Seremonial Peresmian Gratis Tol Jembatan Suramadu Jadi Ajang Kampanye

Joko Widodo (tengah) dengan tokoh masyarakat Madura di Jembatan Suramadu (Istimewa/kumparan.com)

Surabaya – Seremonial peresmian penghapusan biaya Tol Jembatan Suramadu, Jawa Timur, yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berubah menjadi ajang kampanye. Tepatnya di ruas dari Bangkalan menuju Surabaya.

Upacara di tengah jembatan antara Pulau Jawa dan Pulau Madura itu, Senin, 27 Oktober 2018, mendatangkan belasan anggota Ikatan Keluarga Madura (Ikama), yang disebut panitia sebagai ulama.

Usai peresmian pembebasan biaya jalan tol, Presiden Jokowi dan beberapa ulama dan tokoh masyarakat Madura lainnya berjalan kaki meninjau beberapa titik kondisi jembatan yang dibangun pada era Presiden Megawati Soekarnoputri dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Saat kembali ke lokasi semula, beberapa ulama dan tokoh masyarakat lainnya tiba-tiba mengeluk-elukkan Presiden. Mereka meneriakkan yel-yel “hidup Jokowi”, “hidup nomor 1”, dan “lanjutkan” serya mengacungkan satu jari telunjuk, simbol pasangan calon (paslon) Presiden Jokowi-Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Jokowi di tengah wakil masyarakat itu tersenyum kecil. Presiden lalu meminta tokoh masyarakat itu berhenti berkampanye. “Sudah, sudah. Jangan teriak begitu,” tutur Jokowi, sambil tersenyum.


Bantah “Kampanye Terselubung”

Pembebasan biaya penyeberangan di Jembatan Suramadu dalam suasana menuju Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019 dinilai berbagai pihak sebagai kebijakan “kampanye terselubung”.

Sebelumnya, hal yang sama terjadi atas kebijakan pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah dana kelurahan.

Penilaian itu dibantah Presiden Jokowi. Kebijakan penggratisan dikeluarkan berdasar kajian pemerintah sejak 2015.

“Tadi, kan, perjalanannya sudah saya sampaikan. Pada 2015, sudah digratiskan sepeda motor, 2016 sudah dipotong 50 persen tetapi belum ada dampak,” kata Jokowi di lokasi upacara.

Jokowi lalu menyatakan jika dirinya ingin memanfaatkan penggratisan Tol Jembatan Suramadu, kebijakannya akan mulai diterapkan pada Maret 2019 –menjelang pemungutan suara Pemilu 2019. Karena itu, Presiden mengimbau agar masyarakat tidak mengaitkan kebijakan pemerintah dengan politik praktis pasta demokrasi.

Ditambahkan, banyak pihak yang memang memintanya agar Tol Jembatan Suramadu digratiskan. Di antaranya Ikatan Keluarga Madura, yang beranggota tokoh masyarakat, antara lain, ulama. []GOOD INDONESIA-AAD/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here