.

Publik tahu, Rizal Ramli salah seorang di antara sembilan tokoh oposisi, yang bersama-sama menggalang gerakan bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Ada hal ganjil ketika Satgassus PDIP ini audiensi ke rumah tokoh oposisi yang selama ini dikenal sangat kritis kepada pemerintah.

Pertama, oposisi sudah mulai menguat, terutama ketika tokoh-tokoh oposisi melahirkan KAMI. Kedua, PDIP sedang dalam posisi terhakimi oleh umat Islam dalam kasus RUU HIP. Ketiga, keadaan ekonomi ke depan membuka peluang terjadinya situasi politik yang tak terprediksi.

Tentu, kedatangan Satgassus PDIP ini bukan silaturahmi biasa. Hajat ini langkah politik yang cukup cerdas. Apakah langkah ini sepengetahuan atau seizin Megawati? Di PDIP, hampir tak ada langkah penting yang dilakukan oleh kader yang tak terkoordinasi dengan Sang Ketua Umum; Megawati.

Silaturahmi politisi itu langkah politik. Jika silaturahmi itu ke kubu yang berseberangan maka publik menyebutnya dengan istilah manuver politik.

PDIP itu pengusung Joko Widodo (Jokowi), presiden Republik Indonesia (RI) sekarang. Bahkan Jokowi adalah kader PDIP. Sementara Rizal Ramli adalah tokoh yang sangat aktif dan masif melakukan kritik kepada Jokowi. Berseberangan! Maka, silaturahmi Satgas PDIP ke Rizal Ramli itu tak salah jika dianggap manuver politik.

Lalu, apa targetnya? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, sebagai alat bergaining terhadap Jokowi. Silaturahmi ini mengirim pesan ke istana bahwa PDIP bersama oposisi bisa saja melakukan langkah politik yang tak bisa dikendalikan oleh istana.

Pesan ini terbaca dari ungkapan Kadiman Sutedy, ketua Satgassus Cakra Buana, yang merasa kecewa terhadap Jokowi. Jokowi dianggapnya sudah tidak jujur dan tak punya hati memimpin rakyat. Kadiman seolah menegaskan bahwa Jokowi saat ini adalah pemimpin bermasalah.

Ungkapan ini sekaligus digunakan untuk memancing reaksi Rizal Ramli terkait Jokowi. Dari reaksi Rizal Ramli, Satgassus akan mendapat bahan bacaan untuk menganalisis respon dan pandangan oposisi terhadap situasi sekarang.

Kedua, PDIP berupaya membuka komunikasi dengan para tokoh oposisi. Rizal Ramli bisa dianggap sebagai representasi para tokoh oposisi yang tergabung dalam KAMI. Manuver ini juga bisa dijadikan sebagai upaya untuk membaca ke mana langkah gerakan oposisi, dan jika diperlukan sekaligus bisa untuk melunakkan para tokohnya.

Ketiga, silaturahmi Satgas PDIP bisa dimaknai sebagai langkah pro-aktif dalam menghadapi situasi bangsa ke depan yang tak menentu. Ancaman resesi ekonomi membuka peluang terjadinya perubahan politik. Jika kekhawatiran ini terjadi, PDIP setidaknya telah menjajaki kebersamaannya di gerbong oposisi.

Jadi, upaya PDIP cari selamatkah? []GOOD INDONESIA


*Penulis
adalah pengamat politik dan pemerhati bangsa


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here