Robot Pemadam Kebakaran Mahasiswa ITT Purwokerto Siap Bersaing

Robot Satria Bawor yang dikembangkan mahasiswa ITT Purwokerto [Foto: ittelkom-pwt.ac.id - GOOD INDONESIA]

Lima mahasiswa Institut Teknologi Telkom (ITT) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tengah intensif mengembangkan riset terapan robot. Salah satunya robot pemadam kebakaran, yang digawangi Tim Shine.

“Tujuan pengembangan robot untuk mengenalkan sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa di masa datang robot menjadi solusi dalam membantu aktivitas manusia,” ujar Enzi Rohmat, anggota Tim Shine di Purwokerto, Senin, 12 Oktober 2020.

Tingginya kasus kebakaran di Indonesia pun menjadi salah satu latar belakang pilihan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro itu dalam pemanfaatan teknologi robot.

Menurut Enzi, robot pemadam kebakaran memiliki fungsi membantu manusia, khususnya petugas pemadam kebakaran. Robot merupakan solusi bagi pemadam kebakaran ketika bertemu medan sulit kebakaran.

Robot pemadam kebakaran ITT Purwokerto didesain menggunakan enam kaki sehingga dapat berjalan baik, meskipun menopang komponen pada tubuhnya.

“Robot ini memiliki sistem kerja otomatis karena ditanamkan sistem microcontroller atau arduino yang berfungsi sebagai otak pengendali robot,” jelasnya.

Untuk mendapatkan input mengenai keadaan di sekitarnya, Enzi menambahkan Tim Shine menanamkan beberapa alat sensor. Alat ini mendeteksi suara, api, garis putih, dan ultrasonik di sekitar robot.

Diungkapkan, robot pemadam kebakaran Tim Shine masih prototipe. Para mahasiswa merancang ukuran robot yang dapat disesuaikan kebutuhan petugas pemadam kebakaran. Dengan demikian robot ITT Purwokerto benar-benar bermanfaat maksimal bagi masyarakat.

“Robot pemadam kebakaran ini telah diikutsertakan dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7-8 Oktober 2020,” ungkap Enzi.

Mas Aly Affandi, dosen pembimbing Tim Shine, mengapresiasi semangat mahasiswa mengembangkan inovasi teknologi robot. Pihak kampus memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dimaksud.

“Robot pemadam kebakaran siap mengikuti beragam perlombaan. Ini langkah menguji ketangguhan robot sehingga jika terdapat kekurangan memotivasi tim pengembang memperbaiki robotnya,” tutur Mas Aly.


Teknologi LDR

Tiga mahasiswa ITT Purwokerto berhasil mengembangkan alat berbasis teknologi Light Dependent Resistor (LDR), yang dapat digunakan sebagai sensor cahaya pada berbagai macam rangkaian elektronika. Temuan ini dilansir awal tahun ini.

Cara kerja teknologi LDR dimaksud adalah disinkronisasikan pada berbagai macam rangkaian elektronika, sehingga dapat memutus dan menyambungkan aliran listrik berdasarkan cahaya.

Teknologi LDR karya mahasiswa Fakultas Teknik Telekomunikasi ini merupakan salah satu komponen resistor yang nilai resistansinya mengalami perubahan sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai sensor. []GOOD INDONESIA-SSF


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here