Jerat Baru, HRS Tersangka Tunggal Kasus Kerumunan Megamendung

Habib Rizieq Shihab (HRS) diborgol menuju tahanan atas kasus kerumunan [Foto: pikiran-rakyat.com - GOOD INDONESIA]

Polisi menambah satu jerat hukum kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Dia disangka melakukan pelanggaran kekarantinaan kesehatan atas kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Benar (HRS) sudah tersangka (kasus Megamendung),” ungkap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian kepada pers, Rabu, 23 Desember 2020.

Dijelaskan, Bareskrim menjerat HRS dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP tentang mengabaikan larangan aparat negara.

Andi menambahkan sejauh ini baru HRS sebagai tersangka pada kasus Megamendung. HRS disebutkan sebagai penyelenggara sekaligus penanggung jawab acara. Tidak ada panitia khusus acara Megamendung.

[Baca juga: New Normal ke New Indonesia]

“Tidak ada kepanitiaan. Panitianya nggak ada kalau (acara) Megamendung,” tutur Andi lagi.

Ramai diberitakan kerumunan di Megamendung terjadi beberapa hari setelah HRS kembali ke Tanah Air. Ia bermukim beberapa tahun di Arab Saudi pasca di tengah hiruk-pikuk kasus penodaan Al-Qur’an oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan aksi 212.

Kasus kerumunan di Megamendung awalnya ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Selanjutnya Bareskrim mengambil alih kasus ini dan langsung menaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

HRS sebelumnya sudah menyandang status tersangka kasus penghasutan dan pelanggaran kekarantinaan kesehatan atas kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta.

HRS kini mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya. []GOOD INDONESIA-RMK

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here