Terjerat Korupsi, Marianus Sae Tetap Dilantik Jika Menang Pilgub NTT

Marinanus Sae (Istimewa/detik.com)

Jakarta – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bisa dilantik jika kelak memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018.

Kuasa hukum Marianus, Petrus Selestinus, menegaskan hak-hak politik kliennya di Pilgub NTT 2018 tetap harus dijamin, kendati mantan Bupati Ngada itu tersandung masalah hukum.

“Jika Paket Marhaen terpilih pada tanggal 27 Juni 2018, maka Mendagri atas nama Presiden akan tetap melantik Marianus Sae dan Emelia Nonlemi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018-2023 untuk masa jabatan lima tahun,” kata Petrus, Rabu, 30 Mei 2018.

Petrus mengatakan, saat ini kliennya sudah menjalani penahanan di KPK selama 100 hari lebih. Kendati begitu, kata dia, proses hukum yang dijalani Marianus saat ini tak membuat hak-hak politiknya hilang.

“Hak politiknya tetap ada. Artinya, sampai tanggal 27 Juni 2018, Marianus Sae adalah calon gubernur NTT berpasangan dengan Ibu Emi Nomleni selaku calon wakil gubernur NTT,” tegasnya.

Petrus menjelaskan, Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) telah mengatur hak-hak seorang tersangka yang ditahan. “Termasuk haknya untuk ditangguhkan penahanannya, haknya untuk mengajukan praperadilan, bahkan haknya untuk dipercepat proses hukumnya,” terangnya.

Hanya saja, kata Petrus, kliennya memilih menggunakan hak untuk menjalani proses hukum secepatnya. “Yaitu agar proses persidangan perkaranya dipercepat demi tegaknya hukum dan keadilan,” tutur Petrus yang juga Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) itu.

Diketahui, Marianus Sae pada Pilgub NTT berpasangan dengan Emilia J Nomleni. Duet yang dikenal dengan sebutan Paket Marhaen itu diusung oleh koalisi PDI Perjuangan dan PKB.

Marinus terjaring operasi tangkap tangan oleh tim KPK di salah satu hotel di Surabaya, Minggu (11/2/2018) lalu. Bupati nonaktif Ngada itu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena terlibat kasus suap proyek-proyek di Pemerintahan Kabupaten Ngada, NTT.

Marianus disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. []HDN/BDG


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here