Cap ‘Sontoloyo’ Jokowi, Andi Arief: Tidak Apa-apa ke Politisi, Jangan ke Rakyat

Andi Arief (Istimewa/detik.com)

Yogyakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat menanggapi serangan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi, yang juga Calon Presiden (Capres) pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019, kepada sebagian politisi yang disebutnya “sontoloyo”.

Cap “sontoloyo” itu ditujukan kepada politisi yang mengkritik kebijakan pemerintah menggelontorkan dana kelurahan menjelang pilpres. Ungkapan “sontoloyo” juga dikeluarkan Jokowi sebab merasa kesal atas gempuran kepada dirinya memakai materi yang dianggapnya sebagai hoaks.

“Tapi Partai Demokrat tidak mempermasalahkan (cap ‘sontoloyo’). Sepanjang ‘sontoloyo’ itu bukan kepada rakyat tetapi kepada tokoh politik, silakan,” tutur Arief kepada pers usai acara dialog Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama warga di Ndalem Bawean, Yogyakarta, Sabtu malam, 27 Oktober 2018.

Menurut Wakil Sekjen Arief, komunikasi politik memakai kata “sontoloyo” dimaksud merupakan wajah asli Jokowi. Ia tampaknya mulai meninggalkan politik pencitraan yang selama ini menjadi andalan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

“Saya membacanya sebagai taktik, ya,” tukas Arief. Jokowi, tambahnya, mulai memandang harus bertindak lebih keras kepada lawan politiknya. “Mungkin Pak Jokowi merasa sudah di atas angin.” sambungnya. []GOOD INDONESIA-YPT/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here