Sandiaga Putihkan Jateng, TKN Jokowi Bertekad Merahkan Jabar

Ace Hasan Syadzily (Istimewa/era.id)

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Calon Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin menanggapi santai rencana Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno memfokuskan kampanyenya di Jawa Tengah (Jateng).

Juru Bicara TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Ace Hasan Syadzily berpendapat rencana pindah markas Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pasangan Calon Nomor Urut 02 itu justru bisa berdampak negatif.

Alasannya, menurut Ace, TKN Pasangan Calon Nomor Urut 01 justru akan menyasar kampanye habis-habisan di daerah yang masih kompetitif. Salah satu contohnya adalah Jawa Barat (Jabar). Jumlah pemilih Jabar lebih besar dibanding Jateng. Pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2014, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto memenangi pertarungan di Jabar.

“Jika mereka fokus di sana, wah, itu makin memudahkan kami untuk menang lebih besar di daerah-daerah yang selama ini mereka persepsikan sebagai lumbung suara,” ulas Ace di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Desember 2018.

Ace menambahkan TKN sudah memetakan lumbung suara di Jateng. Berdasarkan survei internal TKN, Jokowi-Ma’ruf dipastikan akan mendapatkan suara lebih 70 persen.

“Kami sesungguhnya telah memetakan di mana saja strong voters kami di Jawa Tengah. Sekalipun mereka memindahkan markas ke Jawa Tengah, ingat, kami bisa ambil basis suara mereka (di Jawa Barat),” lanjut Ace, seraya menambahkan bahwa hak tim Capres Prabowo-Sandiaga berusaha mengimbangi kekuatan Jokowi-Ma’ruf di Jateng.


SBY Menang Jateng

Terpisah, Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Nizar Zahro optimistis meraih kemenangan di Jateng. Kontestan nomor urut 02 yakin mampu mematahkan dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilu 2019. Jateng adalah wilayah merah.

“Tidak penting Jawa Tengah distigmakan sebagai kandang banteng (PDI-P). Dengan penetrasi yang kuat, diyakini stigma tersebut akan luluh-lantah,” tegas Nizar.

Argumennya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buktinya bisa mengalahkan perolehan suara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Jateng pada Pilpres 2009.

Nizar menyatakan elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Jateng masih perlu ditingkatkan. Karena itu, BPN memutuskan memindahkan basis kampanye Cawapres Sandiaga ke Solo, Jateng. Metode kampanye akan dilakukan secara bertatap muka langsung dari rumah ke rumah sehingga hasilnya lebih efektif. “Kandang merah akan segera diputihkan,” kata Nizar, politikus Partai Gerindra. []GOOD INDONESIA-ALY/HDN


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here