HARI KE-26 PENEMBAKAN LASKAR FPI: Agar Kasus Terlupakan

Hidayat Nur Wahid [Foto: pks.id - GOOD INDONESIA]

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan belum ada penjelasan tuntas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengenai penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) –yang berujung tewas, pada 7 Desember 2020.

Sabtu, 2 Januari 2021, adalah hari ke-26 pasca penembakan yang oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sama sekali bukan pembunuhan. Polisi melakukan penembakan mematikan karena keenam laskar yang sedang pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) terlebih dahulu menyerang petugas berwajib.

Meski demikian, pimpinan Polri tak kunjung membuka identitas polisi yang melumpuhkan keenam anggota laskar FPI dimaksud hingga kini.

Sementara itu, pihak FPI kukuh menegaskan bahwa peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember lalu merupakan pembunuhan. Laskar FPI tidak memiliki senjata api, seperti yang dituduhkan aparat keamanan.

[Baca juga: Masjid Jogokariyan Pasang Baliho Sebut Enam Laskar FPI Syuhada]

Komnas HAM, kata Hidayat yang kerap disapa HNW, telah menggelar beberapa kali jumpa pers guna menyampaikan hasil kerjanya kepada masyarakat luas. Namun, penjelasan Komnas sama sekali tidak sesuai dengan harapan publik.

“Kita sudah Januari, sebulan kurang. Beberapa pihak sudah dipanggil, tapi sepertinya masih banyak hal yang menjadi harapan publik yang belum mendapatkan penjelasan tuntas dari Komnas HAM,” ujar HNW, Sabtu, 2 Januari 2021.

Investigasi disebutkan rampung akhir Januari 2021. Berdasarkan perkembangan penyelidikan, HNW mengkhawatirkan investigasi diulur-ulur semakin lama, dan kemudian dibuat menjadi terkaburkan atau dilupakan.

“Dan dimunculkan beragam hal-hal baru. Kasus-kasus baru kemudian membuat pengusutan terhadap penembakan enam laskar FPI menjadi dilupakan atau tidak lagi menjadi pusat perhatian,” tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis yang mengancam semua pihak agar tidak mengunggah atau mengakses informasi mengenai FPI, di mata HNW, bisa menjadi faktor penghambat investigasi pembunuhan keenam anggota FPI. []GOOD INDONESIA-VET

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here