Para Mantan Presiden AS Kecam Trump atas Kekerasan di Capitol Hill

Demonstasi di Capitol Hill AS saat jumlah pesertanya masih sedikit [Foto: politico.com - GOOD INDONESIA]

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) mengutuk kekerasan yang terjadi di Gedung Capitol Hill. Kerusuhan pecah ketika massa pendukung Calon Presiden (Capres) Donald Trump menyerbu gedung pada Rabu (6/1/2021).

Massa demonstrasi berusaha menggagalkan alih kekuasaan dari Trump ke pemenang pemilu capres Joe Biden secara damai.

Mantan Presiden AS Barack Obama mengatakan sejarah mencatat kekerasan di Capitol Hill itu sebagai “momentum yang sangat memalukan” bagi bangsa AS.

Mengutip Channel News Asia, Kamis (7/1/2021), Presiden dua periode itu menyatakan kerusuhan “dihasut oleh Presiden yang sedang berkuasa”, yang tanpa dasar atau berbohong tentang hasil pemilihan umum calon presiden (pilpres).

Selama dua bulan, menurut Obama, sebuah partai politik dengan ekosistem media yang menyertainya tidak mau memberi tahu pengikutnya hal yang sebenarnya.

Bill Clinton: Politik Beracun

Mantan Presiden AS Bill Clinton menyebut demonstrasi massa Trump telah menyerang Capitol Hill. Tindak kekerasan berlangsung dipicu “politik beracun” yang berlangsung selama empat tahun terakhir yang didalangi Presiden Donald Trump.

Ditambahkan, kerusuhan diakibatkan kombinasi disinformasi yang disengaja untuk membangun ketidakpercayaan atas hasil pilpres. Kubu Trump juga telah mengadu domba sesama warga AS.

[Baca juga: BPN dan Parpol Koalisi Tolak Hasil Pilpres dan Pileg, Demokrat Membelot]

“Bara api itu dinyalakan oleh Donald Trump dan pengikutnya, termasuk orang di Kongres. Maksudnya untuk membatalkan hasil pemilu yang sah,” tegas Clinton.

Istrinya, Hillary Clinton, kalah oleh Trump pada Pilpres 2016. Dia langsung menerima kekalahan pahit yang dialaminya.

Masih kecam Clinton, Trump menolak kekalahannya atas Joe Biden pada November lalu. Lalu, dia mencoba menjadikan rivalnya sebagai presiden tidak sah.

George W. Bush: Pemandangan Memuakkan

Sementara itu, Presiden AS periode 2001-2009 George W. Bush mengaku tidak percaya apa yang dilihatnya di Capitol Hill itu. Ia menyebutkan kejadian tersebut sebagai “pemandangan yang memuakkan dan memilukan”.

Bush juga menyebutkan beberapa pemimpin politik pasca pilpres terakhir menunjukkan diri mereka tak lagi menghormati lembaga negara, tradisi, dan penegakan hukum yang selama ini dujunjung.

Sementara ABC News melansir pandangan mantan Presiden AS Jimmy Carter yang menyatakan ulah massa Trump dimaksud sebagai “tragedi nasional”. []GOOD INDONESIA-RUT

Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV

INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here