GeNose; Teknologi Pengendus Covid-19 Karya Peneliti UGM

Perangkat GeNose [Foto: mediaindonesia.com - GOOD INDONESIA]

Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menyerahkan teknologi alat deteksi covid-19 melalui embusan nafas yang diberi nama “GeNose” kepada Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Kamis (24/9/2020).

Sekitar sebulan kemudian, pihak Kemenristek/BRIN menerbitkan izin edar. Artinya GeNose dapat diproduksi massal. GeNose dicatat sebagai alat yang berfungsi untuk screening. Bukan buat mendeteksi virus korona secara langsung.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menjelaskan cara kerja karya putra-putri Merah-Putih tersebut dalam konferensi pers, Senin (28/12/2020).

Sampel napas, kata Bambang, dikumpulkan pada sebuah plastik atau balon yang kemudian dimasukkan ke dalam sensing unit, yang memiliki puluhan sensor udara.

“Dengan pendekatan artificial intelligence (AI) akan dideteksi partikel atau VOC (volatile organic compound) yang dikeluarkan spesifik oleh pengidap covid-19,” Bambang menjelaskan.

Mengapresiasi GeNose, Kemenristek/BRIN siap mendukung uji klinis lanjutan atau tahap kedua teknologi kesehatan ini. Dukungan diberikan melalui pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

Bambang berharap GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat. Pada Desember 2020 sudah dapat digunakan untuk skrining.

“Jika sudah uji klinis dan mendapat izin edar dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), pasti disampaikan ke Satgas Covid-19 menjadi alat tes untuk membantu upaya Indonesia meningkatkan rasio testing,” lanjut Menristek/BRIN.

Makin Akurat

Sebelumnya, di acara Public Expose GeNose: Teknologi Pengendus Covid-19 di Gedung B.J. Habibie, tim peneliti UGM memperkenalkan karya inovasinya.

Kuwat Triyono, salah seorang anggota tim peneliti GeNose, menjelaskan alatnya tersebut memiliki kemampuan virus korona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat. Saat diperkenalkan membutuhkan waktu kurang dua menit, hasil tes seseorang positif atau negatif covid-19

Alat deteksi Covid-19 hasil pengembangan para peneliti UGM ini memiliki kemampuan mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat. Tidak kurang dari dua menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif covid-19. Seiring penyempurnaan, waktunya semakin singkat. Terakhirnya cuma 40 detik.

Bambang Brodjonegoro [Foto: ristekbrin.go.id – GOOD INDONESIA]

“Kalau sebelumnya butuh waktu sekitar tiga menit, kemarin saat uji di BIN (Badan Intelijen Negara) sudah bisa turun menjadi 80 detik sehingga lebih cepat lagi,” kata Kuwat saat itu.

Selain cepat melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan GeNose jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tes usap PCR.

Satu unit GeNose yang diperkirakan seharga Rp40 juta. Dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan. “Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” ungkapnya.

Peneliti lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan bahwa GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta.

Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.

[Baca juga: Internasional Apresiasi Inovasi Wakaf Generasi Milenial]

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengutarakan uji validasi GeNose masih perlu ditingkatkan. Kemenkes melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) akan membantu uji validasi yang akurat.

“Inovasi ini tentu sangat memberikan harapan bagi kita semua, tetapi kita harus lihat juga validasinya,” tutur Dante.

Perlu Uji Klinis Lanjut

Terpisah, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto mengatakan GeNose harus disambut baik sebagai inovasi anak bangsa.

“Alat ini harus disambut baik sebagai inovasi dalam deteksi virus corona, dengan cara sederhana dan efisien,” ujar Agus.

Dalam hal efektivitas, Agus menjelaskan metode embusan napas untuk mendeteksi virus korona saat ini belum menjadi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun GeNose bisa membantu skrining.

Jika dibandingkan dengan alat uji virus korona lainnya, seperti rapid antigen dan swab PCR, alat ini dinilai belum bisa dikatakan sebagai alat uji yang lebih baik. Perlu uji klinis untuk membandingkannya dengan alat-alat uji virus korona lainnya. []GOOD INDONESIA-ASM

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here