Pesawat N219 Rancang Bangun PTDI Siap Masuk Pasar Komersial

Pesawat N219 rancang bangun PT Dirgantara Indonesia [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Putra-putri Republik Indonesia (RI) kembali kemampuannya di bidang dirgantara. Pesawat rancangan mereka, N219, resmi mendapatkan sertifikat layak pakai dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan.

Pesawat yang dirancang bangun oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) itu memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro menjelaskan tahap lanjutan proyeksi pesawat N219 siap memasuki pasar komersial, mulai 2021. Pesawat ini layak digunakan masyarakat sebagai alat transportasi udara dengan keamanan dan keselamatan yang dijamin secara profesional.

“Panjang dan rumitnya proses sertifikasi pesawat N219, di antaranya Document Certification, Conformity Inspection, Laboratory Test, Ground Test, Flight Test System & Performance. Ini akan menjadi kebanggaan bagi Indonesia, untuk pertama kali berhasil menyelesaikan sertifikasi dari pesawat yang sepenuhnya karya anak bangsa,” papar Elfien, Senin, 28 Desember 2020.

[Baca juga: Indonesia dan Turki Kerja Sama Bangun Instalasi Peluncuran Roket dan Satelit]

Nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) N219 berdasarkan assessment PT Surveyor Indonesia pada 2019, sebesar 44,69 persen. Pemenuhan komponen ini dari berbagai industri komponen dalam negeri, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM). PTDI sendiri memastikan terus berupaya meningkatkan nilai TKDN N219 hingga lebih 50 persen.

Elfien menegaskan N219 dapat menjadi pemicu kebangkitan kembali industri dirgantara Indonesia, yang kemudian dapat membantu mengisi kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di pelosok Indonesia dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Saat yang sama, Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI Gita Amperiawan mengatakan kelayakan N219 untuk kebutuhan transportasi masyarakat dipersiapkan dengan tahap uji coba secara ketat.

‚ÄúPrototipe pesawat pertama (Prototype Design 1) N219 Nurtanio telah menjalani flight cycle sebanyak 250 cycle dan flight hours sebanyak 275 jam. Sedangkan prototipe pesawat kedua (Prototype Design 2) N219 telah menjalani flight cycle sebanyak 143 cycle dan flight hours sebanyak 176 jam. Secara total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 flight cycle dan 451 flight hours dalam proses sertifikasi ini,” ungkap Gita. []GOOD INDONESIA-HDN

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here