Warga Sepanjang Rel KA Kelintang Surabaya tak Tahu ‘Social Distancing’

Relawan JFI-JAKA membagikan 'hand sanitizer' gratis kepada warga miskin [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Relawan Jatim for Indonesia (JFI) dan Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA) bersama tokoh masyarakat wilayah Ketintang, Surabaya, menyusuri kampung sepanjang pinggir rel kereta api (KA) pada Minggu, 22 Maret 2020. Kegiatan sosial ini berupa pembagian gratis hand sanitizer kepada warga tidak mampu.

Selain membagikan cairan antiseptik pembersih tangan, mereka juga melakukan edukasi pencegahan penularan virus corona.

Kegiatan mulai sekitar pukul 10.30. sepuluh relawan yang terdiri atas mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), serta pemuka warga setempat mendatangi satu per satu rumah warga pinggir rel Ketintang.

Selain hand sanitizer, relawan gerakan sosial “Sejuta Hand Sanitizer Gratis” ini juga membagikan cuma-cuma masker.

Hand sanitizer dan masker langka dan harganya melonjak sejak covid-19 menyerang Indonesia. Kondisi ini semakin menutup peluang warga miskin melengkapi diri guna menghindari penularan virus corona.

Data terakhir versi pemerintah pusat (23/3/2020), sebanyak 579 orang di Indonesia positif mengidap covid-19. Sebanyak 30 di antaranya dinyatakan sembuh, sedangkan 49 orang meninggal dunia.

“Siang ini kami datangi warga dari rumah ke rumah untuk mengedukasi masyarakat. Kita lawan Corona bersama-sama,” ujar Ervan, tokoh masyarakat Ketintang, yang juga aktif mengampanyekan Gerakan Jaga Omah Jaga Kampung untuk melawan Corona.

Mendatangi rumah satu per satu merupakan rencana aksi yang dirancang tim relawan JFI-JAKA yang bertujuan mengurangi terjadi kerumunan warga. Juga menjadi ajang berbagi informasi kepada masyarakat yang belum terpapar virus corona.

Rilna Parera, salah seorang relawan JFI menceritakan warga yang tinggal di pinggir rel banyak yang tidak tahu tentang imbauan melakukan social distancing. Mereka tetap bekerja atau beraktivitas seperti biasa, berkumpul sesama.

“Kami sampaikan pentingnya menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta menggunakan masker dan hand sanitizer. Mereka bahkan tidak tahu kalau Surabaya sudah menjadi zona merah corona di Jawa Timur,” kata Rilna.

Relawan JFI dan JAKA sebelum menemui masyarakat miskin [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Relawan JFI lain, Betzy Alimanda, juga menyampaikan kisah dari warga. “Warga sangat senang mendapatkan hand sanitizer karena mereka tidak bisa membeli lagi di toko-toko. Kami juga sekaligus memberikan edukasi cara pemakaiannya,” ujarnya.

Gerakan ini merupakan langkah pertama rangkaian gerakan kemanusiaan yang dilakukan JFI-JAKA. Selanjutnya akan menyasar wilayah-wilayah lain.

JFI merupakan aliansi multi institusi, lintas iman, lintas generasi serta lintas etnis yang digagas oleh Yayasan Alit sejak 2018. Sedangkan JAKA adalah kumpulan alumni Universitas Airlangga.

Siapapun yang tergerak untuk berpartisipasi pada kegiatan kemanusian tersebut, dapat menghubungi Posko Lawan Corona JFI-JAKA di Jalan Kelintang Madya 73, Surabaya. []GOOD INDONESIA-SJT


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here