NETTY PRASETIYANI; ‘Local Hero’ AS di Senayan

Netty Prasetiyani menjawab pertanyaan jurnalis [Foto: Yana - GOOD INDONESIA]

Salah satu pernyataan Netty Prasetiyani –ketika itu mendampingi Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar)– di hadapan umum yang sangat bernas adalah di lapangan Kawali, alun-alun Kabupaten Ciamis, Jabar (12/2/2013).

Saat itu, aktivis pemberdayaan kaum perempuan ini, secara lantang berucap akan menyiapkan sendiri peti mati bagi suaminya bila melakukan tindak korupsi. Penegasan ini kontan dikutip ramai media massa nasional dan lokal.

“Saya tidak akan membukakan pintu (rumah) bila Kang Aher pulang dengan (harta) hasil korupsi,” Netty menegaskan sikapnya. Sambungnya, “Saya hanya berharap suami saya tak melakukan kebijakan yang salah, menggulirkan program pembangunan yang keliru dengan tindakan korupsi, karena ini berdampak luar biasa pada anak-anak saya ketika mereka membangun masa depannya.”

Pernyataan tandas di hadapan sekitar 2.000 warga Ciamis tersebut menunjukkan visi dan kapasitas alumnus Universitas Indonesia (UI) ini. Dia berdiri di panggung bukan semata-mata karena berperan sebagai pendamping seorang gubernur. Namun, Netty memang memiliki kemampuan membangun panggungnya sendiri.

Tengoklah kiprahnya menjalankan tugas memimpin beberapa lembaga, sebagai ketua Tim Penggerak PKK Jabar, misalnya. Melalui PKK, dia terus dihantui oleh mimpinya. Keempat mimpi dimaksud menyangkut nasib kaum perempuan dan anak-anak Jabar, bidang yang terus diperjuangkannya.

Pertama, Netty menghendaki tidak seorangpun perempuan Jabar yang melahirkan tanpa tenaga kesehatan. Kedua, tak seorangpun bayi yang tanpa memperoleh lima imunisasi dasar.

Ketiga, terejawantahkannya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah berkembangnya penyakit infeksi. Keempat, terhamparnya kondisi bagi penyiapan generasi di Jabar menjadi pemimpin masa depan. Inilah hantu mimpi sekaligus cita-cita Netty.

[Baca juga: AHMAD HERYAWAN; Kebaikan Kekuasaan]

Sejak di bangku SMA Negeri 14 Jakarta, Netty remaja telah terbiasa terlibat berbagai kegiatan organisasi. Hal ini berlanjut hingga kuliah, dan sampai sekarang. Putri pasangan tentara-guru ini tenggelam dalam aktivitas sosial. Nilai-nilai kedisiplinan yang ditanamkan kedua orang tuanya membawa Netty mampu mengemban seabrek target perjuangan sosial yang digelutinya.

Perpustakaan Nasional mengganjar wanita kelahiran 15 Oktober 1969 ini dengan penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka pada 2011. Dia dinilai berjasa membangun budaya gemar membaca di Jabar.

Netty Prasetiyani menyampaikan sambutan [Foto: Dok. GOOD INDONESIA]

Sementara Kedutaan Besar Amerika Serikat menobatkan Netty sebagai Local Hero (Pahlawan Lokal) sebab berjasa memerangi praktik perdagangan manusia (human trafficking). Apresiasi ini diterimanya pada Januari 2013.

Sebagai ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty memang berhadapan dengan tanggung jawab berat menekan angka kasus perdagangan manusia. Peran ini cukup berhasil sebab kejahatan kemanusiaan ini tahun demi tahun berkurang di Jabar.

Netty pun berhasil menempuh jenjang pendidikan tertinggi. Ia diwisuda sebagai doktor Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, pada 5 Mei 2015. Judul disertasinya: “Evaluasi Kebijakan Pemerintah ke Pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan (Studi Kasus Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan)”.

Kesibukan menjalan tanggung jawab sebagai istri gubernur tak membuat peran Netty sebagai ibu atas enam putra-putrinya terabaikan. Setidaknya hal ini tercermin pada keberhasilan anak-anaknya menjalani tahap demi tahap pendidikan formalnya. Keenam anaknya itu: Khobab, Salman, Khodijah, Abdulhalim, Shofia, dan Abdulhadi.

Kunci dalam pendidikan mereka, bagi Netty, adalah keteladanan. Inilah komitmen yang dibangun Netty bersama Aher. Mereka mewajibkan diri masing-masing guna menghadirkan teladan yang baik.

[Baca juga: DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK; Aktivis Asal Salahaji]

Selain ini, Netty tetap senantiasa menjalin komunikasi dengan buah hatinya, dalam kondisi sibuk sekalipun. Komunikasi dimaksud dibangun dalam iklim demokrasi. Begitu pun Sang Ayah. Kehidupan keluarga dipupuk, dikawal, dan dibangun bersama sebagai ibu-ayah maupun istri-suami.

Atas visi, komitmen, dan strategi tersebut, pasangan Aher-Netty juga patut menjadi teladan warga Jabar yang dipimpinnya. Aher-Netty siap menjadi teladan dalam mewujudkan keluarga, menjadikan “rumahku (baca: keluargaku) adalah surgaku”.


Wakil Rakyat

Tak lama usai Aher merampungkan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat dua periode, Netty tetap sibuk melanjutkan pengabdian mengurus rakyat. Bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar VIII, yakni Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Netty menuju Senayan, Jakarta.

Usia dilantik sebagai sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024, Netty kepada jurnalis menegaskan dirinya siap mengawal persoalan kesehatan dan ketenagakerjaan, khususnya. Bidang Komisi IX ini memang salah dua di antara beberapa bidang sosial-kemasyarakatan yang digelutinya.

Rapat di DPR RI, Senayan, Jakarta [Foto: fraksi.pks.id – GOOD INDONESIA]

“Ini tugas penting karena kependudukan menjadi tantangan terbesar dalam pengelolaan sumber daya manusia di negara kita. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas SDM-nya,” ujarnya.

Soal permasalahan buruh, Netty sepenuhnya sadar bahwa ia menghadapi tantangan berat, khususnya menyangkut kesejahteraan. Sejumlah pekerjaan berat di hadapan mata dalam kerangka mewujudkan atau meningkatkan kesejahteraan kaum pekerja, termasuk mereka yang berjuang di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Masalah tak kalah peliknya, yakni soal kesehatan. Selain seputar derajat kesejahteraan masyarakat, adalah sengkarut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Ketika kita berbicara masalah kesehatan, masyarakat banyak mengeluh soal kenaikan iuran BPJS yang cukup melilit masyarakat. Sementara itu kualitas pelayanan BPJS bolong di sana-sini. Sering kita dengar tidak kamar buat pasien, dan sebagainya,” ungkap Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, semangat.

Ada keyakinan mampu memberi sumbangsih pengabdian terbaik buat rakyat. Termasuk di antara tantangan mewakili kepentingan rakyat menghadapi dampak pandemi covid-19 dan persoalan kesehatan dahsyat lainnya ke depan.

Benang kusut pemerintah menghadapi pandemi akibat penularan virus korona harus menjadi pelajaran. Ke depan, perlu sistem mekanisme pencegahan dan penanggulangan wabah maupun pandemi.

“Nyawa satu orang warga tak ternilai. Berapa nilai nyawa puluhan, ratusan, dan terlebih ribuan? Jangan sampai seorangpun warga menjadi korban atas ketidakmampuan pemerintah menangani satu kasus wabah maupun pandemi,” tandas perempuan berjilbab dan berkacamata ini.


DATA PRIBADI

Nama: Netty Prasetiyani
Tempat lahir: Jakarta
Tanggal lahir: 15 Oktober 1969
Agama: Islam
Suami: Ahmad Heryawan

Pendidikan:
SMP Negeri 20 Jakarta
SMA negeri 14 Jakarta
S1: Bahasa Inggris, STBA LIA Jakarta
S2: Kajian Wanita, Universitas Indonesia
S3: Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjadjaran

Riwayat Pekerjaan:
Kepala Sekolah TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) Darul Falah, Bekasi (1998-2001)
Konsultan Pendidikan di Perguruan Islam Madina (2005-2007)

Riwayat Organisasi:
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat (2008-2018)
Ketua Dekranasda Jawa Barat (2008-2018)
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat (2010-2018)
Ketua Ikatan Bank Mata Jawa Barat (2009-2017)
Pembina Yayasan Bordir Jawa Barat (2010-sekarang, 2019)
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi (2008-2018)
Penasihat BKOW Jawa Barat (2008-2018)
Dewan Pertimbangan FKPPI (2015-sekarang, 2019)
Dewan Pakar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (2016-2021)
Penasihat Ikatan Perancang Busana Muslim (2008-sekarang, 2019)
Ketua II Pengurus Pusat Wanita PUI (Persatuan Umat Islam)

Penghargaan:
Manggala Karya Kencana, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat (2010), dari Kepala BKKBN
Nugra Jasa Darma Pustaloka, sebagai Bunda Literasi Jawa Barat (2011), dari Kepala Perpusnas
Satya Lencana Kebaktian Sosial, sebagai Ketua P2TP2A Jawa Barat (2013), dari Presiden RI
Bhakti Koperasi, sebagai Ketua Dekranasda Jawa Barat (2017), dari Menteri Koperasi
Tokoh Peduli Perlindungan Anak, sebagai Ketua P2TP2A Jawa Barat (2016), dari KPAI
Tokoh Perempuan Inspiratif, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat (2015), dari KNPI Jawa Barat
Tokoh Berinovasi & Berprestasi, sebagai Ketua P2TP2A Jawa Barat (2017), dari RMOL Jawa Barat
Local Hero, sebagai Ketua P2TP2A Jawa Barat (2013), dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS)
Woman Creative Leaders, sebagai Ketua P2TP2A Jawa Barat, dari Sindo Weekly. []GOOD INDONESIA-RE


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

2 KOMENTAR

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here